Pos

Alasan Cloud Provider Lokal Harus Jadi Pilihan Bisnis

cloud provider lokal

Alasan Cloud Provider Lokal Harus Jadi Pilihan Bisnis

Saat penyimpanan sistem dan data bisnis meningkat, berbagai teknologi sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk menangani masalah tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, tentu masalah efisiensi sistem dan data dapat tertangani dengan baik. Salah satu contohnya dengan menggunakan Cloud Provider.

Saat ini penyedia layanan Cloud Computing mulai banyak berkembang untuk memenuhi permintaan dari perusahaan di berbagai industri. Mulai dari, Cloud Provider lokal hingga Cloud Provider Global.

Namun, sebagai pengusaha bisnis, Anda tentu tidak bisa memilih penyedia layanan cloud computing secara sembarang. Beberapa hal juga perlu dipertimbangkan oleh pengusaha, terutama bagi bisnis yang lekat dengan keamanan data dan regulasi penyimpanan data yang sesuai dengan aturan Pemerintah Indonesia.

Itu sebabnya, Cloud Provider lokal hadir menjadi solusi untuk kebutuhan bisnis tersebut. Dengan memanfaatkan layanan ini, bisnis tidak perlu lagi khawatir akan keamanan data dan regulasi penyimpanan datanya. Beberapa hal berikut ini juga bisa Anda dapatkan ketika memanfaatkan Cloud Provider Lokal:

1. Data Center berlokasi di Indonesia

cloud provider lokal

(Sumber: baranizdemir dari Getty Images Signature)

Bila bisnis Anda memiliki target konsumen di Indonesia, maka salah satu hal terpenting yang perlu Anda perhatikan dari Cloud Provider adalah lokasi Data Center.

Banyak Cloud Provider lokal menempatkan Data Center mereka di Indonesia, mengingat Peraturan Pemerintah (PP) PSTE di Pasal 17 menyatakan Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan Data Center dan Disaster Recovery Center di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegak hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya sesuai isi PP PSTE.

Selain itu, Cloud dengan Data Center lokal juga cenderung lebih aman dari serangan hacker jika dibandingkan dengan Data Center yang bertempat di luar negeri, dan memudahkan bisnis untuk memulihkan data bisnisnya apabila terjadi suatu hal. Sehingga, hal ini bisa menjadi alasan kuat mengapa Anda perlu mempertimbangkan Cloud Provider lokal.

2. Kedaulatan data

cloud provider lokal

(Sumber: blackdovfx dari Getty Images Signature)

Saat memanfaatkan layanan Cloud Provider global, beberapa isu keamanan seringkali menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pengguna. Terlebih bila layanan digunakan untuk pertukaran informasi yang bersifat strategis, tentu kedaulatan data bisa menjadi masalah mengingat sengketa hukum dapat mempersulit perusahaan.

Namun tidak perlu khawatir, untuk mencegah hal tersebut Anda bisa mengandalkan Cloud Provider lokal. Dengan menempatkan sistem dan data di Data Center dalam negeri, Anda dapat mengakses data kapan saja tanpa perlu khawatir akan terkendala regulasi hukum dalam mengakses data.

3. Tim Support Lokal

cloud provider lokal

(Sumber: Dragonimages)

Salah satu keuntungan memanfaatkan Cloud Provider lokal adalah terdapatnya tim support lokal yang dapat membantu Anda kapan saja.

Perlu Anda ketahui, ketika memanfaatkan Cloud Provider global, manfaat ini jarang sekali Anda temukan. Hal ini karena, Cloud Provider global lebih banyak menggunakan sistem ticket apabila terjadi kendala dari sisi pengguna, sehingga akan memakan waktu lebih lama untuk merespon. Tak hanya itu, bahasa yang digunakan juga tentu bukan bahasa lokal, sehingga akan menjadi kendala bagi sebagian pengguna.

Berbeda ketika Anda dilayani oleh tim support lokal. Dengan bahasa, lokasi, dan zona waktu yang sama dengan Anda, Anda tidak perlu lagi khawatir akan kendala yang berarti. Selain itu, beberapa provider juga menyediakan tim support selama 24 jam dalam 7 hari, dengan demikian hal ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan layanan support kapanpun dan dimanapun Anda butuhkan.

4. Keamanan data pribadi pengguna lebih terlindungi

(Sumber: John Kevin dari Getty Images)

Hal terakhir yang bisa Anda dapatkan ketika memanfaatkan layanan Cloud Provider lokal adalah kerahasiaan dan keamanan data Anda sebagai pelanggan dapat terlindungi. Banyak penyedia layanan cloud lokal saat ini telah memiliki ISO 27001 dan Service Level Agreement (SLA). Bukan tanpa alasan, kedua hal tersebut wajib dimiliki dan diaplikasikan penyedia demi mencegah terjadinya kebocoran data pelanggan.

