Pos

Virtual Datacenter Indonesia: Panduan Lengkap VDC Enterprise

Virtual Datacenter Indonesia Panduan Lengkap VDC Enterprise Zettagrid

Panduan lengkap virtual datacenter Indonesia untuk kebutuhan VDC Enterprise.

Virtual Datacenter, atau virtual datacenter Indonesia yang sering disebut juga VDC Indonesia, adalah pendekatan infrastruktur yang membuat resource data center tersedia dalam bentuk software-defined, bukan sepenuhnya bergantung pada perangkat fisik. Bagi tim IT enterprise, model ini menjawab kebutuhan yang makin umum: deploy lebih cepat, skalabilitas lebih luwes, dan pengelolaan yang lebih efisien tanpa harus terus menambah server on-premises.

Dalam praktiknya, VDC menjadi relevan ketika bisnis ingin menjaga performa aplikasi, tetapi tidak ingin dibebani kompleksitas data center tradisional. Karena itulah banyak organisasi mulai melihat cloud infrastructure sebagai fondasi modern, terutama saat workload tumbuh, tim operasional terbatas, atau kebutuhan recovery makin ketat.

Apa Itu Virtual Datacenter (VDC)?

Virtual Datacenter adalah kumpulan resource komputasi, storage, dan jaringan yang dikelola secara terpusat melalui lapisan virtualisasi. Resource tersebut tidak berdiri sebagai satu server fisik tunggal, melainkan dibagi ke dalam resource pool yang bisa dialokasikan ke virtual machine, aplikasi, atau environment tertentu sesuai kebutuhan bisnis.

Cara paling mudah memahaminya adalah dengan membayangkan data center sebagai gedung kantor. Di data center tradisional, setiap unit bisnis seperti membeli ruangan, meja, dan instalasi sendiri. Pada VDC, Anda seperti menyewa gedung yang sudah siap pakai, lalu membagi ruangnya sesuai kebutuhan tim, proyek, atau aplikasi. Konsep ini sangat dekat dengan enterprise cloud dan model infrastructure as a service (IaaS).

Di baliknya, ada virtualisasi yang memisahkan resource fisik dari pemakaian logical. Artinya, compute, storage, dan networking dapat disusun sebagai layanan yang bisa diakses melalui portal, API, atau sistem orkestrasi, termasuk self-service provisioning untuk tim yang punya otorisasi.

Bagaimana Cara Kerja Virtual Datacenter?

Secara arsitektural, VDC dimulai dari server fisik yang dijalankan oleh hypervisor. Hypervisor bertugas membagi resource host menjadi beberapa virtual machine, lalu menjaga isolasi antar-VM agar tiap workload berjalan stabil dan tidak saling mengganggu. Pada lingkungan enterprise, lapisan ini menjadi dasar dari virtual infrastructure yang aman dan mudah dikontrol.

Setelah compute tervirtualisasi, jaringan dibangun dalam bentuk virtual networking. Di sini, traffic antar aplikasi, antarsegmen, dan ke internet dapat diatur lewat virtual switch, subnet, firewall, routing, dan kebijakan akses. Pendekatan seperti ini umum pada cloud datacenter modern karena membuat segmentasi, kontrol keamanan, dan integrasi antar-layanan lebih mudah dikelola.

Storage pun diperlakukan sebagai resource pool. Volume, datastore, atau blok penyimpanan dapat dialokasikan ke VM sesuai kapasitas yang dibutuhkan, lalu ditambah atau dikurangi saat workload berubah. Inilah alasan VDC cocok untuk bisnis yang tidak mau membeli kapasitas besar di awal, tetapi tetap butuh ruang tumbuh yang cepat.

Dari sisi operasional, administrator biasanya melakukan provisioning melalui portal atau automation engine. VM baru, jaringan baru, atau storage tambahan bisa dibuat dalam hitungan menit, bukan hari. Monitoring kemudian memantau utilisasi, kesehatan host, latency, kapasitas, dan event keamanan agar scaling bisa dilakukan sebelum bottleneck muncul.

