Posts

Tingkatkan Sistem IT Workload Bisnis Anda Dengan Cloud Provider

IT Workload

Tingkatkan Sistem IT Workload Bisnis Anda Dengan Cloud Provider

Sejak terjadinya pandemi COVID-19, berbagai industri dari sektor bisnis kini bertransformasi menjadi lebih digital. Hal ini dilakukan tentunya tidak hanya untuk mengikuti kebijakan social distancing, melainkan juga perilaku konsumen yang saat ini beralih secara daring. Untuk itu, akses internet saja tidak cukup dalam meningkatkan bisnis di masa pandemi ini. Sistem IT canggih lainnya juga diperlukan demi menunjang kebutuhan operasional bisnis, salah satunya adalah sistem cloud provider.

Selain menjadi solusi infrastruktur digital bagi perusahaan, sistem layanan cloud juga dapat membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan mengurangi investasi CAPEX dan OPEX. Tak hanya itu, deployment yang dapat dilakukan dalam beberapa jam saja, menjadikan cloud sebagai pilihan pengusaha untuk meningkatkan sistem IT workload bisnis anda di masa pandemi seperti sekarang.

Dalam talkshow bertajuk “Zettagrid e-CloudTalk vol. 04: Elevate Your IT Business Growth with Zettagrid” pada 26 Agustus 2020, Yohannes Saputra selaku IT Project and Development di Chemstation Asia (CSA), membagikan pengalaman perusahaannya saat menggunakan teknologi cloud infrastructure. Setelah melakukan beragam inovasi teknologi, CSA kini mempercayai sistem layanan cloud data center dari Zettagrid Indonesia untuk menopang sistem IT workload perusahaan.

Keputusan perusahaan tersebut pastinya terjadi bukan tanpa alasan. Mengingat sistem cabang perusahaan di 7 negara lainnya memiliki waktu yang berbeda, CSA membutuhkan sistem server yang dapat terus aktif demi meningkatkan operasional bisnisnya. Sehingga, sistem cloud dipercaya dapat menjadi solusi IT perusahaan tersebut.

Human error yang dapat terjadi sewaktu-waktu pun menjadi alasan berikutnya. Demi meminimalisir terjadinya risiko dari bencana, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi kimia ini melihat perlunya sistem backup plan. Sehingga, jika terjadi gangguan seperti human error, sistem backup plan cloud dapat diaktifkan secara real time dan tidak mengganggu operasional lainnya.

Namun, mencari solusi operasional IT tidaklah cukup bagi bisnis yang sedang dijalankan. Bencana alam maupun serangan hacker tentunya dapat menimpa sistem IT workloads bisnis anda. Terutama bagi on-premise yang tidak memiliki standard data center seperti cloud provider.

Menurut Stephen Tukimin selaku VCPP Senior Solution Engineer di VMware, sistem layanan cloud tentunya memiliki standar yang dapat menjaga service level agreements (SLA). Standar tersebut bisa dilihat dari sisi infrastruktur, konektivitas jaringan, hingga keadaan daruratnya. Sehingga, kebijakan SLA yang jelas dapat menjadi jaminan bagi pengguna terkait keamanan data yang tersimpan pada sistem.

Jika anda ingin menyimak apa kata para pakar mengenai Cloud computing di Zettagrid e-CloudTalk Vol.04, anda dapat menyimak tayangannya di channel Youtube kami disini

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Zettagrid, anda dapat menghubungi kami di sini atau email ke sales@zettagrid.id untuk memudahkan pengalaman cloud bagi bisnis anda.

 

Writer: Gita Gisela

5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up

Kegagalan Start Up

5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up

Kemajuan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bisnis rintisan atau biasa disebut dengan startup. Menurut data dari Bappenas dan Bekraf, Indonesia memiliki 992 startup sejak 2018 lalu. Hal ini terjadi tentu bukan tanpa alasan, melainkan karena teknologi digital yang telah mendukung tatanan bisnis sampai saat ini. Namun, tahukah Anda? Mendirikan startup tidak cukup membawa kesuksesan. Beberapa hal juga perlu diperhatikan demi meraih keberhasilan usaha yang sedang dirintis. Salah satunya ialah penyebab startup gagal.

Berbeda dengan kesuksesan, gagalnya startup bisa dikatakan sebagai topik yang jarang diperbincangkan. Jika kesuksesan startup dapat mendominasi kabar terkini, maka kegagalan start-up akan lebih mudah tenggelam. Padahal, sebenarnya kegagalan tersebut bisa menjadi dasar bagi para pengusaha untuk menghindari jatuhnya bisnis.

CB Insights telah menganalisa berbagai kegagalan berdasarkan pernyataan post-mortem startup yang gulung tikar. Dalam laporannya, beberapa alasan sering ditemui oleh para analis ketika fenomena berulang terjadi. Berikut 5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up berdasarkan laporan CB Insights:

  1. Masalah Harga

Mematok harga yang tepat untuk sebuah produk menjadi hal yang paling penting dilakukan oleh startup. Namun, hal ini juga tidak bisa dilakukan dengan mudah mengingat sebanyak 18% startup masih gagal dalam menentukan harga.

