Posts

4 Strategies To Backup Business Data

Backup Business Data4 Strategies To Backup Business Data

 

Data loss can be a serious problem for businesses of all sizes. By losing files and all critical data, means the business will lose time and money to restore it. This will not only bother enterprises to run the business well but it will also experience difficulties in continuing its innovation. 

Therefore, a solution is needed to protect all critical data from its loss. Cloud backup can be a good choice for enterprises to prevent data loss. By using Cloud Backup, enterprises not only replicate their data when a disaster occurs but also business continuity can be saved from all the risks. 

However, simply using Cloud Backup without any consideration is not enough. You need to consider IT business needs before deciding to use a cloud backup service to protect your data. In this article, we compiled 4 strategies for you to backup business data in the cloud. 

1. Data Recovery Needs

Cloud Backup can be a solution to protect and backup business data from its loss. However, before deciding to use cloud backup, it will be better if you consider what data you want to backup. If you want to protect all data in an IT environment system, you can use a comprehensive Cloud Backup. But, if you only want to protect services such as databases on Microsoft Exchange, you can only use Cloud Backup for specific mailboxes.

2. Understand that hypervisor data backup will not be sufficient

Virtualization may offer a variety of capabilities, including the ability to perform backups at the hypervisor level of a virtual machine (VM). However, this type of backup is just restoring your recovery to the VM level. Therefore, backup service in a VM operating system is needed rather than just on a virtualization host. This aims to get the organization for the best recovery option.

3. Use local protection systems as the first line of defense

Public cloud services may offer you unlimited servers and storage resources. However, while the public cloud is a critical step for securing business data, you should also consider backups on a local system. By using local resources to connect to systems and data enable it to produce the best performance as well.

4. Use cloud backup as a second choice

Cloud Backup storage can be a second attempt for organizations to back up business data when a disaster strikes. By using this technology, you can prioritize servers and data that require offsite disaster recovery protection. So, when an IT system experiences a natural disaster or human error, the data loss can be replaced by data that has been replicated in Cloud Backup. Therefore, it will not disrupt business continuity.

Zettagrid Indonesia is an Indonesian cloud service provider that offers Infrastructure as a Service (IaaS) solutions such as Backup as a Service (BaaS), Virtual Server, Virtual Datacenter, and Disaster Recovery as a Service (DRaaS). Zettagrid Indonesia is also VMware’s Cloud Verified Partner and has data center locations in Jakarta and Cibitung. We are committed to being closer to you and ready to help you 24/7.

If you have any further questions about the cloud, you can contact us here or through our team at sales@zettagrid.id.

 

4 Advantages of Cloud in the Healthcare Industry

advantages of cloud

4 Advantages of Cloud in the Healthcare Industry

 

As pandemic COVID-19 spread, the healthcare industry is increasing during this situation. According to Deloitte, people are more concerned about their health more than before, today. It can be seen by their behavior of learning about health risks and how to improve it. That’s why the healthcare industry now needs to overcome the challenge.

However, by massive people coming to healthcare, a lot of data also will be generated from it. Conventional storage definitely will not be enough to store massive data. Therefore, cloud adoption can be a solution for that. With the cloud, healthcare can optimize its data management practices. Not only that, but the cloud can also bring advantages to the healthcare industry. What are them? Read 4 advantages of cloud in the healthcare industry below:

1.     Lowering of costs 

One of the advantages of the cloud is this technology offers on-demand availability of computer resources. By this advantage, hospitals and healthcare providers don’t need to purchase other hardware and servers anymore. Besides, the cloud also provides the organization’s payment system for the resources it uses. So, it could result in massive cost savings.

2.     Ease of interoperability

When healthcare providers have a lot of patients, automatically it will generate massive data for the organizations. Therefore, healthcare needs interoperability that aims to establish data integration throughout its system. But don’t worry, the cloud could make it easy for organizations. With interoperability fueled by the cloud, patient data is readily available to distribute and facilitate healthcare planning and delivery. 

3.     Access to high power analytics

Data is a huge asset for healthcare to plan other innovations for customers. Therefore, storage like cloud computing is needed to store and process it. By adopting cloud, relevant patient data from different sources can be collated and computed. Not only that, but the implementation of Big Data analytics of patient data on the cloud-stored could also strengthen medical research. That’s why these advantages of the cloud can make data processing becomes more feasible. 