Komponen Utama Virtual Datacenter

Berikut komponen inti yang biasanya ada dalam sebuah data center virtual enterprise:

  • Compute: sumber daya prosesor dan memori yang menjalankan workload.
  • Virtual Machine: server logis yang menjalankan sistem operasi dan aplikasi.
  • Storage: tempat penyimpanan data, image, database, dan backup.
  • Network: jalur komunikasi antar-VM, antar-segmen, dan ke internet.
  • Firewall: kontrol lalu lintas untuk membatasi akses dan mengurangi risiko.
  • Load Balancer: membagi traffic ke beberapa server agar performa stabil.
  • Backup: salinan data untuk pemulihan saat terjadi insiden.
  • Snapshot: titik rekam cepat dari kondisi VM atau storage pada waktu tertentu.
  • Disaster Recovery: mekanisme pemulihan layanan ke site lain saat site utama gagal.
  • Monitoring: visibilitas terhadap performa, kapasitas, log, dan anomali.

Setiap komponen di atas saling terkait. Misalnya, backup tanpa monitoring sering terlambat diketahui ketika gagal, sedangkan load balancer tanpa capacity planning justru menciptakan ilusi stabilitas. Dalam enterprise cloud platform yang matang, semua komponen itu harus dipikirkan sebagai satu sistem, bukan fitur yang berdiri sendiri.

Virtual Datacenter vs Data Center Tradisional

Perbedaan utama antara keduanya bukan hanya soal lokasi, tetapi juga cara resource disediakan, dikelola, dan dikembangkan. Data center tradisional bergantung pada hardware fisik yang harus dibeli, dipasang, dan dirawat satu per satu. VDC memindahkan banyak fungsi tersebut ke layer software sehingga lebih cepat dan elastis.

Aspek Virtual Datacenter Data Center Tradisional
Investasi awal Lebih rendah karena memakai resource sesuai kebutuhan Lebih tinggi karena perlu pembelian hardware besar di awal
Skalabilitas Tinggi, resource bisa ditambah atau dikurangi cepat Terbatas, bergantung pada pengadaan perangkat baru
Deployment Cepat, sering dalam hitungan menit Lebih lama, bisa memakan hari atau minggu
Maintenance Lebih terpusat dan banyak yang dapat diotomasi Lebih berat karena banyak komponen fisik
Keamanan Lebih granular lewat segmentasi, policy, dan kontrol akses Bergantung pada kontrol fisik dan konfigurasi perangkat
Availability Lebih mudah dirancang high availability Bergantung pada desain redundant hardware
Disaster Recovery Lebih mudah direplikasi ke site lain Biasanya lebih kompleks dan mahal
Biaya operasional Lebih efisien jika dimanfaatkan dengan baik Cenderung tinggi karena daya, ruang, dan maintenance
Fleksibilitas Tinggi untuk berbagai workload Rendah hingga menengah
Efisiensi Resource pooling meningkatkan utilisasi Banyak kapasitas idle jika perencanaan tidak presisi

Bagi banyak organisasi, nilai utama VDC ada pada kecepatan adaptasi. Saat kebutuhan bisnis berubah, infrastruktur tidak perlu menjadi hambatan. Justru infrastruktur menjadi bagian dari strategi pertumbuhan.

Keunggulan Virtual Data Center bagi Perusahaan

Keunggulan paling terasa dari VDC adalah efisiensi biaya. Perusahaan tidak harus membeli kapasitas besar di awal hanya untuk mengantisipasi lonjakan sesekali. Resource dapat disesuaikan dengan beban aktual, sehingga belanja infrastruktur lebih proporsional.

Keunggulan berikutnya adalah provisioning yang cepat. Tim IT bisa menyiapkan environment testing, staging, atau production secara jauh lebih singkat, terutama untuk organisasi yang menjalankan banyak proyek paralel. Dalam praktik enterprise, percepatan ini sering berdampak langsung pada time-to-market.