Salah satu penyebab startup gagal ini bisa diakibatkan oleh dua hal. Pertama, harga tinggi membuat pelanggan yang tertarik dengan startup lebih sedikit. Kedua, harga rendah yang diberikan kepada pelanggan tidak akan cukup menutup biaya operasional startup. Sehingga, keduanya akan menyebabkan kerugian jika tidak diatasi dengan cepat.

  1. Sulit berkompetisi

Meski usaha Anda memiliki produk dan inovasi untuk audiens, kompetitor akan datang dari manapun dengan produk, layanan, dan harga yang tak kalah menarik. Untuk itu, kesuksesan startup juga bergantung kepada bagaimana tim mampu menganalisa kompetitor lainnya. Namun pada kenyataannya, sebanyak 19% startup masih ditemukan gagal karena mengabaikan kompetitor. Terutama di pasar yang penuh persaingan, startup akan mudah kalah bersaing dari startup lain yang memiliki dana lebih besar.

  1. Tidak Menyusun tim yang tepat

Permasalahan yang juga sering ditemukan dalam kegagalan startup ialah ditemukannya tim yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Menurut data CB Insights, 23% startup mengalami kesulitan dalam mempertahankan bisnisnya akibat tim yang tidak tepat. Salah satu contoh yang dapat ditemukan adalah kasus Zirtual.

Setelah memberhentikan paksa 400 karyawannya dalam semalam, Zirtual menyadari bahwa kegagalan usahanya bukan hanya disebabkan kesalahan keuangan. Startup tersebut mengakui bahwa memperkerjakan orang yang tidak memiliki pengalaman mumpuni pun dapat berakibat fatal terhadap perhitungan keuangan usahanya.

  1. Kehabisan dana

Sebanyak 29% kasus startup gagal disebabkan habisnya dana yang dikelola. Ini bisa terjadi akibat tata kelola uang yang buruk maupun strategi bakar uang yang membahayakan perusahaan.

Untuk itu, pastikan dana maupun investasi yang dimiliki dapat dialokasikan dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat manajemen keuangan juga akan menentukan keberhasilan startup. Selain itu, melakukan investasi teknologi yang efisien demi menunjang operasional juga perlu dilakukan. Sehingga, dana yang keluar dapat diminimalisir dan tidak menghasilkan kegagalan.

Salah satu solusi untuk meminimalisir dana yang dikeluarkan adalah menggunakan teknologi cloud computing. Misalnya dengan menggunakan Cloud Infrastructure, anda tidak perlu lagi memikirkan biaya investasi awal dan operasional yang sangat besar karena hal tersebut sudah di lakukan oleh clud provider, salah satunya cloud provider di Indonesia yaitu, Zettagrid.

  1. Tidak ada kebutuhan pasar

Jika Anda berniat untuk membuka usaha, pastikan bisnis yang dijalankan mampu menemui kebutuhan target pasar. Hal ini dikarenakan kebutuhan target pasar akan mendukung keberlangsungan bisnis dalam jangka Panjang.

CB Insights mengemukakan bahwa setidaknya terdapat 42% kasus startup gagal disebabkan oleh tidak adanya kebutuhan pasar. Meskipun didukung dengan reputasi startup yang baik, data konsumsi audiens, keahlian kerja yang baik, hingga advisors yang mumpuni, usaha yang dijalankan belum tentu dapat memecahkan masalah pasar. Sehingga, hal paling penting yang dapat mempertahankan bisnis startup ialah produk yang tepat, teknologi, maupun model bisnis sesuai kebutuhan audiens.

Zettagrid Indonesia berkomitmen untuk membantu Anda membangun bisnis di era transformasi digital melalui layanan cloud computing. Tidak hanya menyederhanakan pengalaman cloud Anda, Zettagrid Indonesia juga membantu mengurangi biaya IT perusahaan untuk menghindari bill shock. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat meghubungi kami di sini atau melalui email kami di sales@zettagrid.id

Free Webinar: The Cloud For Digital Business Era

Free Webinar: The Cloud For Digital Business Era

Cloud in Digital Business Era

 

Pandemic COVID-19 has changed some aspects in human lifestyle. Almost every activities that people do it’s now on digital, from studying, entertain, even business industry. As the digital infrastructure, cloud computing infrastructure now plays a crucial role not only during, but also for the business recovery after we survive the pandemic.

As the new normal life in our society begin, the digital business era now has come to move faster than we think. Thanks to cloud technology that help enterprises to makes their life easier with its automation, flexibility and efficiency.

Zettagrid with Veeam software collaborated on FREE WEBINAR “Zettagrid e-CloudTalk Vol.03: The Cloud For Digital Business Era”. Streaming live on Zoom Meetings, meet our guest speakers form Veeam Sofware, Daniel Omardin as Senior Manager Cloud and Service Provider SEAK. Also get inspired from Purnawan Yunianto as MIS Manager at Datascrip on how Veeam Cloud Connect help business in the digital business era.

Date: Thursday, 23 July 2020
Time: 14.00 – 16.00 WIB
Where: Zoom Meetings

Register now to get OVO CREDITS 50K after the event**

**Terms and conditions apply

**Zettagrid Teams decision is final

Pssst, it’s not an usual boring presentation, it’s e-Talk show, thus we also have another guest speaker to announce soon!