 4.     Prevent data loss

Most healthcare providers and hospitals are likely to keep medical records with physical copies. This might be a common thing for a hospital to do, yet it will cause risk like data loss. Paper records could be misplaced, become torn or faded, or otherwise damaged by the disaster. But, when an organization starts to shift its conventional storage to cloud-stored, the risk of data loss will be prevented.

By using cloud services like Backup as a Service or Disaster Recovery as a Service, the organization can replicate their data as well without any mistakes. So, healthcare providers don’t have to worry more about data loss that is caused by disaster and human error.

Zettagrid Indonesia is one of the cloud service providers of Infrastructure as a Service (IaaS) that offers Virtual Server, Virtual Datacenter, Backup as a Service (BaaS), and Disaster Recovery as a Service (DRaaS). If you have any further questions about cloud solutions, you can contact us here or at sales@zettagrid.id

Cara Meningkatkan Efisiensi Cloud Computing

Meningkatkan Efisiensi Cloud

Cara Meningkatkan Efisiensi Cloud Computing

 

Berbicara tentang cloud computing, anda pastinya akan mengira jika teknologi satu ini bisa menjadi solusi terbaik bagi penyimpanan data organisasi. Namun, terlepas dari beragam solusi yang dihadirkan, cloud juga mampu mendatangkan tantangan tersendiri bagi bisnis. Salah satu tantangan utama yang umum terjadi adalah masalah efisiensi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh SoftwareOne, 37% responden menganggap tantangan terbesar cloud datang dari pengeluaran yang sulit diprediksi. Hal Ini mungkin wajar terjadi apabila pengguna tidak merencanakan migrasi data secara matang. Untuk itu, sekadar mengadopsi cloud sebagai tempat penyimpanan saja tidak akan cukup, jika tidak disertai dengan efisiensi yang optimal.

Namun, anda tidak perlu khawatir. Pada artikel ini, anda akan mengetahui cara yang tepat dalam meningkatkan efisiensi cloud. Simak selengkapnya di bawah ini:

  1.       Monitor cloud secara komprehensif

Cloud tentunya dapat memberi berbagai kemudahan dan kecepatan dalam mengoperasikan computing resource. Akan tetapi, kemudahan ini juga memiliki potensi yang dapat menyebabkan inefisiensi. Untuk itu, organisasi harus bisa memonitor jumlah dan penggunaan cloud secara lebih komprehensif. Sehingga, anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya banyak untuk kebutuhan yang tidak penting di akhir pemakaian.

  1.     Mengoptimalkan penggunaan tags

Jika anda ingin meningkatkan efisiensi cloud, anda bisa mencoba mengoptimalkan penggunaan tags untuk memonitor pemanfaatan cloud. Tags ini umumnya bisa mencakup banyak hal, seperti menunjukkan sebuah data kerja sedang diproduksi atau tidak, waktu kadaluarsa data kerja yang tengah dikerjakan, hingga departemen mana yang bertanggung jawab atas data kerja yang disimpan di cloud tersebut. Jadi, data yang disimpan di cloud pun bisa lebih terstruktur dan pengusaha bisa memprediksikan biaya yang akan dikeluarkan.

  1.     Memaksimalkan otomasi

Saat awal proses adopsi, pengelolaan cloud secara manual relatif mudah dilakukan. Namun ketika adopsi semakin membesar dan melibatkan multi cloud provider, ada baiknya organisasi harus segera melakukan otomasi. Dengan melakukan hal tersebut, pengusaha bisa memonitor dan mengoptimasi biaya penggunaan cloud. Tak hanya itu, pengeluaran besar yang tidak terduga pun bisa dihindari, sehingga penggunaan cloud pun bisa lebih efisien.

  1.     Gunakan pendekatan teknis 

Dalam memanfaatkan cloud, pengusaha membutuhkan pendekatan teknis dan proses bisnis yang tepat. Untuk mencapai hal itu, Gartner menyarankan framework yang terdiri dari lima langkah, yaitu plan, track, reduce, optimize, dan mature. Lima langkah tersebut bertujuan untuk memperkirakan anggaran yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan cloud. 

Jadi, ketika proses berjalan, pengusaha bisa memonitor pengeluaran dan membandingkannya dengan dana organisasi untuk menghindari anomali yang terjadi. Setelah itu, organisasi bisa mengurangi setiap pemborosan yang terjadi dengan melakukan optimisasi. Untuk itu, langkah ini bisa menjadi jalan bagi pengusaha jika ingin meningkatkan efisiensi cloud secara maksimal.

Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait pemanfaatan cloud, anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id.

