Pos

Apa itu Colocation Server, Ciri-Ciri dan Cara Kerjanya?

colocation data center

Apa Itu Colocation Server?

Colocation atau yang disebut juga sebagai co-location, merupakan salah satu konsep dalam dunia digital yang mengacu pada penyediaan fasilitas penyimpanan data dan infrastruktur IT di sebuah pusat data eksternal. Dalam konsep colocation server, perusahaan atau organisasi dapat menyimpan dan mengelola server mereka di pusat data yang dimiliki oleh penyedia layanan colocation server.

Colocation server menawarkan berbagai manfaat bagi perusahaan dan organisasi dalam mengelola infrastruktur IT mereka. Salah satu manfaat utama colocation server adalah keandalan dan keamanan yang tinggi. Pusat data colocation server umumnya dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih, seperti pengawasan 24/7, akses terbatas, sistem pemadam kebakaran, dan perlindungan fisik lainnya. Hal ini dapat membantu melindungi data dan peralatan IT dari ancaman eksternal yang ada.

Selain itu, colocation server juga memberikan tingkat ketersediaan yang cukup tinggi. Pusat data colocation server biasanya dilengkapi dengan sistem listrik cadangan, saluran internet yang terhubung secara meluas, dan fasilitas pendinginan yang andal. Dengan demikian, perusahaan dapat mengandalkan ketersediaan infrastruktur yang stabil dan terjaga. Hal ini penting dalam menjaga kontinuitas bisnis dan menghindari waktu henti yang merugikan.

Ciri-ciri dari Colocation Server yang Perlu Diketahui

Ciri-ciri colocation server yang perlu Anda ketahui diantaranya meliputi penyewaan ruang fisik, seperti rak server atau kabinet, tersimpan di pusat data penyedia colocation server. Dengan menggunakan colocation server, perusahaan dapat mengatur dan mengelola perangkat keras mereka sendiri, termasuk server, switch, dan peralatan jaringan lainnya. Pusat data colocation server juga biasanya menyediakan konektivitas jaringan yang cepat dan dapat diandalkan, termasuk akses ke berbagai penyedia layanan internet (ISP) dan titik tukar lalu lintas (IXP).

Dalam colocation server, dimana perusahaan atau organisasi dapat menyewa ruang fisik dan menyimpan server mereka di pusat data colocation server. Setelah itu, mereka mengatur dan mengelola perangkat keras mereka sendiri, termasuk menginstal sistem operasi, mengkonfigurasi jaringan, dan mengelola aplikasi dan data mereka. Perusahaan masih bertanggung jawab penuh atas perangkat keras dan perangkat lunak yang mereka miliki. Sedangkan penyedia colocation server hanya bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur fisik pusat data.

Cara Kerja Colocation Server dan Perbedaannya dengan Cloud

Perbedaan utama antara colocation server dan cloud terletak pada kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur. Dalam colocation server, perusahaan atau organisasi memiliki dan mengelola perangkat keras mereka sendiri. Sedangkan dalam model cloud, infrastruktur IT disediakan oleh penyedia layanan cloud dan pengguna dengan mengaksesnya melalui jaringan internet.

Colocation server lebih cocok bagi perusahaan yang memiliki kebutuhan khusus, seperti keamanan yang ketat, ketersediaan yang tinggi, dan kontrol penuh atas infrastruktur IT mereka. Colocation server juga cocok bagi perusahaan yang sudah memiliki peralatan IT dan ingin mengoptimalkan penggunaannya tanpa harus menginvestasikan waktu, dan sumber daya dalam membangun serta mengelola pusat data mereka sendiri.

Sementara itu, cloud computing lebih fleksibel dan scalable, yang mana ini memungkinkan penggunanya dapat dengan mudah menambah atau mengurangi sumber daya sesuai dengan kebutuhan mereka. Cloud juga menawarkan layanan tambahan, seperti penyimpanan data yang terdistribusi, pemrosesan Big Data, dan kemampuan analitik yang canggih. Model cloud juga lebih cocok bagi perusahaan yang ingin fokus pada pengembangan aplikasi dan inovasi, tanpa perlu terlalu banyak memikirkan tentang infrastruktur fisik.

Secara keseluruhan, colocation server merupakan solusi yang menarik bagi perusahaan yang ingin mengelola dan mengontrol infrastruktur IT mereka sendiri, sambil memanfaatkan keandalan dan keamanan pusat data profesional. Dengan colocation server, perusahaan dapat mempertahankan kekuasaan penuh atas perangkat keras mereka sambil mengandalkan infrastruktur yang andal dan terjaga dengan baik.

Zettagrid Indonesia sebagai salah satu layanan cloud service lokal, dapat membantu Anda menghadapi serangan kejahatan yang ada di dunia maya dan kebutuhan IT lainnya yang perusahaan butuhkan. Jika Anda berniat untuk menggunakan solusi maupun kebutuhan IT lainnya dari kami, segera lakukan konsultasi dengan tim kami melalui sales@zettagrid.id atau hubungi melalui live chat.

