Posts

StarHub and Zettagrid sign Cloud Teaming Agreement

We are pleased to announce that StarHub and Zettagrid has signed a teaming agreement for the deployment of Cloud solutions for StarHub business customers in Singapore. The Zettagrid service provides StarHub with a comprehensive range of on-demand cloud services including Veeam backup, disaster recovery and VMware private and hybrid cloud environments.

Starhub customers will be able to now combine robust and resilient StarHub network with flexible and scalable cloud services, all bundled together.
“We are excited that through our partnership with Zettagrid, the benefits of the backup and cloud services will be made available to our corporate customers, including fixed price billing for cloud services which will give CFOs certainty of their IT budgets whilst giving them flexibility to scale when they need to,” says StarHub Head, ICT Solution Sales Lawrence Koh.

“We’re all about reducing complexity for our customers in Singapore,” said Nathan Harman, Managing Director of Zettagrid. “With our award-winning, scalable, automated infrastructure services adding real value, Starhub can take advantage of cloud simplicity to benefit their customers”.

FOR MORE INFORMATION
For enquiries or to schedule an interview, please contact:

Starhub – Lawrence Koh, (e) lawrencekoh@starhub.com , (d) +65 6825 525

Zettagrid (Singapore) – Raymond Jeffrey, (e) raymond.jeffrey@zettagrid.com , (m) +65 9633 7994

Zettagrid (Australia) – Nicholas Power, (e) nicholas.power@zettagrid.com , (d) +61 8 9488 9536

About Zettagrid
www.zettagrid.com
Zettagrid delivers Private and Hybrid Cloud Hosting, Backup, Disaster Recovery, Software Licensing to IT Providers in 8 availability zones across the Asia Pacific region. We offer an easy to use, super scalable and highly available Cloud services which are self-service and fully automated.

About Starhub
www.starhub.com
StarHub is a leading homegrown Singapore company that delivers world-class communications, entertainment and digital services. With our extensive fibre and wireless infrastructure and global partnerships, we bring to people, homes and enterprises quality mobile and fixed services, a broad suite of premium content, and a diverse range of communication solutions. We develop and deliver to corporate and government clients solutions incorporating artificial intelligence, cybersecurity, data analytics, Internet of Things and robotics. We are committed to conducting our business in a sustainable and environmentally responsible manner. Listed on the Singapore Exchange mainboard, StarHub is a component stock of the SGX iEdge SG ESG Leaders and Transparency Indices and included in ESG-focused FTSE4Good Index Series. StarHub is ranked as the world’s most sustainable Wireless Telecommunications Service Provider and Singapore’s most sustainable Telco, in Corporate Knights Global 100.

Peran Infrastructure as a Service (IaaS) Pada Kelancaran Bisnis

Peran IaaS pada Kelancaran Bisnis

Peran Infrastructure as a Service (IaaS) Pada Kelancaran Bisnis

Wabah COVID-19 membuat para pengusaha harus mencari strategi untuk menjalankan bisnis mereka. Namun, di era kecanggihan teknologi sekarang ini, pengusaha tidak perlu khawatir berkat kehadiran teknologi. Bahkan jika tepat dalam memanfaatkannya, bisnis yang kita jalankan akan berjalan dengan lancar dan dapat berkembang lebih lagi.

Tentunya untuk dapat mengembangkan sebuah bisnis memerlukan suatu cara agar dapat membantu serta memperlancar goals tersebut. Yakni kita bisa memanfaatkan cloud computing, kecanggihan teknologi komputer yang satu ini telah banyak digunakan perusahaan besar maupun perusahaan yang baru ingin mengembangkan bisnis mereka.

Salah satu layanan cloud computing yang bisa membantu memperlancar bisnis kita adalah IaaS atau Infrastructure as a Service. Definisi Infrastructure as a Service itu sendiri adalah layanan cloud computing yang berbentuk satu perangkat hardware komputer berupa virtualisasi.

Layanan IaaS ini dikelola dengan memanfaatkan jaringan internet, dan pada umumnya di dalamnya terdapat Bandwidth, IP Address, Load Balancer, koneksi internet, serta sistem pengaman seperti firewall dalam ruang lingkup satu perangkat layanan IaaS. Dengan menggunakan IaaS kita bisa membuat serta menguji aplikasi untuk bisnis sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan inginkan.