Tips Meningkatkan Keamanan Data Cloud

Meningkatkan Keamanan Data

Tips Meningkatkan Keamanan Data Cloud 

 

Saat mengembangkan bisnis, anda pastinya membutuhkan teknologi yang dapat membantu menciptakan inovasi terbaru bagi pelanggan. Cloud bisa menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan cloud, pengusaha dapat meningkatkan infrastruktur IT secara lebih optimal. Tak hanya itu, cloud juga dapat mengubah investasi anda dari biaya CapEX yang amat besar menjadi OpEx, sehingga anda dapat menghemat biaya investasi infrastruktur IT anda.

Namun, tahukah anda? Meski cloud telah memberikan berbagai kemudahan, bukan berarti data yang tersimpan di dalamnya dapat terjamin dengan aman. Menurut penelitian yang dilakukan oleh 1000 IT di Skotlandia, hampir 60% di antaranya masih belum mempercayai sistem penyimpanan berbasis cloud. Keyakinan ini muncul ketika melihat sistem cloud yang masih terbilang rentan dari serangan hacker

Untuk itu, penyimpanan data di cloud secara cuma-cuma saja tidak akan cukup untuk menjaga data tetap aman. Namun, anda tidak perlu khawatir sebab tips berikut bisa menjadi preferensi anda dalam meningkatkan keamanan data cloud. Simak selengkapnya di bawah ini:

  1. Pastikan data telah terenkripsi ketika disimpan di cloud

Tahukah anda? Ketika pelanggan mengadopsi cloud, kebanyakan cloud service provider tidak meng-enkripsi data pelanggan saat memigrasikan datanya di cloud. Untuk itu, anda perlu memperhatikan bahwa data yang akan disimpan di cloud tidak memuat informasi sensitif dan konfidensial, seperti rekam medis, data keuangan, hingga data rahasia perusahaan demi mencegah terjadinya kebocoran data. 

  1. Enkripsi data secara mandiri

Ketika anda memutuskan untuk memigrasikan data ke cloud, ada baiknya anda tidak hanya mengandalkan layanan enkripsi data dari cloud service provider. Enkripsi data secara mandiri juga perlu dilakukan agar menjaga data tetap aman di cloud. Sehingga, ketika pihak luar mencoba mendownload data bisnis anda, data telah terenkripsi dan tidak mudah diakses. Informasi penting pun tidak akan dengan mudah bocor ke kompetitor.     

  1. Ketahui cara mengoperasikan cloud

Beberapa perusahaan layanan cloud memiliki fasilitas dalam membagikan folder secara online. Anda perlu mengetahui secara detail bagaimana cara mengoperasikan fitur tersebut. Dengan demikian, anda dapat mengetahui siapa yang terakhir mengakses, mengubah, menghapus, menambah, dan membuat perubahan data di cloud.

  1. Pastikan penyedia layanan telah memiliki sertifikasi keamanan 

Ketika akan memigrasikan data ke cloud, ada baiknya bagi anda untuk memastikan apakah penyedia layanan memiliki sertifikasi keamanan seperti ISO 27001 dan Service Level Agreement (SLA). Sebab dengan dua kebijakan tersebut, anda dapat mengetahui jika penyedia layanan dapat menjamin keamanan data pelanggan dan bisnis. Sehingga, jika terjadi kebocoran data dari penyedia layanan, anda bisa melaporkannya ke pihak berwajib dan memprosesnya ke jalur hukum. 

  1. Strategi Backup data

Saat menyimpan data bisnis di cloud, pastinya anda menginginkan jaminan keamanan terbaik untuk menjaga data cloud tetap aman. Untuk itu, anda bisa menggunakan strategi backup data demi mencegah terjadinya kerusakan dan kehilangan data. Dengan strategi Backup, data-data bisnis akan direplikasi sesuai dengan data utama. Sehingga, ketika sewaktu-waktu data utama hilang, anda masih dapat mengembalikan data secara penuh.

Zettagrid Indonesia menyediakan layanan cloud computing berupa Backup as a Service (BaaS), untuk memudahkan anda dalam melakukan pencadangan. Zettagrid Indonesia juga merupakan Cloud Verified Partner dari VMware dan memiliki lokasi data center di Jakarta dan Cibitung. Kami berkomitmen untuk lebih dekat dan siap sedia membantu Anda selama 24/7. 

Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cloud, anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id.

