Posts

Backup dan Disaster Recovery, Apa Bedanya?

backup dan disaster recovery

Backup dan Disaster Recovery, Apa Bedanya?

Backup dan Disaster Recovery menjadi dua teknologi yang populer di sektor bisnis maupun institusi publik saat ini. Berkat kemampuannya untuk mecadangkan sistem dan data organisasi, risiko kehilangan data dapat diminimalisir bisnis semaksimal mungkin. Itu sebabnya, Backup dan Disaster Recovery kerap dijadikan solusi dan strategi oleh organisasi untuk melindungi kelangsungannya dari ancaman kehilangan data.

Namun demikian, kedua solusi ini memiliki cara kerja dan konsep yang berbeda, lho, dalam memulihkan sistem dan data organisasi. Bahkan, Backup dan Disaster Recovery merupakan dua teknologi yang terpisah secara praktik dan fungsi spesifiknya. Lalu, apa sih yang membedakan keduanya? Simak selengkapnya di bawah ini:

Pengertian Backup

Di era digital seperti saat ini, backup data sudah banyak dilakukan oleh organisasi dari berbagai sektor. Dengan melakukannya secara rutin, organisasi dapat mencadangkan dan menyimpan datanya di penyimpanan data sekunder.

Secara istilah, backup merupakan kemampuan untuk menyalin atau mencadangkan data asli ke medium penyimpanan yang berbeda. Cadangan data ini sering dijadikan strategi oleh organisasi maupun individu untuk menjaga datanya dari ancaman kehilangan seperti human error, ransomware, maupun hardware failure.

Pada berbagai kasus, membackup data bisa dilakukan dengan menggunakan solusi cloud backup dari penyedia layanan cloud. Dengan menggunakan solusi ini, bisnis bisa menyalin dan menyimpan datanya di solusi off-site dengan lebih fleksibel, efisien, dan dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Kenali 5 Keuntungan Dalam Menggunakan Cloud Backup

Lalu, bagaimana jika sewaktu-waktu data menghilang, bisakah organisasi mendapatkan datanya kembali?

Bisnis tentu bisa mendapatkan datanya kembali, apabila rutin membackup datanya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadi, jika bisnis Anda memanfaatkan cloud dan telah menentukan serta mengkonfigurasikan jadwal backup baik harian, mingguan, maupun bulanan, bisnis bisa mendapatkan salinan datanya kembali ketika mengalami masalah kehilangan data.

Pengertian Disaster Recovery

Saat menjalankan bisnis, kita tidak dapat memprediksi kapan dan bagaimana suatu bencana dapat terjadi. Baik itu bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau bencana buatan seperti kebakaran. Apabila bisnis tidak siap dalam menghadapi masalah ini, tentu kelangsungan bisnis dapat terancam, mulai dari mengalami downtime, terhentinya operasional dan layanan bisnis, hingga hilangnya data.

Oleh sebab itu, solusi pemulihan data sangat diperlukan bisnis untuk menghadapi masalah ini. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan bisnis ialah Disaster Recovery.

Secara praktik, Disaster Recovery adalah sebuah konsep yang menempatkan perangkat IT, sistem, aplikasi, hingga data cadangan di data center sekunder. Sistem ini dirancang khusus dengan tujuan agar bisnis bisa memulihkan sistem dan datanya, apabila bencana alam dan kegagalan operasional sistem dialami oleh bisnis.

Beberapa organisasi terkadang memahami Disaster Recovery secara keliru dan menganggap bahwa teknologi ini sama dengan backup. Padahal, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda dalam memulihkan sistem dan data organisasi. Bila pada cloud backup, bisnis membackup sistem dan datanya ke cloud untuk melindungi bisnis dari kehilangan data akibat human error dan ransomware. Pada Disaster Recovery, justru bisnis menempatkan sistem, aplikasi, hingga data cadangannya di data center sekunder.

Jadi, ketika bisnis mengalami bencana alam atau downtime akibat kegagalan hardware, bisnis bisa memulihkan operasional IT-nya dengan mengaktifkan scenario failover. Dengan demikian, data center sekunder segera aktif untuk menyediakan data yang telah disalin dari data center primer kepada Anda. Di sisi lain, begitu data center sekunder aktif, yang primer pun segera melakukan pemulihan agar dapat digunakan kembali setelah bencana berhasil diatasi.

Baca juga: 5 Langkah Implementasi Disaster Recovery Saat Terjadi Bencana

Kesimpulan

Memanfaatkan cloud backup dan Disaster Recovery memang sangat diperlukan oleh bisnis untuk menjaga resource sistem dan datanya agar tetap tersedia. Namun, mengetahui kebutuhan secara spesifik juga penting untuk dilakukan bisnis untuk menentukan solusi yang tepat, mengingat Backup dan Disaster Recovery adalah dua solusi dengan sistem kerja yang berbeda.

Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan cloud Indonesia menyediakan cloud Infrastructure as a Services (IaaS) berupa Virtual Data Center (VDC), Virtual Server, Backup as a Services (BaaS), Disaster Recovery as a Services (DRaaS), dan lainnya. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Apa Solusi Cloud yang Tepat Untuk Manajemen IT Bisnis?

cloud untuk bisnis

Apa Solusi Cloud yang Tepat Untuk Manajemen IT Bisnis?

Menjaga perkembangan bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Pikirkan saja, saat bisnis berkembang pasti ada sistem internal perusahaan lain yang juga ikut meningkat. Contohnya, sistem aplikasi, manajemen data, hingga infrastruktur IT lainnya. Bila permintaan infrastruktur IT ini terus meningkat, kapasitas tambahan pasti diperlukan. Apalagi jika bisnis masih menggunakan sistem IT tradisional, investasi lain untuk pemeliharaan dan penambahan server tentu akan dilakukan bisnis untuk menunjang infrastruktur IT.

Oleh karena itu, solusi lain pun diperlukan demi mempertahankan perkembangan bisnis dan menekan anggaran manajemen IT. Salah satunya dengan menggunakan solusi teknologi seperti Cloud Computing.

Pengertian Cloud Computing

cloud untuk bisnis

(Sumber: Denis Isakov dari Getty Images Pro)

Secara sederhana, cloud dalam istilah teknologi merupakan pengelompokkan banyak server di dunia internet yang mempunyai lokasi di banyak tempat. Namun, secara harfiah Cloud Computing berarti Komputasi Awan dengan ‘Awan’ yang merupakan metafora dari pengembangan infrastruktur berbasis internet. Jadi dalam kata lain, Cloud Computing adalah komputerisasi sebuah teknologi dan layanan yang berbasis internet seperti penggunaan aplikasi, penyimpanan file, database, dan sebagainya.