4 Langkah Mencapai Strategi Backup yang Efektif

Featured image - langkah mencapai strategi backup yang efektiff

4 Langkah Mencapai Strategi Backup yang Efektif

Seiring perkembangan zaman, teknologi semakin canggih dengan adanya kemampuan menyimpan data-data penting di suatu tempat dan tidak perlu menggunakan alat penghubung apapun untuk memindahkan datanya. Tempat penyimpanan tersebut dikenal dengan sebutan cloud computing. Penggunaannya tentu sudah tidak asing lagi bagi para pelaku bisnis dan berbagai organisasi lainnya. Namun, bagaimana data kita dapat tetap aman dan tidak mudah hilang?

Anda harus mengetahui bahwa data-data tersebut dapat disalin atau di backup sehingga tidak mudah hilang atau rusak. Oleh karena itu, jika Anda memiliki perusahaan dengan sejumlah data penting dan krusial, sudah seharusnya Anda harus memiliki rencana backup data yang efektif. Jika Anda belum memiliki rencana atau strategi agar data perusahaan Anda aman, mulailah merencanakan hal tersebut dari sekarang. Berikut ini kami berikan penjelasan terkait bagaimana membuat strategi Backup data yang efektif dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Terapkan Strategi Backup 3-2-1Strategi backup 3-2-1 dapat menjadi hal pertama yang dapat dilakukan jika Anda ingin melakukan backup data yang efektif. Apa itu strategi backup 3-2-1? Strategi yang memiliki tiga salinan dari data total Anda. Dua diantaranya disimpan di lokal tetapi pada tempat yang berbeda sedangkan satu salinannya ditempatkan di offsite atau seperti cloud.Apa yang tersimpan pada komputer pribadi Anda menjadi data pertama yang perlu di Backup di medium berbeda. Untuk mengakalinya, Anda dapat menggunakan external Hard Drive sebagai tempat menyimpan salinan kedua dari data bisnis Anda. Bahkan, Anda juga dapat menggunakan solusi Backup seperti Cloud Backup sebagai offsite untuk menyimpan salinan ketiga dari data bisnis Anda. Dengan demikian, salinan data ketiga yang terletak di offsite tersebut akan disimpan di data center.
  2. Implementasikan Backup pada Public CloudLangkah yang kedua yaitu Anda dapat mengimplementasikan backup data pada Public Cloud. Bisnis juga memerlukan tahap implementasi agar strategi yang dijalankan efektif. Public Cloud adalah layanan yang dikirimkan melalui jaringan internet, yang dapat digunakan dan dibagikan ke seluruh penggunanya. Layanan ini merupakan layanan yang cukup populer dalam cloud computing. Layanan ini memiliki keunggulan skalabilitas yang tinggi dan efisien. Skalabilitas yang tinggi dapat menampung berbagai metadata dengan berbagai format.
  3. Gunakan Layanan Cloud yang Menjamin Keamanan Data Pelanggan
    Sebelum memilih layanan untuk mem-backup data bisnis Anda, pastikan Anda mencari tahu terlebih dahulu layanan cloud yang ingin digunakan. Pastikan layanan cloud memiliki jaminan keamanan data bagi pelanggan. Keamanan data pelanggan menjadi hal yang sangat krusial bagi pengguna layanan cloud. Jika tidak ada sertifikasi keamanan yang memadai maka data Anda berkemungkinan dapat diretas bahkan dapat menimbulkan kebocoran pada data bisnis
  4. Jadwalkan Sistem Backup bisnis AndaSebagai langkah terakhir, Anda dapat menjadwalkan sistem Backup bisnis Anda. Penjadwalan backup ini merupakan hal yang penting bagi bisnis Anda karena dengan melakukan penjadwalan secara berkala Anda akan lebih tenang apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga. Hilangnya data bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, apalagi saat terjadi bencana, kita tidak dapat memprediksi hal tersebut. Oleh karena itu, penjadwalan data backup secara rutin dan berkala sangat diharuskan. Jika bencana terjadi dan data backup tidak dijadwalkan secara rutin, maka Anda akan mengalami kesulitan dalam memperoleh data yang hilang tersebut.

    Langkah-langkah yang sudah dirangkum di artikel ini, dapat Anda terapkan untuk untuk mencapai strategi Backup yang efektif. Gunakanlah layanan backup yang dapat mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data secara cepat dan andal tetapi data Anda tetap aman dan terlindungi.

    Mengingat pentingnya backup data bagi sebuah bisnis, sebagai provider cloud local yang menyediakan layanan cloud backup, Zettagrid Indonesia dapat membantu Anda menyelesaikan masalah tersebut. Arupa Object Storage merupakan salah satu layanan cloud yang terjamin kualitasnya, layanan ini dapat dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan Backup bisnis Anda.

