Posts

Why Cloud Computing is Vital for Firms in Enabling WFH

Why Cloud Computing is Vital for Firms in Enabling WFH

Why Cloud Computing

Why Cloud Computing

 

Why cloud computing is vital for companies? Cloud is the on-demand availability of computer system resources, data storage, and computing power that is based on the internet. It enables the company to access software on the internet as a service at any time and from anywhere. Due to the work-from-home system that is implemented by the government, many companies have to settle for the new adjustments which require some modifications. Although working remotely may rise many challenges, by using cloud you can have access to your data from anywhere and optimize your business from home.

Many companies spend large amounts of money on developing their software system, but by using the cloud, it takes less time and cost to make it happens. To delve more about cloud computing, CoHive held an insightful discussion through CoLearn Online, titled “Facing Pandemic: Optimizing IT Operations in Uncertain Times.” Inviting Dolly Indra as the General Managers of Zettagrid Indonesia, the dialogue moderated by Indah Rahdiani (Event Management Senior Associate CoHive).

  1. Transparency cost

Investing and establishing software is very expensive. According to Dolly, transparency cost often failed to happen when it comes to technology and information investments, especially on-premise software (software that is installed and run conventionally on a company’s computer in a particular location). However, it does not occur in cloud computing because the costs required are not in the form of license fees, but subscription fees. Besides, the existence of a cloud computing system allows companies to reduce the cost needed for the computer infrastructure

2. Flexibility

One of the significant benefits of cloud computing is flexibility. This service includes the period of subscription, the size of data storage, and the kind of application needed. It also gives the companies and their employees the mobility to work from any location. The file-sharing features on the cloud also allow them to develop and send the data faster and easier. For this matter, Dolly explained that cloud computing with on-premise software is superior from various sides. One of them is the unnecessary process of device shipment because everything can be done via the internet.

3. Good security system

According to Dolly, before choosing the cloud provider, the customers need to conduct thorough research regarding the security system. This research is essential to do as the customer has the right to make policy requests about the security system. Also, it’s necessary to know that storing the data on the cloud is safer than do it on physical servers. However, by storing the data on the cloud, the customers allowed to delete or move any confidential information remotely.

Moreover, Dolly gave an example from his clients at Zettagrid. Due to WFH, it has become an issue to access some confidential data of the company; however since they use cloud computing, it’s no longer a problem. To tackle this issue, this company then applied one of the services offered by cloud computing, the “disaster recovery protection”. This protection service allows customers to access the information even during an unexpected situation. This service has allowed the company to run their business even during the global pandemic.

Working from home has become a trend, but it has to be supported by the right technology. Therefore, cloud computing is here to become the solution to many companies that are still hanging upon the hardware system. By using the cloud, the deployment of software activation process will be faster, it will be easier to get additional revenue as the investment cost is rather low, and there’s a low level of risk. Furthermore, this is the right time to think ahead and choose the right technology for your company.

Source: CoHive

5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up

Kegagalan Start Up

5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up

Kemajuan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bisnis rintisan atau biasa disebut dengan startup. Menurut data dari Bappenas dan Bekraf, Indonesia memiliki 992 startup sejak 2018 lalu. Hal ini terjadi tentu bukan tanpa alasan, melainkan karena teknologi digital yang telah mendukung tatanan bisnis sampai saat ini. Namun, tahukah Anda? Mendirikan startup tidak cukup membawa kesuksesan. Beberapa hal juga perlu diperhatikan demi meraih keberhasilan usaha yang sedang dirintis. Salah satunya ialah penyebab startup gagal.

Berbeda dengan kesuksesan, gagalnya startup bisa dikatakan sebagai topik yang jarang diperbincangkan. Jika kesuksesan startup dapat mendominasi kabar terkini, maka kegagalan start-up akan lebih mudah tenggelam. Padahal, sebenarnya kegagalan tersebut bisa menjadi dasar bagi para pengusaha untuk menghindari jatuhnya bisnis.