Cloud Computing memiliki berbagai manfaat yang dapat ditawarkan kepada bisnis, di antaranya:

  • Cloud mampu meningkatkan skalabilitas perusahaan.
  • Kapasitas penyimpanannya lebih fleksibel.
  • Pelanggan tidak perlu melakukan pemeliharaan dan peningkatan hardware.
  • Manajemen data bisnis lebih terstruktur dan dikelola dengan aman.
  • Lebih efisien karena pelanggan tidak lagi perlu membeli hardware.
  • Memiliki fitur backup dan restore.

Lalu, apa saja jenis cloud computing?

Jenis Cloud Computing untuk Bisnis

1. Private Cloud

cloud untuk bisnis

(Sumber: user225590051k dari Freepik)

Secara umum Cloud Computing terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Private Cloud dan Public Cloud. Private Cloud merupakan salah satu jenis cloud yang memiliki kemampuan scalability dan self service, namun arsitekturnya bersifat pribadi dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan single organization.

Tak hanya itu, Private Cloud juga merupakan single-tenant environment yang berarti bahwa organisasi yang menggunakan layanan tersebut tidak berbagi resource dengan organisasi lainnya. Cloud deployment satu ini bisa saja memiliki resource dan infrastruktur yang sudah ada di Data Center bisnis tersebut atau pada infrastruktur yang disediakan oleh penyedia layanan cloud. Pada beberapa kasus, single-tenant environment diaktifkan dengan memanfaatkan virtualization software. Namun pada kasus lainnya, Private Cloud dan resource disediakan hanya untuk satu pengguna.

2. Public Cloud

cloud untuk bisnis

(Sumber: akephoto88755 dari Freepik)

Sementara Public Cloud merupakan kumpulan server fisik yang di-hosting di Data Center, di mana masing-masing server dirancang untuk menjalankan satu fungsi. Misalnya, satu node didedikasikan untuk menyediakan penyimpanan ke cloud, sementara node lainnya menangani komputasi, atau fungsi lainnya.

Kata Public Cloud dapat diartikan bahwa banyak pengguna yang berbagi platform cloud yang sama. Namun, masing-masing pengguna memiliki Virtual Machine (VM) dan setiap VM dipisahkan secara logical, sehingga tidak membahayakan atau bersinggungan dengan konfigurasi pengguna lain.

Public Cloud menjadi salah satu cloud deployment yang dapat dipertimbangkan oleh bisnis saat ini, mengingat sistem cloud satu ini dianggap bisa menjawab hampir seluruh permasalahan IT, seperti dari pengguna individu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bisnis Startup, hingga perusahaan berkembang yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja infrastruktur IT mereka.

Di lain hal, Public Cloud memiliki pendekatan yang berbeda dengan detail di antaranya:

  • Semua sistem dan aplikasi yang dikelola masuk ke dalam satu Unified Pool Resource. Ini berarti, ada beberapa server yang saling terintegrasi untuk membagi workload setiap server. Sehingga, ketika terjadi failure di salah satu server tersebut, aplikasi yang dihost akan tetap berjalan normal. Hal ini terjadi mengingat semua resource saling terintegrasi di antara beberapa server.
  • Di sisi lain, setiap Guest OS (pengguna) pada Public Cloud juga mendapatkan resource komputasi yang dialokasikan secara khusus. Jadi, ketika server mengalami traffic yang tinggi di salah satu Guest OS, maka tidak akan berdampak kepada Guest OS lainnya.

Apakah Zettagrid Indonesia menyediakan Private Cloud dan Public Cloud?

Sebagai salah satu penyedia layanan Cloud Infrastructure as a Service (IaaS), Zettagrid Indonesia menyediakan Private Cloud dan Public Cloud untuk membantu manajemen infrastruktur IT bisnis. Adapun beberapa penggunaan Private Cloud dan Public dari Zettagrid Indonesia, ialah sebagai berikut:

1. Contoh Kasus Penggunaan Private Cloud

  • Mengamankan data bisnis

Dalam suatu organisasi, memang data seperti berkas karyawan, email, sistem customer relationship, berbagai desain produk, proposal, dan lainnya, menjadi aset berharga yang harus dijaga oleh bisnis. Dari pada harus menghadapi tantangan keamanan berbagai informasi tersebut, bisnis dapat menyimpan dan mengelola datanya di Data Center kelas dunia dengan sistem Private Cloud yang terintegrasi infrastruktur VMware.

  • Efisiensi manajemen IT

Saat menggunakan sistem IT tradisional, bisnis pasti lebih banyak melakukan pemeliharaan dan peningkatan server, adminitrasi SAN, hingga kehilangan focus untuk mengalokasikan waktu untuk mengelola layanan IT bisnis. Namun ketika Anda menggunakan Private Cloud Zettagrid, Anda tidak perlu lagi melakukan hal tersebut, karena cloud kami lebih fleksibel dan scalable.

  • Kebijakan BYOD

Menerapkan sistem Bring Your Own Device (BYOD) memang dapat meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi di sisi lain sistem ini juga dapat memebebankan manajemen infrastruktur IT bisnis apabila workload dan sistem kolaboratif bisnis dihost di sistem tradisional. Namun, semua bisa diatasi dengan membangun Private Cloud untuk mengurangi waktu penerapan layanan baru dan meningkatkan kecepatan akses aplikasi.

2. Contoh Kasus Penggunaan Private Cloud

  • Hosting aplikasi

Mulai dari blog, website perusahaan, ecommerce, hingga server game, tentu memiliki lingkungan hosting yang kompleks bagi bisnis. Bila kapasitas server meningkat karenanya, bisnis pasti akan melakukan peningkatan dan pemeliharaan server secara berkala. Hal ini tentu tidak efisien untuk manajemen IT bisnis. Oleh karena itu, solusi seperti Public Cloud bisa menjadi pilihan bisnis untuk kebutuhan tersebut.

Dengan menempatkan aplikasi pada lingkungan yang fleksibel dan scalable, hosting aplikasi tidak lagi membutuhkan sumber daya lebih untuk pemeliharaan dan peningkatan server bisnis.

  • Hosting SaaS

Apakah bisnis Anda mengembangkan aplikasi Software as a Service (SaaS) atau layanan yang perlu dihost di lingkungan dengan visibilitas dan kontrol tingkat tinggi? Jika ya, tentu Public Cloud bisa menjadi solusi manajemen IT bisnis Anda tersebut. Dengan menawarkan akses langsung ke rangkaian sistem seperti VMware, Public Cloud memungkinkan Anda mengakses SaaS dengan manajemen tingkat tertinggi.