If you have any questions or having trouble with registration feel free to reach out us at marketing@zettagrid.id or click here

Langkah Menggunakan Cloud Demo Zettagrid

Langkah Menggunakan Cloud Demo Zettagrid

VDC live

Cloud computing memang sedang naik daun di masa pandemi ini. Selain menjadi solusi yang digunakan sebagai infrastruktur digital, cloud juga menjadi pilihan solusi IT sementara selama pandemi berlangsung.

Lalu, pernahkah anda melihat Control Panel pada Cloud Provider yang akan anda gunakan? Atau apakah User Experience dari Control Panel cloud tersebut memudahkan anda dalam bekerja? Kemudian apakah anda dapat mengetahui fasilitas apa saja yang dapat dilakukan melalui Control Panel tersebut?

Salah satu penyedia layanan cloud computing di Indonesia yaitu Zettagrid, menawarkan fasilitas Cloud Demo. Fasilitas ini merupakan sandbox yang dapat mengantarkan anda untuk merasakan langsung cara kerja dari Virtual Datacenter yang didukung oleh VMware. Dalam fasilitas ini, anda dapat melakukan beberapa aktifitas dasar atau basic seperti pembuatan VM, vApps, dan membuat internal network. yang perlu digaris bawahi, untuk merasakan fasilitas Cloud Demo ini, anda tidak terhubung ke internet.

Yuk kita simak langkah menggunakan fasilitas Cloud Demo dari Zettagrid yang didukung oleh VMware:

  1. Klik https://www.zettagrid.id/vdc-live-demonstration/ pada web browser anda.
  2. Setelah melakukan akses ke halaman tersebut akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Pada halaman ini, anda dapat mengetahui informasi dari User name dan Password vCloud Director yang dapat anda gunakan untuk log in dan melihat apa yang ada dibalik Control Panel dari VDC. Kemudian Klik Log In now.

Cloud Demo VMware

3. Setelah itu anda akan dibawa menuju halaman login vCloud Director, pada halaman ini Anda dapat memasukkan username dan password yang tertera pada halaman sebelumnya.

Cloud Demo VMware

Berikut tampilan setelah login ke dalam vCloud Director, Setelah login akan tampil list Virtual Machines.

VDC demo

Untuk membuat Virtual Machines baru dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

  1. Klik “New VM” yang terletak dibagian atas kiri pada list VM.

Zettagrid Live Demo

2. Pada halaman ini Anda dapat menginputkan VM Name, Computer Name dan OS yang diinginkan. Setelah menginputkan VM Name dan memilih OS dapat klik “OK”.

Zettagrid Live Demo

3. Setelah anda klik “OK” tunggu beberapa saat untuk proses Provisioning, Setelah proses Provisioning selesai makan VM akan dalam status “Powered On”.

Virtual Data Center

4. Untuk mengakses console sendiri terdapat beberapa cara, Cara paling mudah adalah dengan menekan button logo Monitor PC atau melalui menu “Actions” > “Launch Web Console”

VMware VDC

5. Berikut tampilan Web Console vCloud Director.

VMware VDC

6. Untuk password root login VM dapat dilihat pada Details > Guest OS Customization

VMware VDC

Begitulah langkah-langkah untuk membuat VM pada Cloud Demo dari Zettagrid.

Perlu diingat, layanan ini bersifat sandbox, dimana VM akan dihapus pada malam hari oleh sistem dan beberapa fitur pada layanan Cloud Demo akan dibatasi. Jika anda tertarik untuk mendalami fitur vCoud Director, anda dapat menghubungi tim kami di sales@zettagrid.id untuk menikmati FREE TRIAL dari Zettagrid Indonesia.

MyAccount Update Release 62 Notes

MyAccount Update Release 62 Notes

Release 62

During work from home (WFH) we made several improvement to makes your simplify cloud experience. See below for the updated release notes for Release 62

Improvements

  • 2-Step Authentication Support
  • MyAccount NSX Network functionality removed. This functionality is now available in VMware Cloud Director
  • Geolocation will now set the default zone to user’s location when purchasing a new service
  • NSX – Advanged Edge Quad-Large Firewall is now available to purchase

Changes

  • Account: Change VDC manage link for vCloud to default to new VMware Cloud Director HTML5 portal
  • VPS: Raise minimum RAM/Storage requirements for Microsoft Windows Server 2019 purchases
  • Account: Remove Network tab and support for Legacy NSX. Yay!

Bugs/Fixes

  • General Security improvements (clickjacking prevention, library updates)
  • We have implemented improvements to increase the reliability for some provisioning scenarios
  • Resizing VDC now allows zero Internet Traffic
  • Traffic usage tab not was not displaying all periods
  • Account: SS interzone now shows the protected VDC zone information
  • Account: Fix VDC internet usage bar
  • Account: Fix VDC VM reset functionality
  • Account: Bug – stuck calculating on multiple tab clicks

Upcoming Improvements

  • Price Per Zone
  • Email and password change notifications
  • Cool Archive Storage Tier
  • Veeam Recycle Bin / Insider Protection Feature

Contact us for more information at sales@zettagrid.id

Topics: MyAccount, Release

3 Fungsi Firewall Pada Cloud Computing

Fungsi Firewall

3 Fungsi Firewall Pada Cloud Computing

Dengan adanya pandemik COVID-19, manusia mulai diarahkan ke dunia yang lebih modern yaitu dunia digital. Dengan adanya pembatasan sosial, orang-orang saat ini banyak melakukan kegiatan melaui dunia digital, dari mulai belanja, belajar, bekerja mencari hiburan dan bahkan untuk berobat sekarang sudah dapat di akses secara online melalui aplikasi maupun website.