    Dengan menyediakan infrastruktur yang High Availability dan penyimpanan data yang fleksibel, bisnis dapat dengan mudah menampung solusi dan data backup. Anda dapat merasakan langsung keuntungan menggunakan Object Storage di Zettagrid dengan melakukan redeem voucher cloud credit sebesar IDR 3,000,000 bagi Anda yang tertarik mencoba layanan tersebut dengan menghubungi tim Zettagrid melalui sales@zettagrid.id.

Mengapa Virtual Data Center Menguntungkan Bisnis?

data center bisnis

Mengapa Virtual Data Center Menguntungkan Bisnis?

Di era modern ini, virtualisasi dan agilitas menjadi indikator utama dalam memajukan bisnis. Dengan memanfaatkan keduanya, bisnis tidak hanya mampu berkompetisi secara digital, tapi kelangsungannya pun dapat berkembang secara optimal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, solusi teknologi pun kian diminati oleh berbagai organisasi. Selain karena memanfaatkan virtualisasi, hal tersebut juga turut mempengaruhi agilitas bisnis.

Salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh bisnis adalah Virtual Data Center. Pada artikel sebelumnya, Virtual Data Center disebut juga sebagai kumpulan dari kapasitas cloud (vCPU, RAM, HDD, dan satu atau lebih IP Public). Dengan kumpulan kapasitas tersebut, Anda dapat membuat virtual mesin dengan konfigurasi yang dibutuhkan dari template public catalog OS yang sudah terpasang atau menginstal OS dari image ISO Anda sendiri.

Selain itu, kapasitas Virtual Data Center (lokal network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet, dan lainnya) serta pengelompokkan virtual mesin ke dalam cluster (vApp) juga dapat disesuaikan tergantung fungsi dan kebutuhan aplikasi bisnis. Dengan demikian, ini akan mendukung virtualisasi dan agilitas bisnis dalam mengembangkan produk, sistem, maupun menyimpan datanya.

Lalu, apa saja yang bisa bisnis rasakan dari Virtual Data Center?

Manfaat Virtual Data Center Bagi Bisnis

1. Manajamen biaya yang mudah dikelola

data center bisnis

(Source: zolak from Getty Images)

Secara umum, membangun data center on-premise memerlukan investasi keuangan yang besar dan berkelanjutan dalam membangun dan memelihara fasilitas, melatih karyawan, akuisisi hardware, dan biaya overhead. Namun hal tersebut tidak berlaku apabila bisnis memanfaatkan Virtual Data Center. Sebab komponen cloud-nya dipelihara dan dioperasikan oleh Penyedia Layanan Cloud, sehingga anggaran IT dapat dikelola secara efektif.

Tak hanya itu, layanan Virtual Data Center juga menyediakan sistem pay-as-you-go atau bayar sesuai penggunaan. Dengan model pembayaran ini, Anda dapat memprediksi pengeluaran operasional Anda dengan lebih akurat dan efektif.

2. Meningkatkan skalabilitas dengan cepat dan mudah

data center bisnis

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Saat melakukan pemeliharaan maupun peningkatan kapasitas data center on-premise, penyediaan server baru bisa memakan waktu mulai dari mingguan, hingga bulanan. Bahkan, menginstall Operating System (OS) dan server atau hardware pun memakan waktu hingga berjam-jam. Akibatnya, operasional pun membutuhkan waktu yang panjang agar bisnis bisa mengoperasikan sistem dan datanya secara optimal.

Dengan Virtual Data Center, Anda lagi-lagi tidak perlu melalui proses yang panjang tersebut. Dengan memvirtualisasikan data center bisnis, Anda dapat menyiapkan server bisnis dengan cepat sesuai template yang telah dikonfigurasikan sebelumnya. Tak hanya itu, penambahan kapasitasnya pun tidak lagi memerlukan pembelian hardware. Dengan demikian, bisnis pun dapat lebih efisien dan efektif untuk menambah kapasitas IT sesuai kebutuhannya.

3. Mempersiapkan bisnis dari risiko downtime

data center bisnis

(Source: AnnuchaCheechang from Getty Images)

Saat menggunakan data center on-premise, berbagai kendala yang mengganggu operasional sistem tentu berisiko menyebabkan bisnis mengalami downtime. Tak heran, banyak organisasi yang memanfaatkan data center on-premise, juga menggunakan daya listrik tambahan untuk memitigasi terjadinya downtime pada infrastruktur tersebut. Meski demikian, memanfaatkan daya listrik tambahan juga membutuhkan manajemen dan anggaran IT yang tak sedikit. Terlebih bila downtime yang dialami selalu rutin terjadi, anggaran pun pastinya akan membengkak seiring waktu.