CB Insights telah menganalisa berbagai kegagalan berdasarkan pernyataan post-mortem startup yang gulung tikar. Dalam laporannya, beberapa alasan sering ditemui oleh para analis ketika fenomena berulang terjadi. Berikut 5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up berdasarkan laporan CB Insights:

  1. Masalah Harga

Mematok harga yang tepat untuk sebuah produk menjadi hal yang paling penting dilakukan oleh startup. Namun, hal ini juga tidak bisa dilakukan dengan mudah mengingat sebanyak 18% startup masih gagal dalam menentukan harga.

Salah satu penyebab startup gagal ini bisa diakibatkan oleh dua hal. Pertama, harga tinggi membuat pelanggan yang tertarik dengan startup lebih sedikit. Kedua, harga rendah yang diberikan kepada pelanggan tidak akan cukup menutup biaya operasional startup. Sehingga, keduanya akan menyebabkan kerugian jika tidak diatasi dengan cepat.

  1. Sulit berkompetisi

Meski usaha Anda memiliki produk dan inovasi untuk audiens, kompetitor akan datang dari manapun dengan produk, layanan, dan harga yang tak kalah menarik. Untuk itu, kesuksesan startup juga bergantung kepada bagaimana tim mampu menganalisa kompetitor lainnya. Namun pada kenyataannya, sebanyak 19% startup masih ditemukan gagal karena mengabaikan kompetitor. Terutama di pasar yang penuh persaingan, startup akan mudah kalah bersaing dari startup lain yang memiliki dana lebih besar.

  1. Tidak Menyusun tim yang tepat

Permasalahan yang juga sering ditemukan dalam kegagalan startup ialah ditemukannya tim yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Menurut data CB Insights, 23% startup mengalami kesulitan dalam mempertahankan bisnisnya akibat tim yang tidak tepat. Salah satu contoh yang dapat ditemukan adalah kasus Zirtual.

Setelah memberhentikan paksa 400 karyawannya dalam semalam, Zirtual menyadari bahwa kegagalan usahanya bukan hanya disebabkan kesalahan keuangan. Startup tersebut mengakui bahwa memperkerjakan orang yang tidak memiliki pengalaman mumpuni pun dapat berakibat fatal terhadap perhitungan keuangan usahanya.

  1. Kehabisan dana

Sebanyak 29% kasus startup gagal disebabkan habisnya dana yang dikelola. Ini bisa terjadi akibat tata kelola uang yang buruk maupun strategi bakar uang yang membahayakan perusahaan.

Untuk itu, pastikan dana maupun investasi yang dimiliki dapat dialokasikan dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat manajemen keuangan juga akan menentukan keberhasilan startup. Selain itu, melakukan investasi teknologi yang efisien demi menunjang operasional juga perlu dilakukan. Sehingga, dana yang keluar dapat diminimalisir dan tidak menghasilkan kegagalan.

Salah satu solusi untuk meminimalisir dana yang dikeluarkan adalah menggunakan teknologi cloud computing. Misalnya dengan menggunakan Cloud Infrastructure, anda tidak perlu lagi memikirkan biaya investasi awal dan operasional yang sangat besar karena hal tersebut sudah di lakukan oleh clud provider, salah satunya cloud provider di Indonesia yaitu, Zettagrid.

  1. Tidak ada kebutuhan pasar

Jika Anda berniat untuk membuka usaha, pastikan bisnis yang dijalankan mampu menemui kebutuhan target pasar. Hal ini dikarenakan kebutuhan target pasar akan mendukung keberlangsungan bisnis dalam jangka Panjang.

CB Insights mengemukakan bahwa setidaknya terdapat 42% kasus startup gagal disebabkan oleh tidak adanya kebutuhan pasar. Meskipun didukung dengan reputasi startup yang baik, data konsumsi audiens, keahlian kerja yang baik, hingga advisors yang mumpuni, usaha yang dijalankan belum tentu dapat memecahkan masalah pasar. Sehingga, hal paling penting yang dapat mempertahankan bisnis startup ialah produk yang tepat, teknologi, maupun model bisnis sesuai kebutuhan audiens.

Zettagrid Indonesia berkomitmen untuk membantu Anda membangun bisnis di era transformasi digital melalui layanan cloud computing. Tidak hanya menyederhanakan pengalaman cloud Anda, Zettagrid Indonesia juga membantu mengurangi biaya IT perusahaan untuk menghindari bill shock. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat meghubungi kami di sini atau melalui email kami di sales@zettagrid.id