Berkembangnya dunia digital memang membawa banyak dampak positif bagi kehidupan kita, tetapi tidak dipungkiri juga semakin maju teknologi maka tidak menutup kemungkinan kita, apalagi perusahaan atau organisasi dapat menerima dampak negatif dari kemajuan ini salah satunya menjadi korban serangan digital atau cyber crime.

Utuk itu diperlukan tembok atau benteng pelindung yang kokoh dan berlapis agar data perusahaan anda tetap terjaga keamanannya. Tembok pelindung dalam dunia digital ini disebut juga “Firewall”.

Menurut Forcepoint, Firewall adalah sebuah perangkat keamanan jaringan yang memonitor traffic dan memberikan izin atau memblokir yang user lakukan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan.

Tujuan pembangunan firewall adalah untuk memberikan penghalang antara jaringan internal perusahaan/organisasi anda dengan traffic dari sumber eksternal perusahaan untuk memblokir traffic yang berbahaya, seperti virus dan serangan hacker.

Lalu apa saja fungsi dari Firewall pada Cloud yang saat ini menjadi infrastruktur digital untuk aplikasi yag kita gunakan sehari-hari? Berikut 3 fungsi Firewall yang terpasang pada cloud:

  1. Melindungi server dari akses jarak jauh yang tidak dikenal

Di saat perusahaan melakukan sistem kerja di rumah (WFH), user satu dengan yang lainnya bekerja dengan jarak yang jauh, dan belum tentu koneksi internet yang digunakan user memiliki tingkat keamanan yang sama pada saat bekerja di kantor. Di masa seperti ini hacker bisa saja menyerang dan menggerakan kendali monitor user. Contohnya issue yang sempat menggemparkan pemberitaan nasional mengenai serangan hacker melalui salah satu aplikasi video conference yang saat ini sering digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. Dengan memasang Firewall, anda dapat menghindari hal-hal seperti ini terjadi karena firewall bertugas memilih user mana yang dikenal dan dapat mengakses server perusahaan.

  1. Memblokir konten yang berbahaya atau tidak diinginkan

Pernahkan anda ingin mengakses suatu website dari browser anda kemudian anda mendapatkan peringatan bahwa website tersebut memiliki konten yang tidak baik dan dapat membahayakan keamanan data anda? Ketika anda pernah mengalaminya, hal itu merupakan kinerja dari Firewall. Pada layanan cloud Zettagrid, kami memiliki Firewall yang berlapis, sehingga dapat mendeteksi website yang dapat membahayakan keamanan data anda sehingga website tersebut tidak lagi dapat dibuka oleh user.

  1. Melindungi data perusahaan anda

Seperti sistem keamanan jaringan pada umumnya, Firewall menjadi pelindung data-data internal yang perusahaan atau organisasi anda miliki agar tidak di akses oleh pihak lain. Sehingga data vital anda tidak mudah di curi, di hilangkan, atau bahkan digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Zettagrid Indonesia menyediakan layanan cloud dengan firewall berlapis yang sudah sesuai standar keamanan sertifikasi international. Sehingga anda tidak perlu takut untuk mulai memindahkan data anda ke cloud Zettagrid karena keamanan sudah terjamin.

Jika anda tertarik anda dapat menghubungi kami disini. Atau melalui e-mail sales@zettagrid.id

Pentingnya SSL Untuk Keamanan Website Atau Aplikasi Anda

Pentingnya SSL Untuk Keamanan Website Atau Aplikasi Anda

Petingnya SSL Security

Di era industri 4.0 hampir semua aktifitas dapat dilakukan secara online baik belanja online, pesan makanan, pesan transportasi dan beberapa kegiata lainnya, Pernahkah kalian mengamati setiap melakukan belanja online pada e-commerce website pada URL terdapat logo gembok bewarna hijau dan taukah fungsi gembok tersebut? Mari kita bahas mengenai gembok bewarna hijau pada URL atau disebut dengan SSL.

SSL adalah kepanjangan dari Secure Socket Layer, SSL berguna untuk mengamankan jalur transaksi data antara server dengan klien sebagai pengakses sehingga ketika proses perpindahan data yang bersifat penting tidak dapat diketahui oleh pihak lain.

Jika digambarkan sebagai kehidupan sehari-hari seperti, ketika ada dua orang saling berbicara mengenai informasi yang sangat penting seperti nomer rekening, nomer kartu kredit diruang publik yang dimana dapat didengar orang lain di sekelilingnya dengan bebas, SSL disini berfungsi ketika terdapat kedua orang yang berbicara mengenai informasi penting bahasa yang digunakan akan berubah dengan bahasa yang hanya diketahui oleh kedua orang yang berbicara tersebut sehingga tidak ada yang pihak ketiga yang mengetahui informasi kredensial tersebut.