VDC juga membantu high availability dan business continuity. Dengan desain yang tepat, workload dapat ditempatkan pada node berbeda, direplikasi ke lokasi cadangan, dan dipulihkan lebih cepat saat terjadi gangguan. Untuk perusahaan yang sangat bergantung pada aplikasi digital, ini bukan fitur tambahan, melainkan kebutuhan operasional.

Contohnya, perusahaan e-commerce bisa menaikkan kapasitas saat promo besar, lalu menurunkannya kembali setelah trafik stabil. Di sisi lain, tim internal tetap dapat mempertahankan sistem ERP, file service, atau aplikasi HR tanpa harus menyediakan server fisik untuk tiap divisi. Model seperti ini membuat cloud computing lebih mudah diadopsi secara bertahap.

Kapan Bisnis Membutuhkan Virtual Datacenter?

Perusahaan yang berkembang cepat biasanya menjadi kandidat paling jelas. Saat jumlah user, aplikasi, dan lokasi operasional bertambah, infrastruktur fisik sering tertinggal dari ritme bisnis. VDC membantu menutup jarak itu karena kapasitas dapat ditingkatkan tanpa siklus pengadaan yang panjang.

Untuk e-commerce dan fintech, kebutuhan utamanya adalah elastisitas, keamanan, dan availability. Trafik bisa naik drastis dalam waktu singkat, sementara downtime berisiko langsung ke pendapatan dan reputasi. Di sini, VDC memberi ruang bagi scaling, segmentasi jaringan, dan kontrol operasional yang lebih disiplin.

Pada manufacturing, VDC berguna untuk aplikasi produksi, warehouse management, quality control, dan integrasi antar-site. Lingkungan seperti ini biasanya membutuhkan interoperabilitas dengan sistem lama, tetapi tetap ingin modernisasi bertahap. Healthcare dan institusi pendidikan pun punya kebutuhan serupa, terutama untuk data sensitif, akses lintas lokasi, dan backup yang terstruktur.

Sementara itu, startup, enterprise, dan pemerintahan biasanya melihat VDC sebagai jalan tengah antara on-premises dan cloud penuh. Mereka ingin kontrol, namun tetap menghindari investasi hardware yang agresif. Dalam konteks itu, VDC menjadi fondasi yang realistis untuk transformasi digital.

Tantangan Implementasi Virtual Datacenter

Tantangan pertama adalah migrasi workload. Tidak semua aplikasi cocok dipindahkan sekaligus, terutama sistem legacy yang bergantung pada konfigurasi spesifik. Solusi terbaik adalah assessment awal, pengelompokan aplikasi berdasarkan kompleksitas, lalu migrasi bertahap dengan prioritas yang jelas.

Masalah berikutnya adalah perencanaan kapasitas. Virtualisasi memang fleksibel, tetapi bukan berarti resource bisa diatur sembarangan. Tim harus memantau CPU, memory, storage IOPS, dan network throughput agar tidak terjadi overcommit yang mengganggu performa.

Dari sisi keamanan dan kepatuhan, perusahaan perlu memastikan kontrol identitas, logging, enkripsi, serta segmentasi jaringan berjalan konsisten. CSA menekankan pentingnya MFA, RBAC, logging terpusat, observability, dan image yang harden untuk lingkungan virtual. Pendekatan ini sangat relevan untuk VDC enterprise.

Ada pula tantangan biaya migrasi dan kebutuhan SDM. Solusinya biasanya kombinasi antara managed service, automation, dan pelatihan internal. Untuk sistem lama yang sulit diubah, integrasi bertahap dengan hybrid cloud sering lebih masuk akal daripada forced migration.

Best Practice Memilih Penyedia VDC di Indonesia

Jika bisnis mencari VDC Indonesia, lokasi data center menjadi faktor pertama. Pastikan penyedia memiliki fasilitas di Indonesia atau region terdekat yang sesuai dengan kebutuhan latensi, data residency, dan kepatuhan internal. Untuk industri tertentu, aspek ini bisa memengaruhi keputusan audit dan tata kelola data.