Lalu, bagaimana jika penyedia melanggar dua sertifikasi tersebut dan membocorkan kerahasiaan data pelanggan?

Anda tidak perlu khawatir! Bila penyedia cloud melanggar sertifikasi keamanan dengan membocorkan data pelanggan, izin layanan penyedia akan dicabut dan Anda pun sebagai pelanggan dapat memproses masalah tersebut secara hukum.

Sebagai Cloud Provider lokal, Zettagrid Indonesia saat ini sudah tersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan jaringan, hosting, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Dengan demikian, kami dapat menjamin keamanan dan kerahasiaan data pelanggan kami.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda rasakan ketika memanfaatkan Cloud Provider lokal. Bila Anda mencari solusi cloud computing berupa Virtual Data Center, Virtual Server, Backup as a Service, dan Disaster Recovery as a Service untuk menjaga kelangsungan bisnis, Anda dapatkan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami melalui sales@zettagrid.id atau kontak kami di sini.

Veeam Cloud Connect Replication dan Secondsite DRaaS, Apa Perbedaannya?

veeam replication

Veeam Cloud Connect Replication dan Secondsite DRaaS, Apa Perbedaannya?

Seiring dengan semakin maraknya proses transformasi digital, ketergantungan sebuah organisasi terhadap data digital tentu ikut meningkat. Dengan itu, maka kesadaran untuk memiliki backup data dan disaster recovery plan sangat penting untuk dimiliki pengusaha. Sebagaimana dengan karakteristik organisasi yang berbeda-beda, maka kebutuhan pada disaster recovery plan pun akan berbeda. Beberapa organisasi mungkin dapat bertahan dengan kehilangan data selama 24 jam atau tidak dapat mengakses data mereka selama 1 hari atau lebih. Akan tetapi, organisasi lain mungkin tidak dapat mentolerir kehilangan data sama sekali.

Sebagai cloud service provider, Zettagrid Indonesia memahami keunikan karakteristik masing-masing organisasi tersebut. Karena itulah Zettagrid Indonesia memiliki beberapa pilihan layanan untuk dapat memenuhi kebutuhan bisnis yang beraneka ragam. Kali ini kita akan membahas karakteristik dua layanan Disaster Recovery dari Zettagrid Indonesia, yaitu VCCR (Veeam Cloud Connect Replication) dan SecondSite DRaaS.

Objek Pemulihan Bencana dan Metode Perlindungannya

Sebelumnya, objek pemulihan bencana adalah sumber data atau sistem yang diproteksi oleh solusi Disaster Recovery. VCCR dan SecondSite memiliki objek yang sama, yaitu berupa virtual machine (VM) yang berjalan di atas sistem virtualisasi VMware. Namun, metode perlindungan yang digunakan oleh satu layanan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga membentuk karakteristik khusus dari layanan tersebut.

  • VCCR
    VCCR memanfaatkan fitur snapshot yang tersedia pada platform virtualisasi dari VMware. Dengan demikian VCCR dapat menghemat infrastruktur yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan proses replikasi VM. Untuk lingkungan virtualisasi yang kecil, 1 VM sudah cukup untuk menjalankan semua fungsi replikasi.
  • SecondSite
    SecondSite menggunakan metode Data Journaling untuk mereplikasi data dari sumber ke tujuan. Dengan metode ini, replikasi data dapat berlangsung hampir secara instan pada saat data tersebut tertulis. Sebagai konsekuensinya dibutuhkan minimal 1 VM untuk setiap host Sebagai contoh untuk melindungi VM dalam sebuah cluster dengan 3 hosts, dibutuhkan minimal 4 VM, 1 VM untuk setiap host ditambah 1 VM sebagai manager/controller.

RPO (Recovery Point Objective)

Selain itu, ada pula RPO yang merujuk pada seberapa penting data yang akan diproteksi oleh layanan Disaster Recovery. Untuk memudahkan monitoring, biasanya RPO akan memastikan tingkat kepentingan data bisnis dengan merepresentasikannya dalam waktu. Jadi, waktu akan menunjukkan seberapa banyak data yang berpotensi hilang pada saat bencana terjadi. Bila RPO yang dimiliki suatu layanan semakin besar, maka data yang berpotensi hilang pada saat bencana juga semakin besar. Padahal, data yang sangat penting tentu membutuhkan RPO sekecil mungkin, demikian juga sebaliknya.