Perhatikan 3 Faktor Keamanan Data Sebelum Memilih Cloud Provider

Faktor Keamanan Data

Perhatikan 3 Faktor Keamanan Data Sebelum Memilih Cloud Provider

 

Di era teknologi ini, banyak pengusaha telah menyadari pentingnya penggunaan Cloud Computing bagi kebutuhan bisnisnya. Seperti yang telah Anda ketahui, cloud telah menawarkan kemudahan kepada penggunanya untuk mengakses dokumen dari mana saja dan kapan saja. Tak hanya itu, teknologi satu ini juga semakin populer karena mampu menyimpan data dalam kapasitas besar. Sehingga, tak diragukan lagi jika cloud telah memberikan layanan yang efisien kepada penggunanya.

Meskipun cloud telah memberikan kemudahan dalam pemanfaatannya, teknologi satu ini nyatanya tak bisa terlepas dari ancaman siber. Berbagai studi dan riset menyatakan salah satu pemanfaatan cloud yang masih menjadi perhatian utama adalah keamanan cloud itu sendiri. Belum lagi, saat sebuah bisnis memilih untuk memanfaatkan layanan Cloud Computing, pengusaha pastinya akan memberikan sebuah kepercayaan akan jaminan privasi dan keamanan data kepada cloud provider.

Untuk itu, sebelum menentukan cloud provider yang tepat, penting bagi pengguna untuk mengetahui sistem dan kebijakan keamanan yang diberikan oleh penyedia. Berikut 3 Faktor Keamanan Data Sebelum Memilih Cloud Provider

  1. Pahami skema lingkungan cloud yang disediakan Cloud Provider

Ketika bisnis Anda telah menentukan cloud provider, Anda pastinya telah mempercayakan pusat data penyedia sebagai tempat penyimpanan data bisnis. Untuk itu, sangat penting dalam memastikan layanan dan kebijakan keamanan yang diterapkan oleh penyedia. Hal ini perlu dilakukan mengingat serangan siber yang kian berkembang. Sehingga, Anda perlu memahami betul tanggung jawab yang dapat diberikan oleh penyedia layanan cloud.

  1. Pastikan penyedia memberikan kebutuhan pengguna dengan baik

Dalam berlangganan layanan cloud, penyedia layanan biasanya memberikan penawaran terkait kinerja yang sesuai dengan kebutuhan sistem bisnis. Misalnya, jika Anda ingin berlangganan Cloud untuk basis data pelanggan, maka penyedia layanan akan memberikan server khusus untuk hal tersebut. Begitu pula jika Anda ingin mengoptimalkan kinerja sistem bisnis hingga Backup, penyedia layanan pun akan memberikan penawaran yang sesuai.

Untuk itu, Anda perlu tahu kebutuhan server bisnis. Sehingga, penyedia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan bisnis Anda, tetapi juga memberikan lapisan perlindungan tambahan.

  1. Tentukan penyedia layanan yang memiliki sertifikasi keamanan

 

Sebelum memigrasikan data Anda ke cloud, ada baiknya bagi Anda untuk menentukan penyedia layanan yang memiliki sertifikasi keamanan terpercaya. Banyak cloud provider sudah memiliki ISO 27001 dan memiliki SLA untuk menjamin kerahasiaan data Anda. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran data. Selain itu, apabila penyedia layanan cloud melanggar sertifikasi keamanan tersebut dengan membocorkan data pelanggan, izin layanan penyedia tersebut akan dicabut dan diproses secara hukum.

 

Zettagrid Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan cloud computing untuk solusi perusahaan anda di saat menghadapi situasi pandemi yang tidak menentu ini. Layanan cloud Zettagrid telah bersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan hosting, jaringan, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Sehingga, data pelanggan dapat terjaga dengan baik dan aman.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk kami, anda dapat menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id.

3 Manfaat Penggunaan Object Storage

Manfaat Object Storage

3 Manfaat Penggunaan Object Storage

Seiring dengan berkembangnya teknologi, pertumbuhan data di dunia ini juga semakin membesar. Bahkan menurut prediksi yang dilakukan oleh IDC, di tahun 2025 pertumbuhan data dapat mencapai 175 ZB (1 ZB= 1 Milyar TB). Data sebesar ini biasanya berasal dari berbagai sumber, seperti social media, e-mail, transaksi online, video, gambar, GPS, dan lainnya. Tentunya data ini dapat menunjang pertumbuhan dunia digital kedepannya dan sangat berharga bagi perusahaan, dari mulai untuk mengembangkan machine learning hingga untuk kemampuan analytics. Seluruh data ini dapat digunakan suatu perusahaan untuk dianalisa dan kemudian di olah menjadi suatu produk baru, bisnis baru, bahkan bisa juga untuk mengetahui kebiasaan dari konsumen.