Ada banyak kelebihan lainnya yang bisa kita rasakan apabila memanfaatkan Infrastructure as a Service pada perusahaan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari Infrastructure as a Service:

  • Keamanan data perusahaan dapat terjamin dari kehilangan atau kebocoran yang bisa memicu kekacauan kapanpun ancaman itu terjadi. Karena pengguna sendiri yang akan mengelolanya. Pihak penyedia layanan cloud infrastruktur tidak akan memiliki akses ke sistem yang dikelola.
  • Membuat Anda lebih fokus dalam mengelola bisnis tanpa perlu mengkhawatirkan persoalan sistem perangkat IaaS. Karena server fisik, storage, networking dikelola langsung oleh penyedia layanan IaaS.
  • Menghemat biaya operasional, sehingga bisa dimanfaatkan untuk biaya kebutuhan perusahaan lainnya.
  • Layanan IaaS memiliki kapabilitas untuk di scale up dan scale down, menjadikannya lebih fleksibel disaat kita ingin meningkatkan maupun mengurangi kapasitas tersebut.

Sebenarnya Bagaimana Cara Kerja Infrastructure as a Service?

Cara kerja IaaS sama seperti saat kita menjalankan server komputer, kita bisa mengakses serta menyimpan data dalam sebuah server melalui dashboard maupun Application Programming Interface (API). Kemudian dari penggunaan layanan IaaS kita memiliki kontrol penuh atas infrastruktur milik perusahaan kita.

Sehingga kita bisa menginstal, melakukan konfigurasi, dan mengelola aplikasi yang ingin kita gunakan. Selain itu, penyimpanan atau backup data yang dikelola sendiri dapat kita akses kapan dan dimanapun dibutuhkan, selama masih terhubung dengan jaringan internet.

Kemudian, jika kita membutuhkan networking yang lebih bagus atau storage yang kapasitasnya lebih besar lagi bisa dilakukan scale up dan scale down. Kita dapat langsung menghubungi penyedia layanan IaaS untuk mengupgradenya atau Anda juga dapat melakukan upgrade sendiri melalui platform IaaS pilihan Anda. Tentunya dengan ketentuan dari masing-masing penyedia layanan IaaS tersebut.

Oleh karena itu, waktu yang tepat sebuah perusahaan untuk bisa menggunakan layanan IaaS ini dapat dilakukan saat penilaian kesiapan karyawan dan kondisi finansial perusahaan yang sudah stabil. Karena untuk dapat menerapkan IaaS, selain butuh biaya kita harus memiliki pengetahuan dan skill tentang IT, seperti dalam mengelola operating system, networking serta memiliki pengalaman tentang VMware. Sebagai salah satu cloud provider yang ada di Indonesia, Zettagrid menyediakan solusi cloud computing yang Anda butuhkan. Terutama dalam layanan Infrastructure as a Service (IaaS). Dan tidak perlu diragukan lagi jaminan kualitasnya, karena kami telah memiliki sertifikasi mulai dari ISO 270001, ISO 9001, PCI DSS, VMware, Zerto, Veeam dan PSE Kominfo Republik Indonesia. untuk mengetahui informasi lebih lengkap lagi silahkan hubungi kami melalui email ke sales@zettagrid.id

Empowering Customer In-Store Ordering Experience with Cloud

 


Empowering Customer In-Store Ordering Experience with Cloud

The retail landscape has been in a continuous state of flux for well over 20 years. From the threat of large chain stores to recent advances in mobile technology and the rise of eCommerce sites, retailers have had to adapt in response to a variety of trends and innovations in order to attract consumer attention. One of the most common ways businesses are navigating these changes is by transitioning to digitalization in selling & transactions. Digitalization can both provided online and also in store, to bring new experience to customers.

There are many benefits to digitalize your store in the short and long term that make the process worthwhile. For the short term, the most obvious benefit of taking your store online is that you’ll still be able to generate sales under government restrictions on in-person activity due to Covid-19.

While we don’t know what the world will look and feel like post-COVID, diversifying your business now is a smart move to make. Having more than one way to reach your customers and generate revenue will likely benefit you for years to come.

If you own a brick-and-mortar business and are unsure about whether to jump online, you can find out more in the webinar “Empowering Customer In-Store Ordering Experience with Cloud” with our expert Hendy Rusli, COO of WGS Hub and Aditya Irawan, Cloud Consultant of Zettagrid Indonesia.

Event Details:

Thursday, 14 July 2022

from 2.00-4.00PM

Link to Register:

LIVE from Zoom

Reserve your slot and get a chance to win FREE Shopping Vouchers, Special Promos, and Get an e-certificate.

Disaster Recovery using Veeam Solutions

Disaster Recovery using Veeam Solutions

Maintaining the availability of a business is one of the critical factors that most companies should pay attention. If the business process suddenly stopped, even just for a few seconds, we can’t imagine how many data transactions will be impacted.

To prevent this from happening, we need to maximize the availability of our business, one of which is by implementing a Disaster Recovery solution.

