Posts

Perbedaan antara Containers dan Virtual Machines

Apa yang dimaksud dengan containers? Container merupakan teknologi virtualisasi yang memungkinkan aplikasi dijalankan secara terisolasi dari sistem operasi host. Dalam kata lain, container memberikan sistem operasi bagi sebuah aplikasi untuk dapat bekerja dengan cara terisolasi dan terbatas. Selain itu, container lebih ringan dan memerlukan ruang penyimpanan yang lebih sedikit daripada virtual machine.

Di lain sisi, virtual machine sebagai penyedia aplikasi secara virtual dengan menggunakan server yang digunakan sepenuhnya untuk penyimpanan. Namun, virtual machine ini memerlukan ruang yang besar dan kapasitas penuh real machine yang dapat digunakan.

Untuk memilih solusi yang tepat antara container dan virtual machine, penting untuk memahami perbedaan di antara keduanya. Berikut perbedaan diantara keduanya:

Persamaan dan Perbedaan Antara Containers dan Virtual Machines

Di bagian panduan tentang containers dan virtual machines ini, berikut adalah perbandingan kesamaan dan perbedaan utama diantara keduanya:

  1. Virtual Machines menggunakan hypervisor, dimana ini merupakan program yang dirancang untuk menjalankan dan mengelola virtual machines. Sedangkan, containers tidak menggunakan hypervisor.
  2. Dengan containers penskalaan menjadi lebih mudah, karena hanya ada satu sistem operasi yang perlu dipelihara dan satu server untuk penyimpanan aplikasi. Sementara, virtual machines dalam penskalaan sedikit lebih sulit karena jumlah sistem operasi tergantung pada aplikasi.
  3. Lebih mudah dalam mengembangkan dan membangun sebuah perangkat lunak menggunakan containers. Sedangkan, dengan menggunakan virtual machines jauh lebih kompleks dalam mengembangkan dan membangun sebuah perangkat lunak.
  4. Di dalam containers, sistem operasi dibagi bersamaan. Ini berbeda dengan virtual machines yang tidak dibagi bersamaan.
  5. Dengan container, sebagian besar aplikasi dijalankan pada satu sistem operasi dan keamanannya tidak terkontrol. Namun, pada virtual machines keamanan dikontrol, dan jika OS menjadi sasaran penyerangan, maka seluruh aplikasi yang ada di virtual machines tidak akan terancam.
  6. Mengembangkan aplikasi dapat dijalankan secara efektif dengan containers, sementara aplikasi pendukungnya akan bekerja dengan baik menggunakan virtual machines.
  7. Ketika disimpan dalam container, aplikasi dapat dipindahkan dengan mudah. Namun, dalam virtual machines aplikasi tidak dapat dipindahkan dari folder ke folder dengan mudah.
  8. Dalam container, sumber daya diproyeksikan dengan mudah. Tidak demikian dengan virtual machines. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena virtual machine di zettagrid sudah dapet diproyeksikan dengan mudah.
  9. Anda dapat menjalankan container hampir di mana saja, namun menggunakan virtual machines memiliki lebih banyak pembatasan ketika akan dijalankan.
  10. Pengembang dapat menguji kode sebelum memasukkannya ke produksi dengan c Namun, dengan virtual machines tidak memungkinkan kode untuk dapat diuji terlebih dahulu.
  11. Container tersedia secara luas dan mudah, namun hal ini tidak berlaku untuk virtual machines.
  12. Container adalah virtualisasi sistem, sedangkan virtual machine bekerja lebih seperti virtualisasi hardware.
  13. Karena container ‘tidak’ sepenuhnya terpisah dari aplikasi lain, mereka menawarkan keamanan yang lebih rendah, sedangkan virtual machine selalu terpisah sepenuhnya.
  14. Virtual machines menawarkan fungsi keamanan dan dapat diperbarui untuk mencakup fitur terbaru. Sementara container banyaknya fungsi yang ditawarkan tidak termasuk fungsi keamanan.
  15. Semua aplikasi dalam container dikelompokkan menjadi satu sistem dan satu server. Sedangkan semua aplikasi dalam virtual machine dikelompokkan menjadi satu sistem, dan menggunakan beberapa server.
  16. Kehilangan data bisa menjadi masalah dalam penggunaan container. Sedangkan virtual machine menawarkan pemulihan bencana yang lebih kuat.
  17. Container sebenarnya memiliki manajemen memori yang lebih baik daripada virtual machine.
  18. Container lebih kecil daripada virtual machine, dan kompatibilitasnya lebih kuat. Ukuran virtual machine berarti umumnya tidak kompatibel dengan mesin lain.
  19. Dengan container, penyebaran berkelanjutan dan aplikasi yang berbeda dapat Pengujian jarang terjadi dengan virtual machine, dan penyebaran berkelanjutan tidak layak.
  20. Container menciptakan lingkungan pengembangan berkualitas dan dapat digunakan kembali. Namun, lingkungan pengembangan lebih sulit dengan virtual machine, dan mereka tidak dapat digunakan kembali dengan mudah.

Memisahkan Perbedaan Antara Containers dan Virtual Machines

Mari kita lihat sekilas bagaimana perbedaan container dan virtual machine dengan menjelajahinya secara lebih mendetail di bawah ini.