Lalu periksa sertifikasi ISO, SLA, dan dukungan 24/7. Sertifikasi bukan satu-satunya ukuran kualitas, tetapi menjadi indikator bahwa penyedia punya proses yang lebih disiplin dalam keamanan dan operasional. SLA juga harus dibaca secara detail, terutama pada availability, response time, dan service credit.

Perhatikan pula compliance, keamanan, skalabilitas, backup, disaster recovery, dan transparansi biaya. Penyedia yang baik tidak hanya menawarkan resource, tetapi juga kejelasan tentang bagaimana resource itu dilindungi, dipantau, dan dipulihkan saat terjadi gangguan. Untuk enterprise, kemudahan upgrade resource dan managed service sering menjadi pembeda paling nyata saat skala mulai tumbuh.

Kesimpulan

Virtual Datacenter adalah evolusi penting dalam cara perusahaan membangun dan mengelola infrastruktur. Dengan pendekatan software-defined, resource dapat dipakai lebih efisien, deployment lebih cepat, dan recovery lebih terencana dibanding model tradisional. Itu sebabnya VDC semakin sering menjadi fondasi bagi perusahaan yang ingin infrastruktur modern yang fleksibel, aman, dan mudah dikembangkan.

Bagi organisasi yang sedang menilai modernisasi infrastruktur, VDC layak dipertimbangkan sejak tahap perencanaan strategi IT. Jika Anda ingin memahami bagaimana virtual datacenter Indonesia dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, book demo bersama tim ahli untuk melihat bagaimana solusi VDC dapat membantu meningkatkan efisiensi, skalabilitas, dan keandalan infrastruktur IT perusahaan.

Jika Anda ingin mengevaluasi kebutuhan bisnis, konsultasikan dengan Zettagrid untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat berdasarkan target operasional dan recovery organisasi. Hubungi Zettagrid di marketing@zettagrid.id atau WhatsApp +62 811–9688–835 sekarang juga.

FAQ

  1. Apa itu Virtual Datacenter?
    Virtual Datacenter adalah kumpulan resource compute, storage, dan network yang disajikan secara virtual dan dikelola terpusat.
  2. Apakah VDC sama dengan cloud?
    Tidak selalu sama, tetapi VDC biasanya berjalan di atas prinsip cloud computing dan model IaaS.
  3. Apa manfaat utama VDC bagi perusahaan?
    Manfaat utamanya adalah fleksibilitas, provisioning cepat, efisiensi biaya, dan kemudahan disaster recovery.
  4. Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan VDC?
    Saat kebutuhan aplikasi tumbuh cepat, beban kerja fluktuatif, atau organisasi ingin modernisasi infrastruktur tanpa investasi hardware besar.
  5. Apakah VDC aman untuk data sensitif?
    Ya, selama desain keamanan mencakup segmentasi jaringan, MFA, RBAC, logging, enkripsi, dan compliance yang tepat.
  6. Apa bedanya VDC dan data center fisik?
    VDC lebih luwes, lebih cepat dideploy, dan lebih mudah diskalakan karena resource dikelola secara software-defined.
  7. Apakah VDC cocok untuk perusahaan di Indonesia?
    Cocok, terutama untuk organisasi yang membutuhkan fleksibilitas infrastruktur, kepatuhan data, dan dukungan operasional yang lebih modern.

4 Langkah Mudah Amankan cPanel dan Plesk Backup Dengan AOS

cPanel dan Plesk Backup AOS

4 Langkah Mudah Amankan cPanel dan Plesk Backup Dengan Arupa Object Storage

 

Ketika kita berbicara mengenai Control Panel untuk sebuah website pasti kita terbesit dua Control Panel ini yaitu Plesk dan cPanel. Kedua control panel ini dapat mengatur banyak fungsi penunjang sebuah website seperti FTP, Email, CMS Manager dan beberapa fitur lainnya. Maka dari itu penting untuk user memiliki backup untuk Pleask dan cPanel pada websitenya.