Menggunakan Virtual Data Center yang High Availability bisa menjadi solusi untuk memitigasi bisnis dari risiko downtime. Dengan mengalihkan traffic pada server yang terkendala ke server lainnya, organisasi tidak perlu khawatir akan terhentinya operasional dan layanan bisnis. Dengan demikian produktivitas bisnis dan kepercayaan pelanggan dapat tetap terjaga.

4. Meningkatkan ketersediaan akses data

data center bisnis

(Source: ktsimage from Getty Images)

Pada dasarnya, Virtual Data Center yang High Availability dibangun pada suatu infrastruktur yang menjamin ketersediaan listriknya, pendingin ruangan, serta perangkat keras seperti storage, server, dan jaringan yang redundant. Beberapa hal tersebut diperlukan agar sistem cloud dapat bekerja secara optimal selama 24/7. Dengan demikian, ketersediaan akses ke sistem dan data bisnis pun dapat dimiliki oleh bisnis secara fleksibel.

Zettagrid Indonesia berkomitmen untuk menyederhanakan dunia IT yang kompleks dengan platform otomatis. Oleh karena itu, kami membangun lingkungan manajemen yang efisien dengan Virtual data Center VMware’s vCloud, di mana memungkinkan Anda mendapat solusi cloud yang aman dan scalable hingga kapasitas berapapun.

Cari tahu informasi Virtual Data Center lebih lanjut di sini.

Bila Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi tentang solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id

Solusi Untuk Mencegah Downtime Pada Data Center

solusi untuk mencegah downtimeSolusi Untuk Mencegah Downtime Pada Data Center

Seiring berkembangnya teknologi digital, infrastruktur penyimpanan dan pengolahan data seperti data center menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki oleh berbagai organisasi. Dengan adanya infrastruktur ini, akses server data, aplikasi, maupun website dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Tak hanya itu, kecepatan akses hingga skalabilitas penyimpanan datanya yang tinggi pun bahkan bisa memicu berkembangnya layanan bisnis. Sehingga tak mengherankan jika infrastruktur ini banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri.

Meskipun pemanfaatan data center membawa keuntungan bagi pengusaha, nyatanya infrastruktur satu ini juga kerap mengalami downtime. Jika bisnis Anda menggunakan infrastruktur data center, Anda pastinya tahu betul downtime berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnis. Bahkan menurut riset yang dilakukan statista.com, downtime akibat kegagalan hardware yang terjadi di berbagai organisasi sepanjang 2020 lalu ditaksir merugi hingga 301.000 US Dollar. Dengan angka tersebut, tentu dapat dibayangkan jika kendala tersebut mampu membawa dampak buruk bagi kelangsungan perusahaan.

Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal untuk mencegah terjadinya kerugian tersebut. Beberapa tips di bawah ini bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime pada data center akibat kegagalan hardware:

1. Menggunakan sumber daya yang andal

Sumber: Bret Sayless from Pexels

Untuk mencegah kerugian akibat downtime, pengusaha bisa mulai memilih sumber daya yang andal untuk data center. Pemilihan ini bisa menyangkut infrastruktur dan penyedia layanan solusi IT untuk menjamin operasional sistem. Sehingga ketika downtime terjadi, operasional bisnis bisa tetap berjalan seperti normal kembali.

Tak cukup itu saja, power supply yang stabil, perlindungan terhadap kebakaran, environment control, pendingin ruangan, hingga fitur keamanan data center pun menjadi sumber daya lain yang perlu diperhatikan. Sebab dengan memaksimalkan pemeliharaan beberapa sumber daya tersebut, risiko downtime karena kegagalan hardware, bencana, ataupun human error dapat diminimalisir sebaik mungkin.

2. Pemeliharaan secara berkala

solusi untuk mencegah downtime

Sumber: Zhuyufang from Getty Images Pro

Pemeliharaan secara berkala bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime pada data center. Dengan memperhatikan sumber daya lainnya untuk pengalihan listrik, data center dapat tetap bekerja sebagaimana mestinya ketika sumber listrik utama mati. Misalnya, ketika listrik dari PLN mati, perusahaan masih bisa menggunakan sumber daya lainnya untuk menjalankan data center.

Tak hanya itu saja, memonitor pendingin ruangan data center dan generator secara berkala juga diperlukan oleh perusahaan. Sebab jika departemen IT Anda melewatkan aktivitas satu ini, data center berpotensi cepat rusak hingga menimbulkan downtime akibat generator dan perantinya yang terlalu panas. Bisnis pun bisa berakhir dengan merogoh kocek yang tidak sedikit untuk memperbaiki hardware.

3. Memonitor Data Center

solusi untuk mencegah downtime

Sumber: Gorodenkoff from Shutterstock

Memelihara data center tentu tidak bisa dilakukan secara sembarang. Oleh karenanya, melakukan manajemen data center sangat penting bagi perusahaan. Anda bisa mulai mencari tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai pemeliharaan yang sesuai prosedur. Selain itu, manajemen waktu juga menjadi kunci untuk pemeliharaan tersebut. Jadi, jika pemeliharaan dilaksanakan setiap 120 hari, Anda bisa mengalokasikan 10% (12 hari) dari waktu tersebut untuk melakukan perbaikan.