What is a Disaster Recovery? How does Disaster Recovery work? What kind of Disaster Recovery solution that’s suitable for my business? Check out the full explanation in the webinar “Disaster Recovery using Veeam Solutions“, which will feature Teddi Suryadi, as a Cloud Consultant in Zettagrid Indonesia.

Event Details:

Day: Wednesday, 15 June 2022

Time: 2.00–4.00 PM

Link to register:

LIVE from Zoom.

Reserve your slot and get a chance to win FREE Shopping Vouchers, special promos, and get an e-certificate.

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Dating Apps

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Semenjak adanya pandemi, aktifitas manusia memang mengalami banyak perubahan. Salah satunya bagaimana cara manusia untuk mencari pasangan atau kenalan baru. Dengan situasi seperti ini, masyarakat mulai memanfaatkan adanya teknologi dating apps atau aplikasi kencan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk menemukan match/pasangannya. Saat ini banyak sekali dating apps yang bermunculan, dari mulai Tinder, Bumble, Happn, dan masih banyak yang lainnya. Pada tahun 2021, Tinder sebagai platform dating apps yang paling sering di download di Indonesia melakukan riset yang menunjukan terjadi peningkatan aktifitas swipe/match yang signifikan sebanyak 130 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Tentunya pengguna bukan hanya menginginkan hasil match yang tepat tetapi juga mengharapkan aplikasi yang reliable ketika digunakan. Sehingga bisnis dating apps ini pun dapat bersaing dengan aplikasi serupa. Untuk itu dibutuhkan cloud computing untuk membantu dating apps untuk mengembangkan bisnisnya. Lalu layanan apa saja yang bisa diaplikasikan untuk bisnis dating apps ini?

  1. Virtual Data Center (VDC)

Layanan VDC dapat digunakan sebagai cloud infrastruktur pilihan yang berfungsi sebagai server aplikasi, load balancer, database server dan resource lainnya. VDC memudahkan pembuat aplikasi untuk melakukan pengembangan fitur, selain itu dengan kemampuan scalablenya, aplikasi dapat mengatur storage sesuai dengan kebutuhannya karena dapat di scale up dan down dengan mudah. Selain itu dengan VDC sisi keamanan aplikasi yang berjalan terjamin dengan adanya virtual firewall yang include didalamnya (bersifat free). Dengan begitu, biaya yang akan dikeluarkan juga menjadi lebih efisien.

  1. Disaster Recovery (DR)

Kenyamanan pelanggan merupakan hal yang harus diperhatikan para pengusaha aplikasi kencan. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di aplikasi, dibutuhkan solusi Disaster Recovery (DR) untuk mencegah terjadinya kehilangan data serta meminimalisir down time yang terjadi sehingga membuat user tetap nyaman Ketika memakai aplikasi. Di Zettagrid, kami menawarkan solusi DR dengan berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yaitu Veeam Replication, dan VCAV, SecondSite DR. Veeam Cloud Connect Replication merupakan solusi DR dengan teknologi dari Veeam software. layanan ini menggunakan metode VMsnapshot(scheduled) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 60 menit. Solusi DR pilihan selanjutnya adalah VCAV yang merupakan teknologi replikasi keluaran VMware. Layanan ini menggunakan metode scheduled replication dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 30 menit. Yang terakhir adalah Secondsite DR dari Zerto. Layanan ini menggunakan metode data journaling (continuous replication) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 3 detik.

  1. Cloud Backup

Bisnis aplikasi kencan pasti memiliki focus terhadap database user. Maka dari itu aplikasi seperti ini membutuhkan cloud backup untuk menjaga dari kehilangan data. Cloud backup ini akan menjamin ketersediaan data user baik dari akitivitas human error, kegagalan infrastruktur, ataupun dari aktivitas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

  1. Cloud Storage

Sedangkan cloud storage (s3 storage) dapat digunakan sebagai penyimpanan unstructured data seperti video, gambar, audio, dan lain-lain dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menghemat storage yang digunakan pada Virtual server/Virtual data center yang anda gunakan.

Zettagrid Indonesia sebagai cloud provider lokal dengan lokasi data center di Indonesia menawarkan berbagai layanan diatas dengan harga yang kompetitif dan pasti. Selain itu Zettagrid juga memiliki support lokal yang siap membantu bisnis anda 24×7 tanpa proses ticketing yang rumit dan memakan waktu eskalasi yang lama. Hubungi kami disini atau e-mail kami ke sales@zettagrid.id untuk penawaran dan informasi lebih lanjut.

Zettagrid Promo Spesial Chinese New Year

chinese new year promo

Zettagrid Special Chinese New Year Promo

Sambut tahun baru imlek dengan promo khusus dari Zettagrid Indonesia!