Backup adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin atau membuat arsip data komputer sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan. Tujuan utama dari proses backup adalah untuk mengembalikan data pada satu kondisi di point in time atau titik tertentu di masa lalu ketika data tersebut hilang. baik karena terhapus atau karena rusak.

cPanel dan Plesk secara default telah melakukan backup yang dimana backup tersebut di simpan pada Server cPanel dan Plesk sendiri atau disebut onsite. Backup pada cPanel dapat di konfigurasi secara Harian, Mingguan dan Bulanan.

Metode default backup cPanel dan Plesk merupakan backup on-site atau di dalam hardisk server, Metode backup ini sangat beresiko ketika hardisk yang menyimpan backup tersebut fail. Untuk menghindari hal ini sebaiknya dilakukan backup dengan metode penyimpanan remote site.

Hal ini juga dapat menunjang strategi backup ideal yaitu dengan menggunakan metode backup 3-2-1. Metode backup 3-2-1 dapat tercapai dengan syarat sebagai berikut. Data harus memilik 3 salinan backup, Backup pertama di simpan di 2 media yang berbeda dan 1 backup disimpan secara offsite. Untuk penerapan metode 3-2-1 pada cPanel dan Plesk anda dapat menggunakan solusi dari Arupa Object Storage (AOS). AOS akan membantu menerapkan Off-Site Backup untuk melakukan Backup pada cPanel/Plesk.

Backup cPanel dan Plesk dapat dilakukan melalui remote Storage. Untuk konfigurasinya sendiri pun terbilang mudah dikarenakan hanya memerlukan 3 credential yaitu : Hostname, Access Key dan Secret Key. Ketiga credential tersebut dapat anda lihat melalui halaman dashboard Arupa Object Storage.

Berikut adalah langkah melakukan konfigurasi backup cPanel menggunakan AOS:

  1. Pertama akses Web Host Manager / WHM lalu dapat ke menu Backup > Backup Configuration

cPanel Backup AOS

2. Setelah masuk ke dalam Backup Configuration lalu ke tab Additional Destinations, Pada Destination Type dapat dipilih S3 Compatible > Lalu Create New Destination

cpanel backup AOS

3. Isilah informasi kredensial Arupa Object Storage (AOS), Setelah mengisikan kredensial dapat melakukan klik “Save and Validate Installation”

cpanel backup AOS

cpanel backup AOS

 

Catatan:

  • <Destinantion Name> : Dapat diisikan Nama dari Destinasi tersebut
  • <S3 Endpoint> : Dapat diisikan URL Arupa Object Storage
  • <Bucket> : Dapat diisikan bucket yang telah dibuat pada AOS
  • <Access Key> : Dapat diisikan Access Key, Access key terdapat pada portal AOS
  • <Secret Key> : Dapat diisikan Secret Key, Secret key terdapat pada portal AOS

Sedangkan berikut adalah cara melakukan konfigurasi backup pada Plesk dengan AOS:

  1. Download Extensions “S3 Backup”

Plesk backup AOS

2. Selanjutnya dapat menuju Domains > Lalu ke menu Backup & Restore

Plesk Backup AOS

 

3. Selanjutnya dapat ke menu Remote Storage Settings untuk konfigurasi Remote Storage

Plesk Backup AOS

4. Selanjutnya pilih Amazon S3 Backup

Plesk Backup AOS

5. Pada bagian ini dapat diisikan dengan kredensial Arupa Object Storage

Plesk Backup AOS

 

Catatan :

  • <Service Provider> : Dapat dipilih Custom
  • <API Endpoint URL> : Dapat diisikan URL Arupa Object Storage
  • <Login Key> : Dapat diisikan Access Key, Access key terdapat pada portal AOS
  • <Password Key> : Dapat diisikan Secret Key, Secret key terdapat pada portal AOS
  • <Bucket> : Dapat diisikan bucket yang telah dibuat pada AOS
  • <Path> : Dapat diisikan folder yang telah di buat didalam bucket

Nah mudah bukan? Ayo amankan cPanel dan Plesk anda dengan melakukan backup offsite dengan Arupa Object Storage. Untuk informasi berlangganan anda dapat menghubungi kami di WhatsApp bit.ly/hallozetta atau melalui kami disini.