Itulah beberapa hal tentang solusi cloud untuk manajemen IT bisnis yang perlu diketahui. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai solusi cloud Zettagrid, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

VMware vSAN untuk Virtualisasi Data Center

virtualisasi data center

VMware vSAN untuk Virtualisasi Data Center

Virtualisasi data center sangat umum untuk dimanfaatkan oleh berbagai bisnis di masa kini. Banyaknya perusahaan yang kian menyadari urgensi akan kebutuhan server penyimpanan data secara digital, menjadikan virtualisasi sebagai solusi bisnis mengingat sistem ini lebih efisien, fleksibel, dan ekonomis untuk alokasi anggaran IT. Tak heran, kini banyak penyedia layanan yang menyediakan solusi Virtual Data Center (VDC) untuk bisnis di masa remote working seperti sekarang.

Namun, memanfaatkan virtualisasi data center ternyata juga bisa mendatangkan tantangan terkait skalabilitas dan kompleksitas operasional. Bila bisnis saja tidak bisa menanganinya, tentu ini akan menjadi masalah bagi manajemen infrastruktur IT Anda. Oleh sebab itu, menggunakan arsitektur cloud yang baik sangat penting untuk mengelola sistem virtual infrastruktur IT Anda. Sehingga, bisnis pun masih dapat mencapai fleksibilitas dan skalabilitas infrastruktur IT sesuai harapan. Salah satunya, dengan memanfaatkan VMware vSAN.

Apa itu VMware vSAN?

virtualisasi data center

(Sumber: VMware)

Salah satu cara untuk memahami vSAN adalah dengan membandingkannya dengan hyperconvergence. Bila melihat sistem IT tradisional, Anda pasti tahu bila arsitekturnya menggunakan komponen terpisah untuk komputasi (CPU dan RAM), penyimpanan dan jaringan. Hal ini kontras dengan hyperconvergence yang mengonsolidasikan komputasi, penyimpanan, dan jaringan ke dalam arsitektur tunggal yang efisien dan dikelola melalui perangkat lunak.

Demikian pula dengan vSAN, yang menggabungkan semua kapasitas penyimpanan yang tidak digunakan ke dalam lingkungan virtual yang Anda kelola. Anda bisa menginstall vSAN di masing-masing virtual machine (VM) atau memasukkannya ke dalam firmware penyimpanan di penyedia layanan. Seperti infrastruktur hyperconverged (HCI), vSAN juga berjalan di server x86. Dengan demikian, vSAN dapat mengurangi kebutuhan infrastruktur IT perusahaan seperti hardware penyimpanan.

Kenapa bisnis perlu mempertimbangkan vSAN?

VMware vSAN memudahkan infrastruktur IT Anda untuk beralih ke sistem cloud hybrid. Dengan infrastruktur dan operasi yang konsisten di seluruh cloud, tim IT dapat mempercepat operasi dan inovasi bisnis Anda. Selain itu, vSAN juga mengintegrasikan VMware Tanzu untuk menyediakan platform penyimpanan tunggal untuk VM dan kontainer. Terintegrasi penuh dengan VMware vSphere dan VMware Cloud Foundation, vSAN dapat memberikan model operasional cloud untuk virtualisasi data center bisnis Anda.

Bila bisnis Anda memanfaatkan Object Storage, vSAN juga mengintegrasikan arsitektur layanan tersebut untuk mendukung aplikasi apapun. Dengan demikian, vSAN dapat memberikan bisnis manfaat berikut terkait penggunaan Object Storage:

  • Lebih mudah menerapkan, mengoperasikan, dan mengelola manajemen IT Anda. Hal ini karena vSAN terintegrasi vSphere dan VMware vCenter.
  • Mendapat dukungan untuk teknologi penyimpanan terbaru, termasuk server semua-NVMe dan vSAN melalui RDMA untuk aplikasi yang sangat penting.
  • Memperluas infrastruktur VMware hyper converged (HCI) secara berbeda ke penyimpanan eksternal melalui VMware vSphere Virtual Volumes.

Tak hanya Object Storage, bisnis juga dapat memanfaatkan VMware vSAN untuk beberapa penggunaan, seperti:

1. Menjalankan sistem mixed workloads

Mengerahkan banyak anggaran dan waktu seringkali dilakukan oleh beberapa bisnis demi mempertahankan berbagai workload di perusahaannya. Alasannya tentu ialah karena hardware khusus yang dimanfaatkan infrastruktur IT tradisional diaplikasikan pada berbagai lingkungan yang mahal dan kompleks untuk pemeliharaan.

Padahal, VMware vSAN dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah manajemen workload tersebut. Dengan mengkonsolidasikan mixed workload seperti aplikasi penting bisnis dan infrastruktur desktop virtual (VDI) ke dalam satu klaster lingkungan HCI, vSAN dapat membantu perusahaan mengefisienkan manajemen dan overhead operasional selama pengembangan dan pemeliharaan workload.

2. Pengembangan Remote Office

Dengan memanfaatkan VMware vSAN untuk virtualisasi data center, perusahaan dapat memanfaatkan sistem kerja kolaboratif untuk menurunkan total cost of ownership (TCO) pada sistem remote office. Selain itu, menerapkan vSAN pada dua atau lebih host fisik melalui server x86 standar industri juga dapat membantu perusahaan menghindari investasi hardware yang mahal. Lalu, bagaimana penerapannya dengan sistem remote working?

Tenang! Administrator IT maupun manajemen tidak perlu menginvestasikan alat terpisah untuk penerapan remote working. Dengan kata lain, bisnis dapat dengan mudah mengontrol layanan penting seperti HA, performance, dan konsumsi kapasitas dari vSphere yang terpusat dan ramah pengguna.

3. Disaster Recovery

Tidak memiliki solusi Disaster Recovery bisa membuat bisnis rentan terhadap kerugian yang ditimbulkan setelah bencana. Sekalipun, Anda menggunakan sistem fisik serupa di lokasi pemulihan dan produksi untuk mendukung pemulihan data dan failure pada aplikasi setelah bencana, proses ini tetap akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Memanfaatkan sistem virtual dapat meminimalisir penggunaan hardware dari aplikasi dan infrastruktur IT di lokasi Disaster Recovery dan produksi. Meski demikian, Anda tetap masih membutuhkan manajemen penyimpanan untuk menangani file VM.

