Pos

Simplify and Secure Your HR Management with HRIS Cloud

HR management

Simplify and Secure Your HR Management with HRIS Cloud

Adopting work from home model is one of the efforts for enterprises to survive during the pandemic or even for the long term. This situation forces enterprises to utilize digital technology, such as the HRIS cloud platform to optimize business management. By using HRIS cloud solution, you could elevate your HR performance and success in the organization also increases your business efficiency by cutting the operational cost.

In partnership with PT. System Design Center (Xpresso HRIS), join us to get more insight about HRIS Cloud on “Zettagrid e-TechDay: Simplify and Secure Your HR Management with HRIS Cloud”. Meet our guest speaker Hendri Janto as Director and Founder of PT. System Design Center and hear their customer experience from Agus Raya as Manager IT Service Operation RS Pondok Indah and Ricky Salim as Staff Fungsional lV IIIA-F HRIS RS Hermina Group.

Event Details

Day: Tuesday, 31 August 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Link to register: bit.ly/etechdaysdc
Live from Zoom Meeting

Register now and get chance to win shopping voucher and FREE e-certificate at the end of the event.

Bagaimana Meminimalisir Risiko Kehilangan Data Perusahaan?

meminimalisir kehilangan data

Bagaimana Meminimalisir Risiko Kehilangan Data Perusahaan?

Dalam mengembangkan bisnis, ketersediaan data sangat penting bagi perusahaan. Tanpa adanya ketersediaan data, layanan operasional, pengembangan produk, hingga inovasi bisnis tentunya tidak bisa dijalankan secara efektif. Itulah mengapa, banyak bisnis menjadikan data sebagai indikator utama dalam memberlangsungkan perusahaannya.

Namun seiring era digital berkembang, inovasi bukan lagi satu-satunya yang ditemui oleh perusahaan. Beragam ancaman pun kini banyak ditemukan dan menghantui perusahaan seiring bisnis bertransformasi secara digital. Bahkan, ancaman era digital seperti serangan ransomware, hacker, dan overwritten data, bisa mengakibatkan kehilangan data perusahaan hingga menyebabkan kerugian materi. Oleh sebab itu, perlindungan data menjadi hal yang penting untuk dipenuhi agar risiko ancaman kehilangan data perusahaan bisa diminimalisir.

Lalu, bagaimana caranya agar perusahaan dapat memenuhi hal tersebut?

Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai cara untuk meminimalisir risiko kehilangan data perusahaan. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Mengontrol Siapa yang Dapat Mengakses Data Tertentu

meminimalisir kehilangan data

(Source: cyano66 from Getty Images Pro)

Ada data yang bersifat publik dan rahasia, tergantung pada tingkat prioritas data. Untuk melindungi data bisnis dari pihak eksternal, maka lakukan pemberian akses kepada orang yang bertanggung jawab terhadap data terkait.

Misalnya, dalam sebuah perusahaan, pastinya ada banyak divisi dengan masing-masing peran dan fungsinya. Berbagai divisi tersebut tentu juga memiliki data yang harus dikelola sesuai tugas dan tanggung jawab tim. Untuk menghindari terjadinya kebocoran data, manajemen bisa memberikan akses data kepada divisi yang bersangkutan. Sehingga, hal ini akan meminimalisir terjadinya kebocoran data, baik dari pihak eksternal divisi maupun perusahaan.

2. Manfaatkan Fitur Disaster Recovery

meminimalisir kehilangan data

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Serangan siber tentu tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Bisa saja ketika bisnis tengah fokus berkembang, serangan siber mendadak menyerang tanpa ada peringatan apapun. Akibatnya, tidak hanya kehilangan data saja yang bisa terjadi kepada perusahaan. Tetapi, sistem down akibat kerusakan hardware atau infeksi serangan siber, juga bisa dialami jika perusahaan tidak siap menghadapinya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Memanfaatkan Disaster Recovery bisa membantu bisnis menghadapi risiko tersebut. Dengan memiliki solusi off-premise yang dapat memulihkan data serta sistem perusahaan, Anda tidak perlu lagi cemas akan risiko yang bisa dialami ketika serangan siber menyerang.

3. Melakukan Backup Secara Berkala

meminimalisir kehilangan data

(Source: CarmenMurillo from Getty Images)

Memanfaatkan solusi backup juga bisa menjadi pilihan untuk meminimalisir risiko kehilangan data. Namun, perlu diketahui bahwa melakukan backup tidak cukup hanya sekali, mengingat data diproduksi perusahaan setiap waktunya. Oleh karena itu, melakukan backup secara berkala sangat penting untuk dilakukan, sehingga data terbaru yang diproduksi maupun masuk ke sistem perusahaan bisa dicadangkan secepat mungkin.