 

SSL sendiri terdapat beberapa jenis yaitu :

  1. Single Domain, Single Domain SSL sendiri hanya melakukan cover perlindungan terhadap satu domain saja, Jika hanya melakukan pemasangan SSL untuk main domain maka sub-domain tidak tercover oleh SSL begitupun sebaliknya jika melakukan pemasangan SSL pada subdomain saja maka domain utama tidak tercover oleh SSL.
  2. Multi Domain, Multi Domain atau dikenal dengan SANs (Subject Alternative Names) yang dimana jika pengguna memiliki banyak domain dalam satu naungan maka dapat menggunakan Multi Domain SSL dikarenakan hanya memerlukan satu sertifikat saja untuk mengamankan beberapa domain yang dimiliki,
  3. Wildcard, Wildcard SSL merupakan SSL yang mengcover keseluruhan subdomain dalam satu FQDN yang sama. Wildcard SSL sendiri sangat tepat jika anda memiliki banyak subdomain.

Selain dari Jenis, SSL juga dibedakan dari validasi, Berikut beberapa tipe Validasi :

  1. Domain Validation, Domain Validation merupakan type validasi yang paling mudah dikarenakan hanya memerlukan klik link verifikasi yang dikirimkan ke email admin@domainname.com
  2. Organizational Validation, Organizational Validation merupakan type validasi yang lebih ketat dikarenakan membutuhkan dokumen-dokumen pendukung guna melakukan verifikasi kepemilikan bisnis. Proses aktivasi OV membutuhkan 3-10 Hari kerja.
  3. Extended Validation, Extended Validation merupakan jenis SSL dengan keamanan tertinggi untuk SSL EV sama halnya dengan OV yang membutuhkan dokumen-dokumen pendukung untuk verifkikasi kepemelikan entinitas bisnis. EV SSL meningkatkan trust dari klien kepada entinitas bisnis tersebut. Proses aktivasi EV SSL membutuhkan 3-10 Hari kerja.

 

Berikut 4 Alasan Pentingnya SSL pada website maupun aplikasi :

  1. SSL melindungi keamana jalur transaksi data
    Alasan utama mengapa kita harus menggunakan SSL pada website dikarenakan SSL membantu untuk memproteksi jalur data antara klien-server, Ketika terdapat pertukaran data yang bersifat sensitif seperti informasi kartu kredit, informasi pribadi maupun username dan password SSL membantu untuk mengenkripsi informasi tersebut sehingga tidak ada pihak ketiga yang dapat mengetahui informasi tersebut.
  2. SSL meningkatkan tingkat kepercayaan sebuah situs
    Alasan kedua ketika website memiliki SSL akan meningkat kepercayaan klien ketika melakukan aktifitas pada website dan sebagai indikator bahwa sebagai penyedia web sangat memperhatikan keamanan website.
  3. SSL dapat meningkatkan SEO
    Untuk mendorong tingkat keamanan sebuah website pada 2014 Google mengumunkan bahwa website yang menggunakan SSL akan diprioritaskan untuk mendapatkan rangking yang lebih baik.
  4. Sebagai salah satu syarat PCI/DSS
    PCI/DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) adalah sebuah standard kebijakan yang mengatur keamanan transaksi kartu debit, kartu kredit untuk melindungi pengguna dari tindakan yang tidak diinginkan.
    Jika website diperuntukan untuk menerima transaksi secara online seperti transaksi dengan kartu kredit ataupun kartu debit salah satu dari 12 syarat PCI/DSS adalah menggunakan SSL pada website ataupun aplikasi.

Zettagrid Indonesia menawarkan layanan Cloud dengan SSL sehingga kami dapat memastikan data yang anda simpan pada cloud kami akan semakin aman.

Untuk informasi lebih lanjut dan berlangganan SSL anda dapat menghubungi kami di sales@zettagrid.id atau telepon +62-811-28-38-78

 

Source : https://www.ssls.com/blog/ssl-important/

https://sslrenewals.com/blog/why-is-ssl-important-benefits-of-using-ssl-certificate

How Scalable Licensing And Infrastructure Benefits Your Business

How Scalable Licensing and Infrastructure Benefits Your Business During Pandemic

Scalable Infrastructure

Scalability = Operational Flexibility
Scalability is a systems characteristic which enables a platform hosting a system to automatically muster additional computing resources as the system workload increases.

In a cloud world, a scalable system is a system which is able to automatically provision additional computing resources such as processor, memory and bandwidth as the demand for computing resources from the hosted system increases.

Scalability meets user expectations
Users interacting with online services expect systems to be perpetually available, function at peak performance levels and have a user interface design which is aesthetically pleasing, intuitive and simple to use.

Scalability’s purpose as a feature of online services is to ensure a system is able to function at the performance levels expected by its users.

Scalability and its impact on availability
Downtime in an online world is not good for business. Ensuring systems availability has multiple real-world business benefits which impact the profitability and brand reputation of an organisation.

In today’s business world, all revenue-based transactions are processed via an IT system or application. This is true for both online e-commerce type transactions as well as traditional invoice runs on an in-house financial application. If a revenue-generating system is down the business cannot make money.

Scalability ensures online systems availability during periods where services are under heavy load. Services which are not able to scale will ultimately stop responding and go offline when all the allocated computing resources for the system have been consumed. The system can only start responding again if existing locked resources are released or additional resources added.

Scalability, therefore, benefits businesses by ensuring services and applications stay online and functional.