Menggunakan VMware vSAN dapat memanfaatkan jalur input/output yang dioptimalkan di hypervisor ESXi untuk menyederhanakan manajemen situs, terutama untuk situs yang memiliki sedikit atau tanpa akses administrator IT seperti lokasi Disaster Recovery. Dengan demikian, virtualisasi data center untuk kebutuhan Disaster Recovery jauh lebih efisien bila dibandingkan dengan penggunaan hardware fisik.

Itulah beberapa hal mengenai VMware vSAN untuk kebutuhan virtualisasi data center. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kebutuhan cloud, Anda dapat mengkonsultasikannya bersama kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Cara Cloudflare Tingkatkan Performa Aplikasi Bisnis

Cloudflare aplikasi bisnis

Cara Cloudflare Tingkatkan Performa Aplikasi Bisnis

Berkembangnya era digital seperti sekarang, telah menjadikan aplikasi sebagai teknologi yang umum digunakan oleh berbagai bisnis. Dengan mengimplementasikan sistem digital tersebut, bisnis kini lebih mudah untuk memberikan informasi, inovasi, maupun layanan kepada publik maupun konsumen.

Namun demikian, tak sedikit pula bisnis yang awam tentang keamanan dan peningkatan performa aplikasi. Padahal dalam pengimplementasiannya, sistem keamanan sangat dibutuhkan untuk meminimalisir serangan siber seperti Distributed Denial of Service (DDoS) pada aplikasi bisnis. Dari sinilah, solusi pun diperlukan dalam mengamankan dan meningkatkan performa sistem aplikasi bisnis. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Cloudflare.

Apa yang dimaksud dengan Cloudflare?

Cloudflare merupakan salah satu penyedia infrastruktur Content Delivery Network (CDN) yang berfungsi untuk menjaga keamanan dan performa sistem dan aplikasi bisnis. Sebagian fitur Cloudflare dapat diakses dan diinstall secara gratis serta sederhana oleh penggunanya. Namun demikian, fitur gratis ini tentu memiliki keterbatasan dalam pemakaiannya.

Dibandingkan dengan penyedia lainnya, Cloudflare bisa dikatakan sebagai CDN yang lebih unggul mengingat penyedianya yang dapat memberikan layanan secara optimal kepada pelanggan. Beberapa paket yang disediakan oleh Cloudflare berupa Pro, Business, dan Enterprise.

Lalu, mengapa bisnis perlu menggunakan Cloudflare?

  • Melindungi aplikasi bisnis dari ancaman

Pada umumnya, data dari pengguna dan pihak ketiga digunakan Cloudflare untuk memastikan apakah traffic pada aplikasi bisnis merupakan ancaman atau bukan. Jika memang merupakan ancaman, maka sistem akan menghentikannya. Untuk melihat laporan dari masalah ini, Anda bisa mengaksesnya pada dashboard Cloudflare.

  • Memperingati visitor apabila komputer terserang virus

Cloudflare memberikan sistem peringatan kepada visitor apabila komputer terdapat virus dan menyarankan agar visitor membersihkannya terlebih dahulu.

  • Mengurangi penggunaan resource server

Dengan menggunakan Cloudflare, permintaan pada server bisa berkurang dan hal ini tentu akan mengurangi beban server. Contohnya, penggunaan CPU pada hosting. Ketika terjadi lonjakan visitor, beban server akan tetap aman.

  • Meningkatkan performa aplikasi

Cloudflare menyediakan server proxy yang tersebar di beberapa negara serta mampu mengarahkan pengunjung ke server terdekat. Oleh karenanya, kecepatan loading aplikasi bisnis bisa meningkat.

  • Laporan visitor

Cloudflare dapat menampilkan laporan kepada visitor yang dapat membantu mengidentifikasi apakah aplikasinya diakses oleh robot search engine, ancaman, atau traffic dari pengunjung manusia.

Apa saja fitur-fitur unggulan Cloudflare?

  • Firewall

Ingin menentukan visitor mana saja yang bisa mengunjungi website atau aplikasi bisnis Anda dan memblokir alamat IP atau traffic yang mencurigakan dari lokasi tertentu? Fitur Firewall bisa membantu Anda menanganinya. Dengan menyertakan fitur satu ini, Cloudflare dapat melindungi dan mengamankan aplikasi bisnis Anda dari ancaman keamanan.

  • Mirroring

Fitur Cloudflare satu ini memungkinkan beberapa konten yang terposting di situs bisnis Anda akan mirroring ke setiap data center Cloudflare. Oleh karenanya, aplikasi bisnis memiliki performa yang lebih cepat ketika pengunjung berada jauh dari server utama.

  • Analytics

Fitur satu ini berfungsi untuk memonitor segala aktivitas aplikasi pengguna Cloudflare. Adapun aktivitas yang dimonitor berupa asal visitor, jumlah unique visitor, bandwidth yang dimiliki selama 24 jam, dan jumlah permintaan akses yang dikirimkan selama 24 jam terakhir.

  • Caching

Cloudflare juga memiliki fitur caching di waktu dan kondisi tertentu. Fitur satu ini berfungsi untuk menghemat bandwidth hosting pengguna, terutama jika bandwidth pada aplikasi memiliki limit tertentu. Caching bekerja secara dua arah, yaitu ke aplikasi visitor dan ke server.

  • Railgun

Fitur Railgun pada Cloudflare berfungsi untuk meningkatkan performa aplikasi bisnis. Bahkan Cloudflare mengklaim kecepatan aplikasi bisnis bisa meningkat hingga 300%. Meskipun demikian, fitur ini hanya mampu digunakan oleh pengguna Cloudflare berbayar atau jika Penyedia Layanan Cloud yang Anda gunakan memiliki kerjasama dengan Cloudflare.

Itulah beberapa aspek yang dimiliki Cloudflare untuk meningkatkan performa aplikasi bisnis. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut Anda dapat menghubungi kamu di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Cara Menentukan Object Storage untuk Bisnis Anda

menentukan Object Storage

Cara Menentukan Object Storage untuk Bisnis Anda

Secara bahasa, sulit untuk menentukan definisi yang tepat dari Object Storage karena konsep tersebut memiliki arti yang berbeda di dalam setiap organisasi yang menerapkannya. Dalam penjelasannya yang paling mendasar, Object Storage adalah sistem yang menempatkan data bisnis Anda yang tersimpan di dalam sebuah media yang disebut “kolam penyimpanan”. Untuk membantu Anda menentukan object storage dengan tepat, alangkah baiknya jika kita memahami apa pengertian serta manfaatnya.