  1. Tidak lagi memerlukan aplikasi perangkat keras atau perangkat lunak untuk container, sehingga mereka mengambil ruang penyimpanan yang lebih sedikit. Namun, virtual machine membutuhkan sistem operasi, dan semua perangkat keras yang terkait dengannya dalam sistem secara virtual. Itulah mengapa mereka mengambil ruang penyimpanan yang lebih banyak dan menuntut RAM yang lebih besar.
  2. Virtual Machine memiliki siklus pengembangan perangkat lunak yang rumit, karena sumber daya yang digunakan dalam container dan penggunaan salinan virtual. Namun, siklus pengembangan perangkat lunak lebih mudah dengan container, karena setiap aplikasi langsung digunakan.
  3. Sulit untuk memindahkan virtual machine dari sistem ke sistem karena salinan virtual dan koneksi antara banyak aplikasi. Sedangkan container dapat dipindahkan dengan lebih mudah di private cloud dan public cloud, tergantung pada penggunaan.
  4. Virtual Machine memungkinkan folder dipindahkan antara folder atau sistem pada jaringan bersama dengan mudah. Hal yang sama juga berlaku saat memindahkan file antar folder. Menyalin dan berbagi file lebih sulit dengan container, karena mereka tidak berfungsi sebagai folder data.
  5. Dalam virtual machine, beban kerja dapat disentralisasi dan tersebar di antara banyak sumber daya dengan lebih mudah. Sementara container tidak dapat memusatkan beban kerja mereka.
  6. Hypervisor bertanggung jawab untuk menjaga data dan sumber daya di dalam virtual machine yang dikelola dan dipisahkan. Hal ini tidak mungkin dilakukan dengan container, karena mereka memiliki sistem operasi untuk menjaga beban kerja mereka.
  7. Aplikasi dan sistem operasi dapat diperbarui dengan mudah dengan virtual machine, tetapi lebih sulit ketika menggunakan container.
  8. Seluruh server didedikasikan untuk aplikasi tunggal dengan virtual machine, yang mengarah pada pemborosan sumber daya dan ruang. Dengan container, satu server dapat dimanfaatkan untuk beberapa aplikasi melalui berbagi sumber daya dan ruang.
  9. Jumlah aplikasi yang dijalankan dalam virtual machine menentukan jumlah sistem operasi. Tetapi hanya ada satu sistem operasi untuk semua aplikasi dan satu server jika menggunakan container.
  10. Container menggunakan kernel yang sama dengan host dan hanya mengisolasi aplikasi dan dependensinya, sehingga memungkinkan beberapa aplikasi dengan sistem operasi yang berbeda untuk berjalan pada satu host. Sementara itu, virtual machine memiliki kernel dan sistem operasi yang terpisah, sehingga memerlukan host yang terpisah untuk setiap arsitektur perangkat keras yang berbeda.

Itulah beberapa perbedaan maupun persamaan antara containers dan virtual machine yang dapat membantu Anda memutuskan antara keduanya dengan lebih mudah. Setiap opsi menawarkan keuntungan dan kerugian, maka dari itu luangkan waktu untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan mana yang ingin Anda gunakan.

Zettagrid Indonesia sebagai cloud provider lokal dengan lokasi data center di Indonesia dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan IT Anda. Selain itu layanan yang Zettagrid tawarkan juga telah terjamin keamanannya dan terpercaya, karena kita memiliki sertifikasi ISO9001, ISO27001 dan PCI DSS. Hubungi kami disini atau e-mail kami ke sales@zettagrid.id untuk penawaran dan informasi lebih lanjut.

Artikel kurasi ini bersumber dari situs web Plesk.com dengan blog yang berjudul “Containers vs Virtual Machines – What Is The Difference?” dengan penulis Elvis Plesky, yang diterbitkan pada tanggal 26 September 2022.

Apa Saja Keunggulan Private Cloud?

Featured image - Keunggulan private cloud

Keunggulan Private Cloud yang Perlu Anda Ketahui!

Jika Anda ingin menggunakan cloud untuk mengatasi persoalan dalam mengamankan data penting perusahaan hingga membutuhkan keamanan tingkat tinggi, maka private cloud adalah pilihan yang tepat. Seperti yang kita ketahui bahwa cloud computing memiliki tiga jenis, yaitu private cloud, public cloud, dan hybrid cloud.

Private Cloud sendiri merupakan salah satu jenis layanan cloud computing yang memiliki kelebihan serupa dengan public cloud, mulai dari tingkat keamanan data sampai dalam hal skalabilitas yang bisa disesuaikan, namun layanan ini menawarkan infrastruktur yang bersifat pribadi. Tidak seperti public cloud yang menawarkan layanan ke banyak pengguna pada satu infrastruktur cloud.

Walaupun private cloud hanya untuk satu pengguna atau organisasi saja, private cloud punya kemampuan untuk mengkonfigurasi lingkungan cloud dan mengelolanya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat menerapkan private cloud pada perusahaan Anda, diantaranya:

  • Melakukan Backup dan Disaster Recovery, hal ini berguna untuk meminimalisir risiko downtime dan kehilangan data kapanpun hal itu terjadi. Anda dapat melakukan kebijakan backup perusahaan mulai dari data-data rahasia, berapa lama dan besar yang akan disimpan, rencana pemulihan bencana serta beberapa hal penting yang dibutuhkan di private cloud. Hal ini penting untuk menjaga perusahaan dalam posisi yang aman dari kegagalan operasional jika sesuatu yang buruk terjadi.
  • Persiapkan Manajemen Keamanan, di mana hal ini sangat penting untuk dilakukan jika Anda ingin menggunakan private cloud pada bisnis. Karena saat Anda mempersiapkan manajemen keamanan untuk private cloud dengan baik, maka perusahaan Anda telah siap pula menghadapi ancaman terburuk secara benar ke depannya.
  • Penentuan Biaya, menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika menerapkan private cloud, di mana penentuan biaya dan pelaporan dapat memungkinkan Anda memahami anggaran cloud perusahaan seperti apa. Tentunya dengan prosedur pemantauan hingga pemeliharaan private cloud yang tepat agar Anda dapat beradaptasi dengan risiko limbah cloud yang ada di perusahaan.