  • VCCR
    RPO optimum yang direkomendasikan untuk dapat dicapai oleh VCCR adalah 1 jam (60 menit).
  • SecondSite
    SecondSite dapat mencapai RPO dengan hitungan detik. Dalam kondisi optimal RPO antara 3-15 detik dapat dicapai

RTO (Recovery Time Objective)

RTO merujuk pada seberapa penting sistem ketersediaan data yang akan diproteksi oleh layanan Disaster Recovery. Sama seperti RPO, untuk memudahkan monitoring, maka RTO juga direpresentasikan dalam waktu. Dalam RTO, waktu menunjukkan seberapa lama gangguan pada sistem dapat ditolerir. Semakin besar RTO, maka semakin besar toleransi pengguna terhadap sistem tersebut, demikian juga sebaliknya.

Untuk VCCR dan SecondSite, waktu RTO minimum yang bisa dicapai relatif sama, kurang lebih dalam hitungan menit. Karena hasil replikasi sudah siap untuk dinyalakan sebagai VM, maka RTO disini adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan VM tersebut.

Aksesibilitas

Saat Disaster Recovery Plan diaktifkan, proses failover akan dilakukan. Artinya, VM yang dilindungi oleh layanan tersebut akan dioperasikan di Disaster Recovery Center (DRC). VM yang berada dalam kondisi failover akan menyala di lingkungan yang berbeda, sehingga aksesnya pun akan berbeda.

  • VCCR
    Pada saat VM yang dilindungi oleh VCCR dalam kondisi failover, VM tersebut hanya dapat diakses melalui jaringan (misalnya Remote Desktop Connection, ssh, dll). Sehingga perlu dipastikan bahwa konfigurasi jaringan VM tersebut telah sesuai dan diuji coba dengan sempurna.
  • SecondSite
    Pada SecondSite, akses ke VM yang sedang dalam kondisi failover dapat dilakukan melalui jaringan dan VM console. Sehingga apabila terjadi hal-hal di luar dugaan, VM tersebut masih dapat diakses dan dilakukan troubleshoot lebih dalam.

Kesimpulan

Perbandingan tersebut dapat dilihat dalam table berikut:

Veeam Replication

Demikian perbandingan antara layanan Veeam Cloud Connect Replication dan SecondSite DRaaS yang disediakan oleh Zettagrid Indonesia. Bila Anda memiliki pertanyaan terkait solusi Disaster Recovery, Anda dapat menghubungi kami ke sales@zettagrid.id atau klik di sini.

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Dating Apps

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Semenjak adanya pandemi, aktifitas manusia memang mengalami banyak perubahan. Salah satunya bagaimana cara manusia untuk mencari pasangan atau kenalan baru. Dengan situasi seperti ini, masyarakat mulai memanfaatkan adanya teknologi dating apps atau aplikasi kencan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk menemukan match/pasangannya. Saat ini banyak sekali dating apps yang bermunculan, dari mulai Tinder, Bumble, Happn, dan masih banyak yang lainnya. Pada tahun 2021, Tinder sebagai platform dating apps yang paling sering di download di Indonesia melakukan riset yang menunjukan terjadi peningkatan aktifitas swipe/match yang signifikan sebanyak 130 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Tentunya pengguna bukan hanya menginginkan hasil match yang tepat tetapi juga mengharapkan aplikasi yang reliable ketika digunakan. Sehingga bisnis dating apps ini pun dapat bersaing dengan aplikasi serupa. Untuk itu dibutuhkan cloud computing untuk membantu dating apps untuk mengembangkan bisnisnya. Lalu layanan apa saja yang bisa diaplikasikan untuk bisnis dating apps ini?

  1. Virtual Data Center (VDC)

Layanan VDC dapat digunakan sebagai cloud infrastruktur pilihan yang berfungsi sebagai server aplikasi, load balancer, database server dan resource lainnya. VDC memudahkan pembuat aplikasi untuk melakukan pengembangan fitur, selain itu dengan kemampuan scalablenya, aplikasi dapat mengatur storage sesuai dengan kebutuhannya karena dapat di scale up dan down dengan mudah. Selain itu dengan VDC sisi keamanan aplikasi yang berjalan terjamin dengan adanya virtual firewall yang include didalamnya (bersifat free). Dengan begitu, biaya yang akan dikeluarkan juga menjadi lebih efisien.

