Fitur Office 365 Yang Menjadi Akses Favorit Hacker
Fitur Office 365 Yang Menjadi Akses Favorit Hacker
Jika Anda berpikir penggunaan teknologi di era digital telah menghasilkan informasi, inovasi, dan solusi, maka Anda telah memikirkan dampak positif dari penggunaan teknologi. Tapi, bagaimana dengan dampak negatifnya, apakah Anda juga telah berpikir bahwa penggunaan teknologi yang masif mampu memicu hal tersebut?
Di artikel sebelumnya, telah dijelaskan mengenai munculnya serangan siber ketika penggunaan teknologi meningkat tajam di masa pandemi. Serangan siber berjenis Malware, Phishing, hingga Ransomware banyak ditemui oleh beragam industri di seluruh dunia sepanjang 2020 lalu. Threatpost.com bahkan mencatat 96 persen dari empat juta pelanggan Office 365 turut menjadi target hacker untuk dicuri data-data sensitifnya. Ini terjadi mengingat banyaknya pelanggan Office 365 yang bekerja secara remote selama pandemi, sehingga hal tersebut pun menjadi peluang bagi hacker.
Lalu, bagaimana bisa hacker menargetkan pelanggan Office 365 untuk melancarkan aksinya? Adakah taktik yang digunakan hacker untuk menyusup akun pengguna Office 365?
250 Juta Pengguna Office 365 Menjadi Target Hacker

(Sumber: Pressmaster)
Hingga saat ini, Office 365 telah memiliki 250 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Selain menjadi tools untuk berbagi data, Software as a Service (SaaS) satu ini juga bisa menjadi media berbagi penyimpanan dan komunikasi. Tak mengherankan, jika saat ini banyak perusahaan yang tertarik untuk menggunakan Office 365 sebagai media kerja kolaboratif karyawa