Merinci hasil pemeliharaan data center juga tidak boleh terlewatkan. Ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kemungkinan masalah yang terjadi pada data center. Dengan proses tersebut, perusahaan bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk mencegah potensi dan risiko downtime di masa yang akan datang.

Namun jika Anda menggunakan penyedia layanan cloud, waktu dan potensi downtime bisa direspon dengan lebih cepat oleh tim support. Bahkan, hasil dan analisa penyebab downtime juga dilaporkan oleh penyedia layanan. Sehingga, organisasi tidak perlu repot mengidentifikasi downtime pada data center.

4. Menggunakan Virtual Data Center yang High Availability

Sumber: baranozdemir from Getty Images Signature

Menggunakan Virtual Data Center (VDC) bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime. Dengan kapasitas penyimpanan yang High Availability dan Redundant Power, pengusaha bisa lebih memitigasi risiko downtime. Tak hanya itu, pemanfaatan VDC juga dapat menggeser investasi CapEx ke investasi OpEx yang lebih dinamis. Jadi, ketika bisnis perlu untuk meningkatkan skalabilitas dan dayanya, pengusaha tidak lagi memerlukan biaya pembelian atau pemeliharaan hardware.

Selain High Availability dan efisien, menggunakan layanan VDC juga memudahkan bisnis untuk mengerjakan hal lainnya. Jadi, ketika infrastruktur memerlukan pemeliharaan atau peningkatan kapasitas sistem, tenaga ahli layanan VDC akan mengerjakannya untuk perusahaan Anda. Bisnis pun bisa lebih fokus dan menghemat anggaran, karena tidak lagi perlu merekrut tenaga kerja untuk memelihara infrastruktur data center.

5. Menjalankan skenario Disaster Recovery

Sumber: baranozdemir from Getty Images Signature

Tak hanya pada bencana, skenario Disaster Recovery juga bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime. Dengan mengaktifkan skenario failover ketika terjadi downtime, semua VM yang telah direplikasi di cloud akan dikirimkan ke On-Premise untuk penggunaan resource. Sehingga, Anda tidak perlu cemas ketika kendala terjadi, karena Disaster Recovery mampu menjamin operasional bisnis dapat berjalan secara maksimal.

Namun demikian, memilih layanan Disaster Recovery juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Beberapa pertimbangan juga perlu untuk diperhatikan oleh bisnis, agar skenario layanan tersebut dapat berjalan optimal. Pada artikel sebelumnya, sempat dijelaskan jika beberapa aspek seperti performa layanan Disaster Recovery, Recovery Time Objective (RTO), Recovery Point Objective (RPO), jaminan konsistensi, hingga lokasi sangat berpengaruh terhadap layanan. Sehingga jika Anda perlu untuk menggunakan Disaster Recovery sebagai solusi untuk mencegah downtime, ada baiknya beberapa aspek tersebut diperhatikan lebih dulu.

Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan Cloud berbasis Infrastructure as a Service (IaaS) di Indonesia. Dengan menyediakan layanan berupa Virtual Data Center (VDC), Backup as a Service (BaaS), dan Disaster Recovery as a Service (DRaaS), Zettagrid berkomitmen untuk membantu pengusaha bertransformasi di era digital. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, hubungi kami di sini atau melalui sales@zettagrid.id.

Tingkatkan Sistem IT Workload Bisnis Anda Dengan Cloud Provider

IT Workload

Tingkatkan Sistem IT Workload Bisnis Anda Dengan Cloud Provider

Sejak terjadinya pandemi COVID-19, berbagai industri dari sektor bisnis kini bertransformasi menjadi lebih digital. Hal ini dilakukan tentunya tidak hanya untuk mengikuti kebijakan social distancing, melainkan juga perilaku konsumen yang saat ini beralih secara daring. Untuk itu, akses internet saja tidak cukup dalam meningkatkan bisnis di masa pandemi ini. Sistem IT canggih lainnya juga diperlukan demi menunjang kebutuhan operasional bisnis, salah satunya adalah sistem cloud provider.

Selain menjadi solusi infrastruktur digital bagi perusahaan, sistem layanan cloud juga dapat membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan mengurangi investasi CAPEX dan OPEX. Tak hanya itu, deployment yang dapat dilakukan dalam beberapa jam saja, menjadikan cloud sebagai pilihan pengusaha untuk meningkatkan sistem IT workload bisnis anda di masa pandemi seperti sekarang.

Dalam talkshow bertajuk “Zettagrid e-CloudTalk vol. 04: Elevate Your IT Business Growth with Zettagrid” pada 26 Agustus 2020, Yohannes Saputra selaku IT Project and Development di Chemstation Asia (CSA), membagikan pengalaman perusahaannya saat menggunakan teknologi cloud infrastructure. Setelah melakukan beragam inovasi teknologi, CSA kini mempercayai sistem layanan cloud data center dari Zettagrid Indonesia untuk menopang sistem IT workload perusahaan.