  1. Disaster Recovery (DR)

Kenyamanan pelanggan merupakan hal yang harus diperhatikan para pengusaha aplikasi kencan. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di aplikasi, dibutuhkan solusi Disaster Recovery (DR) untuk mencegah terjadinya kehilangan data serta meminimalisir down time yang terjadi sehingga membuat user tetap nyaman Ketika memakai aplikasi. Di Zettagrid, kami menawarkan solusi DR dengan berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yaitu Veeam Replication, dan VCAV, SecondSite DR. Veeam Cloud Connect Replication merupakan solusi DR dengan teknologi dari Veeam software. layanan ini menggunakan metode VMsnapshot(scheduled) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 60 menit. Solusi DR pilihan selanjutnya adalah VCAV yang merupakan teknologi replikasi keluaran VMware. Layanan ini menggunakan metode scheduled replication dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 30 menit. Yang terakhir adalah Secondsite DR dari Zerto. Layanan ini menggunakan metode data journaling (continuous replication) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 3 detik.

  1. Cloud Backup

Bisnis aplikasi kencan pasti memiliki focus terhadap database user. Maka dari itu aplikasi seperti ini membutuhkan cloud backup untuk menjaga dari kehilangan data. Cloud backup ini akan menjamin ketersediaan data user baik dari akitivitas human error, kegagalan infrastruktur, ataupun dari aktivitas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

  1. Cloud Storage

Sedangkan cloud storage (s3 storage) dapat digunakan sebagai penyimpanan unstructured data seperti video, gambar, audio, dan lain-lain dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menghemat storage yang digunakan pada Virtual server/Virtual data center yang anda gunakan.

Zettagrid Indonesia sebagai cloud provider lokal dengan lokasi data center di Indonesia menawarkan berbagai layanan diatas dengan harga yang kompetitif dan pasti. Selain itu Zettagrid juga memiliki support lokal yang siap membantu bisnis anda 24×7 tanpa proses ticketing yang rumit dan memakan waktu eskalasi yang lama. Hubungi kami disini atau e-mail kami ke sales@zettagrid.id untuk penawaran dan informasi lebih lanjut.

Zettagrid Promo Spesial Chinese New Year

chinese new year promo

Zettagrid Special Chinese New Year Promo

Sambut tahun baru imlek dengan promo khusus dari Zettagrid Indonesia!

Dapatkan diskon spesial hingga 40% untuk pembelian Virtual Data Center (VDC) dan VDC Backup selama satu tahun. Dengan memanfaatkan VDC dan VDC Backup, tahun baru pasti makin makmur karena bisnis kini sudah bisa jaga data dengan aman, fleksibel, efisien, dan efektif.

Syarat dan ketentuan:

  • Promo berlaku untuk annual payment.
  • Promo hanya berlaku mulai 28 Januari 2022 – 28 Februari 2022.
  • Promo tidak bisa digabungkan dengan produk lainnya.

Buruan order sekarang dan mulai tahun baru Anda dengan promo spesial untuk kelangsungan bisnis yang optimal.

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami ke marketing@zettagrid.id.

5 Faktor Kesuksesan Startup

kesuksesan startup5 Faktor Kesuksesan Startup

Fenomena Startup bukan lagi menjadi hal asing yang kita temui di masa kini. Menjamurnya model bisnis satu ini kerap kali menjadi pilihan bagi setiap orang untuk juga merintis usaha, hingga menjadi pembahasan hangat yang tiada habisnya kita temui di berbagai media. Di Indonesia sendiri, startup mengalami perkembangan yang pesat dan mehasilkan valuasi hingga mencapai Rp 14 Triliun. Dengan besarnya nilai dan kesuksesan tersebut, startup Indonesia pun berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional seperti Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Meski beberapa diantaranya mengalami kesuksesan, tak sedikit pula startup yang mengalami kegagalan. Hal ini karena persaingan ide, inovasi, dan manajemen anggaran menjadi hal yang menantang untuk dikelola dan dikembangkan. Itulah mengapa, dalam membangun startup, berbagai strategi pun perlu dilakukan oleh para pelaku usaha. Sehingga, nantinya kesuksesan startup pun akan tercapai sesuai rencana.

Lalu, bagaimana para pelaku usaha mencapai hal tersebut?

Di artikel kali ini, akan dibahas mengenai faktor yang dapat menjadi kesuksesan bagi sebuah startup. Penasaran seperti apa? Simak dulu beberapa di antaranya berikut ini:

1. Eksekusi ide bisnis yang matang

kesuksesan startup

(Source: ngocphuq1404 from pixabay)

Dalam membangun startup, tentu dibutuhkan ide yang inovatif untuk mencapai sebuah kesuksesan. Bila ide startup Anda bisa menjadi jawaban atas permasalahan yang selalu dihadapi oleh konsumen, itu bisa menjadi salah satu factor pendukungnya.

Akan tetapi, memiliki ide saja tidak akan cukup untuk membuat startup Anda sukses. Eksekusi yang matang juga perlu dilakukan oleh pelaku usaha, mengingat 98% keberhasilan startup ditentukan oleh hal tersebut.