Dapatkan diskon spesial hingga 40% untuk pembelian Virtual Data Center (VDC) dan VDC Backup selama satu tahun. Dengan memanfaatkan VDC dan VDC Backup, tahun baru pasti makin makmur karena bisnis kini sudah bisa jaga data dengan aman, fleksibel, efisien, dan efektif.

Syarat dan ketentuan:

  • Promo berlaku untuk annual payment.
  • Promo hanya berlaku mulai 28 Januari 2022 – 28 Februari 2022.
  • Promo tidak bisa digabungkan dengan produk lainnya.

Buruan order sekarang dan mulai tahun baru Anda dengan promo spesial untuk kelangsungan bisnis yang optimal.

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami ke marketing@zettagrid.id.

Mengulik Keuntungan Penggunaan Cloud Pada Bisnis Hospitality

Cloud Pada Bisnis Hospitality

Mengulik Keuntungan Penggunaan Cloud Pada Bisnis Hospitality

 

Pandemi yang sudah dua tahun terjadi di Indonesia membawa banyak dampak, baik positif maupun negative. Dampaknya pun dapat dirasakan di berbagai sector industry terutama di bidang hospitality. Dengan adanya pandemik tidak sedikit hotel-hotel yang gulung tikar akibat sedikit bahkan tidak adanya okupansi kamar yang terisi.

Dari data yang diperoleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), di tahun 2020 setidaknya terdapat lonjakan penurunan okupansi hotel di Bali sebesar 80%. Dengan kejadian seperti ini tentunya para pelaku usaha perhotelan harus melakukan efisiensi besar-besaran di berbagai aspek. Salah satunya penggunaan infrastruktur IT.

Lalu, apakah salah satu kegunaan cloud computing dalam industri perhotelan? Mari simak cerita dari salah satu client Arupa di bidang perhotelan, IHG (InterContinental Hotels Group). IHG merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dibidang hospitality. Di Indonesia sendiri, IHG memiliki puluhan hotel yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Dengan bisnis yang besar, tidak heran IHG membutuhkan solusi untuk memproteksi data-data pelanggannya seperti database customer, data karyawan hotel, data inventaris hotel dan data-data krusial lainnya. Untuk itu IHG melakukan backup untuk data-data krusialnya.

Sebelum menggunakan cloud, IHG melakukan backup di media hardware/physical, namun dengan physical hardware pastinya akan ada limitasi besaran storage, sedangkan data akan terus tumbuh. Belum lagi selama pandemi, manajemen juga dituntut untuk melakukan efisiensi biaya termasuk biaya pengembangan IT. Sehingga IHG memilih menggunakan Veeam cloud backup di Arupa Object Storage untuk melakukan backup untuk data krusialnya.

Selain harganya yang lebih terjangkau, solusi cloud juga dapat tersedia dengan cepat dan di set up lebih mudah daripada instalasi hardware. IHG sendiri merasakan bahwa saat ini tidak lagi khawatir akan kehilangan data karena data dapat ter-restore kapan saja jika dibutuhkan. Tidak hanya tim IT yang puas, namun tim keuangan pun juga merasakan kepuasan yang sama setelah menggunakan Arupa Object Storage sebagai media backup karena biayanya lebih murah dan biaya sesuai dengan kebutuhan yang digunakan.

Ingin merasakan perubahan positif untuk IT bisnis anda seperti yang dirasakan IHG? Hubungi kami di sini atau e-mail ke sales@zettagrid.id

VMware vSAN untuk Virtualisasi Data Center

virtualisasi data center

VMware vSAN untuk Virtualisasi Data Center

Virtualisasi data center sangat umum untuk dimanfaatkan oleh berbagai bisnis di masa kini. Banyaknya perusahaan yang kian menyadari urgensi akan kebutuhan server penyimpanan data secara digital, menjadikan virtualisasi sebagai solusi bisnis mengingat sistem ini lebih efisien, fleksibel, dan ekonomis untuk alokasi anggaran IT. Tak heran, kini banyak penyedia layanan yang menyediakan solusi Virtual Data Center (VDC) untuk bisnis di masa remote working seperti sekarang.

Namun, memanfaatkan virtualisasi data center ternyata juga bisa mendatangkan tantangan terkait skalabilitas dan kompleksitas operasional. Bila bisnis saja tidak bisa menanganinya, tentu ini akan menjadi masalah bagi manajemen infrastruktur IT Anda. Oleh sebab itu, menggunakan arsitektur cloud yang baik sangat penting untuk mengelola sistem virtual infrastruktur IT Anda. Sehingga, bisnis pun masih dapat mencapai fleksibilitas dan skalabilitas infrastruktur IT sesuai harapan. Salah satunya, dengan memanfaatkan VMware vSAN.