Keputusan perusahaan tersebut pastinya terjadi bukan tanpa alasan. Mengingat sistem cabang perusahaan di 7 negara lainnya memiliki waktu yang berbeda, CSA membutuhkan sistem server yang dapat terus aktif demi meningkatkan operasional bisnisnya. Sehingga, sistem cloud dipercaya dapat menjadi solusi IT perusahaan tersebut.

Human error yang dapat terjadi sewaktu-waktu pun menjadi alasan berikutnya. Demi meminimalisir terjadinya risiko dari bencana, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi kimia ini melihat perlunya sistem backup plan. Sehingga, jika terjadi gangguan seperti human error, sistem backup plan cloud dapat diaktifkan secara real time dan tidak mengganggu operasional lainnya.

Namun, mencari solusi operasional IT tidaklah cukup bagi bisnis yang sedang dijalankan. Bencana alam maupun serangan hacker tentunya dapat menimpa sistem IT workloads bisnis anda. Terutama bagi on-premise yang tidak memiliki standard data center seperti cloud provider.

Menurut Stephen Tukimin selaku VCPP Senior Solution Engineer di VMware, sistem layanan cloud tentunya memiliki standar yang dapat menjaga service level agreements (SLA). Standar tersebut bisa dilihat dari sisi infrastruktur, konektivitas jaringan, hingga keadaan daruratnya. Sehingga, kebijakan SLA yang jelas dapat menjadi jaminan bagi pengguna terkait keamanan data yang tersimpan pada sistem.

Jika anda ingin menyimak apa kata para pakar mengenai Cloud computing di Zettagrid e-CloudTalk Vol.04, anda dapat menyimak tayangannya di channel Youtube kami disini

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Zettagrid, anda dapat menghubungi kami di sini atau email ke sales@zettagrid.id untuk memudahkan pengalaman cloud bagi bisnis anda.

 

Writer: Gita Gisela

New Normal Discount 50% Zettagrid Cloud

Zettagrid Cloud New Normal Discount 50%

New Normal Discount

Sudah hampir 3 bulan pemerintah Indonesia menetapkan PSBB untuk menekan angka penularan COVID-19 yang telah menelan banyak korban di berbagai penjuru dunia. Selain menelan banyak korban, COVID-19 juga menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lesu. Tidak sedikit kita dengar banyak beberapa bisnis dari berbagai sektor menutup usaha mereka. Namun saat ini pemerintah Indonesia mulai memberlakukan PSBB transisi atau yang kita bisa sebut new normal demi memperbaiki kegiatan ekonomi di Indonesia.

Untuk mendukung gerakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB transisi) dari pemerintah Indonesia dan membantu untuk menjaga bisnis anda agar tetap berjalan lancar ditengah pembatasan sosial, Zettagrid Indonesia sebagai penyedia layanan cloud computing lokal di Indonesia, memberikan penawaran New Normal Discount 50% untuk seluruh pembelian product baru. Dengan promo ini kami berharap, dapat turut membantu bisnis anda untuk mengembalikan efisiensi perusahaan anda, dan tentunya agar bisnis anda tetap berjalan dengan lancar selama pembatasan sosial berlaku.

New Normal Discount 50% ini berlaku untuk 6 bulan pertama pembelian baru seluruh produk Zettagrid Indonesia sebagai layanan penyedia cloud computing pada bisnis anda. Promo ini berlaku untuk minimal pembelian produk selama satu tahun.

Pesan sekarang dan dapatkan promonya! Promo berlaku hingga 30 Juni 2020.

Hubungi kami di sales@zettagrid.id atau di 0811-28-38-78

 

Stay safe and stay healthy!

Zettagrid Indonesia

3 Alasan Mengapa Cloud Dapat Mendorong Efisiensi IT Perusahaan Anda

3 Alasan Mengapa Cloud Dapat Mendorong Efisiensi Bagi IT Perusahaan Anda

3 Alasan Mengapa Cloud

Pandemik COVID-19 memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pengusaha saat ini. Selain harus menerapkan sistem kerja di rumah (WFH), mungkin saat ini di beberapa industry mulai merasakan dampak dari kebijakan ini, contohnya bagian sales yang sudah tidak dapat bertemu langsung untuk meeting face to face dengan calon pelanggan, pengiriman barang dari luar negeri yang lebih lama akibat tehambatnya logistik dan kebijakan baru dari pemerintah selama pandemik berlangsung, juga harga barang/bahan baku/peralatan yang lebih tinggi dari biasanya akibat meroketnya nilai US Dollar terhadap Rupiah.