Poor performance and unavailability are punished in an online world
Most modern organisations interact with their customers through some form of online platform.

Social media has enabled organisations to interact with their customers on many different levels which have strengthened customer relationships. However, social media has also given consumers a platform to voice their grievances to the organisation while broadcasting these to other customers.

Poor application performance and service unavailability are heavily punished on social media. Businesses should, therefore, ensure they constantly strive to deliver an online service which performs well above the expectations set by its users.

By configuring their applications with a scalable architecture, organisations can ensure their applications perform admirably under heavy load.

Zettagrid’s cloud is built for scalability
Delivering Australia’s most advanced self-service cloud hosting platform with solutions such as application hosting as well as public, private and hybrid cloud offerings, Zettagrid is well placed to resolve scalability issues for businesses.

Organisations have the option to provision their services on Zettagrid’s cloud platform by subscribing to their virtual data centre or virtual server services which are built on VMware.

Zettagrid virtual servers have the added benefit of being fully customizable and give users the option to configure the computing resources of their virtual machine as they see fit with no templates or images which lock them down to specific configurations.
Should customers ever need to scale a Zettagrid virtual server they can easily do so at any time via the Zettagrid self-service portal.

Create a hybrid cloud with Zettagrid to facilitate on-premise scalability
Organisations could opt to create a hybrid cloud between their on-premise private cloud and the Zettagrid platform. This configuration gives customers the flexibility to move workloads between their two environments as demand fluctuates.

For periods of high demand, they can run their workload on Zettagrid’s platform which can scale to the resource requirements required.

Once demand decreases customers can simply migrate their workloads back to their private on-premise private cloud.

Scalability is good for business
The business benefits of scalability are clear and tangible. Scalability ensures you can make money and keep your customers happy when your systems are at their busiest. Scalability is a major business benefit delivered by Zettagrid cloud. Organisations can rest assured that their systems stay online and responsive when they need them to. And the most important things is scalability is good for your business during this pandemic situations because you can always adjust your IT business needs and flexible to scale up and down.

If you are interested in migrating your data to the cloud, contact us at sales@zettagrid.id or call us at +62-811-28-38-78 or +62-21-2789-9962. We are ready to welcome you to start your cloud journey.

Source: Zettagrid

Solusi PSBB PT. Beta Pramesti Asia

Solusi PSBB PT. Beta Pramesti Asia

Solusi PSBB

Perusahaan

Industri

Engineering, Procurement and Construction

Kebutuhan Bisnis

Banyaknya jumlah karyawan dan pentingnya data-data yang tersimpan di dalam aplikasi membuat perusahaan membutuhkan akses dengan tingkat keamanan yang tinggi. Selain itu perusahaan juga membutuhkan solusi PSBB yang mudah, cepat diimplemetasikan, serta dapat memiliki kemampuan untuk memonitor kinerja karyawan selama WFH berlangsung.

Manfaat dari penggunaan ACD bagi PT. Beta Pramesti Asia

  • Berhasil menerapkan kerja dari rumah (WFH) menggunakan Arupa Cloud Desktop dengan proses implementasi beberapa jam saja, mudah digunakan, sehingga mendapatkan feedback positive dari user/karyawan.
  • Solusi dapat dipakai di device apapun milik karyawan dari mulai PC, laptop, tablet, iPad, dan smartphone
  • Manajemen infrastruktur yang simple, sehingga tidak perlu membutuhkan waktu yang lama bagi karyawan untuk terbiasa menggunakan ACD.
  • Kerja karyawan tetap terpantau oleh HR walaupun sedang WFH.
  • Efisiensi dan produktivitas meningkat karena harga yang terjangkau dan tidak butuh waktu lama dalam mengimplementasikan
  • Tim support dari ACD yang selalu membantu dan mudah dihubungi selama 24/7

Tantangan

Beta Pramesti Asia memiliki ratusan karyawan yang bekerja baik di lapangan maupun di kantor pusat. Kami selalu berkomunikasi dengan baik satu sama lain dengan tim kami untuk mengerjakan project yang sedang kami bangun untuk client-client kami.

Dengan adanya pandemik COVID-19, kami merasa bahwa karyawan merupakan asset berharga bagi perusahaan kami, sehingga kami ikut memberlakukan Work From Home (WFH) sesuai dengan himbauan pemerintah. Namun karena kami selama ini bekerja dari desktop/pc dan memiliki aplikasi tersendiri untuk karyawan seperti reporting, design construction, operation, dll yang sangat vital untuk perusahaan, ini menjadi concern bagi kami untuk mengimplementasikan WFH yang aman. Selain itu jika desktop kantor dibawa karyawan akan repot, ataupun jika kami harus memasang software lisence akan lebih mahal dan memakan waktu yang panjang dalam stuasi yang mendadak seperti ini.

Solusi

Sebagai perusahaan Konstruksi yang membawahi banyak karyawan, kami merasa kesehatan dan kesejahteraan merupakan tanggung jawab dari kami. Kemudian kami berbicara dengan tim Zettagrid Indonesia yang sudah kami gunakan juga sebelumnya sebagai cloud provider kami untuk mengimplementasikan Arupa Cloud Desktop sebagai solusi PSBB untuk kami selama WFH berlangsung.

Kenapa memilih Arupa Cloud Desktop?