Apa itu VMware vSAN?

virtualisasi data center

(Sumber: VMware)

Salah satu cara untuk memahami vSAN adalah dengan membandingkannya dengan hyperconvergence. Bila melihat sistem IT tradisional, Anda pasti tahu bila arsitekturnya menggunakan komponen terpisah untuk komputasi (CPU dan RAM), penyimpanan dan jaringan. Hal ini kontras dengan hyperconvergence yang mengonsolidasikan komputasi, penyimpanan, dan jaringan ke dalam arsitektur tunggal yang efisien dan dikelola melalui perangkat lunak.

Demikian pula dengan vSAN, yang menggabungkan semua kapasitas penyimpanan yang tidak digunakan ke dalam lingkungan virtual yang Anda kelola. Anda bisa menginstall vSAN di masing-masing virtual machine (VM) atau memasukkannya ke dalam firmware penyimpanan di penyedia layanan. Seperti infrastruktur hyperconverged (HCI), vSAN juga berjalan di server x86. Dengan demikian, vSAN dapat mengurangi kebutuhan infrastruktur IT perusahaan seperti hardware penyimpanan.

Kenapa bisnis perlu mempertimbangkan vSAN?

VMware vSAN memudahkan infrastruktur IT Anda untuk beralih ke sistem cloud hybrid. Dengan infrastruktur dan operasi yang konsisten di seluruh cloud, tim IT dapat mempercepat operasi dan inovasi bisnis Anda. Selain itu, vSAN juga mengintegrasikan VMware Tanzu untuk menyediakan platform penyimpanan tunggal untuk VM dan kontainer. Terintegrasi penuh dengan VMware vSphere dan VMware Cloud Foundation, vSAN dapat memberikan model operasional cloud untuk virtualisasi data center bisnis Anda.

Bila bisnis Anda memanfaatkan Object Storage, vSAN juga mengintegrasikan arsitektur layanan tersebut untuk mendukung aplikasi apapun. Dengan demikian, vSAN dapat memberikan bisnis manfaat berikut terkait penggunaan Object Storage:

  • Lebih mudah menerapkan, mengoperasikan, dan mengelola manajemen IT Anda. Hal ini karena vSAN terintegrasi vSphere dan VMware vCenter.
  • Mendapat dukungan untuk teknologi penyimpanan terbaru, termasuk server semua-NVMe dan vSAN melalui RDMA untuk aplikasi yang sangat penting.
  • Memperluas infrastruktur VMware hyper converged (HCI) secara berbeda ke penyimpanan eksternal melalui VMware vSphere Virtual Volumes.

Tak hanya Object Storage, bisnis juga dapat memanfaatkan VMware vSAN untuk beberapa penggunaan, seperti:

1. Menjalankan sistem mixed workloads

Mengerahkan banyak anggaran dan waktu seringkali dilakukan oleh beberapa bisnis demi mempertahankan berbagai workload di perusahaannya. Alasannya tentu ialah karena hardware khusus yang dimanfaatkan infrastruktur IT tradisional diaplikasikan pada berbagai lingkungan yang mahal dan kompleks untuk pemeliharaan.

Padahal, VMware vSAN dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah manajemen workload tersebut. Dengan mengkonsolidasikan mixed workload seperti aplikasi penting bisnis dan infrastruktur desktop virtual (VDI) ke dalam satu klaster lingkungan HCI, vSAN dapat membantu perusahaan mengefisienkan manajemen dan overhead operasional selama pengembangan dan pemeliharaan workload.

2. Pengembangan Remote Office

Dengan memanfaatkan VMware vSAN untuk virtualisasi data center, perusahaan dapat memanfaatkan sistem kerja kolaboratif untuk menurunkan total cost of ownership (TCO) pada sistem remote office. Selain itu, menerapkan vSAN pada dua atau lebih host fisik melalui server x86 standar industri juga dapat membantu perusahaan menghindari investasi hardware yang mahal. Lalu, bagaimana penerapannya dengan sistem remote working?

Tenang! Administrator IT maupun manajemen tidak perlu menginvestasikan alat terpisah untuk penerapan remote working. Dengan kata lain, bisnis dapat dengan mudah mengontrol layanan penting seperti HA, performance, dan konsumsi kapasitas dari vSphere yang terpusat dan ramah pengguna.