Tidak seperti sistem penyimpanan lainnya, objek tidak disimpan dalam hierarki dan tidak dapat diletakkan di dalam satu sama lain. Hal ini bisa menjadi manfaat menguntungkan karena beberapa alasan, termasuk untuk mempertahankan kelangsungan bisnis.

Object Storage menawarkan cara yang sederhana untuk mengakses file kapan saja, di mana saja dari perangkat apa pun dengan memanfaatkan jasa dari penyedia layanan cloud. Dalam sistem remote working seperti sekarang, penyimpanan objek dapat menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas bagi organisasi dari semua ukuran.

Selain itu, Object Storage juga dapat secara signifikan mengurangi biaya CapEx seperti pembelian hardware dan mengefisiensikan biaya OpEx seperti listrik, lisensi software, teknisi IT, dan biaya lainnya.

Faktor-faktor yang Harus Dipahami untuk Menentukan Object Storage yang Tepat

Untuk membantu Anda dalam memilih penyedia layanan Object Storage yang dapat memberikan keuntungan dalam segi efisiensi bisnis dan mendukung solusi IT, berikut ada beberapa faktor yang patut untuk dipertimbangkan: 

1. Pastikan untuk Memilih Infrastruktur Object Storage as a Service

menentukan object storage

(Source: SvetaZi from Getty Images)

Sebagian besar penyedia Object Storage mengharuskan Anda untuk menggunakan perangkat keras yang berpemilik, meskipun dalam kenyataannya hal ini tidak selalu benar. Saat  menentukan mana layanan Object Storage terbaik, carilah layanan as-a-Service dan kompatibel dengan protokol S3 pilihan Anda. Hal ini penting untuk dilakukan demi menghilangkan kemungkinan bisnis Anda dari vendor lock in.

Tak hanya itu, arsitektur shared-nothing memungkinkan node untuk ditambahkan dengan mudah, sekaligus memudahkan Anda untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga bilangan exabyte tanpa perlu melakukan pemeliharaan yang kompleks. 

2. Menyediakan Integrasi Cloud Secara Penuh

menentukan object storage

(Source: pinglabel from Getty Images)

Sebagai salah satu alat untuk mendukung solusi IT perusahaan, penting rasanya untuk berfokus pada teknologi Cloud. Cloud adalah bagian dari strategi IT perusahaan yang sedang booming saat ini dan akan terus berlanjut di masa depan.

Solusi publik, pribadi, dan multi-cloud adalah langkah pengelolaan sumber daya, pemanfaatan, dan kepuasan pelanggan yang akan difokuskan seluruhnya di departemen IT perusahaan.

Untuk memanfaatkan kekuatan data secara penuh, penyimpanan juga harus bisa bekerja dengan cepat, sekaligus menjaga agar seluruh data bisa tersedia untuk beberapa aplikasi di seluruh departemen dan beberapa tempat penyimpanan; misalnya, Cloud storage.

3. Kompatibel dengan Berbagai Protokol Penyimpanan

menentukan object storage

(Source: Henrik5000 from Getty Images Signature)

Walaupun Object Storage bisa diaplikasikan dengan layanan streaming, aplikasi medis, hingga solusi backup, ternyata masih banyak aplikasi yang secara default mengakses dan mengelola data berbasis file dan belum siap untuk dipindahkan ke protokol Object Storage.

Maka dari itu, saat mengevaluasi opsi Object Storage, carilah layanan yang kompatibel dengan protokol seperti S3 API dan Cloud Data Management Interface (CDMI). Sehingga, Anda dapat mudah menyimpan dan mengakses data dengan berbagai aplikasi selama didukung aplikasi S3.

4. Tim Support yang siap sedia membantu kapanpun

(Source: MagoStar_Studio from Getty Images)

Terkadang, memang kendala sistem terjadi secara tiba-tiba, dan hal ini tidak bisa dengan mudah untuk dihindari. Begitu pula jika perusahaan sudah didukung dengan sebuah tim yang bertanggung jawab dalam mengelola infrastruktur IT-nya, pasti ada saja kendala dan kebingungan yang terjadi di tengah kebutuhannya. Apabila masalah tak kunjung terselesaikan, tentu hal ini akan berakibat fatal pada produktivitas perusahaan kedepannya.

Sebagai langkah awal untuk memastikan bahwa layanan yang Anda pilih akan berjalan sebagaimana mestinya, pastikan untuk mencari provider dengan layanan support yang siap sedia membantu Anda. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengelola infrastruktur layanan Object Storage sesuai kebutuhan. Dengan responsivitas yang terjamin, perusahaan Anda bisa tetap tenang dan aman mengelola layanan infrastrukturnya. 

5. Kompatibel Untuk Kebutuhan Backup Data Perusahaan

(Source: akuzone from Getty Images)

Sesuai dengan fleksibilitas Object Storage sebagai media penyimpanan, teknologi ini juga bisa digunakan untuk memenuhi strategi backup 3-2-1 bisnis. Bila Anda ingin menggunakan Object Storage untuk kebutuhan backup tersebut, Anda perlu memilih layanan yang kompatibel dengan kebutuhan maupun solusi backup seperti NAS dan aplikasi backup yang digunakan oleh bisnis. Dengan demikian, perusahaan Anda bisa mendapatkan ketenangan dan dengan mudah untuk membackup data kapan saja dan di mana saja.  

Kesimpulan

Itulah tadi beberapa faktor yang patut dipertimbangkan dalam menentukan object storage untuk bisnis Anda. Pilih object storage yang mana sudah terbukti keefektivannya saat ini dan akan berkembang dengan mudah sesuai kebutuhan bisnis Anda di masa mendatang.

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait solusi Object Storage, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Perlukah Cloud Backup Untuk Microsoft 365?

backup microsoft 365

Perlukah Cloud Backup Untuk Microsoft 365?

Kehadiran Microsoft 365 di masa pandemi seperti sekarang menjadi solusi bagi berbagai bisnis dalam bekerja. Dengan berbagai layanan kolaborasi online yang dihadirkan oleh Microsoft 365, perusahaan pun kini tetap dapat menjalankan produktivitasnya meski hanya bekerja dari rumah (Work From Home, WFH). Tak heran, karena layanannya yang telah membantu berbagai bisnis tersebut, Microsoft 365 kini memiliki lebih dari 50 juta pelanggan di seluruh dunia.