Keunggulan Menggunakan Private Cloud

Setelah Anda mengetahui apa saja yang perlu dilakukan ketika menggunakan private cloud dalam membantu pertumbuhan bisnis Anda, maka Anda perlu mengetahui apa saja keunggulan dari penggunaan private cloud seperti berikut:

  1. Keamanan yang Ketat

Penerapan private cloud akan mampu memberikan keamanan yang ketat di perusahaan Anda. Hal ini agar data sensitif yang disimpan di cloud tidak mudah untuk diakses oleh orang lain. Dengan private cloud, Anda dapat mengelola dan memiliki data-data, sekalipun menggunakan data center dari pihak ketiga Anda akan tetap mengetahui keberadaan pasti data ada di mana saja.

  1. Kemudahan dan Kepatuhan akan Kontrol

Di mana pada umumnya private cloud berlokasi di data center penyedia layanan cloud, hal ini memberi kemudahan Anda dalam mengaksesnya ketika sedang dibutuhkan. Dan dengan menggunakan private cloud, Anda memiliki kendali lebih besar atas infrastruktur. Sehingga perusahaan Anda bisa membangun platform yang patuh dengan hukum dan regulasi industri.

  1. Kemampuan Kustomisasi

Kelebihan lain dari private cloud adalah kemampuan kustomisasi, di mana Anda dapat mengkonfigurasi platform yang terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, private cloud dapat beradaptasi dengan perusahaan pada berbagai faktor seperti ukuran, tujuan, industri, serta faktor lainnya.

  1. Integrasi Hybrid

Saat aplikasi membutuhkan sumber daya cloud tambahan, private cloud dapat menjadi public cloud. Ini dikarenakan hibridisasi yang dapat memperluas sumber daya cloud ketika pengguna membutuhkannya. Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan waktu operasional dan menghemat biaya karena tidak perlu memasang server fisik tambahan.

Setelah mengetahui tips penting dan keunggulan menggunakan private cloud ini, sekarang Anda dapat menerapkan secara benar. Anda tidak perlu khawatir akan salah langkah saat menggunakan private cloud untuk membantu pertumbuhan perusahaan yang Anda miliki.

Sebagai salah satu cloud provider yang ada di Indonesia, Zettagrid menyediakan solusi cloud computing yang Anda butuhkan, terutama dalam layanan private cloud. Tidak perlu diragukan lagi jaminan kualitasnya, karena kami telah memiliki sertifikasi mulai dari ISO 270001, ISO 9001, PCI DSS, VMware, Zerto, Veeam dan PSE Kominfo Republik Indonesia. Jika Anda berminat merasakan langsung keunggulan cloud Zettagrid, Anda bisa melakukan redeem voucher cloud kredit sebesar IDR 3,000,000 dengan menghubungi tim Zettagrid melalui sales@zettagrid.id.

Optimalkan Bisnis Dengan Menggunakan Hybrid Cloud

Featured image - optimalkan bisnis dengan menggunakan hybrid cloud

Optimalkan Bisnis Dengan Menggunakan Hybrid Cloud

Saat ini sebagian besar lalu lintas ekonomi bergantung pada teknologi digital, bukan? Nah, ini didukung dengan pertumbuhan teknologi yang semakin cepat setiap waktunya. Hal ini pula yang membuat Anda harus mampu beradaptasi, sehingga dapat menerapkannya dalam bisnis yang sedang Anda jalani.

Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan suatu tindakan yang dapat mengoptimalkan bisnis di masa digitalisasi saat ini. Salah satu solusi yang sedang marak digunakan dalam bisnis adalah layanan cloud. Bahkan setengah diantaranya menggunakan dua atau lebih jenis cloud yang bisa dijadikan investasi masa depan. Ini dikarenakan satu jenis cloud saja tidak cukup untuk mendukung bisnis Anda dalam beradaptasi pada pertumbuhan pasar yang cepat.

Maka dengan menggunakan ­multi-cloud atau jenis cloud yang lebih dari satu dapat mempermudah dalam mengoptimalkan bisnis Anda. Namun, agar lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan bisnis tersebut, Anda dapat menggunakan hybrid cloud. Hybrid Cloud sendiri merupakan gabungan infrastruktur cloud dari public cloud dan private cloud.

Di mana infrastruktur cloud jenis ini sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan bisnis Anda terlebih khusus mengenai beban kerja IT, kebutuhan data yang lebih besar, dan keamanan data yang terjamin. Keunggulan dari menggunakan hybrid cloud lainnya adalah mampu menyediakan layanan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda lebih cepat. Bahkan cloud jenis ini dianggap memiliki kemampuan disaster recovery yang sangat baik.

Hybrid Cloud dapat mengoptimalkan seluruh aktivitas infrastruktur bisnis Anda, apabila Anda mengetahui bagaimana memanfaatkannya dengan cara yang tepat. Anda hanya perlu memikirkan mana yang harus disimpan di private cloud dan mana yang akan diperluas ke public cloud. Dari sedikit gambaran bagaimana cara kerja hybrid cloud itu diharapkan dapat mempermudah Anda.

Pada dasarnya cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan cara kerja private cloud dan public cloud, yang mana keduanya merupakan bagian dari hybrid cloud. Namun, sebelum Anda menggunakan hybrid cloud dalam membantu mengoptimalkan bisnis, ada baiknya Anda pahami lebih lagi bagaimana cara kerja dari hybrid cloud. Berikut ini ada beberapa cara kerja hybrid cloud menurut Red Hat dan IBM Cloud, yang masih perlu banyak diketahui oleh para pengguna cloud.

  1. Menurut Red Hat

Body Image - Network Area

(Source: Rawpixel.com)

Cara pertama yaitu di mana Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), Virtual Private Network (VPN), dan Application Programming Interface (API) akan terhubung ke beberapa komputer dalam waktu bersamaan. Yang kedua, Virtualization, Containers, dan Software Define Storage yang telah ditentukan akan dapat dimasukkan ke dalam data lake atau jenis repositori data yang menyimpan kumpulan besar data mentah dan berkategori yang masih dalam format aslinya.