3. Disaster Recovery

Tidak memiliki solusi Disaster Recovery bisa membuat bisnis rentan terhadap kerugian yang ditimbulkan setelah bencana. Sekalipun, Anda menggunakan sistem fisik serupa di lokasi pemulihan dan produksi untuk mendukung pemulihan data dan failure pada aplikasi setelah bencana, proses ini tetap akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Memanfaatkan sistem virtual dapat meminimalisir penggunaan hardware dari aplikasi dan infrastruktur IT di lokasi Disaster Recovery dan produksi. Meski demikian, Anda tetap masih membutuhkan manajemen penyimpanan untuk menangani file VM.

Menggunakan VMware vSAN dapat memanfaatkan jalur input/output yang dioptimalkan di hypervisor ESXi untuk menyederhanakan manajemen situs, terutama untuk situs yang memiliki sedikit atau tanpa akses administrator IT seperti lokasi Disaster Recovery. Dengan demikian, virtualisasi data center untuk kebutuhan Disaster Recovery jauh lebih efisien bila dibandingkan dengan penggunaan hardware fisik.

Itulah beberapa hal mengenai VMware vSAN untuk kebutuhan virtualisasi data center. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kebutuhan cloud, Anda dapat mengkonsultasikannya bersama kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Mengapa Virtual Data Center Menguntungkan Bisnis?

data center bisnis

Mengapa Virtual Data Center Menguntungkan Bisnis?

Di era modern ini, virtualisasi dan agilitas menjadi indikator utama dalam memajukan bisnis. Dengan memanfaatkan keduanya, bisnis tidak hanya mampu berkompetisi secara digital, tapi kelangsungannya pun dapat berkembang secara optimal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, solusi teknologi pun kian diminati oleh berbagai organisasi. Selain karena memanfaatkan virtualisasi, hal tersebut juga turut mempengaruhi agilitas bisnis.

Salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh bisnis adalah Virtual Data Center. Pada artikel sebelumnya, Virtual Data Center disebut juga sebagai kumpulan dari kapasitas cloud (vCPU, RAM, HDD, dan satu atau lebih IP Public). Dengan kumpulan kapasitas tersebut, Anda dapat membuat virtual mesin dengan konfigurasi yang dibutuhkan dari template public catalog OS yang sudah terpasang atau menginstal OS dari image ISO Anda sendiri.

Selain itu, kapasitas Virtual Data Center (lokal network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet, dan lainnya) serta pengelompokkan virtual mesin ke dalam cluster (vApp) juga dapat disesuaikan tergantung fungsi dan kebutuhan aplikasi bisnis. Dengan demikian, ini akan mendukung virtualisasi dan agilitas bisnis dalam mengembangkan produk, sistem, maupun menyimpan datanya.

Lalu, apa saja yang bisa bisnis rasakan dari Virtual Data Center?

Manfaat Virtual Data Center Bagi Bisnis

1. Manajamen biaya yang mudah dikelola

data center bisnis

(Source: zolak from Getty Images)

Secara umum, membangun data center on-premise memerlukan investasi keuangan yang besar dan berkelanjutan dalam membangun dan memelihara fasilitas, melatih karyawan, akuisisi hardware, dan biaya overhead. Namun hal tersebut tidak berlaku apabila bisnis memanfaatkan Virtual Data Center. Sebab komponen cloud-nya dipelihara dan dioperasikan oleh Penyedia Layanan Cloud, sehingga anggaran IT dapat dikelola secara efektif.

Tak hanya itu, layanan Virtual Data Center juga menyediakan sistem pay-as-you-go atau bayar sesuai penggunaan. Dengan model pembayaran ini, Anda dapat memprediksi pengeluaran operasional Anda dengan lebih akurat dan efektif.

2. Meningkatkan skalabilitas dengan cepat dan mudah

data center bisnis

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Saat melakukan pemeliharaan maupun peningkatan kapasitas data center on-premise, penyediaan server baru bisa memakan waktu mulai dari mingguan, hingga bulanan. Bahkan, menginstall Operating System (OS) dan server atau hardware pun memakan waktu hingga berjam-jam. Akibatnya, operasional pun membutuhkan waktu yang panjang agar bisnis bisa mengoperasikan sistem dan datanya secara optimal.

Dengan Virtual Data Center, Anda lagi-lagi tidak perlu melalui proses yang panjang tersebut. Dengan memvirtualisasikan data center bisnis, Anda dapat menyiapkan server bisnis dengan cepat sesuai template yang telah dikonfigurasikan sebelumnya. Tak hanya itu, penambahan kapasitasnya pun tidak lagi memerlukan pembelian hardware. Dengan demikian, bisnis pun dapat lebih efisien dan efektif untuk menambah kapasitas IT sesuai kebutuhannya.