Dengan pertumbuhan data yang begitu pesatnya, tentu data ini sudah tidak dapat lagi disimpan ke storage atau penyimpanan tradisional. Apalagi seiring dengan perkembangan zaman, regulasi, teknologi, dan kehidupan sosial masyarakat juga berubah. Untuk itu perlu solusi yang canggih untuk perusahaan menyimpan data yang potensial untuk bisnisnya. Salah satunya dengan Object Storage.

Object storage adalah layanan penyimpanan dan pengambilan object yang tidak terstruktur  menggunakan suatu web API. Lalu apa saja manfaat dari Object Storage bagi pelaku bisnis dengan pertumbuhan data yang sangat tinggi setiap harinya? Yuk simak 3 manfaat penggunaan object storage berikut ini:

  1. Memiliki Keandalan yang tinggi / Highly reliable

Dengan pekembangan jaman, pastinya banyak juga terjadi perubahan, untuk itu diperlukan penyimpanan data yang andal juga. Sehingga ketika terjadi perubahan sistem atau penyimpanan data dapat beradaptasi dengan cepat. Selain itu, dengan storage yang andal, pelaku usaha juga dapat memperbesar dan memperkecil kapasitas storage dengan mudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

2. Bebas biaya CapEX

Dengan menggunakan object storage, perusahaan anda tidak perlu lagi memikirkan biaya CapEx yang sangat besar untuk membeli hardware penyimpanan. Belum lagi biaya operasional (OpEx) dan biaya perawatan yang juga tinggi, dari mulai membayar listrik, lisensi software, membayar teknisi IT, dan biaya lainnya.

3. Biaya OpEx sesuai kebutuhan

Dengan menggunakan object storage, biaya operasional yang perusahaan keluarkan juga akan sesuai dengan kebutuhan. Biaya ini bergantung dengan kapasitas storage yang digunakan. Sehingga perusahaan dapat melakukan efisiensi dengan maksimal.

Saat ini Arupa Cloud Nusantara sebagai induk perusahaan dari Zettagrid Indonesia, tengah mengembangkan Arupa Object Storage yang sebentar lagi sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi pelaku bisnis. Tidak hanya itu, Arupa juga memberikan gratis penggunaan hingga 100 TB tanpa kontrak dan biaya minimum sepeserpun. Tertarik dengan produk ini? hubungi kami di layanan livechat hanya di www.zettagrid.id atau e-mail ke sales@zettagrid.id

 

Alasan Teknologi Cloud Computing Sebagai Solusi Efisiensi Perusahaan

Cloud Computing Sebagai Solusi Efisiensi

Alasan Teknologi Cloud Computing Sebagai Solusi Efisiensi Perusahaan

 

Penyebaran pandemi COVID-19 yang terjadi hampir sepanjang tahun 2020 ini, menjadi tantangan tersendiri bagi sektor ekonomi. Akibatnya, banyak perusahaan yang saat ini tepaksa melakukan efisiensi demi mempertahankan bisnisnya. Salah satu solusi yang digunakan pada masa ini adalah dengan melakukan migrasi atau memanfaatkan adanya teknologi cloud computing.

Dengan adanya cloud computing, pengusaha dapat melakukan efisiensi IT bisnis, seperti mengurangi biaya OpEX. Dengan cloud, pengusaha tidak perlu lagi memikirkan biaya operasional atau perawatan dari storage perusahaan. Anda juga bebas biaya CapEx, karena dengan cloud, pengusaha tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar  untuk membeli hardware, pembangunan lokasi hardware, ruangan pendingin, dan lainnya, karena hal ini telah disediakan oleh penyedia layanan cloud Selain itu perusahaan juga dapat menyesuaikan kebutuhan storagenya sesuai dengan kebutuhan, dan dapat di scale up-dan scale down.

Hal tersebut juga sejalan dengan prediksi IDC. Dilansir dari katadata.co.id, IDC bahkan memperkirakan cloud computing akan banyak diadopsi di masa mendatang. Perkiraannya tersebut tentu bukan tanpa dasar, melainkan karena beberapa pertimbangan. Berikut 3 alasan teknologi cloud computing menjadi solusi Efisiensi Perusahaan:

  1. Meningkatnya Pertumbuhan Internet of Things (IoT)

Menurut Gartner pertumbuhan IoT di Indonesia mampu mencapai 19% hingga akhir tahun 2022. Meski pernyataan ini telah diutarakan sejak 2019 lalu, namun situasi pandemi yang melanda Indonesia hingga saat ini dinilai turut meningkatkan perkembangan tersebut. Hal ini pun bisa terlihat dari aktivitas digital masyarakat kini yang banyak digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga bukan lagi kejutan jika laju penggunaan IoT dinilai akan melebihi prediksi Gartner tersebut.