Namun demikian, membantu bisnis untuk menjaga produktivitas dan mengelola data bisnis saja tidaklah cukup, bila tidak diimbangi dengan strategi perlindungan data. Dengan strategi perlindungan data yang tepat, tentunya bisnis dapat melindungi data di Microsoft 365 dari ancaman kehilangan. Itulah mengapa, solusi pun tetap diperlukan walaupun Anda meyakini data bisnis tetap aman di Microsoft 365. Salah satunya seperti menggunakan solusi cloud backup.

Lalu, apa alasan bisnis memerlukan backup untuk Microsoft 365? Beberapa poin berikut mungkin bisa menguatkan Anda mengenai solusi cloud backup untuk Microsoft 365:

1. Microsoft tidak bertanggung jawab untuk backup data Anda

backup Microsoft 365

Pernah dengar tentang Microsoft Shared Responsibility Model? Jika ya, Anda pasti tahu betul bahwa Microsoft sebagai penyedia layanan bertanggung jawab untuk menjaga infrastruktur dan layanan Microsoft 365 agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, layanan ini hanya melakukan replikasi data (bukan membackup data), menjaga keamanan infrastruktur, serta kerahasiaan data sesuai dengan standar sertifikasi internasional.

Bila bisnis Anda menggunakan layanan Microsoft 365, tentunya Anda bertanggung jawab dalam mengakses dan mengontrol data seperti membackup data, menyimpan data, dan mengamankan data dari serangan ransomware. Maka dari itu, solusi backup sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, risiko dan ancaman kehilangan data bisa bisnis Anda minimalisir semaksimal mungkin.

2. Kehilangan data bisa menimbulkan kerugian besar

backup Microsoft 365

(Source: doglikehorse from Getty Images)

Ketika manajemen Anda masih mempertimbangkan solusi backup tanpa akhir keputusan yang jelas, Anda bisa mengingatkan bahwa menurut laporan Verizon, pelanggaran data “kecil” dapat menelan biaya hingga setengah juta dollar, sementara pelanggaran data yang cukup “besar” dapat mencapai $200 juta.

Tak hanya itu, downtime yang dialami oleh bisnis pun bahkan bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Menurut studi dari Information Technology Intelligence Consulting Research, biaya rata-rata downtime selama satu jam adalah $100.000. Itu pun dengan asumsi bahwa Anda bukanlah salah satu dari 33 persen responden survei yang mengalami downtime selama satu jam dan menghabiskan biaya dari satu hingga lima juta dollar.

Di luar kerugian materi, downtime dan pelanggaran data juga dapat berimbas kepada reputasi bisnis. Bisa dibayangkan bila bisnis mengalami kedua masalah tadi, reputasi yang buruk akan terjadi dan mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan. Itulah sebabnya, perlindungan data seperti backup sangat penting untuk bisnis Anda.

3. Regulasi penyimpanan data

backup Microsoft 365

(Source: relif from Getty Images Pro)

Menurut John Wiley & Sons, regulasi penyimpanan data akan memiliki perubahan peraturan yang berkelanjutan dan peningkatan peran terhadap kepatuhan bisnis dalam sepuluh tahun mendatang. Oleh sebab itu, Anda sebagai pemilik data bertanggung jawab untuk mengatur data perusahaan dan memastikan bisnis memenuhi persyaratan regulasi tersebut.

Menggunakan solusi backup data pihak ketiga bisa menjadi cara untuk mematuhi regulasi penyimpanan data. Dengan menjalankan solusi tersebut, bisnis tidak hanya memenuhi kebutuhan regulasi perusahaan, tetapi juga dapat menjaga dan melindungi datanya termasuk Microsoft 365.

4. Serangan Siber

(Source: Wpadington from Getty Images)

Serangan siber memang bukan hal asing lagi bagi bisnis saat ini. Seiring teknologi berkembang, ancaman siber seperti phishing, malware, hingga ransomware, kerap kali muncul dan menghantam bisnis dengan kerugian yang cukup besar. Bahkan, kehilangan data sering menjadi imbas yang cukup sering ditemui oleh bisnis yang mengalaminya.

Itulah mengapa, mempersiapkan solusi seperti cloud backup sangat penting untuk melindungi data bisnis Anda. Terlebih, poin pertama menjelaskan yang bahwa data seperti Microsoft 365 tidak memiliki sistem backup sendiri dari penyedia layanan. Sehingga, ini pun menjadi tanggung jawab Anda untuk menyediakan solusi backup tersebut.

Lalu, apa solusi yang tepat untuk backup data Microsoft 365?

Arupa Backup 365 solusi backup Microsoft 365 bisnis Anda

Arupa Backup 365 hadir menjadi solusi untuk kebutuhan backup Microsoft 365 bisnis Anda. Dengan memanfaatkan teknologi dari Veeam Backup Microsoft 365, Arupa Backup 365 mampu menghadirkan pengalaman backup yang lebih sederhana pada Microsoft 365. Tak hanya itu, berbagai keuntungan juga bisa Anda rasakan ketika menggunakan Arupa Backup 365 ini, seperti:

  • Jaminan SLA 99.9%.
  • Kemudahan tanpa batas.
  • Aman dan bersertifikasi.
  • Infrastruktur 100% lokal.

Mari perkuat strategi perlindungan data Microsoft 365 Anda dengan #SolusiYangPasti seperti Arupa Backup 365.

Untuk pertanyaan lebih lanjut terkait produk atau solusi cloud lainnya, Anda bisa menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Secure Your Business from Data Breach with ASM

data breach with ASM

Secure Your Business from Data Breach with ASM

In the digital era, business is forced to adopt digital solutions to stay competitive. Even these solutions give many benefits for the business, it can also expand their potential attack surface and expose them to increased levels of cyber risk for example data breaches.

To stay protected from a data breach, many enterprises are now adopting Attack Surface Management (ASM) that works to continuously assess their network potential threats. Then, how does ASM work? Find the answer on “Zettagrid e-Techday: How to Secure Your Business from Data Breach with Attack Surface Management”. Meet our experts Nicholas NG as Managing Director & Founder of Provintell and also Tedi Suryadi as Cloud Consultant of Zettagrid Indonesia.

Event Details

Day: Thursday, 23 September 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Link to register: bit.ly/zgpro
Live from Zoom Meeting

Register now and get a chance to win OVOand FREE e-certificate at the end of the event.