Lalu, bagaimana caranya untuk membackup data perusahaan secara berkala?

Saat menggunakan solusi cloud backup, Anda pasti tahu bahwa cloud menyediakan penjadwalan backup untuk data organisasi. Dengan menentukan jadwal backup berupa harian, mingguan, atau bulanan, solusi cloud backup siap mencadangkan data secara otomatis sesuai kebutuhan perusahaan.

Adakah solusi untuk meminimalisir ancaman kehilangan data?

1. Mengimplementasikan Veeam Replication

Seperti yang disebutkan di awal, menggunakan Disaster Recovery bisa menjadi cara yang baik untuk meminimalisir ancaman kehilangan data. Dengan memiliki solusi satu ini, perusahaan tidak hanya dapat memulihkan datanya, tetapi sistem pun juga bisa dipulihkan apabila terjadi failure pada infrastruktur perusahaan akibat bencana maupun serangan siber.

Veeam Replication bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah tersebut. Dengan mereplikasi sistem dan data di luar lokasi atau off-premise, Anda dapat meminimalisir risiko dan ancaman gangguan failure. Tak hanya itu, Veeam Replication juga memiliki sejumlah recovery point yang berfungsi sebagai titik pemulihan untuk failover. Sehingga, ini akan memudahkan Anda untuk memulihkan Virtual Machine (VM) perusahaan.

2. Memanfaatkan Veeam Backup

Solusi cloud backup seperti Veeam Backup juga bisa menjadi pilihan bagi bisnis untuk menyelamatkan data-datanya. Dengan mereplikasi data-data penting ke solusi off-premise seperti Veeam, Anda tidak perlu lagi khawatir akan risiko kehilangan data.

Selain itu, Veeam Backup juga memudahkan Anda untuk melakukan backup secara berkala. Dengan menyediakan jadwal backup otomatis, kini Anda dapat menentukan waktu backup untuk data perusahaan, baik secara harian, mingguan, atau bulanan. Namun, perlu diketahui untuk penjadwalan ini Anda perlu mengkonfigurasikan waktu backup yang perusahaan butuhkan terlebih dahulu. Sehingga, ini akan memudahkan backup secara berkala kedepannya.

3. Menggunakan Arupa Object Storage

Tahukah Anda? Selain cloud backup dan Disaster Recovery, ternyata Object Storage juga bisa dijadikan solusi untuk meminimalisir risiko kehilangan data. Dengan menyediakan solusi off-premise yang fleksibel, Anda dapat mencadangkan data Anda dengan mudah secara otomatis.

Arupa Object Storage merupakan salah satu contoh solusi ini. Dengan kapasitas hingga bilangan petabyte, Arupa Object Storage menyediakan tempat yang lebih fleksibel dan reliabel untuk penyimpanan data hingga NAS atau solusi backup lainnya. Sehingga, Anda tidak perlu lagi memerlukan maintenance ketika kapasitas penyimpanan ini meningkat. Sebab, Anda hanya cukup menscale up penyimpanan Anda sesuai kebutuhan dan dengan harga yang terjangkau.

Itulah beberapa solusi yang bisa Anda gunakan untuk meminimalisir risiko kehilangan data. Bila Anda punya pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud kami, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

adopting hybrid cloud

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

Adopting Hybrid Cloud approach is becoming more and more common in a business sector. According to a survey of IBM Institute For Business Value (IBV), Hybrid Cloud will grow to 47% in three years ahead and the average organization will implement around six hybrid clouds. With such of number, it is not a surprise anymore to see how large this technology could dominant enterprise solutions.

However, adopting Hybrid Cloud approach certainly is not just by snapping-fingers only. A plan and strategy are also needed for a successful deployment. Therefore, before business takes a step further about it, the organization needs to explore more for adopting Hybrid Cloud approach. Then, where to begin?

In Zettagrid e-Techday: Evolving Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business that was held on 12 August 2021, Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia had explained some strategies that business needs to take on Hybrid Cloud adoption. Curious to know how is it? Here’s the recap:

1. Determine the application that wants to be deployed on Hybrid Cloud

adopting hybrid cloud

(Source: ra2studio from Getty Images Pro)

Basically, any applications can be deployed on Hybrid Cloud. Depends on the organization’s policy and needs. So, if the organization wants its workload management to be deployed on cloud, then the provider will help and provide its cloud solution.

However, it is important to remember that business needs to determine what application that wants to be running on cloud and handled on the local premise. By separating workloads in two locations, the organization could achieve its IT business and cloud operation efficiency.