Beta Pramesti Asia berlangganan Arupa Cloud Desktop untuk mengakomodasi aplikasi desktop yang kami gunakan saat ini. Karena situasi yang sangat mendadak seperti ini, kami langsung meminta tim Arupa untuk mendeploy Arupa Cloud Desktop pada sistem kami. Selain itu tim Arupa juga sangat membantu kami dalam memberikan saran mengenai jumlah desktop agar lebih efisien dan mengajarkan kami untuk menggunakan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan kami selama 24/7.

Membangun Arupa Cloud Desktop

Proses deployment dari Arupa Cloud Desktop tidak sampai sehari, bahkan hanya beberapa jam. Padahal ada 50-100 desktop yang saat ini aktif dipakai di kantor kami.

Manfaat bagi kinerja dan produktivitas juga terbukti. Pengguna desktop dapat dengan mudah menggunakan Arupa Cloud Desktop dimanapun, dengan device apapun tanpa butuh proses training yang panjang. Hal ini karena Arupa Cloud Desktop dapat di akses pada web browser masing-masing user/karyawan dan memiliki looks and feel yang sama persis dengan apa yang ada di dalam aplikasi kami. Begitu karyawan kami menggunakan ACD ini, mereka sangat senang, terutama bagian HR karena mereka dapat memonitor kinerja karyawan tanpa ragu bahwa kinerja karyawan akan berkurang ketika WFH. Terbukti bisnis kami tetap berjalan seperti biasa.

Cara kerja Arupa Cloud Desktop pada aplikasi di Beta Pramesti

Basic Deployment ACD

ACD mendapatkan respon positif bagi karyawan kami, karena device mereka tidak terbebani dan tetap berjalan lancar, karena proses aplikasi yang digunakan atau di akses oleh user seluruhnya berjalan pada cloud infrastruktur Zettagrid secara keseluruhan. Dengan kata lain user/karyawan hanya menerima tampilan hasil atau output dari aplikasi.

Selain itu kami dapat melakukan management user akses sehingga user mengakses sesuai dengan aplikasi mereka masing-masing berdasarkan divisi mereka masing-masing. Kemudian kami juga dapat melakukan management aplikasi. Dimana aplikasi-aplikasi yang akan kami gunakan secara bersama-sama dapat diinstall kemudian dipublish pada server host ACD. Cara mengaksesnya pun mudah, user/karwayan kami dapat mengakses ACD menggunakan dua metode, metode pertama dengan full web browser dan metode kedua dengan memanfaatkan remote desktop service pada device apapun yang dimilikioleh karyawan.

 

Keunggulan yang kami rasakan

Solusi PSBB Beta Pramesti

Fleksibel dan mudah di monitor

Fleksible dalam proses akses penggunaan, security yang aman dan implementasi dalam waktu yang relative singkat pada infrastuctur Cloud Zettagrid menjadi alasaan kami menerapkan ACD sebagai solusi WFH untuk menggantikan remote tool Anydesk. Selain itu, kami juga dapat melakukan pelebaran network dari Infrastuctur Cloud ACD di Zettagrid ke Network kantor Beta Pramesti Asia dan ada opsi configurasi VPN untuk kebutuhan private network.

Implementasi ACD untuk metode WFH karyawan memudahkan pekerjaan Kami sebagai Tim IT PT Beta pramesti, yang awalnya mengharuskan kami untuk datang ke kantor setiap hari, menjadi cukup memastikan dan memantau secara online. Karyawan dapat mengakses aplikasi pada host ACD sesuai jobdesknya masing-masing.

Proses deployment yang cepat dan sukses

Proses deployment ACD sangat cepat, kurang dari satu hari sudah selesai dan dapat dipakai langsung oleh user. Kemudian tim product dari ACD sangat efisien dan sangat ahli. Mereka juga membantu kami jika kami ada pertanyaan dan menjelaskan cara pemakaian ACD ini dengan baik.

Sistem pembayaran mudah dan harga yang kompetitif

ACD ini menguntungkan bagi kami karena cukup mengurangi biaya yang kami keluarkan untuk investasi hardware on premise yang memakan biaya cukup besar. Kemudian dibantu dengan harga yang memang tetap tidak naik turun karena terpengaruh US Dollar yang saat ini sedang tinggi akibat dari penyebaran COVID-19 ini.

Dapat mencapai ROI

ROI yang kami capai dari ACD sangat positif. Kami dapat melakukan efisiensi terutama dalam biaya investasi Hardware, sehingga kami dapat melakukan penghematan, dari mulai biaya awal hardware yang mahal, lisensi software, dan biaya maintenance hardware itu sendiri. Hal ini memungkinkan PT. Beta Pramesti untuk bekerja tetap efisien selama WFH berlangsung.

Team support yang friendly dan helpful

Team ACD terlatih dengan baik, tidak hanya tentang ACD, mereka juga ahli dalam memberikan solusi IT lainnya yang dapat mempermudah pekerjaan kami. Setiap kami membutuhkan bantuan dan menanyakan sesuatu responnya juga cepat dan bisa ditanyakan kapan saja selama 24/7.