Keunggulan Object Storage Untuk Backup Data

object storage untuk backup

Keunggulan Object Storage Untuk Backup Data

Saat mengembangkan bisnis, sistem dan data memang menjadi aspek paling vital bagi perusahaan. Dengan memiliki keduanya, perusahaan dapat menentukan atau memutuskan arah bisnis yang sesuai untuk dikembangkan. Itulah sebabnya, memiliki infrastruktur penyimpanan data yang aman sangat kritikal bagi bisnis. Selain untuk menjaga sistem dan data bisnis tetap berjalan, infrastruktur tersebut juga berperan penting untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Namun, memiliki infrastruktur penyimpanan data saja tidaklah cukup bila tidak diimbangi oleh strategi perlindungan data. Tanpa strategi tersebut, ancaman kehilangan data seperti Human Error dan serangan siber pastinya akan membayangi bisnis Anda. Maka, untuk menjaga data Anda agar tetap aman, strategi perlindungan data pun perlu diciptakan oleh bisnis. Salah satunya dengan memanfaatkan Object Storage untuk membackup data.

Bila Anda pernah membaca artikel kami sebelumnya, Object Storage menjadi salah satu medium yang dapat memenuhi strategi perlindungan data bisnis Anda. Dengan mereplikasi data Anda dan menyimpannya di Data Center lain, bisnis tidak hanya dapat menyimpan data dan aset pentingnya secara aman, tetapi juga dapat lebih mudah mencadangkan data kapan saja secara otomatis.

Lalu, apa saja sih keunggulan Object Storage untuk backup data?

1. Lebih Efisien

object storage untuk backup

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Ketika mengelola data dalam jumlah besar menggunakan solusi backup lokal, pastinya pemeliharaan secara berkala diperlukan bagi infrastruktur IT Anda agar data dapat terintegrasi dengan baik. Namun, hal ini bukanlah pilihan yang tepat mengingat pemeliharaan infrastruktur hardware yang kompleks membutuhkan investasi serta waktu yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu, menggunakan Object Storage bisa menjadi solusi untuk pencadangan data Anda. Dengan menggunakan jasa penyedia layanan cloud, Anda tidak perlu lagi melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkala. Mengingat penyedia layanan cloud akan melakukan hal tersebut untuk Anda. Sehingga, hal tersebut akan jauh lebih efisien dari segi waktu, sumber daya, dan alokasi anggaran bisnis.

2. Kapasitas penyimpanan yang scalable

object storage untuk backup

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Beberapa solusi backup memang memiliki aplikasi pencadangan yang baik untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data secara cepat dan andal. Sayangnya, sebagian besar hardware yang digunakan lagi-lagi tidak dapat mengikuti pertumbuhan data yang kian meningkat. Sehingga, bisnis pun mengalami kompleksitas dan biaya tinggi untuk memenuhi kebutuhan kapasitas pencadangan tersebut.

Namun, jangan khawatir! Object Storage bisa menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut, mengingat teknologi ini didesain khusus untuk menyimpan dan mengelola data dengan kapasitas bilangan petabyte. Jadi, Anda tidak perlu cemas lagi ketika harus menskalakan kapasitas backup bisnis, sebab Object Storage dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan lebih cepat dan sederhana.

3. Backup data jauh lebih fleksibel

object storage untuk backup

(Source: D3Damon from Getty Images Signature)

Saat menggunakan solusi backup tradisional, mungkin Anda merasa kesulitan untuk mengatur jumlah data maupun waktu backup yang tepat. Namun, jika Anda memilih solusi Object Storage untuk membackup data, hal tersebut tentunya tidak lagi ditemui oleh perusahaan.

Sama seperti cloud backup lainnya, Object Storage dapat digunakan untuk backup data Anda kapanpun Anda inginkan. Jika Anda telah menjadwalkan solusi backup data secara harian atau mingguan maupun bulanan, Object Storage akan mereplikasi data Anda dengan lebih cepat dan mudah.

Sebagai penyedia layanan cloud Infrastructure as a Service (IaaS), Zettagrid Indonesia turut menghadirkan solusi backup untuk kebutuhan bisnis Anda, Arupa Object Storage. Dirancang khusus dengan sistem yang High Availability, kapasitas penyimpanan hingga bilangan petabyte, dan kompatibel untuk solusi backup data seperti NAS atau lainnya, Arupa Object Storage siap membantu Anda untuk memenuhi strategi perlindungan data kapanpun dan di manapun.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

How to Develop Application on Cloud?

application on cloud

How to Develop Application on Cloud?

The massive adoption of Cloud Computing across businesses has proven us how beneficial this technology for industry is. By reducing capital investment in infrastructure and maintenance and ensure the availability of resources, the cloud is often the solution for business needs. Thus, it’s no longer strange to see enterprises more inclined towards cloud-based technology and rapidly hosting their system on cloud. Especially, when it comes to business application development.

However, developing business application on cloud is not as simple as you think. Instead, it has technical complexity and is challenging. The several challenges that need to be addressed by business, are:

  • Scalability: As you see the scalability of the product you deployed depends on the quality of the server. If you want the development on cloud to go smooth, then you will need excellent scalability opportunities to enable more users to manage it regularly. Thus, business will enjoy the higher profit of it.
  • Security: As it is stated before, developing application on cloud is not as simple as you think. Business also requires to watch their cloud security from the provider to avoid data breaches. To guarantee your companies utmost data privacy, business should use data encryption, ensure the cloud has SSL, and determine the provider with the trusted data regulation and compliance.

If business succeeds in obtaining those obstacles, then the development on cloud might go well for business. Therefore, this article provides three requirements that business need to prepare to obtain the challenge of developing application on cloud. Read them below here:

1. Development requirements

application on cloud

(Source: najkhetsamtip)

Before developing the application on cloud, you need to determine how its environment will work on cloud. If the dynamic scalability was the main reason for looking to the cloud, then its application should be engineered to take advantage of a parallel architecture.

Meanwhile, if it is designed with multi-threaded code that allows processing to be split into small chunks, it’s well suited for use within the cloud. On the other side, if an application is designed around single monolithic thread processing, it will be difficult to take advantage of the cloud’s distributed nature.

2. Application License

application on cloud

(Source: luis gomes from Pexels)

Most applications are made up of many different components that have some type of licensing agreement associated with them. If you want to develop it on cloud, you need to review each of those agreements to determine how that license will be affected by cloud deployment.

On the other hand, if your application uses a component that is licensed by CPU and you want to deploy it on cloud designed to launch new instances with more resources, you could easily exceed your CPU license limit. Therefore you need to review how your licenses affect the ability to scale by cloud.