2. Begins with the better infrastructure

adopting hybrid cloud

(Source: Jens Domschky from Getty Images)

After the organization determines what applications that want to be deployed on cloud, next it’s time to look for the right infrastructure such as software, hardware, services, and cloud spaces. But, why does business need these infrastructures for adopting Hybrid Cloud approach?

These infrastructures enable business to secure consistent operations for business workloads across private and public cloud. Not only that, the right infrastructures will also deliver a complete solution for business Hybrid Cloud. Therefore, it is important for the organization to do this before adopting Hybrid Cloud approach.

3. Look out for the data security

adopting hybrid cloud

(Source: anyaberkut from Getty Images Pro)

In looking for Hybrid Cloud Providers, data security and compliance are often to be the main things that need to be concerned about. With the right data security and compliance, the cloud service provider can guarantee how secure your company and business data will be on cloud.

In Zettagrid, we have data security and compliance such as PCI DSS certified and three-level of access (MyAccount portal access, vCloud Director access, and VM access). Not only that, but Zettagrid is also certified by ISO27001:2013 to secure your company data. Thus, you don’t have to worry more, because your data will be safe with our layered security system.

 

Those are the recap on adopting Hybrid Cloud approach. If you want to know or see the session further, you can watch it on our Youtube Channel here. And if you have any questions related to Hybrid Cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

4 Reasons Why Many Businesses Adopt Hybrid Cloud

why hybrid cloud

4 Reasons Why Many Business Adopt Hybrid Cloud

Since the digital era began, many companies are relying on technology to automate their business. Ranging from scaling up IT capacity, collaborative work, data-sharing, and data storage, technology had helped business more efficient on their utility. No wonder many businesses now are on the race to digitally transform using technology. One of those such as Hybrid Cloud solutions.

As more organizations look to the public cloud to increase their data management capacity, hybrid cloud has often to be the solution of choice. With its agility and scalability, Hybrid Cloud offers enterprise efficient and flexible workloads. Therefore, it is not a surprise anymore to see this technology enables organizations to remain competitive while staying on budget.

Not only that, but this technology also brings a couple of things that can be another reasons for business to adopt. What are those? Read them below here:

1. The Hybrid Cloud Offers More Deployment For Business Needs

why hybrid cloud

(Source: NicoElNino from Getty Images Pro)

In maintaining IT environment, business storage certainly has its nuances. To operate better, business needs the operational flexibility to address them. But, no worries! Hybrid Cloud adoption can help business through the needs with more deployment options than other storage models.

As the comparison, for the on-premise component, business can only choose the options that range from zero-up-front cost software running on the business servers, to multi-petabyte turnkey system. Meanwhile, for the cloud component, a range of offerings could be long-term or short-term storage needs. Therefore, cloud storage enables business to mix and match the optimal solution. Whether it is for the rapid data access on-premises or long-term archival storage, these needs can be done by a common set of storage techniques and tools.

2. Hybrid Cloud offers better data protection strategy

why hybrid cloud

(Source: anyaberkut from Getty Images Pro)

Realize it or not, data protection is fundamental to every business storage. With the large data, applications, and systems it contained, business have to protect its storage so it could get off of the threats of data loss. Hybrid cloud storage model offers business of all sizes incredible data protection options, such as backup deployment.

With a hybrid configuration, you can backup data to object storage on premises, then automatically tier data to the cloud for long-term archive.

In this way, business could have two optimal results: business have a copy of data on-site for rapid recovery and a low-cost, long-term archive offsite copy for disaster recovery.

3. Help business meet data governance rules

why hybrid cloud

(Source: ipopba from Getty Images Pro)

Have you heard, external and internal data governance rules play a big part in data storage planning? According to Cloudian, business internal policy and external regulation required financial data and customer records management that subject to security, governance, and compliance rules.

Luckily, Hybrid Cloud is here for us. With its model, business can more easily accommodate the changing needs. Not only that, but this technology can also set policies to ensure compliance tailoring migration and data protection rules to specific data types.

4. It delivers operational efficiency

 

(Source: designer491 from Getty Images)

Hybrid storage is one of the most scalable storage model for business needs. It combines local storage with cloud storage that is limitlessly scalable, for all practical purposes. Not only that, but its single-pool storage model reduces data silos, and simplifies management with a single namespace and a single view. Therefore, it is not surprising to see how hybrid can deliver business operational efficiency.

Those are four reasons why hybrid cloud adoption is implemented by many companies. But, how to adopt this solution for business?