3. Mempersiapkan bisnis dari risiko downtime

data center bisnis

(Source: AnnuchaCheechang from Getty Images)

Saat menggunakan data center on-premise, berbagai kendala yang mengganggu operasional sistem tentu berisiko menyebabkan bisnis mengalami downtime. Tak heran, banyak organisasi yang memanfaatkan data center on-premise, juga menggunakan daya listrik tambahan untuk memitigasi terjadinya downtime pada infrastruktur tersebut. Meski demikian, memanfaatkan daya listrik tambahan juga membutuhkan manajemen dan anggaran IT yang tak sedikit. Terlebih bila downtime yang dialami selalu rutin terjadi, anggaran pun pastinya akan membengkak seiring waktu.

Menggunakan Virtual Data Center yang High Availability bisa menjadi solusi untuk memitigasi bisnis dari risiko downtime. Dengan mengalihkan traffic pada server yang terkendala ke server lainnya, organisasi tidak perlu khawatir akan terhentinya operasional dan layanan bisnis. Dengan demikian produktivitas bisnis dan kepercayaan pelanggan dapat tetap terjaga.

4. Meningkatkan ketersediaan akses data

data center bisnis

(Source: ktsimage from Getty Images)

Pada dasarnya, Virtual Data Center yang High Availability dibangun pada suatu infrastruktur yang menjamin ketersediaan listriknya, pendingin ruangan, serta perangkat keras seperti storage, server, dan jaringan yang redundant. Beberapa hal tersebut diperlukan agar sistem cloud dapat bekerja secara optimal selama 24/7. Dengan demikian, ketersediaan akses ke sistem dan data bisnis pun dapat dimiliki oleh bisnis secara fleksibel.

Zettagrid Indonesia berkomitmen untuk menyederhanakan dunia IT yang kompleks dengan platform otomatis. Oleh karena itu, kami membangun lingkungan manajemen yang efisien dengan Virtual data Center VMware’s vCloud, di mana memungkinkan Anda mendapat solusi cloud yang aman dan scalable hingga kapasitas berapapun.

Cari tahu informasi Virtual Data Center lebih lanjut di sini.

Bila Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi tentang solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id

5 Serangan Siber Yang Perlu Bisnis Waspadai

serangan siber

5 Serangan Siber Yang Perlu Bisnis Waspadai

Saat mengembangkan bisnis, Anda pastinya telah memprediksi segala jenis ancaman dan potensinya terhadap keberlangsungan perusahaan. Mulai dari bencana alam, human error, hingga serangan siber, ketiganya memiliki potensi bahaya terhadap operasional bisnis. Terutama bila dikaitkan dengan kehilangan data perusahaan.

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, serangan siber menjadi ancaman paling tinggi untuk berbagai organisasi. Seiring banyaknya pengguna yang bekerja dan belajar dari rumah secara daring, pelaku serangan siber pun semakin gencar untuk melancarkan aksinya. Bahkan Cisco Umbrella pun melaporkan setidaknya terjadi peningkatan sebesar 40% serangan siber pada pandemi tahun lalu.

Melihat kasus ini, tentunya bisnis tidak hanya harus melindungi datanya. Mengenal segala jenis serangan siber juga perlu dilakukan agar strategi perlindungan data dapat dieksekusi tim IT dengan maksimal. Lalu jenis serangan siber apa saja yang perlu diwaspadai bisnis?

1. The Corporate Spies

serangan siber

(Source: South_agency from Getty Images Signature)

Banyak perusahaan melanggengkan jenis serangan siber The Corporate Spies untuk menyusup atau meretas sistem IT para pesaingnya. Dengan menggunakan peretas untuk melakukan spionase pada para pesaing bisnis, perusahaan bisa mencuri data penting pesaingnya seperti rencana bisnis, hak paten, data keuangan, kontrak, dan lainnya. Salah satu contoh kasus yang bisa diambil dari serangan siber satu ini adalah Compulife – NAAIP.

Pada tahun 2020, Compulife Software, Inc. menuduh pesaingnya melakukan spionase untuk meretas dan mencuri data miliknya. Bukti juga menegaskan bahwa NAAIP menyewa seorang peretas untuk spionase perusahaan. Meski pengadilan kelas bawah memutuskan bahwa spionase tersebut tidak terhitung sebagai kejahatan, Pengadilan Sirkuit justru tidak setuju dengan putusan tersebut dan memvonis NAAIP bersalah.