3. Data Security

application on cloud

(Source: anyaberkut from Getty Images Pro)

As stated before, developing application on cloud also requires security to avoid any threats or data breaches. Therefore, these critical security components are important to prepare:

  • In developing application on cloud, its data must be protected. Therefore, the application must provide a mechanism to protect the data stored in cloud. Encrypting data can be the solution for this, so it will prevent data breaches.
  • According to TechTarget.com, server-to-server communications are typically forgotten because they only happen within the data center. You will require to ensure the security of each server or cloud instances communication, in addition to the client to server communications.
  • Whether you only need cloud for application development, data protection is needed either at application or the transmission level. Therefore, business need to determine if the SSL has included with the Secure Socket Layer (SSL) or Transport Layer Security (TLS) protocols.

Any application can be deployed on cloud. However, those elements above are also needed to succeed the development. Especially, for Human Resources Information System (HRIS). Therefore, to help you maximize the simple and secure development of application on cloud like HRIS cloud, you can join us on “Zettagrid e-TechDay: Simplify and Secure Your HR Management with HRIS Cloud”, on Tuesday, 31 August 2021.

If you have further question related to cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

Mengapa Virtual Data Center Menguntungkan Bisnis?

data center bisnis

Mengapa Virtual Data Center Menguntungkan Bisnis?

Di era modern ini, virtualisasi dan agilitas menjadi indikator utama dalam memajukan bisnis. Dengan memanfaatkan keduanya, bisnis tidak hanya mampu berkompetisi secara digital, tapi kelangsungannya pun dapat berkembang secara optimal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, solusi teknologi pun kian diminati oleh berbagai organisasi. Selain karena memanfaatkan virtualisasi, hal tersebut juga turut mempengaruhi agilitas bisnis.

Salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh bisnis adalah Virtual Data Center. Pada artikel sebelumnya, Virtual Data Center disebut juga sebagai kumpulan dari kapasitas cloud (vCPU, RAM, HDD, dan satu atau lebih IP Public). Dengan kumpulan kapasitas tersebut, Anda dapat membuat virtual mesin dengan konfigurasi yang dibutuhkan dari template public catalog OS yang sudah terpasang atau menginstal OS dari image ISO Anda sendiri.

Selain itu, kapasitas Virtual Data Center (lokal network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet, dan lainnya) serta pengelompokkan virtual mesin ke dalam cluster (vApp) juga dapat disesuaikan tergantung fungsi dan kebutuhan aplikasi bisnis. Dengan demikian, ini akan mendukung virtualisasi dan agilitas bisnis dalam mengembangkan produk, sistem, maupun menyimpan datanya.

Lalu, apa saja yang bisa bisnis rasakan dari Virtual Data Center?

Manfaat Virtual Data Center Bagi Bisnis

1. Manajamen biaya yang mudah dikelola

data center bisnis

(Source: zolak from Getty Images)

Secara umum, membangun data center on-premise memerlukan investasi keuangan yang besar dan berkelanjutan dalam membangun dan memelihara fasilitas, melatih karyawan, akuisisi hardware, dan biaya overhead. Namun hal tersebut tidak berlaku apabila bisnis memanfaatkan Virtual Data Center. Sebab komponen cloud-nya dipelihara dan dioperasikan oleh Penyedia Layanan Cloud, sehingga anggaran IT dapat dikelola secara efektif.

Tak hanya itu, layanan Virtual Data Center juga menyediakan sistem pay-as-you-go atau bayar sesuai penggunaan. Dengan model pembayaran ini, Anda dapat memprediksi pengeluaran operasional Anda dengan lebih akurat dan efektif.

2. Meningkatkan skalabilitas dengan cepat dan mudah

data center bisnis

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Saat melakukan pemeliharaan maupun peningkatan kapasitas data center on-premise, penyediaan server baru bisa memakan waktu mulai dari mingguan, hingga bulanan. Bahkan, menginstall Operating System (OS) dan server atau hardware pun memakan waktu hingga berjam-jam. Akibatnya, operasional pun membutuhkan waktu yang panjang agar bisnis bisa mengoperasikan sistem dan datanya secara optimal.

Dengan Virtual Data Center, Anda lagi-lagi tidak perlu melalui proses yang panjang tersebut. Dengan memvirtualisasikan data center bisnis, Anda dapat menyiapkan server bisnis dengan cepat sesuai template yang telah dikonfigurasikan sebelumnya. Tak hanya itu, penambahan kapasitasnya pun tidak lagi memerlukan pembelian hardware. Dengan demikian, bisnis pun dapat lebih efisien dan efektif untuk menambah kapasitas IT sesuai kebutuhannya.

3. Mempersiapkan bisnis dari risiko downtime

data center bisnis

(Source: AnnuchaCheechang from Getty Images)

Saat menggunakan data center on-premise, berbagai kendala yang mengganggu operasional sistem tentu berisiko menyebabkan bisnis mengalami downtime. Tak heran, banyak organisasi yang memanfaatkan data center on-premise, juga menggunakan daya listrik tambahan untuk memitigasi terjadinya downtime pada infrastruktur tersebut. Meski demikian, memanfaatkan daya listrik tambahan juga membutuhkan manajemen dan anggaran IT yang tak sedikit. Terlebih bila downtime yang dialami selalu rutin terjadi, anggaran pun pastinya akan membengkak seiring waktu.

Menggunakan Virtual Data Center yang High Availability bisa menjadi solusi untuk memitigasi bisnis dari risiko downtime. Dengan mengalihkan traffic pada server yang terkendala ke server lainnya, organisasi tidak perlu khawatir akan terhentinya operasional dan layanan bisnis. Dengan demikian produktivitas bisnis dan kepercayaan pelanggan dapat tetap terjaga.

4. Meningkatkan ketersediaan akses data

data center bisnis

(Source: ktsimage from Getty Images)

Pada dasarnya, Virtual Data Center yang High Availability dibangun pada suatu infrastruktur yang menjamin ketersediaan listriknya, pendingin ruangan, serta perangkat keras seperti storage, server, dan jaringan yang redundant. Beberapa hal tersebut diperlukan agar sistem cloud dapat bekerja secara optimal selama 24/7. Dengan demikian, ketersediaan akses ke sistem dan data bisnis pun dapat dimiliki oleh bisnis secara fleksibel.

Zettagrid Indonesia berkomitmen untuk menyederhanakan dunia IT yang kompleks dengan platform otomatis. Oleh karena itu, kami membangun lingkungan manajemen yang efisien dengan Virtual data Center VMware’s vCloud, di mana memungkinkan Anda mendapat solusi cloud yang aman dan scalable hingga kapasitas berapapun.

Cari tahu informasi Virtual Data Center lebih lanjut di sini.

Bila Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi tentang solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id