Find out more of these tips on Zettagrid e-Techday: Evolving to Hybrid Cloud Infrastructure for your Digital Business. Meet our expert Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia and Andri Junardi Ahmad as Advisory Systems Engineer South East Asia CI/HCI Presales Specialist, Dell Technologies, to learn about Hybrid Cloud adoption for your business needs.

Don’t miss this chance, register now here and win OVO for the first 50 registrants.

 

Evolving to Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business

evolving hybridEvolving to Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business

The race to digitally transform is underway and hybrid cloud solutions are a key enabler bringing digital innovation within reach of companies of all sizes and industries. With its agility and scalability, hybrid cloud offers to accommodate enterprises’ complex and varying workloads. Hybrid cloud approach also can significantly reduce capital expenditure and enable organizations to remain competitive while staying on budget.

How do you adopt a hybrid cloud approach for your business? Find the answer on “Zettagrid e-TechDay: Evolving to Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business”. Collaborate with Dell Technologies, meet and learn directly from our expert Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia and Andri Junardi Ahmad as Advisory Systems Engineer South East Asia CI/HCI Presales Specialist, Dell Technologies.

Event Details

Day: 12 August 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Link to register: bit.ly/zgdell1
Live from Zoom Meeting

Agenda:

  • The Fastest Path to Hybrid Cloud for your Digital Business – Andri Junardi Ahmad as Advisory Systems Engineer South East Asia CI/HCI Presales Specialist, Dell Technologies.
  • Evolving to Hybrid Cloud For Your Digital Business – Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia.

Register now! FREE e-certificate and win OVO for the first 50 valid register.

3 Kiat Melindungi Data Bisnis dari Risiko Bencana

melindungi data bisnis

3 Kiat Melindungi Data Bisnis dari Risiko Bencana

Mungkin pepatah “Sedia payung sebelum hujan” sudah banyak Anda dengar di mana-mana. Baik untuk mempersiapkan kebutuhan maupun kegiatan sehari-hari, pepatah tersebut sering disematkan agar kita lebih bersiap menghadapi risiko kedepannya. Begitu pula ketika Anda membangun bisnis, pepatah ini bisa jadi acuan agar bisnis bersiap menghadapi ancaman yang potensial, termasuk salah satunya bencana.

Baru-baru ini, kebakaran telah terjadi di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dilansir dari kompas.com, kebakaran bermula ketika kantor BPOM sedang ada perbaikan panel listrik di lorong F timur dan F barat. Meskipun kebakaran terjadi karena arus aliran pendek, namun CNN menyebut satu ruangan yang memuat arsip dan standardisasi napza rusak oleh kobaran api. Akibatnya, BPOM pun mengalami kerugian hingga Rp. 600 juta.

Kasus di atas mungkin bisa menjadi gambaran bagi organisasi untuk menghadapi bencana. Dengan mempersiapkan strategi keamanan data dan pemulihan bencana yang baik, bisnis bisa meminimalisir risiko atau kerugian yang mungkin terjadi.

Artikel ini akan memberikan Anda tips mempersiapkan pemulihan bencana yang baik untuk sistem IT bisnis. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Menjaga tata kelola yang baik sesuai anjuran pemerintah

melindungi data bisnis

(Source: cyano66 from Getty Images Pro)

Tips pertama untuk melindungi data bisnis dari potensi bencana adalah dengan menjaga tata kelola yang baik sesuai anjuran pemerintah. Ini berarti organisasi dapat menyesuaikan regulasi infrastruktur IT-nya sesuai peraturan pemerintah yang ada.

Bila menyangkut tentang perlindungan data dari bencana, bisnis bisa melihat ketentuan hukum Indonesia PP Nomor 71 tahun 2019, yang mewajibkan organisasi memiliki Disaster Recovery Center di Indonesia. Dengan mengimplementasikan peraturan tersebut, organisasi memiliki komitmen atas tata kelola yang baik atau good governance.

2. Persiapkan solusi Disaster Recovery

melindungi data bisnis

(Source: Umnat Seebuaphans)

Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Bisa jadi ketika bisnis sedang berkembang pesat, bencana datang dan mengganggu sistem IT dan menyebabkan downtime hingga hilangnya data. Oleh sebab itu, solusi pun diperlukan agar bisnis bisa mempersiapkan risiko bencana yang mungkin terjadi.

Memiliki solusi Disaster Recovery berbasis cloud bisa menjadi pilihan untuk melindungi sistem IT dan data bisnis Anda. Kemampuannya yang bisa meningkatkan penyimpanan sistem dan data, memudahkan bisnis untuk memiliki akses terhadap sistem dan datanya ketika bencana terjadi. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu lagi khawatir ketika potensi dan risiko bencana melanda bisnis Anda.