Memiliki tim yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengeksekusi ide inovatif bisnis Anda. Dengan latar belakang dan kemampuan kerja sama tim yang baik, akan membantu pengambilan keputusan yang optimal untuk kebutuhan ekskusi ide inovatif. Sehingga, kesuksesan startup pun dapat terukur karena hal tersebut.

2. Kecepatan startup dalam menyelesaikan masalah

kesuksesan startup

(Source: Deagreez from Getty Images Pro)

Startup yang sukses tidak pernah menunda proses untuk menyelesaikan sesuatu dan harus bekerja sebanyak yang dibutuhkan untuk menyelesaikan segala sesuatunya. Itulah mengapa, menyelesaikan sesuatu dengan cepat merupakan salah satu dari banyak alasan mengapa startup bisa mencapai kesuksesan. Sehingga, ini akan menunjukan perbedaan startup tersebut dengan startup lainnya ketika berbicara tentang kecepatan untuk mengelola risiko dan tantangan bisnis.

3. Manajemen waktu yang baik

kesuksesan startup

(Source: Canva Studio from Pexels)

Dalam merintis sebuah bisnis, banyak hal perlu dikerjakan oleh pelaku usaha agar startup dapat terus berkembang. Bahkan, banyaknya tugas tersebut terkadang membuat pekerjaan startup terasa berat dan panjang, mengingat sumber daya dan timnya yang masih terbatas.

Untuk membantu bisnis mengatasi hal ini, membangun produktivitas dan efektivitas tim bisa menjadi salah satu caranya. Dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat prioritas dan mengesampingkan hal-hal yang sepele oleh tim, ini akan membantu startup untuk menghadapi tantangan dan mencapai kesuksesan.

4. Alokasi anggaran yang efektif

(Source: bongkarn thanyakij from Pexels)

Mengelola alokasi anggaran yang efektif juga bisa menjadi langkah menuju kesuksesan startup. Setiap hal tentu perlu dianggarkan sesuai rencana agar pengeluaran yang tidak terduga dapat dihindari oleh startup.

Misalnya, startup Anda memiliki kebutuhan untuk menskalakan kapasitas infrastruktur IT setiap enam bulan sekali. Maka, startup pun perlu merinci biaya yang akan dikenakan agar alokasinya dapat dibatasi dan diefisiensikan.

5. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan

 

(Source: Andrea Piacquadio from Pexels)

Startup yang sukses selalu bersedia untuk bisa beradaptasi dengan teknologi baru. Dengan melakukannya, startup akan menghasilkan inovasi yang baik dan mampu diterima oleh konsumennya. Selain itu, beradaptasi dengan memanfaatkan solusi teknologi juga dapat membantu bisnis untuk mempercepat laju kerja dan mengefisiensikan sumber daya yang ada. Dengan demikian, hal tersebut pun akan membantu pelaku usaha untuk mencapai kesuksesan startup yang diinginkan.

Itulah beberapa poin yang bisa Anda implementasikan untuk mencapai kesuksesan startup. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai solusi cloud untuk startup, Anda dapat mengubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Mengapa Backup Data NAS Lebih Baik di Cloud?

backup data NAS

Mengapa Backup Data NAS Lebih Baik di Cloud?

Menjaga data agar tetap aman bukan hal yang mudah bagi beberapa perusahaan. Terkadang, ancaman kehilangan dapat terjadi dan risiko pun tidak dapat terhindari. Akibatnya, penyimpanan dalam jumlah lebih sering kali disiapkan oleh perusahaan untuk memenuhi kapasitas data yang kian meningkat. Salah satunya dengan memanfaatkan Network Attached Storage (NAS).

Seperti dilansir pada artikel sebelumnya, penggunaan NAS sudah tidak lagi asing di mata perusahaan, baik Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun perusahaan besar. Selain dimanfaatkan untuk menyimpan dan melakukan backup file, NAS juga dapat dialih fungsikan untuk banyak hal, misalnya sebagai file server, virtualisasi, web-server, video surveillance, sinkronisasi data, dan banyak lagi.

Karena banyaknya fungsi dan pemanfaatan NAS tersebut, banyak pelaku usaha tidak hanya memanfaatkan satu NAS saja. Satu hardisk hingga NAS lebih pun diinvestasikan untuk memenuhi kapasitas pertumbuhan datanya. Padahal jika Anda pikirkan, hal ini tentu lebih tidak efisien dan ancaman kehilangan data seperti kerusakan sistem, human error, serangan siber, hingga pencurian hardisk atau NAS, masih tidak terlepas dari penggunaan tersebut.

Lantas, apa solusi yang tepat untuk lindungi data di NAS?