  1. Meningkatnya Nilai Pasar IoT

Pada 2019 lalu, IDC memperkirakan bahwa pengeluaran perusahaan di berbagai dunia dalam mengadopsi IoT akan mencapai Rp. 15.730 trilliun pada 2023. Pencapaian ini paling besar disumbangkan dari industri manufaktur diskrit, manufaktur proses, dan transportasi. Sejalan dengan hal tersebut, peluang pun diprediksi terbuka bagi teknologi layanan cloud computing. Menurut BCG, di Indonesia sendiri nilai pasar layanan cloud yang digunakan pemerintah maupun perusahaan dapat mencapai 15 triliun.

  1. Meningkatnya Adopsi Teknologi

Dengan perkembangan IoT yang semakin masif, pemerintah Indonesia dikatakan akan meningkatkan adopsi teknologi. Dilansir dari katadata.co.id, IDC memperkirakan 30% dari perusahaan di Indonesia akan menggunakan beberapa layanan cloud computing. Selain itu, BCG juga memperkirakan bahwa pengembangan public cloud dapat memberikan kontribusi sebesar US$ 35 milliar hingga US$ 40 milliar untuk PDB Indonesia secara kumulatif hingga 2023. Maka tak diragukan lagi jika teknologi layanan cloud computing menjadi solusi bisnis di masa mendatang.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai layanan cloud computing, dan bagaimana cloud computing sebagai solusi efisiensi anda, Anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id

10 Critical Features You Need From Your Cloud Provider

Features Cloud Provider

10 Critical Features You Need From Your Cloud Provider

 

Since the global pandemic COVID-19 spread, enterprises start to looks for solution that could help them to make efficiency but yet still want to grow and running their business well. Cloud-based services can increase the efficiency of your business operations, improve cash flow and bring many other benefits.

There’s no doubt about its capabilities and advantages. However, did you know that cloud service providers differ in their approach to data security and use of technology? These differences may seem minor at first, but they could have an enormous impact on the accessibility, privacy, availability, and integrity of your sensitive data.

If you’re thinking of migrating to the cloud, here are 10 Critical Features You Need From Your Cloud Provider

1. Up-time guarantee

The potential impact of downtime can be severe.

Look for a cloud service provider who clearly documents the amount of downtime that’s allowed on your platform. Don’t assume that your definition of downtime matches theirs. Ask your potential provider to explain a few downtime reimbursement scenarios to you before you sign up for their services.

Here at Zettagrid Indonesia we guarantee you uptime and backs up our claims by offering financial rebates. We have several levels of redundancy to ensure that our systems deliver high uptime even during maintenance and upgrades.

2. Complete control

Apart from looking for a complete service level agreement (SLA) backed cloud solution, search for cloud providers that offer you a higher degree of control and flexibility.

At Zettagrid Indonesia we’re committed to giving our customers better and more control. Our services allow you to retain full control of every aspect of your virtual data center environment.

3. Customized solution

To make the most of the cloud without wasting resources, find out if the provider allows you to customize your solution to suit your needs. You may not need everything that is packaged up for you and your business.

Zettagrid Indonesia cloud is easy to use, secure, and scalable, but the best part is that you only spend on the resources you use.

4. Ease of use

In order to quickly and cost-effectively drive business outcomes, you’ll need a portal that’s easy to setup and navigate. An easy-to-use and intuitive portal makes it simpler for you to quickly manage your IT resources online.

The Zettagrid Indonesia portal gives you the power to configure your system as you wish. It’s simple to use and adjusts to the dynamic IT needs of your business.

5. Competitive price to performance

Many cloud providers charge their customers for several items like IOPS, GETs, and PUTs. It’s hard to make sense of all these additional charges on your bill. Instead of trying to decode the costs listed on your bill, look for a provider that charges you a fixed charge month after month.

That’s Zettagrid Indonesia offers simple and predictable billing. Say goodbye to invoice shock or unexplained charges.

6. Avoid lock-in contracts

Not all cloud service providers live up to their SLAs. If they lock you into a contract, you might have to stick with them even if they don’t meet your requirements.