3. Persiapkan strategi untuk hadapi potensi downtime ketika bencana terjadi

melindungi data bisnis

(Source: ilkercelik from Getty Images Pro)

Ketika bencana terjadi dan menghambat sistem IT, ini bisa menimbulkan downtime untuk organisasi. Akibatnya, tidak hanya sistem IT yang akan terkendala, tapi layanan dan operasional bisnis pun bisa terhenti karena bencana. Apabila bisnis tidak mampu mengatasi kendala downtime, tentu ini bisa mengakibatkan kerugian secara finansial.

Itulah mengapa, solusi Disaster Recovery sangat penting untuk dimiliki bisnis. Selain mempersiapkan bisnis dari potensi bencana, Disaster Recovery juga memudahkan bisnis untuk memiliki ketersediaan akses ke sistem dan datanya. Sehingga ketika bisnis dihadapkan oleh potensi downtime akibat bencana maupun hardware failure, Disaster Recovery bisa memulihkan Virtual Machine (VM) sesuai dengan skenario failover bisnis. Dengan demikian, bisnis bisa meminimalisir risiko dan kerugian yang mungkin terjadi.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk melindungi data bisnis dari risiko bencana. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi Disaster Recovery, Anda bisa menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

5 Serangan Siber Yang Perlu Bisnis Waspadai

serangan siber

5 Serangan Siber Yang Perlu Bisnis Waspadai

Saat mengembangkan bisnis, Anda pastinya telah memprediksi segala jenis ancaman dan potensinya terhadap keberlangsungan perusahaan. Mulai dari bencana alam, human error, hingga serangan siber, ketiganya memiliki potensi bahaya terhadap operasional bisnis. Terutama bila dikaitkan dengan kehilangan data perusahaan.

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, serangan siber menjadi ancaman paling tinggi untuk berbagai organisasi. Seiring banyaknya pengguna yang bekerja dan belajar dari rumah secara daring, pelaku serangan siber pun semakin gencar untuk melancarkan aksinya. Bahkan Cisco Umbrella pun melaporkan setidaknya terjadi peningkatan sebesar 40% serangan siber pada pandemi tahun lalu.

Melihat kasus ini, tentunya bisnis tidak hanya harus melindungi datanya. Mengenal segala jenis serangan siber juga perlu dilakukan agar strategi perlindungan data dapat dieksekusi tim IT dengan maksimal. Lalu jenis serangan siber apa saja yang perlu diwaspadai bisnis?

1. The Corporate Spies

serangan siber

(Source: South_agency from Getty Images Signature)

Banyak perusahaan melanggengkan jenis serangan siber The Corporate Spies untuk menyusup atau meretas sistem IT para pesaingnya. Dengan menggunakan peretas untuk melakukan spionase pada para pesaing bisnis, perusahaan bisa mencuri data penting pesaingnya seperti rencana bisnis, hak paten, data keuangan, kontrak, dan lainnya. Salah satu contoh kasus yang bisa diambil dari serangan siber satu ini adalah Compulife – NAAIP.

Pada tahun 2020, Compulife Software, Inc. menuduh pesaingnya melakukan spionase untuk meretas dan mencuri data miliknya. Bukti juga menegaskan bahwa NAAIP menyewa seorang peretas untuk spionase perusahaan. Meski pengadilan kelas bawah memutuskan bahwa spionase tersebut tidak terhitung sebagai kejahatan, Pengadilan Sirkuit justru tidak setuju dengan putusan tersebut dan memvonis NAAIP bersalah.

2. Nation-State Hackers

serangan siber

(Source: Wpadington from Getty Images)

Menurut Search Security, jenis serangan siber satu ini sering digunakan oleh pemerintah untuk meretas sistem maupun melakukan tindakan kejahatan terhadap rivalnya. Pernyataan tersebut dapat didasari ketika melihat serangan Solarwinds yang menyebabkan pelanggaran jaringan besar-besaran, hingga memungkinkan peretas untuk membocorkan ribuan data organisasi secara global, termasuk data pemerintah Amerika Serikat. Lalu, bagaimana ini bisa terjadi?

Pada serangan siber tersebut, peretas memasang malware mereka ke SolarWinds, sebuah perusahaan yang memproduksi platform pemantauan kinerja IT yang disebut Orion. Perlu diketahui, ribuan perusahaan di seluruh dunia menggunakan perangkat lunak yang diproduksi oleh SolarWinds tersebut. Karena telah disusupi oleh malware, semua perangkat lunak dari pelanggan SolarWinds akhirnya tercemar pada bulan Maret hingga Juni 2020.