2. Nation-State Hackers

serangan siber

(Source: Wpadington from Getty Images)

Menurut Search Security, jenis serangan siber satu ini sering digunakan oleh pemerintah untuk meretas sistem maupun melakukan tindakan kejahatan terhadap rivalnya. Pernyataan tersebut dapat didasari ketika melihat serangan Solarwinds yang menyebabkan pelanggaran jaringan besar-besaran, hingga memungkinkan peretas untuk membocorkan ribuan data organisasi secara global, termasuk data pemerintah Amerika Serikat. Lalu, bagaimana ini bisa terjadi?

Pada serangan siber tersebut, peretas memasang malware mereka ke SolarWinds, sebuah perusahaan yang memproduksi platform pemantauan kinerja IT yang disebut Orion. Perlu diketahui, ribuan perusahaan di seluruh dunia menggunakan perangkat lunak yang diproduksi oleh SolarWinds tersebut. Karena telah disusupi oleh malware, semua perangkat lunak dari pelanggan SolarWinds akhirnya tercemar pada bulan Maret hingga Juni 2020.

AS meyakini bila peristiwa tersebut terjadi karena ulah rusia. Tapi itu tidak sepenuhnya benar, ada juga kelompok peretas yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah Korea Utara dan Iran.

3. Script-Kiddies

serangan siber

(Source: kaptnali from Getty Images)

Meskipun dianggap amatir karena banyak meretas demi kesenangan, tapi Anda tidak boleh menganggap remeh serangan siber jenis Script-Kiddies. Serangan jenis satu ini cukup dikenal setelah memaksa ratusan website offline pada Jumat 2016 lalu. Bahkan, para ahli juga mempercayai bahwa Script-Kiddies sering membantu penjahat serius melalui penyelidikan sembrono dan kompromi sistem mereka.

Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati agar bisnis dapat terlindungi dari serangan siber satu ini. Tapi, bagaimana caranya agar sistem IT terhindar dari serangan Script-Kiddies? Berikut tipsnya:

  • Perbarui perangkat lunak keamanan Anda secara teratur.
  • Lacak lalu lintas situs Anda secara teratur.
  • Jangan gunakan kata sandi yang lemah.

4. Cryptojackers

(Source: stevanovicigor from Getty Images Pro)

Cryptojackers merupakan jenis serangan siber yang mencuri daya komputasi dan sumber daya pengguna untuk meraup cryptocurrency. Dilansir MUO, McAfee pernah mengalami peningkatan 4000 persen dalam malware penambangan kripto pada 2019 lalu. Yang paling menakutkan, peretas beralih dari mengkompromikan PC pengguna individu dan perangkat seluler hingga menyusup ke situs web populer dan menyebarkan malware ke siapapun yang mengunjunginya.

Melihat kasus tersebut, Anda tentu perlu berhati-hati dalam melindungi data dan perangkat perusahaan. Maka dari itu, untuk meminimalisir potensi serangan cryptojackers, Anda bisa mengikuti tips berikut:

  • Selalu waspada terhadap perubahan perilaku perangkat Anda.
  • Gunakan selalu plugin, aplikasi, dan add on yang Anda kenal dan terpercaya.
  • Sebelum mengunduh aplikasi apapun, pastikan itu ditinjau dengan baik, diperbarui secara berkala, dan memiliki unduhan yang cukup.

5. Ransomware Sewaan

(Source: Zephyr18 from Getty Images Pro)

Banyak kelompok peretas terkenal di seluruh dunia menyediakan ransomware untuk disewakan. Kelompok-kelompok tersebut biasanya mengikuti model Ransomware as a Service (RaaS), di mana mereka menyewakan ransomware seperti pengembang perangkat lunak menyewakan produk Software as a Service (SaaS).

Salah satu yang cukup populer dari kasus ini adalah grup ransomware Darkside. Peretas tersebut menyerang Colonial Pipeline, sistem pipa minyak Amerika yang membawa bahan bakar jet dan bensin di sekitar AS. Akibat dari serangan siber tersebut, seluruh manajemen mengalami kerugian lebih dari $15 miliar.

Sebagai pengusaha, Anda pasti tidak ingin bisnis tertimpa ransomware seperti di atas bukan? Maka dari itu, strategi perlindungan data sangat penting untuk dimiliki oleh perusahaan, sehingga risiko kehilangan data bisa diminimalisir semaksimal mungkin. Lalu, bagaimana caranya agar bisnis mencapai strategi perlindungan data yang efektif untuk menghindari serangan siber? Ketahui tips selengkapnya dengan mengunjungi artikel ini.

Zettagrid Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan cloud di Indonesia yang menyediakan Infrastructure as a Service (IaaS) seperti Virtual Data Center (VDC), Virtual Private Server (VPS), Backup as a Service (BaaS), Disaster Recovery as a Service (DRaaS), dan lainnya. Bila Anda memiliki pertanyaan tentang solusi atau keamanan cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.