Cloud untuk Lindungi Data di NAS

Memanfaatkan solusi Cloud Backup bisa menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin melindungi datanya di NAS. Dengan menyalin data di lokasi off-site, perusahaan pun tidak perlu lagi khawatir akan risiko yang mungkin terjadi ketika data hilang.

Memiliki kemampuan mencadangkan data yang bisa dijadwalkan baik per-hari, per-minggu, hingga per-bulan, Cloud Backup dikenal sebagai solusi yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan solusi backup tradisional lainnya. Perusahaan juga tidak perlu lagi berinvestasi hardware untuk memenuhi pertumbuhan data, karena penyimpanan Cloud Backup dapat diskalabilitaskan sesuai dengan kapasitas data yang dimiliki oleh perusahaan.

Manfaat Cloud Backup untuk Data NAS

1. Melindungi data dari kerusakan penyimpanan fisik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, mencadangkan data di cloud berarti Anda menyimpan salinan data di lokasi off-site. Alhasil, data yang dicadangkan tetap akan terlindungi ketika terjadi kerusakan fisik pada penyimpanan utama, NAS, atau pada sistem IT perusahaan.

2. Aman dari ancaman bencana alam

Begitu pula ketika perusahaan Anda dilanda bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Meskipun sistem IT perusahaan mengalami kerusakan akibat kendala tersebut, data yang dicadangkan ke cloud tetap terlindungi tanpa terjadi kerusakan atau corruption. Bahkan, perusahaan masih bisa memulihkan datanya dari cloud untuk mengganti data yang rusak atau yang hilang.

3. Terhindar dari ancaman Human Error

Meskipun sudah sering terjadi, namun ancaman human error seperti menghapus data secara tidak sengaja masih tidak dapat dihindari, baik di penyimpanan lokal utama atau di NAS. Akibatnya, aset data menghilang dan berbagai risiko pun dapat ditemui oleh perusahaan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir akan ancaman ini ketika mencadangkan data ke cloud. Karena dengan cloud, data yang dicadangkan akan terlindungi dari ancaman apapun, sekalipun penghapusan data secara tidak sengaja.

4. Pengguna masih dapat mengakses data yang sudah dicadangkan lama

Mencari data yang sudah disimpan lama seperti berhari-hari, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun lalu memang mewalahkan. Apalagi jika data yang disimpan tertimbun dengan data lainnya, atau corrupt akibat penyimpanan data fisik mengalami kerusakan, pastinya pencarian data sudah pasti terkendala.

Berbeda halnya bila Anda memanfaatkan Cloud Backup. Dengan solusi satu ini, data yang dibackup sudah pasti terlindungi dari kerusakan hardware dan bencana. Selain itu, kapasitas penyimpanannya yang fleksibel dan bisa diskalabilitaskan memudahkan perusahaan untuk memenuhi kapasitas penyimpannya. Sehingga, data yang sudah dibackup sejak lama seperti beberapa hari, bulan, maupun tahun lalu masih dapat diakses pengguna.

5. Alokasi anggaran lebih efisien

Bila Anda memanfaatkan penyimpanan atau solusi backup lokal seperti hardisk atau NAS, investasi hardware sudah pasti diperlukan oleh perusahaan. Terlebih, bila penyimpanan backup lokal sudah tidak lagi memenuhi kapasitas jumlah data, Capital Expenses tentu akan dikeluarkan perusahaan untuk pembelian hardware lebih seperti hardisk atau NAS.

Berbanding terbalik jika perusahaan memanfaatkan Cloud Backup. Dengan solusi satu ini, alokasi anggaran perusahaan dapat dijalankan secara efisien mengingat perusahaan hanya perlu membayar biaya langganan cloud tanpa disertai investasi hardware apapun.

Memanfaatkan Arupa Object Storage

Cloud Backup seperti Arupa Object Storage bisa menjadi solusi untuk perusahaan yang ingin melindungi data NAS dari ancaman kehilangan. Kompatibel dengan S3 Protocol yang dapat digunakan dengan berbagai aplikasi, Arupa Object Storage dapat menjadi solusi untuk berbagai keperluan perusahaan. Salah satu contohnya ialah untuk backup data NAS.

Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan cloud lokal Infrastructure as a Service (IaaS) berupa Virtual Data Center (VDC), Virtual Server, Backup as a Service (BaaS), Disaster Recovery as a Service (DRaaS), dan lain-lain. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Integrate Your NAS Backup with The Cloud

How to Integrate NAS Backup to the Cloud

Integrate Your NAS Backup with The Cloud

Penggunaan Network Attached Storage (NAS) telah menjadi pilihan bagi banyak perusahaan seperti solusi NAS yang dikeluarkan oleh Synology dan QNAP. Namun, seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah data yang disimpan dalam NAS, maka risiko kehilangan data pun semakin besar, misalnya jika terjadi kerusakan pada perangkat, kehilangan data akibat human error, virus atau malware, maupun bencana yang tak terduga. Untuk itu, anda memerlukan proteksi yang lebih baik, salah satunya dengan melakukan backup untuk NAS anda ke cloud.