Tentunya hal-hal ini dapat menjadi penghambat pertumbuhan usaha anda, dan tidak sedikit juga perusahaan yang saat ini mulai melakukan efisiensi tenaga kerja dengan melakukan PHK. Untuk itu perlu bagi anda untuk tetap dapat mempertahankan kelanjutan usaha anda salah satunya dengan melakukan efisiensi pada IT anda, dengan menggunakan teknologi cloud computing sebagai solusi IT efisiensi anda selama pandemic berlangsung. Berikut 3 Alasan Mengapa Cloud Dapat Mendorong Efisiensi IT Perusahaan Anda

  1. Mengurangi biaya modal:

Ketika anda membangun infrastruktur sendiri tentunya anda akan membutuhkan biaya yang tidak kecil dari mulai lokasi server atau perangkat infrastruktur, investasi hardware dan software, penggunaan listrik yang besar, penyediaan pendingin ruangan agar server tidak panas, penyediaan ruangan data center, dedikasi platform, biaya keamanan dan lainnya.

  1. Lebih fleksibel dan “lincah”

Dengan cloud computing, anda dapat menghemat biaya dari segi penggunaan kapasitas karena pada teknologi cloud, anda dapat mengatur sendiri besar kecilnya kebutuhan kapasitas server anda sesuai dengan kebutuhan anda. Contohnya pada saat seperti ini tentunya pada beberapa sektor jika mengalami penurunan penggunaan kapasitas IT, anda dapat langsung menurunkan kapasitas yang anda miliki melalui self service portal yang telah disediakan.

  1. Waktu pembangunan sistem yang singkat

Jika anda ingin beralih menggunakan cloud computing anda tidak perlu lagi membutuhkan waktu yang panjang untuk membangun sistem. Jika anda membangun sistem untuk infrastruktur sendiri, maka kurang lebih anda akan membutuhkan waktu 4-6 bulan, belum lagi pembangunan ruangan data center, ruangan pendingin dll. Pada cloud Zettagrid, anda hanya membutuhkan waktu 1-4 hari. Hanya tinggal melakukan order berlangganan, maka kami siap membangun sistem untuk anda hanya dalam kurun waktu 1-4 hari dan langsung dapat anda gunakan.

Zettagrid Indonesia menyediakan layanan cloud computing untuk solusi perusahaan anda disaat menghadapi situasi pandemic yang tidak menentu ini. Zettagrid Indonesia juga merupakan Cloud Verified Partner dari VMware dan memiliki lokasi data center di Jakarta dan cibitung. Kami berkomitmen untuk lebih dekat dengan anda dan siap sedia membantu anda selama 24/7. Jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut anda dapat menhubungi kami disini atau e-mail kami di sales@zettagrid.id

 

Getting Know More About Virtual Server and Virtual Data Center

 

Virtual Server Virtual Data Center

Getting Know More About Virtual Server and Virtual Data Center

Not sure if your business needs to use a virtual private server (VPS) or a virtual data center (VDC)?

While the two are related, they are not the same thing. Both a VPS and VDC are invaluable tools for businesses of all sizes, from small organisations looking for an affordable and secure server to suit their unique needs, to growing and enterprise-level organisations that require maximum scalability and flexibility.

Both make the computing power of an outside server accessible, empowering business IT teams to do more regarding security, functionality and development.

Today, it’s no longer necessary to spend large sums on a physical data center. Virtual private servers and virtual data center are two of the most efficient resources businesses have available to them to harness the power of virtual computing power and data storage.

Where the distinction between VPS and VDC lies is in the scope of what they offer.

What is a Virtual Private Server used for?

A VPS can be used for a variety of purposes. It serves as an off-site, third-party hosting provider with greater security and flexibility than you’d get with something like shared hosting. When you sign up for a virtual private server, you’re basically getting a remote computer and all the dynamic functioning that comes with it.

It can be used for:

  • Running websites
  • Hosting business files and media
  • Testing new components as well as server setups that aren’t yet live

The advantages of a VPS are that it offers a lot of the resources modern organisations require to offer a professional user experience. For example, with CPU and RAM, a website run from a VPS will be more responsive than one run from a shared hosting service.

It is also a secure option. VPS has what is known as sandbox security. This means no one can go in and hack your user information and data files as the server is its own separate entity within the cloud environment. Understanding how critical data security is to today’s organisations, Zettagrid utilises three levels of electronic security, physical security, network separation, and server and storage data.

We also make our VPS services fully customisable to make your life that much easier. You can choose your operating system, set your own levels of CPU, RAM, storage, Internet data, speed, and set up your location. Then, you can install whatever applications your business needs rather than being stuck with pre-determined applications.

A VPS will have a limited number of users, which means it is limited in scalability and may not offer enough for more dynamic organisations – or for those on a fast growth track.

This is where virtual data centres come in to save the day.

What Is a Virtual Data Center Used For?

Just as a physical data building would house numerous racks containing servers, a virtual data center is a virtual location that houses numerous virtual servers. It offers a pool of virtualised resources, which are then available to only a single user – your business. This means instead of one virtual operating system, you have an entire virtual environment that contains many virtual servers.