Dapat memonitoring pekerjaan karyawan walaupun bekerja di rumah

Pada saat angka penyebaran COVID-19 mulai tinggi di Indonesia, kami memutuskan untuk memberlakukan sistem kerja WFH, namun kami tetap ingin memantau kinerja produktivitas karyawan. Untungnya kami menggunakan ACD karena kami dapat memonitor berapa jam karyawan bekerja di desktop yang mereka pakai dengan devicenya masing-masing ketika bekerja di rumah. Kami juga bisa tahu aktivitas apa saja yang mereka lakukan di desktop tersebut sehingga walaupun bekerja di rumah kami tetap dapat memantau karyawan kami.

Untuk melakukan pemesanan dan free trial solusi PSBB Arupa Cloud Desktop anda dapat menghubungi kami disini sales@zettagrid.id atau di telepon +6221 2789 9962, +62 811 283 878.

Download PDF customer story disini

3 Prioritas Utama Untuk Kelanjutan IT Bisnis Anda Ditengah Pandemik COVID-19

3 Prioritas Utama Untuk Kelanjutan IT Bisnis Anda Ditengah Pandemik COVID-19

Prioritas IT COVID-19

Pandemik COVID-19 yang terjadi secara global memang menimbulkan dampak yang sangat besar bagi organisasi atau perusahaan. Saat ini pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk bekerja di rumah untuk memperkecil angka penyebaran virus Corona yang telah menewaskan ratusan ribu jiwa di seluruh dunia. Tentunya bagi perusahaan/organisasi yang melakukan sistem bekerja di rumah, keamanan data perusahaan menjadi tantangan baru. Pada saat WFH perusahaan tidak dapat mengontrol keamanan dari perangkat, maupun koneksi yang dipakai oleh user atau karyawan mereka. Akibatnya, data perusahaan dapat terancam dari email phising yang bertujuan untuk meng hack data dari perusahaan anda.

Namun disaat yang bersamaan, gejolak ekonomi juga terjadi, sehingga beberapa perusahaan dituntut untuk melakukan penghematan demi kelanjutan bisnis mereka. Ditengah pembatasan pengeluaran perusahaan seperti ini dan tantangan keamanan data perusahaan saat WFH, organisasi harus mulai memikirkan prioritas IT mereka. Berikut 3 prioritas utama perusahaan untuk mencapai tingkat keamanan data yang optimal saat pandemic terjadi:

 

  1. Pertimbangkan untuk mulai beralih ke Cloud

Menurut survey dari LogicMonitor, 83% dari beban kerja perusahaan akan berada di cloud pada tahun 2020 ini, sehingga sistem keamanan pada teknologi cloud sudah semakin canggih dan berlapis karena mulai banyak bisnis yang saat ini telah memindahkan datanya pada cloud.

Disaat pandemik COVID-19 yang tidak menentu seperti ini, Cloud juga dapat membantu anda dalam menghemat pengeluaran IT anda, karena cloud memiliki kemampuan yang fleksibel dan dapat diukur pemakaiannya. Sehingga, Ketika perusahaan mengalami penurunan atau peningkatan kebutuhan kapasitas storage, perusahaan dapat mengubahnya sesuai dengan kebutuhan mereka pada saat itu.

Selain itu, cloud juga dapat menjadi solusi sementara bagi anda yang ingin membeli physical hardware baru namun terganjal lamanya waktu pengiriman akibat pandemik ini. Apalagi disaat yang bersamaan, harga USD terhadap rupiah sedang tinggi, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan juga pada harga hardware tersebut. Sehingga cloud dapat menjadi solusi sementara sambil anda menganalisa situasi dan kondisi yang akan terjadi kedepannya demi kelanjutan bisnis anda.

 

  1. Pastikan Redundancy Infrastuktur anda

Sudahkah anda memiliki sumber backup yang tepat dapat memproses data anda tanpa gangguan? Bagaimana jika jika tiba-tiba dalam kondisi WFH anda mengalami kegagalan sistem sehingga dapat menghambat kelancaran pekerjaan anda?

Untuk itu, idealnya dalam suatu perusahaan harus memiliki skenario backup data pada infrastruktur mereka. Sehingga data tidak hanya terpusat pada satu server untuk menghindari kegagalan sistem.

 

  1. Awasi Data Center Anda

Disaat seperti ini, hackers atau serangan digital lainnya mungkin saja menjadikan kesempatan WFH sebagai momen untuk mengambil atau bahkan menghilangkan data penting anda. Karena saat ini perusahaan memiliki focus yang terbagi, dan juga Ketika WFH karyawan belum tentu dilindungi oleh tingkat keamanan infrastruktur yang berlapis seperti di kantor sehingga hal ini dapat menjadi sasaran pelaku kejahatan digital.

Untuk itu anda diharuskan untuk memonitor data center anda. Pastikan bahwa keamanan data center anda terjamin. Zettagrid Indonesia menawarkan layanan cloud computing yang simple, aman dan harga yang tetap, tanpa bill shock walupun harga USD sedang tidak menentu selama pandemik ini. Saat ini Zettagrid Indonesia memiliki 2 lokasi data center yang terletak di Indonesia, sehingga memudahkan ada untuk memonitor keamanan data center anda karena lokasinya yang terjangkau dan dipastikan data anda aman dari serangan cyber karena telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang bersertifikasi.

 

Jika anda tertraik dengan solusi cloud infrastruktur kami, anda dapat menghubungi kami di sini atau e-mail ke sales@zettagrid.id.