Temukan caranya di webinar “Arupa Expert Talks: Integrate Your NAS Backup with The Cloud”.

Hari/Tanggal: Kamis, 16 Desember 2021

Pukul: 14.00 – 16.00 WIB

Di Zoom

Link registrasi: bit.ly/arupaexperttalks1

Narasumber: Ferriyanto Suryanto – Direktur Exalogi

Moderator: Bobby Sidharta – Project Manager Arupa Cloud Nusantara

Daftar sekarang dan dapatkan e-certificate gratis dan kesempatan untuk memenangkan shopping voucher ratusan ribu rupiah.

 

 

What Need to Look For in Choosing Disaster Recovery?

choosing disaster recovery

What Need to Look For in Choosing Disaster Recovery?

As business evolves, utilizing Disaster Recovery is an important aspect for business systems and data to stay protected. By placing the safety backup plan on a secondary data center, enterprise can secure its business continuity out of the risk of downtime and data loss. Therefore, Disaster Recovery can be a solution for enterprise to minimize the loss of revenue, reputation, and all business data.

However, finding the right Disaster Recovery requires more technical level and the management experts to systematically meet those critical objectives. Moreover, not all Disaster Recovery capabilities are created equal. So, if your business needs to find Disaster Recovery solution, try not to focus on one cloud provider solution. Here are the tips to find the Disaster Recovery that your business needs:

1. Look for the reliability

In requirement of choosing the best Disaster Recovery solution, a service which is highly reliable is supposed to be the important aspect that business looking for. This can be said as the failover service is going to take 24 hours before it starts to work.

Therefore, business needs to check that the cloud provider offers the high reliable Disaster Recovery. So, if your business experiencing downtime, the solution will be activated and begin to process your systems and applications.

2. Check the Flexibility

In this digital era, many businesses have turned to multi-cloud to optimize their IT environment. By adopting multi-cloud, IT departments not only can efficient their IT infrastructure, but also minimize the potential of hardware investment. That’s why this cloud model is often used for a solution for the company.

Disaster Recovery-optimized cloud is one of the popular drivers for multi cloud portfolios. But again, in looking for this solution, business needs to consider the cloud service provider who will work with you to customize the solution availability SLA. Thus, business will meet the flexibility in its IT infrastructure.

3. Consider The ROI

We all know, Disaster Recovery solution is a premium service and will cost more than backup and recovery services.

But still, calculate the cost of the service against business losses from a disaster event for true Return of Investment (ROI). According to enterprisestorageforum.com, when a mission- or business-critical application must be continuously available, Disaster Recovery solution will keep it up and running. This protects the organization from major financial hits, should a critical application be unavailable for hours or days.

4. Security Concerns

Besides reliability and flexibility, the security feature also has to be one of the concern for business in choosing Disaster Recovery solution. To counter these concerns, business needs to look for a cloud service provider which enables secure Disaster Recovery replication, failover, and failback.

Not only that, but business also need to determine if the offsite data center that the provider offers is physically and digitally secure, and that they have the certifications to prove it. The providers should also be in compliance with regulations like HIPAA to ensure the security for business.

Those are tips that business need to look for in choosing Disaster Recovery. If you need a further information about how to choose the exact Disaster Recovery solution for your business, you can join us on “Zettagrid e-Techday: Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business” on Thursday, 25 November 2021.

If you have any questions related to cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

Object Storage Mencegah Risiko Ransomware, Bagaimana Caranya?

mencegah risiko ransomwareObject Storage Mencegah Risiko Ransomware, Bagaimana Caranya?

Pernah terbayang jika bisnis Anda diserang ransomware? Pastinya ini akan membuat perusahaan ketar-ketir mengingat akses ke sistem dan data bisnis tiba-tiba terenkripsi. Apalagi jika data tersebut berhubungan langsung dengan operasional dan layanan pelanggan, bisa-bisa kedua sistem ikut terhenti hingga berdampak kepada kerugian serta turunnya reputasi perusahaan.

Dari pada menunggu itu terjadi, alangkah baiknya bisnis mempersiapkan solusi yang tepat untuk mencegah risiko ransomware. Memanfaatkan Object Storage untuk menyimpan data backup bisa menjadi pilihan untuk perusahaan, apabila telah memiliki aplikasi atau solusi backup untuk mencadangkan data.