Zettagrid Indonesia’s ‘love or leave it’ policy makes it easier for you to do decide whether you still want to continue using our outstanding services. You’re never locked in. That’s just how confident we are in our capabilities.

7. Local data storage & support

Many cloud service providers don’t advertise where their data centres are. They may store your data overseas and even move your data without notifying you.

With Zettagrid Indonesia, we host your data locally in Indonesia, with zones in Sydney, Melbourne, Perth, and Jakarta. We make sure we keep your data safe by complying with Indonesian Privacy Principles.

8. Data sovereignty

If your data is stored overseas, your rights over your data come second to the rights of the organisation that’s minding your data. This is something you ought to consider when looking for a provider.

We understand this principle at Zettagrid Indonesia and make sure your data remains safe right here in Indonesia.

9. Backup and replication options

Look for a service provider that offers you a quick and easy way to backup, replicate, and restore data from the cloud. That way you’re always protected, no matter what.

Zettagrid Indonesia gives you the opportunity to choose the right backup and replication solutions for your business so you can avoid harmful data loss in the event of an unexpected business outage. That way your business can quickly recover and have your business operations restored.

10. Real-time metrics

Sometimes, it’s challenging to manage virtual environments because of their complexity. Find a provider that offers you real-time metrics. They will show you how well your virtual environment is performing and let you easily find and remediate performance issues.

Zettagrid Indonesia offer real-time metrics with real-time control, 24/7.

If you’re ready to transform your business with the latest cloud solutions and enjoy the 10 features cloud provider , find out more about transitioning to Zettagrid, you could contact us here or e-mail us to sales@zettagrid.id

Jaga Keamanan dan Performa Aplikasi Dengan Cloudflare Enterprise

Cloudflare Enterprise

Jaga Keamanan dan Performa Aplikasi Dengan Cloudflare Enterprise

 

Ditengah kemajuan teknologi digital yang semakin pesat, pelaku usaha kini dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta performa aplikasi pelanggan agar dapat diakses dengan cepat dan aman. Apalagi ditengah kondisi pandemi COVID-19 yang tak pasti ini, aktifitas dilakukan kebanyakan secara online. Sehingga penting untuk menjaga kestabilan performan aplikasi untuk pelanggan anda.

Namun untuk menambahkan fitur proteksi keamanan dan performa aplikasi yang diakses melalui internet menjadi cepat tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha untuk menjaga performa aplikasi agar aman dan cepat.

Di bulan September ini, Zettagrid meluncurkan produk baru yaitu Cloudflare Enterprise. Solusi yang menawarkan solusi all-in-one secure dan apps performance dengan fitur antara lain:

  • Web Application Firewall (WAF)
  • Content Delivery Network (CDN)
  • Priority Network

Cloudflare Enterprise menawarkan kemudahan dalam penggunaan, skalabilitas serta biaya yang dapat diprediksi. Sehingga perusahaan anda tidak perlu lagi untuk takut akan pengeluaran ivestasi yang besar. Selain itu waktu implementasi pembangunan platform ini pun juga singkat. Anda dapat lebih fokus mengerjakan strategi bisnis anda kedepannya dibandingkan harus selalu memikirkan lama pembuatan dari sistem ini. Sehingga beban pengeluaran IT perusahaan dapat efisien dan lebih terukur dengan menggunakan platform ini.

Anda dapat menikmati keunggulan yang ditawarkan oleh Cloudflare di Zettagrid hanya dalam waktu yang singkat. Katakan selamat tinggal pada proses deployment yang memakan waktu yang panjang dan biaya investasi yang besar.

Jadilah pengguna Cloudflare by Zettagrid yang pertama dan nikmati keuntungannya dengan harga yang lebih bersahabat. Jika anda tertarik, hubungi kami disini untuk mengatur waktu konsultasi dengan cloud expert kami secara GRATIS atau e-mail ke sales@zettagrid.id.

Tips Memilih Cloud Service Provider

Tips Memilih Cloud Service Provider

Tips Memilih Cloud Service Provider

 

Pada masa pandemi ini, keberadaan cloud service provider menjadi populer bagi pengusaha dari berbagai industry. Hal ini dapat dikatakan mengingat pemanfaatan teknologi cloud yang bersifat fleksibel dan efisien. Tak hanya itu, cloud juga memungkinkan pengusaha untuk bekerja dari mana pun dan kapan pun. Sehingga tak mengherankan, jika teknologi satu ini mampu memudahkan organisasi agar tetap bisa memperlangsungkan bisnisnya di masa yang tak menentu ini.