AS meyakini bila peristiwa tersebut terjadi karena ulah rusia. Tapi itu tidak sepenuhnya benar, ada juga kelompok peretas yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintah Korea Utara dan Iran.

3. Script-Kiddies

serangan siber

(Source: kaptnali from Getty Images)

Meskipun dianggap amatir karena banyak meretas demi kesenangan, tapi Anda tidak boleh menganggap remeh serangan siber jenis Script-Kiddies. Serangan jenis satu ini cukup dikenal setelah memaksa ratusan website offline pada Jumat 2016 lalu. Bahkan, para ahli juga mempercayai bahwa Script-Kiddies sering membantu penjahat serius melalui penyelidikan sembrono dan kompromi sistem mereka.

Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati agar bisnis dapat terlindungi dari serangan siber satu ini. Tapi, bagaimana caranya agar sistem IT terhindar dari serangan Script-Kiddies? Berikut tipsnya:

  • Perbarui perangkat lunak keamanan Anda secara teratur.
  • Lacak lalu lintas situs Anda secara teratur.
  • Jangan gunakan kata sandi yang lemah.

4. Cryptojackers

(Source: stevanovicigor from Getty Images Pro)

Cryptojackers merupakan jenis serangan siber yang mencuri daya komputasi dan sumber daya pengguna untuk meraup cryptocurrency. Dilansir MUO, McAfee pernah mengalami peningkatan 4000 persen dalam malware penambangan kripto pada 2019 lalu. Yang paling menakutkan, peretas beralih dari mengkompromikan PC pengguna individu dan perangkat seluler hingga menyusup ke situs web populer dan menyebarkan malware ke siapapun yang mengunjunginya.

Melihat kasus tersebut, Anda tentu perlu berhati-hati dalam melindungi data dan perangkat perusahaan. Maka dari itu, untuk meminimalisir potensi serangan cryptojackers, Anda bisa mengikuti tips berikut:

  • Selalu waspada terhadap perubahan perilaku perangkat Anda.
  • Gunakan selalu plugin, aplikasi, dan add on yang Anda kenal dan terpercaya.
  • Sebelum mengunduh aplikasi apapun, pastikan itu ditinjau dengan baik, diperbarui secara berkala, dan memiliki unduhan yang cukup.

5. Ransomware Sewaan

(Source: Zephyr18 from Getty Images Pro)

Banyak kelompok peretas terkenal di seluruh dunia menyediakan ransomware untuk disewakan. Kelompok-kelompok tersebut biasanya mengikuti model Ransomware as a Service (RaaS), di mana mereka menyewakan ransomware seperti pengembang perangkat lunak menyewakan produk Software as a Service (SaaS).

Salah satu yang cukup populer dari kasus ini adalah grup ransomware Darkside. Peretas tersebut menyerang Colonial Pipeline, sistem pipa minyak Amerika yang membawa bahan bakar jet dan bensin di sekitar AS. Akibat dari serangan siber tersebut, seluruh manajemen mengalami kerugian lebih dari $15 miliar.

Sebagai pengusaha, Anda pasti tidak ingin bisnis tertimpa ransomware seperti di atas bukan? Maka dari itu, strategi perlindungan data sangat penting untuk dimiliki oleh perusahaan, sehingga risiko kehilangan data bisa diminimalisir semaksimal mungkin. Lalu, bagaimana caranya agar bisnis mencapai strategi perlindungan data yang efektif untuk menghindari serangan siber? Ketahui tips selengkapnya dengan mengunjungi artikel ini.

Zettagrid Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan cloud di Indonesia yang menyediakan Infrastructure as a Service (IaaS) seperti Virtual Data Center (VDC), Virtual Private Server (VPS), Backup as a Service (BaaS), Disaster Recovery as a Service (DRaaS), dan lainnya. Bila Anda memiliki pertanyaan tentang solusi atau keamanan cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

2 Things To Know About Red Hat Enterprise Linux Subscription

red hat subscription2 Things To Know About Red Hat Enterprise Linux Subscription

As the digital era begins, IT infrastructure becomes a core business differentiator. Even to support business initiatives, IT organizations must optimize their infrastructure first. Therefore, it is not a surprise anymore to see many enterprises look for IT solutions to transform their business into digital. One of them is by using open source software like Red Hat Enterprise Linux subscription.

As an intelligent operating foundation for modern IT, Red Hat Enterprise Linux delivers optimal benefits for your organization. Its consistency across infrastructure allows business to deploy applications, workloads, and services using the same tools, regardless of location. Furthermore, a Red Hat Enterprise Linux subscription provides access to the resources, tools, and technologies business needs to be successful. That’s why, this open source software is often to be the option whether for hybrid cloud deployment or local premise.