Dan terakhir, management software dari hybrid cloud akan mengalokasikan storage atau sumber daya yang telah ditentukan berada di mana lingkungan tempat aplikasi itu berjalan. Kemudian akan disediakan tempat yang sesuai permintaan dengan bantuan dari layanan otentikasi.

  1. Menurut IBM Cloud

Cara kerja hybrid cloud menurut IBM Cloud dibedakan menjadi dua, yakni secara tradisional dan modern. Secara tradisional, arsitektur cloud pada jenis ini pada awalnya berfokus dengan konektivitas fisik. Yang mana pusat data lokal perusahaan tersebut menjadi infrastruktur private cloud, dan menghubungkan sistem ke public cloud yang dihosting di luar lokasi oleh penyedia layanan cloud.

Sedangkan secara modern, jenis cloud ini tidak berfokus pada konektivitas fisik lagi. Karena pada cara kerja yang lebih modern lagi, jenis ini lebih mendorong probabilitas beban kerja dan mengotomatiskannya keseluruh lingkungan cloud. Seperti perusahaan yang menggunakan hybrid cloud dapat menghostingnya untuk menyimpan data website mereka ke dalam private cloud agar lebih aman dan dapat lebih fokus saat dikembangkan.

Lalu, untuk semua informasi lainnya dapat disimpan di public cloud agar dapat menghemat biaya operasional perusahaan. Penerapan hybrid cloud ini dapat dilihat dengan menggunakan Infrastruktur as a Service (IaaS) pada bisnis Anda. Maka setelah mengetahui dan memahami bagaimana cara kerja dari hybrid cloud, pastikan untuk mengelolanya secara benar agar Anda dapat melihat perkembangan yang terjadi pada bisnis Anda dari waktu ke waktu. Sehingga langkah yang Anda lakukan untuk optimalkan bisnis dengan menggunakan hybrid cloud ini tepat.

Untuk itu Zettagrid Indonesia sebagai penyedia layanan cloud computing yang telah terjamin kualitasnya dapat membantu Anda dalam optimalkan kebutuhan bisnis. Dan layanan cloud kami telah memiliki sertifikasi dari ISO 270001, ISO 9001, VMware, Veeam dan PSE Kominfo Republik Indonesia. Apabila ingin mengetahui informasi lebih lengkap lagi, Anda dapat menghubungi kami melalui email ke sales@zettagrid.id

Strategi Menggunakan Public Cloud

Featured Image - Strategi menggunakan public cloud

Strategi Menggunakan Public Cloud

Dewasa ini, penggunaan Cloud Computing menjadi solusi yang dapat dilakukan dalam menunjang kelancaran berbisnis. Tidak hanya pelaku bisnis saja tetapi banyak lembaga bahkan organisasi di bidang lain yang sudah memanfaatkan cloud computing untuk mengamankan data-data penting yang mereka miliki.

Penggunaan cloud computing dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan oleh penggunanya. Ada beberapa jenis cloud yang dapat digunakan, salah satunya ialah Public Cloud. Public Cloud adalah layanan yang dikirimkan melalui jaringan internet, yang dapat digunakan dan dibagikan ke seluruh penggunanya.

Layanan public cloud ini menjadi layanan yang cukup populer dalam cloud computing. Di mana jenis cloud ini memiliki banyak pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi dan sumber daya dalam hal memenuhi kebutuhan penggunanya. Dari segi biaya, Layanan Cloud ini juga terjangkau karena berbasis langganan di mana Anda hanya akan dikenakan biaya berdasarkan apa yang dikonsumsi atau digunakan sebagai pengguna layanan cloud ini.

Public Cloud juga dikenal dengan istilah VPS (Virtual Private Server). Selain itu, juga memberikan beberapa kemudahan untuk pengguna layanan cloud ini, seperti skalabilitas yang tinggi. Skalabilitas ini mencakup kemampuan system untuk meningkatkan ukuran beban kerja tanpa mempengaruhi kinerja. Bisnis yang semakin hari semakin berkembang tentu akan terbantu dengan adanya kemudahan ini.

Di artikel kali ini, Zettagrid merangkum beberapa strategi yang perlu diperhatikan saat menggunakan Public Cloud. Ingin tahu seperti apa? Simak selengkapnya yuk!

  1. Melakukan Penilaian Terhadap Layanan

Penilaian dapat dilihat dari segi resiko dan peluang yang akan Anda dapatkan jika menggunakan layanan public cloud. Apabila saat Anda menggunakan layanan ini ternyata terlalu banyak resiko yang muncul, maka Anda dapat beralih ke layanan lainnya. Tetapi sebaliknya, jika layanan cloud terlalu banyak peluang, maka Anda harus mempertimbangkan untuk menggunakan layanan cloud dan melakukan analisis lainnya.

  1. Melakukan Percobaan pada Layanan Public Cloud

Jika Anda telah melakukan analisis resiko dan peluang dari layanan public cloud, maka selanjutnya Anda perlu melakukan percobaan pada layanan cloud tersebut. Lalu, buatlah list penyedia layanan terbaik menurut Anda. Lalu cobalah berlayanan menggunakan layanan cloud tersebut. Dalam kurun waktu 30 hari, biasanya Anda sudah dapat memahami bagaimana cara kerja dari layanan tersebut. Jika dirasa cocok Anda dapat melanjutkan penggunaannya.

  1. Melakukan Implementasi Secara Bertahap

Mengimplementasikan sistem yang akan digunakan perlu dilakukan dengan cara bertahap. Bisnis perlu mengidentifikasi beban kerja yang akan diimplementasikan ke dalam sistem. Beban kerja awal dapat dijadikan percobaan, sehingga Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang proses implementasi di layanan public cloud yang digunakan.

Selain itu, periksa juga dampak terhadap aplikasi saat proses implemtasi. Sehingga Anda dapat mengetahui apalikasi mana yang perlu diperbaharui selama proses implementasi dilakukan.