Dengan menempatkan data backup di Object Storage, bisnis tidak hanya dapat meminimalisir kehilangan data akibat human error, tetapi juga mencegah risiko ransomware yang dapat terjadi kapan saja.

Baca juga: Cara Menentukan Object Storage untuk Bisnis Anda

Lalu, mengapa bisnis perlu menggunakan Object Storage untuk melindungi data dari ransomware?

mencegah risiko ransomware

(Sumber: glegorly dari Getty Images Signature)

Teknologi saat ini telah cukup berkembang, begitu pula kemampuan para penggunanya. Terkadang, berkembangnya kemampuan ini sering dijadikan segelintir orang untuk berbuat jahat. Salah satunya saja pelaku serangan siber ransomware.

Di masa kini, kasus pelaku ransomware tidak hanya menargetkan sistem dan data utama bisnis saja, tetapi data backup pun ikut diincar. Mereka tahu, dengan menargetkan data backup selain data produksi ini, akan memungkinkan mereka untuk menginfeksi dan melumpuhkan sistem secara keseluruhan. Ketika data backup bisnis mulai disusupi, pelaku memiliki lebih banyak ruang dan pengaruh untuk memaksa korban membayar tebusan.

Memanfaatkan Object Storage dengan fitur Object Lock bisa menjadi pilihan untuk bisnis dalam melindungi data backupnya. Dengan fitur satu ini, data backup yang telah tersimpan di Object Storage tidak mudah diubah atau dihapus hingga waktu tertentu oleh berbagai pihak. Sekalipun oleh tim departemen IT Anda.

Baca juga: Keunggulan Object Storage untuk Backup Data

Apa itu Object Lock pada Object Storage?

Menurut Backblaze.com, Object Lock merupakan fitur perlindungan untuk data backup di Object Storage yang bertujuan untuk mencegah perubahan maupun penghapusan file oleh pihak manapun. Untuk menggunakan fitur pada Object Storage satu ini, bisnis harus memiliki aplikasi backup tertentu yang kompatibel dengan S3 Browser, seperti salah satunya Veeam Backup. Jadi, jika bisnis Anda memiliki aplikasi backup tersebut, bisnis dapat mengaktifkan Object Lock dan menentukan lama waktu suatu object yang harus dikunci pada Object Storage.

Object Lock memungkinkan Anda untuk menyimpan Object menggunakan penulisan apapun. Artinya setelah ditulis, data tidak dapat diubah atau dihapus untuk jangka waktu tertentu. Tidak perlu khawatir akan adanya manipulasi, penyalinan, enkripsi, perubahan, atau penghapusan file selama waktu tersebut, karena Object Lock mampu mencegah siapapun untuk melakukan beberapa hal tadi, termasuk pemilik file hingga pelaku serangan ransomware.

Perlukah menggunakan Object Lock pada Object Storage untuk mencegah risiko ransomware?

Menggunakan Object Lock untuk melindungi data dan file Anda, berarti tidak seorang pun dapat mengedit, mengenkripsi, dan menghapus keduanya. Itulah mengapa, memanfaatkan fitur ini sangat penting untuk meminimalisir risiko serangan ransomware, mengingat data yang tersimpan tidak bisa disentuh oleh pihak manapun, termasuk pemilik data dan pelaku ransomware. Dengan demikian, fitur satu ini memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap risiko ransomware.

Arupa Object Storage dilengkapi fitur Object Lock untuk mencegah risiko ransomware

Arupa Object Storage (AOS) menyediakan fitur Object Lock untuk membantu Anda melindungi data backup dari serangan ransomware. Kompatibel dengan S3 Browser, ini memudahkan bisnis yang telah memiliki solusi backup dengan kompatibilitas yang sama untuk menyimpan data backup-nya di AOS. Sehingga, Anda dapat dengan mudah menciptakan data backup yang “immutable” atau tidak dapat diubah, dan mencegah risiko ransomware.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang Arupa Object Storage atau solusi cloud lainnya, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business

disaster recovery solution

Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business

The growth of technology has brought positive impact while also give several risks for digital business. To keep business continuity, enterprise should have plan, one of them is implementing Disaster Recovery for their cloud infrastructure. From all DR solutions that offer their capabilities, which one is suitable to your business needs?

Find the answer on “Zettagrid e-Techday: Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business” and meet our cloud expert Aditya Irawan as Senior Cloud Consultant Zettagrid Indonesia.

Event Details

Day: Thursday, 25 November 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Link to register: bit.ly/etechdaydrzg
Live from Zoom Meeting

Join us and get FREE e-Certificate, special promo, and get a chance to win shopping vouchers.