Then, what is the difference between Red Hat Enterprise Linux subscription through Cloud Service Provider (CSP) and Red Hat for Hybrid Cloud Deployment and On-Premise? in Zettagrid e-TechDay vol. 10, Muhammad Yunus as a Presales Engineer Manager at Zettagrid Indonesia and Wisa Prabowo as Solution Architect at Red Hat, have answered this question. Curious to know the recap? Read them below here:

Different Support Team Services

CSP does not only offers IT infrastructure, but service like support team is also available for its customers. Therefore, if your business plan to subscribe to Red Hat Enterprise Linux whether for Hybrid Cloud Deployment or On-Premise through CSP like Zettagrid, the support team services will also be available for it.

However, the services will be different from the business subscription needs. If the business plan to subscribe the Open Sources for local premise through Zettagrid, its sub-support will be available for it. Then, if the business plan for implementing it on hybrid cloud deployment, the support team services will be available in premium. This means, its support team services will be available according to its SLA.

Same as CSP, Red Hat also provides Support Team as a service for Business’ Red Hat Enterprise Linux Subscription. With the standard service, its support team will be available for a year. So, if the business plan to subscribe to its open source through Red Hat, all services will be handled by Red Hat.

Cost and Flexibility

If your business ever explored CSP, management must have known the pay-per-use concept. Yes, with the pay-per-use, business could manage its cost for the cloud infrastructure. So is the Open Source like Red Hat Enterprise Linux subscription, business could have its pay-per-use if they subscribe it through CSP like Zettagrid Indonesia.

However, if your business plan to subscribe through Red Hat, pay-per-use is not available for it. Red Hat offers a subscription in standard and premium for business, and both are available for a year subscription only.

Find out more about this session by watching the webinar again on our Youtube account. And if you are interested in our cloud solutions, you can contact us at sales@zettagrid.id or click here.

4 Benefits of AI in Cloud Computing

AI in cloud

4 Benefits of AI in Cloud Computing

In this modern era, digital technology like Artificial Intelligence (AI) has become one of the solutions to boost the development of various industries. With its capability to automate business or even its operations, AI is believed to be the technology that increases company productivity. Therefore, it is not a surprise anymore to see the market of AI in the oil and gas industry predicted to reach US 3,81 Billion Dollars, with a CAGR of 10,96% for 2020-2025.

However, developing AI systems requires large data sets. If the organization only relies on the local premise, AI deployment will result in a big investment and inefficiency considering the On-Premise will need maintenance. That’s why before AI development is going further, organizations need to look for an efficient solution. One of them is by implementing Cloud Computing.

The combination of AI and Cloud Computing results in an extensive network capable of holding massive volumes of data, while continuously learning and improving. Hence, both assist in the automation of routine activities within IT infrastructure and result in IT efficiency.

Not only that but developing AI in Cloud Computing also has benefits for the organization. All of them can be seen below here:

1. Automate the workflow

AI in cloud

(Source: Wright Studio from Shutterstock)

Running IT resources and business operations at the same time can be overwhelming for some organizations. Even if it’s also implemented AI, a business can find it difficult to manage its workflow and IT efficiency. But no worries, as long as Cloud Computing can be used for AI, the organization can pass the challenge and achieve maximum productivity.

AI can automate complex and repetitive tasks to boost productivity and perform data analysis without any human intervention. So, when the organization develops AI in Cloud Computing, the IT team can focus on strategic operations while AI performs regular tasks. Hence, the organization can be more efficient, strategic, and insight-driven.

2. Maintain organizations data management

(Source: Alexander Supertramp from Shutterstock)

Besides increasing efficiency and flexibility, developing AI in Cloud Computing would also play a significant role in processing, managing, and structuring data.

By using cloud for AI, organization can boost marketing, customer care, and supply chain data management with more reliable real-time data. AI tools streamline how data is ingested, modified, and managed. For example, organization can deploy AI tools into Zettagrid Indonesia cloud to get real-time personalization, detect cyber threats, and maintenance scenarios.

3. Deeper Insights

AI in cloud

(Source: NicoElNino from Shutterstock)

Developing AI in Cloud Computing can identify patterns and trends in vast data sets. It uses historical data and compares it to the most recent data, which provides IT teams with well-informed, data-backed intelligence.

On top of that, using cloud computing for AI tools can also perform data analysis fast so organizations can rapidly and efficiently address customer queries and issues. The observations and valuable advice gained from AI capabilities result in quicker and more accurate results. Therefore, the cloud is efficient for business continuity.