  1. Pemahaman Terhadap Persyaratan Kepatuhan Pemakaian Layanan

Penting untuk Anda memahami sepenuhnya terhadap persyaratan kepatuhan sebelum Anda menggunakan layanan public cloud. Lihatlah dari segi kemanan layanan itu, apakah penyedia layanan sudah memiliki setifikasi keamanan data. Serta informasi lainnya yang dapat melindungi data-data bisnis Anda. Hal-hal tersebut dapat menjadi strategi saat Anda ingin menggunakan layanan ini untuk melindungi data bisnis. Penting halnya untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum Anda benar-benar menggunakan layanan tersebut.

Public Cloud merupakan solusi yang dapat diterapkan jika Anda ingin mulai mendigitalisasikan data bisnis Anda. Serta menghemat biaya perbaikan perbaikan perangkat keras yang biasanya Anda lakukan Solusi ini juga memiliki skalabilitas yang tinggi, sehingga tidak perlu khawatir perihal masalah keterbatasan dalam penyimpanan data-data penting bisnis Anda.

Hal ini tentunya dapat menguntungkan pertumbuhan bisnis. Carilah penyedia layanan cloud yang dapat membantu Anda menyelesaikan permasalahan penyimpanan data dengan efisien, dan data tetap terlindungi secara aman.

Zettagrid Indonesia sebagai penyedia layanan cloud sudah memiliki aturan kepatuhan seperti ISO 27001, ISO 9001, dan PCI DSS untuk melindungi data bisnis dan informasi perusahaan yang tersimpan. Dengan adanya aturan ini, maka kebocoran data dan informasi bisnis dapat diminimalisir oleh penyedia layanan cloud. Sehingga ini akan mengoptimalkan strategi public cloud Anda dengan lebih aman. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait solusi cloud lainnya, Anda bisa menghubungi kami ke sales@zettagrid.id.

Mengenal Pengertian Hybrid Cloud dan Keunggulannya

Pengertian Hybrid cloud

Pengertian Hybrid cloud

Cloud computing telah menjadi salah satu teknologi yang menjadi pendukung penting dalam suatu bisnis untuk melakukan digitalisasi. Baik dengan menggunakan public cloud yang bisa di akses kapanpun dan dimanapun ataupun private cloud.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan perubahan akan penggunaan dan pertumbuhan data dari end user maupun aplikasi, pengusaha membutuhkan IT infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya dengan menggabungkan public cloud yang memiliki kemampuan skalabilitas yang tinggi dengan private cloud yang memiliki tingkat kemanan yang tinggi untuk data yang kritikal dan sensitive.

Jika perusahaan ingin memaksimalkan keuntungan dari public dan private cloud, pengusaha dapat menggunakan teknologi Hybrid cloud. Saat ini Hybrid cloud sangat diminati bagi perusahaan yang ingin mengadopsi berbagai solusi untuk kebutuhan perkembangan IT bisnis mereka.

 

Pengertian Hybrid Cloud

Hybrid cloud diartikan sebagai solusi gabungan antara public dan private cloud untuk suatu bisnis maupun organisasi yang memiliki kebutuhan data yang besar namun juga terikat dengan security compliances. Namun dibutuhkan provider yang sudah berpengalaman yang bukan hanya familiar, namun juga telah memiliki setifikasi security compliance. Salah satunya di Indonesia yaitu dengan Zettagrid.

 

Keunggulan Hybrid Cloud

  1. Skalabilitas

Tantangan yang dimiliki oleh private cloud adalah dana investasi yang digunakan untuk membangun, merawat serta jika akan mengembangkan jaringan. Namun dengan hybrid cloud, bisnis dapat meningkatkan kapasitas sesuai yang dibutuhkan. Contohnya jika perusahaan ingin mengembangkan aplikasi baru. Dengan penggunaan hybrid cloud, tentunya pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat dan efisien.

  1. Kecepatan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan suatu aplikasi adalah kecepatan jaringan. Hybrid cloud memungkinkan penggunanya untuk mengoptimisasi kemampuan dari jaringan ini dan meminimalisir terjadinya latency.

  1. Redudansi

Dengan menggunakan Hybrid Cloud, anda bisa lebih tenang jika mengalami kegagalan sistem karena data critical anda aman tersimpan melalui private cloud dan dapat secara langsung di backup melalui public cloud.

  1. Kontrol

Dengan penggabungan antara private dan public cloud, perusahaan dapat memelihara infrastuktur pribadi untuk asset yang critical dan sensitive dengan latency rendah.

  1. Efisiensi Biaya

Keunggulan lain dari Hybrid cloud adalah dari biaya yang akan lebih efisien kedepannya. Dengan Hybrid Cloud user dapat menyeimbangkan antara keamanan data yang terjamin dan penggunaan data yang sesuai dengan kebutuhan bisnis user.

 

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Hybrid Cloud anda dapat menghubungi kami di link ini atau dengan mengirimkan email ke sales@zettagrid.id

Apa Solusi Cloud yang Tepat Untuk Manajemen IT Bisnis?

cloud untuk bisnis

Apa Solusi Cloud yang Tepat Untuk Manajemen IT Bisnis?

Menjaga perkembangan bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Pikirkan saja, saat bisnis berkembang pasti ada sistem internal perusahaan lain yang juga ikut meningkat. Contohnya, sistem aplikasi, manajemen data, hingga infrastruktur IT lainnya. Bila permintaan infrastruktur IT ini terus meningkat, kapasitas tambahan pasti diperlukan. Apalagi jika bisnis masih menggunakan sistem IT tradisional, investasi lain untuk pemeliharaan dan penambahan server tentu akan dilakukan bisnis untuk menunjang infrastruktur IT.

Oleh karena itu, solusi lain pun diperlukan demi mempertahankan perkembangan bisnis dan menekan anggaran manajemen IT. Salah satunya dengan menggunakan solusi teknologi seperti Cloud Computing.