A VDC is designed to meet the needs of enterprise-level organisations. It is essentially a management environment. Leverage it for all it’s worth, and your IT team can do just about anything within a secure, scalable, stunningly flexible environment.

We take customisation a few steps further than what most people expect from a VDC. For instance, you can customise your virtual servers, so they match exactly what you need. This allows businesses to save on IT costs by only paying for what you use – yet you are already set up to scale when your organisation demands growth and greater functionality.

A VDC also serves as a source of backup and replication. With Zettagrid, you can choose from different VM backup and replication options depending on what you need to meet compliance and retention requirements.

We also make managing your VDC a breeze with plenty of real-time and historical metrics and optional advanced portal features with VMware and vCloud Director. The idea is for you to be in complete control, so you can get the most out of your virtual servers and offer the seamless, flawlessly secure private, public, or hybrid cloud environment for all your users.

If you are still curious about the differences between VPS and VDC you can contact us here

3 Reasons Why Your Data Center Location Matter

Data center location

3 Reasons why Data Center Location Matter

Data center is a physical or virtual infrastructure that used by enterprises to house their computer, server and networking systems and components for the company IT needs which involve storing, processing, and serving large amount of company critical data.

There are several things you should pay attention when you want to decide which data center you will host and store your critical data. These are including server specification and one of the important things is the data center location.

Here are 3 reasons why Data Center Location Matter.

  1. Data Center can affect your website’s speed and latency.

If your server is far away from its users, information and data will have to travel more distances. For example, when someone visits a page on your website, their computer needs to communicate with your server to access your files, photos, and other information. After that, those data will be transferred or downloaded from the server to their computer.

Unfortunately, when a data center is located far away from the user initiating the request, the process of obtaining files and data can be lengthy. Pages may take a while to load, and latency issues might arise. This problem might impact to your website visitors because they will get frustrated every time they visit your web.

  1. Secured data protection

If you place your data in local data center, you could know how secured they are. How the data center equipment and procedure when their clients want to visit the data center itself. They also equipped with excellent system that to keep your data safe.

  1. Easier to monitor

One of the most important reason to put your data on a local cloud provider is easier to monitor. Since data center became your business IT core, it is better for you if you can easily access your data center. Having long travel just to monitor your data center will wasting your time and cut your cost efficiency. Another benefits to put your data in the local cloud provider is they mostly have local experts to help you 24/7, so you can easily communicate with them.

 

Zettagrid Indonesia already has 2 availability in Indonesia which in Jakarta and Cibitung. Now we also have our office representative in Surabaya. With SLA 99.9% we always try to keep your IT running smoothly. We also provide local expert and support that ready to help you 24/7. Need more information about us? Click here or send us your requirement at sales@zettagrid.id.

Improve Your On-premises Data Center with Virtual Datacenter

Virtual Datacenter

Improve Your On-premises Data Center with Virtual Datacenter

Virtual Data Center (VDC) is a collection of cloud resources that replace the need for your business to own and operate your own data centre. Rather than relying on physical servers to protect your applications, now you can have virtual servers, that providing you flexibility to scale up as your business needs expand.

Businesses of all sizes, especially small-to-medium sized businesses (SMEs), struggle with knowing how to manage their applications properly. Servers require climate controlled environments to function properly and often need IT professionals to manage their interface with the rest of the company assets. With Zettagrid Virtual Data Centers (VDC), you can build and manage hundreds of virtual servers in a secure private, public or hybrid cloud environment from our easy to use platform.

If you are planning to improve your on-premises Data Center with Virtual Datacenter (VDC), here are the benefits of Zettagrid VDC for your business that you need to know:

  1. Local Data & Support: Our geo-diverse architecture and fully independent zones in Jakarta, Australia, and Singapore allow you to store and secure your data in Indonesia, Australia, or Singapore. Zettagrid team can be found across Regional, helping your business to expand and grow with VDC, where just a phone-call away.
  2. Easy Management: We’ve built a simple portal that you’ll have up and running in minutes. If you need more advanced features you can access VMware® vCloud Director. VDC simplifies cloud computing infrastructure, making it easy for your business to store and secure data,
  3. Simple Billing: Unlike other providers, we don’t charge for IOPs, Reads/Writes, PUTs, GETs and all the other nasty hidden fees you may experience with others. We deliver one fixed monthly charge for your cloud, with no contract agreements, so you know you can cancel services when necessary, or if they are not working for your business.
  4. Fully Customised Sizing: When you purchase your own equipment, it can be easy to get too much or not enough computing power and storage space. With some VDCs, you end up paying for a standard amount of storage, even if it is more than what you need. With Zettagrid, you get fully customised storage space, so you only pay for the resources you are going to use.

Let us to help you to simplify your complex IT world by using our Virtual Datacenter. Contact us here for more information.