4. Lowering costs

AI in cloud

(Source: Palto from Shutterstock)

A big advantage of Cloud Computing is that it eliminates costs related to on-site data centers, such as hardware and maintenance. Those upfront costs can be prohibitive with AI projects, but in the cloud enterprises can instantly access these tools for a monthly fee making research and development-related costs more manageable. Additionally, AI in cloud can gain insights from the data and analyze it without human intervention. That’s why, it is more efficient not only in cost but also in human resources.


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to our cloud solutions for AI, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

 

Strategi Backup 3-2-1 Untuk Perlindungan Data

strategi backup 3-2-1Strategi Backup 3-2-1 Untuk Perlindungan Data

Di era digital seperti sekarang ini, kebutuhan mem-backup data bukan lagi hal yang baru untuk dilakukan oleh organisasi. Seiring dengan data yang kian bertambah setiap harinya, strategi perlindungan data seperti Backup pun semakin diminati dan diimplementasikan oleh berbagai bisnis untuk mengantisipasi terjadinya kehilangan data. Salah satu contohnya adalah strategi Backup 3-2-1.

Secara praktik, strategi Backup 3-2-1 bertujuan untuk menyalin dan menyimpan data di beberapa medium yang berbeda. Dengan cara tersebut, bisnis diharapkan bisa menyelamatkan datanya apabila terjadi human error ataupun bencana alam yang dapat berdampak pada kehilangan data. Kemudian, bagaimana cara untuk mulai mengimplementasikan strategi satu ini?

Mengenal Strategi Backup 3-2-1

Menurut backblaze.com, strategi Backup 3-2-1 berarti memiliki setidaknya tiga salinan dari total data Anda, dengan dua di antaranya ditempatkan secara lokal tetapi pada media yang berbeda, sedangkan satu salinan data di tempatkan di offsite. Sebagai contoh, mari kita coba menggunakan “data penjualan bisnis” Anda sebagai skenario strategi pencadangan data ini.

Dalam komputer pribadi Anda, tersimpan data penjualan bisnis yang sering diperbarui setiap minggunya. Data yang tersimpan tersebut merupakan data pertama yang perlu di-Backup di medium berbeda. Untuk mengakalinya, Anda menggunakan external Hard-Drive untuk menyimpan salinan kedua dari data penjualan bisnis Anda. Tak tanggung-tanggung, Anda juga menggunakan solusi Backup seperti Cloud Backup sebagai offsite untuk menyimpan salinan ketiga dari data penjualan bisnis Anda. Dengan demikian, salinan data ketiga yang terletak di offsite tersebut akan disimpan di data center.

Mengapa dua disimpan di lokal dan satu di Offsite?

Apapun perangkat yang Anda miliki, on-site Backup merupakan cara paling cepat dan mudah untuk mengakses data ketika sesuatu terjadi pada perangkat Anda. Jadi ketika laptop atau komputer Anda mengalami kerusakan, Anda masih memiliki external hard drive untuk mendapatkan kembali data Anda.

Meskipun memiliki on-site Backup seperti contoh di atas merupakan awal yang baik, tetapi memiliki offsite Backup adalah komponen kunci dalam strategi Backup 3-2-1. Cadangan di on-site memang mudah diatur, namun sayangnya salinan data Anda tersebut rentan mengalami kehilangan jika terjadi pencurian, banjir, kebakaran, dan kejadian tidak terduga lainnya.

Apakah solusi Cloud merupakan medium yang sempurna?

Sesuai dengan kemampuannya yang fleksibel, cloud bisa menjadi pendekatan paling mumpuni untuk memulai strategi Backup 3-2-1. Dengan mereplikasi data Anda dan menyimpannya di data center lain, Anda bisa mendapatkan ketenangan dan dengan mudah mencadangkan data Anda kapan saja secara otomatis.

Dengan Arupa Object Storage Anda dapat menyimpan data backup hingga bilangan petabyte dengan lebih fleksibel di offsite sehingga memenuhi kebutuhan Backup 3-2-1 Anda. Jika Anda sekarang sudah menggunakan NAS ataupun solusi pencadangan data di perusahaan Anda, kami dapat membantu Anda untuk mencapai strategi Backup 3-2-1.


Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan Cloud Computing Indonesia yang menyediakan solusi IaaS seperti Virtual Data Center (VDC), Virtual Private Server (VPS), Backup as a Service (BaaS), Disaster Recovery as a Service (DRaaS), dan Object Storage as a Service (OSaaS). Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud kami, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Tertarik untuk mengenal solusi Object Storage? Baca produk kami selengkapnya di sini.