Pengertian Cloud Computing

cloud untuk bisnis

(Sumber: Denis Isakov dari Getty Images Pro)

Secara sederhana, cloud dalam istilah teknologi merupakan pengelompokkan banyak server di dunia internet yang mempunyai lokasi di banyak tempat. Namun, secara harfiah Cloud Computing berarti Komputasi Awan dengan ‘Awan’ yang merupakan metafora dari pengembangan infrastruktur berbasis internet. Jadi dalam kata lain, Cloud Computing adalah komputerisasi sebuah teknologi dan layanan yang berbasis internet seperti penggunaan aplikasi, penyimpanan file, database, dan sebagainya.

Cloud Computing memiliki berbagai manfaat yang dapat ditawarkan kepada bisnis, di antaranya:

  • Cloud mampu meningkatkan skalabilitas perusahaan.
  • Kapasitas penyimpanannya lebih fleksibel.
  • Pelanggan tidak perlu melakukan pemeliharaan dan peningkatan hardware.
  • Manajemen data bisnis lebih terstruktur dan dikelola dengan aman.
  • Lebih efisien karena pelanggan tidak lagi perlu membeli hardware.
  • Memiliki fitur backup dan restore.

Lalu, apa saja jenis cloud computing?

Jenis Cloud Computing untuk Bisnis

1. Private Cloud

cloud untuk bisnis

(Sumber: user225590051k dari Freepik)

Secara umum Cloud Computing terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Private Cloud dan Public Cloud. Private Cloud merupakan salah satu jenis cloud yang memiliki kemampuan scalability dan self service, namun arsitekturnya bersifat pribadi dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan single organization.

Tak hanya itu, Private Cloud juga merupakan single-tenant environment yang berarti bahwa organisasi yang menggunakan layanan tersebut tidak berbagi resource dengan organisasi lainnya. Cloud deployment satu ini bisa saja memiliki resource dan infrastruktur yang sudah ada di Data Center bisnis tersebut atau pada infrastruktur yang disediakan oleh penyedia layanan cloud. Pada beberapa kasus, single-tenant environment diaktifkan dengan memanfaatkan virtualization software. Namun pada kasus lainnya, Private Cloud dan resource disediakan hanya untuk satu pengguna.

2. Public Cloud

cloud untuk bisnis

(Sumber: akephoto88755 dari Freepik)

Sementara Public Cloud merupakan kumpulan server fisik yang di-hosting di Data Center, di mana masing-masing server dirancang untuk menjalankan satu fungsi. Misalnya, satu node didedikasikan untuk menyediakan penyimpanan ke cloud, sementara node lainnya menangani komputasi, atau fungsi lainnya.

Kata Public Cloud dapat diartikan bahwa banyak pengguna yang berbagi platform cloud yang sama. Namun, masing-masing pengguna memiliki Virtual Machine (VM) dan setiap VM dipisahkan secara logical, sehingga tidak membahayakan atau bersinggungan dengan konfigurasi pengguna lain.

Public Cloud menjadi salah satu cloud deployment yang dapat dipertimbangkan oleh bisnis saat ini, mengingat sistem cloud satu ini dianggap bisa menjawab hampir seluruh permasalahan IT, seperti dari pengguna individu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bisnis Startup, hingga perusahaan berkembang yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja infrastruktur IT mereka.

Di lain hal, Public Cloud memiliki pendekatan yang berbeda dengan detail di antaranya:

  • Semua sistem dan aplikasi yang dikelola masuk ke dalam satu Unified Pool Resource. Ini berarti, ada beberapa server yang saling terintegrasi untuk membagi workload setiap server. Sehingga, ketika terjadi failure di salah satu server tersebut, aplikasi yang dihost akan tetap berjalan normal. Hal ini terjadi mengingat semua resource saling terintegrasi di antara beberapa server.
  • Di sisi lain, setiap Guest OS (pengguna) pada Public Cloud juga mendapatkan resource komputasi yang dialokasikan secara khusus. Jadi, ketika server mengalami traffic yang tinggi di salah satu Guest OS, maka tidak akan berdampak kepada Guest OS lainnya.

Apakah Zettagrid Indonesia menyediakan Private Cloud dan Public Cloud?

Sebagai salah satu penyedia layanan Cloud Infrastructure as a Service (IaaS), Zettagrid Indonesia menyediakan Private Cloud dan Public Cloud untuk membantu manajemen infrastruktur IT bisnis. Adapun beberapa penggunaan Private Cloud dan Public dari Zettagrid Indonesia, ialah sebagai berikut:

1. Contoh Kasus Penggunaan Private Cloud

  • Mengamankan data bisnis

Dalam suatu organisasi, memang data seperti berkas karyawan, email, sistem customer relationship, berbagai desain produk, proposal, dan lainnya, menjadi aset berharga yang harus dijaga oleh bisnis. Dari pada harus menghadapi tantangan keamanan berbagai informasi tersebut, bisnis dapat menyimpan dan mengelola datanya di Data Center kelas dunia dengan sistem Private Cloud yang terintegrasi infrastruktur VMware.

  • Efisiensi manajemen IT

Saat menggunakan sistem IT tradisional, bisnis pasti lebih banyak melakukan pemeliharaan dan peningkatan server, adminitrasi SAN, hingga kehilangan focus untuk mengalokasikan waktu untuk mengelola layanan IT bisnis. Namun ketika Anda menggunakan Private Cloud Zettagrid, Anda tidak perlu lagi melakukan hal tersebut, karena cloud kami lebih fleksibel dan scalable.

  • Kebijakan BYOD

Menerapkan sistem Bring Your Own Device (BYOD) memang dapat meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi di sisi lain sistem ini juga dapat memebebankan manajemen infrastruktur IT bisnis apabila workload dan sistem kolaboratif bisnis dihost di sistem tradisional. Namun, semua bisa diatasi dengan membangun Private Cloud untuk mengurangi waktu penerapan layanan baru dan meningkatkan kecepatan akses aplikasi.