Jika Anda baru akan mulai beralih menggunakan cloud computing, pastinya Anda akan bertanya-tanya bagaimana cara memilih penyedia layanan cloud yang berkualitas?

Dalam memilih layanan cloud, berbagai aspek tentunya perlu diperhatikan oleh Anda. Meski saat ini banyak cloud service provider yang menawarkan layanan cloud computing dengan beragam keunggulan, namun ada baiknya Anda perlu mempertimbangkan hal tersebut dengan cermat dan berhati-hati demi menemukan cloud hosting yang berkualitas untuk organisasi. Sebab jika tidak sesuai, hal ini akan memakan waktu dan biaya bisnis secara cuma-cuma.

Untuk menghindari hal tersebut, simak  6 Tips Memilih Cloud Service Provider yang patut anda pertimbangkan:

  1.     Kebutuhan Organisasi

Sebagai pengguna Anda tentunya harus memiliki tujuan dalam beralih menggunakan cloud computing. Jika Anda tidak ingin menghabiskan waktu dan uang demi layanan cloud yang tidak sesuai, maka Anda perlu mengetahui lebih dalam kebutuhan dan ekspektasi Anda guna mencapai penghematan biaya. Untuk itu, Anda perlu membuat daftar tujuan terlebih dahulu, sebelum akhirnya menentukan penyedia cloud computing.

  1.     Performa Server dan Jaringan

Salah satu yang perlu diperhatikan pengusaha sebelum menggunakan cloud provider adalah dengan memperhatikan performa server atau jaringan.  Jika Anda ingin mendapatkan akses cepat ke aplikasi yang tersimpan di cloud, Anda perlu tahu lokasi aplikasi yang disimpan di end user, jaringan pada pusat data cloud, serta kecepatan antara lapisan server dengan kapasitas yang digunakan. Sehingga, Anda dapat menghitung performa cloud service provider sebelum Anda menggunakannya. 

  1.     Keamanan Data

Jika Anda hendak beralih menggunakan cloud service provider, Anda perlu memperhatikan keamanan data yang ditawarkan. Apakah cloud tersebut disertai firewalls, anti virus, multifactor user authentication, enkripsi data, dan audit keamanan secara rutin atau tidak. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya serangan siber. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendiskusikan mengenai kompetensi sistem disaster recovery centernya apabila hal ini dibutuhkan demi menghindari hilangnya data akibat bencana.

  1.     Service Level Agreement (SLA) 

Beberapa layanan cloud menawarkan Service Level Agreement (SLA) yang tinggi kepada pelanggan. Hal ini tentunya dilakukan untuk memberikan pengalaman layanan cloud yang terbaik. Namun pada banyak kasus, SLA hanya dihitung ketika sistem layanan cloud mengalami kegagalan, bukan saat ketersediaan layanan sedang berjalan. Untuk itu, Anda perlu menemukan cloud service provider yang dapat menjelaskan rencananya dalam memenuhi SLA kepada pelanggan untuk memastikan kompetensi layanan cloud.  

  1.     Memonitor Layanan dan Keamanan

Jika Anda beralih menggunakan layanan cloud, seluruh sistem yang Anda pergunakan akan dimonitor secara berkala oleh penyedia layanan. Penyedia biasanya melakukan cara ini tidak hanya oleh sistem tetapi juga oleh pusat operasional yang siap membantu. Untuk itu, Anda perlu bertanya apakah penyedia layanan juga akan memonitor terkait keamanan siber, serta pastikan pula jika Anda memperoleh laporan bulanan terhadap layanan yang digunakan. Sehingga, Anda bisa memastikan transparansi layanan yang diberikan oleh cloud service provider.

  1.     Menjamin Keamanan Data Penggunanya

Sebagai sebuah perusahaan penyedia layanan cloud computing, Anda juga perlu tahu apakah penyedia menjamin keamanan data pengguna dengan baik. Untuk itu, Anda perlu memastikan apakah cloud service provider tersebut memiliki sertifikasi platform teknologi hingga sertifikasi dan standar ISO/IEC yang dapat menjamin keamanan data penggunanya. Sehingga, data Anda tidak akan mudah disalahgunakan oleh pihak luar.

Zettagrid Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan cloud computing untuk solusi perusahaan anda di saat menghadapi situasi pandemi yang tidak menentu ini. Layanan cloud Zettagrid telah bersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan hosting, jaringan, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Sehingga, data pelanggan dapat terjaga dengan baik dan aman.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk kami, Anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id.