2. Contoh Kasus Penggunaan Private Cloud

  • Hosting aplikasi

Mulai dari blog, website perusahaan, ecommerce, hingga server game, tentu memiliki lingkungan hosting yang kompleks bagi bisnis. Bila kapasitas server meningkat karenanya, bisnis pasti akan melakukan peningkatan dan pemeliharaan server secara berkala. Hal ini tentu tidak efisien untuk manajemen IT bisnis. Oleh karena itu, solusi seperti Public Cloud bisa menjadi pilihan bisnis untuk kebutuhan tersebut.

Dengan menempatkan aplikasi pada lingkungan yang fleksibel dan scalable, hosting aplikasi tidak lagi membutuhkan sumber daya lebih untuk pemeliharaan dan peningkatan server bisnis.

  • Hosting SaaS

Apakah bisnis Anda mengembangkan aplikasi Software as a Service (SaaS) atau layanan yang perlu dihost di lingkungan dengan visibilitas dan kontrol tingkat tinggi? Jika ya, tentu Public Cloud bisa menjadi solusi manajemen IT bisnis Anda tersebut. Dengan menawarkan akses langsung ke rangkaian sistem seperti VMware, Public Cloud memungkinkan Anda mengakses SaaS dengan manajemen tingkat tertinggi.

Itulah beberapa hal tentang solusi cloud untuk manajemen IT bisnis yang perlu diketahui. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai solusi cloud Zettagrid, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

adopting hybrid cloud

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

Adopting Hybrid Cloud approach is becoming more and more common in a business sector. According to a survey of IBM Institute For Business Value (IBV), Hybrid Cloud will grow to 47% in three years ahead and the average organization will implement around six hybrid clouds. With such of number, it is not a surprise anymore to see how large this technology could dominant enterprise solutions.

However, adopting Hybrid Cloud approach certainly is not just by snapping-fingers only. A plan and strategy are also needed for a successful deployment. Therefore, before business takes a step further about it, the organization needs to explore more for adopting Hybrid Cloud approach. Then, where to begin?

In Zettagrid e-Techday: Evolving Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business that was held on 12 August 2021, Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia had explained some strategies that business needs to take on Hybrid Cloud adoption. Curious to know how is it? Here’s the recap:

1. Determine the application that wants to be deployed on Hybrid Cloud

adopting hybrid cloud

(Source: ra2studio from Getty Images Pro)

Basically, any applications can be deployed on Hybrid Cloud. Depends on the organization’s policy and needs. So, if the organization wants its workload management to be deployed on cloud, then the provider will help and provide its cloud solution.

However, it is important to remember that business needs to determine what application that wants to be running on cloud and handled on the local premise. By separating workloads in two locations, the organization could achieve its IT business and cloud operation efficiency.

2. Begins with the better infrastructure

adopting hybrid cloud

(Source: Jens Domschky from Getty Images)

After the organization determines what applications that want to be deployed on cloud, next it’s time to look for the right infrastructure such as software, hardware, services, and cloud spaces. But, why does business need these infrastructures for adopting Hybrid Cloud approach?

These infrastructures enable business to secure consistent operations for business workloads across private and public cloud. Not only that, the right infrastructures will also deliver a complete solution for business Hybrid Cloud. Therefore, it is important for the organization to do this before adopting Hybrid Cloud approach.

3. Look out for the data security

adopting hybrid cloud

(Source: anyaberkut from Getty Images Pro)

In looking for Hybrid Cloud Providers, data security and compliance are often to be the main things that need to be concerned about. With the right data security and compliance, the cloud service provider can guarantee how secure your company and business data will be on cloud.

In Zettagrid, we have data security and compliance such as PCI DSS certified and three-level of access (MyAccount portal access, vCloud Director access, and VM access). Not only that, but Zettagrid is also certified by ISO27001:2013 to secure your company data. Thus, you don’t have to worry more, because your data will be safe with our layered security system.

 

Those are the recap on adopting Hybrid Cloud approach. If you want to know or see the session further, you can watch it on our Youtube Channel here. And if you have any questions related to Hybrid Cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

Ingin Membangun Strategi Hybrid Cloud? Lakukan 5 Langkah Ini!

Strategi Hybrid Cloud

Ingin Membangun Strategi Hybrid Cloud? Lakukan 5 Langkah Ini!

Perkembangan teknologi seperti pemanfaatan Cloud Computing memang tidak diragukan lagi pengaruhnya. Selain karena membuat operasional bisnis berjalan secara efisien, cloud nyatanya juga menghasilkan beragam inovasi baru bagi berbagai perusahaan. Tak heran karena kecanggihan dan agilitas yang diberikan ini, Gartner memprediksikan 75% perusahaan besar dan menengah akan mengadopsi strategi cloud, termasuk strategi Hybrid Cloud sebagai salah satunya.

Di masa kini, strategi Hybrid Cloud bukan lagi menjadi opsi Cloud Computing terbaru untuk diimplementasikan oleh bisnis. IBM bahkan berpendapat bahwa Hybrid Cloud menjadi salah satu solusi yang menarik untuk diterapkan, mengingat kapasitasnya yang memungkinkan pengusaha untuk memanfaatkan penyedia layanan Public Cloud dan menggunakan Private Cloud untuk keperluan aplikasi dan datanya.

Tak hanya itu, pemanfaatannya pun juga dapat mengombinasikan proses pengolahan data dengan menggunakan Cloud Computing dan olah data secara langsung di data center perusahaan. Dengan demikian, perusahaan akan memiliki sistem pengolahan data yang mendekati real-time, bebas anggaran, dan skalabilitas yang tinggi.

Akan tetapi, membangun strategi Hybrid Cloud juga tidak bisa dilakukan secara sembarang. Beberapa hal juga perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Di artikel kali ini, Zettagrid merangkum langkah-langkah yang perlu bisnis perhatikan untuk menciptakan strategi Hybrid Cloud. Ingin tahu seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Teliti Opsi Penyedia Layanan dan Lakukan Uji Coba

Saat berencana mengimplementasikan strategi Hybrid Cloud, Anda pastinya akan memanfaatkan satu atau beberapa penyedia layanan Public Cloud. Untuk menentukan yang sesuai, ada baiknya bisnis tidak hanya menyelami atau memilih salah satu penyedia layanan Public Cloud.

Cobalah untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya bisnis demi menemukan penyedia layanan Public Cloud yang sesuai. Dengan menilai secara keseluruhan terkait performa dan layanan yang ditawarkan masing-masing penyedia, ini akan mengerucutkan penyedia layanan yang sesuai untuk strategi Hybrid Cloud bisnis Anda.

2. Pilih Strategi Penskalaan

Ketika menerapkan strategi Hybrid Cloud, memperluas kemampuan IT bisnis dengan menyediakan lebih banyak sumber daya dari penyedia layanan Public Cloud, sudah pasti dilakukan oleh perusahaan. Maka, ketika Private Cloud juga perlu diskalakan untuk mencapai strategi Hybrid Cloud yang optimal, penskalaan yang tepat juga perlu dilakukan oleh perusahaan.

Anda bisa memutuskan strategi penskalaan yang sesuai dan mencakup faktor-faktor seperti anggaran, sensitivitas data, dan kontrol yang Anda perlukan atas aplikasi yang Anda skalakan. Sehingga, ini akan menentukan apakah Anda perlu menskalakan data atau aplikasi tertentu ke Public Cloud atau Private Cloud.

3. Tentukan Sistem yang Akan Digunakan di Hybrid Cloud

Pada umumnya, menggunakan Hybrid Cloud bertujuan untuk mengurangi beban pada sistem di infrastruktur lokal dan mengurangi biaya IT bisnis. Untuk mencapai hal tersebut, maka akan masuk akal bagi bisnis untuk merencanakan dan menyegmentasikan sistem dan aplikasi yang akan digunakan di layanan Public Cloud.

Sistem dan aplikasi yang akan digunakan di strategi Hybrid Cloud juga tidak bisa diimplementasikan secara sembarang. Anda perlu menentukan sistem yang sesuai untuk digunakan di Public Cloud. Misalnya, Anda menggunakan strategi Hybrid Cloud untuk kebutuhan pengembangan, Backup, atau Disaster Recovery.

4. Melakukan Implementasi Secara Bertahap

Perlu diketahui, mengimplementasikan sistem dan aplikasi ke Hybrid Cloud bukan berarti Anda dapat melakukannya sekaligus. Waktu dan berbagai tahap implementasi juga diperlukan oleh bisnis agar strategi Hybrid Cloud dapat berjalan sesuai keinginan. Lalu bagaimana caranya?

Pertama-tama, bisnis perlu mengidentifikasi proses, aplikasi, atau beban kerja apapun yang dapat diimplementasikan dengan mudah ke sistem Public Cloud. Beban kerja awal ini dapat bertindak sebagai percobaan implementasi, sehingga perusahaan berkesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang seluk-beluk implementasi sistem di cloud yang lebih kecil sebelum menangani yang lebih besar.

Selain itu, Anda juga perlu memeriksa dampak aplikasi di setiap fase implementasi. Sehingga Anda dapat mengetahui aplikasi mana yang perlu diperbarui sebelum atau selama proses implementasi.

5. Teliti Persyaratan Kepatuhan Penyedia Layanan

Penting bagi Anda untuk memiliki pemahaman penuh tentang persyaratan kepatuhan sebelum menggunakan layanan Public Cloud. Jika bisnis Anda berencana untuk menggunakan penyedia layanan cloud, Anda perlu memastikan apakah penyedia tersebut memiliki sertifikasi keamanan data dan informasi untuk melindungi data perusahaan.

Zettagrid Indonesia sebagai penyedia layanan cloud memiliki aturan kepatuhan seperti ISO27001, ISO9001, dan PCI DSS untuk melindungi data bisnis dan informasi perusahaan yang tersimpan. Dengan adanya aturan ini, maka kebocoran data dan informasi bisnis dapat diminimalisir oleh penyedia layanan cloud. Sehingga ini akan mengoptimalkan strategi Hybrid Cloud Anda dengan lebih aman.


Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan cloud Indonesia yang menawarkan layanan Infrastructure as a Service (IaaS). Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud kami, Anda bisa menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Maximizing The Power of Private Cloud

e-techday 8 with dell rev-02

Maximizing The Power of Private Cloud

The modern enterprise lives in a multi-cloud world, where delivery of infrastructure resources and IT services is expected in real-time. As a result, Infrastructure and operations teams must respond to the needs of the business agility. Then how the business could maximize the use of cloud infrastructure?

Find the answer on Zettagrid e-TechDay vol.08 in collaboration with DELL Technologies. Meet our speakers Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia, Arif Darmawan as ISV and CSP Lead Dell Technologies Indonesia, also Fauzy Firdaus as Business Development PT. Sisindokom Lintasbuana and learn more about “How to Maximize The Power of Private Cloud”.

Event Details:
Date: 18 March 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Where: Zoom Meetings
Link To Register: bit.ly/etechday08

Event Agenda:

  • Building a Better Cloud Begins with Better Infrastructure – Arif Darmawan, ISV & CSP Lead DELL Technologies Indonesia
  • Maximizing The Power of Private Cloud – Teddi Suryadi, Cloud Consultant Zettagrid Indonesia
  • Modernize your data and application infrastructure – Fauzy Firdaus, Business Development, Sisindokom

Register now and get OVO cash 50.000 each for first 70 attendees* also get a chance to win shopping vouchers at the end of the event.

*Terms and condition apply