5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up

Kegagalan Start Up

5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up

Kemajuan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bisnis rintisan atau biasa disebut dengan startup. Menurut data dari Bappenas dan Bekraf, Indonesia memiliki 992 startup sejak 2018 lalu. Hal ini terjadi tentu bukan tanpa alasan, melainkan karena teknologi digital yang telah mendukung tatanan bisnis sampai saat ini. Namun, tahukah Anda? Mendirikan startup tidak cukup membawa kesuksesan. Beberapa hal juga perlu diperhatikan demi meraih keberhasilan usaha yang sedang dirintis. Salah satunya ialah penyebab startup gagal.

Berbeda dengan kesuksesan, gagalnya startup bisa dikatakan sebagai topik yang jarang diperbincangkan. Jika kesuksesan startup dapat mendominasi kabar terkini, maka kegagalan start-up akan lebih mudah tenggelam. Padahal, sebenarnya kegagalan tersebut bisa menjadi dasar bagi para pengusaha untuk menghindari jatuhnya bisnis.

CB Insights telah menganalisa berbagai kegagalan berdasarkan pernyataan post-mortem startup yang gulung tikar. Dalam laporannya, beberapa alasan sering ditemui oleh para analis ketika fenomena berulang terjadi. Berikut 5 Penyebab Utama Kegagalan Start-up berdasarkan laporan CB Insights:

  1. Masalah Harga

Mematok harga yang tepat untuk sebuah produk menjadi hal yang paling penting dilakukan oleh startup. Namun, hal ini juga tidak bisa dilakukan dengan mudah mengingat sebanyak 18% startup masih gagal dalam menentukan harga.

Salah satu penyebab startup gagal ini bisa diakibatkan oleh dua hal. Pertama, harga tinggi membuat pelanggan yang tertarik dengan startup lebih sedikit. Kedua, harga rendah yang diberikan kepada pelanggan tidak akan cukup menutup biaya operasional startup. Sehingga, keduanya akan menyebabkan kerugian jika tidak diatasi dengan cepat.

  1. Sulit berkompetisi

Meski usaha Anda memiliki produk dan inovasi untuk audiens, kompetitor akan datang dari manapun dengan produk, layanan, dan harga yang tak kalah menarik. Untuk itu, kesuksesan startup juga bergantung kepada bagaimana tim mampu menganalisa kompetitor lainnya. Namun pada kenyataannya, sebanyak 19% startup masih ditemukan gagal karena mengabaikan kompetitor. Terutama di pasar yang penuh persaingan, startup akan mudah kalah bersaing dari startup lain yang memiliki dana lebih besar.

  1. Tidak Menyusun tim yang tepat

Permasalahan yang juga sering ditemukan dalam kegagalan startup ialah ditemukannya tim yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Menurut data CB Insights, 23% startup mengalami kesulitan dalam mempertahankan bisnisnya akibat tim yang tidak tepat. Salah satu contoh yang dapat ditemukan adalah kasus Zirtual.

Setelah memberhentikan paksa 400 karyawannya dalam semalam, Zirtual menyadari bahwa kegagalan usahanya bukan hanya disebabkan kesalahan keuangan. Startup tersebut mengakui bahwa memperkerjakan orang yang tidak memiliki pengalaman mumpuni pun dapat berakibat fatal terhadap perhitungan keuangan usahanya.

  1. Kehabisan dana

Sebanyak 29% kasus startup gagal disebabkan habisnya dana yang dikelola. Ini bisa terjadi akibat tata kelola uang yang buruk maupun strategi bakar uang yang membahayakan perusahaan.

Untuk itu, pastikan dana maupun investasi yang dimiliki dapat dialokasikan dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat manajemen keuangan juga akan menentukan keberhasilan startup. Selain itu, melakukan investasi teknologi yang efisien demi menunjang operasional juga perlu dilakukan. Sehingga, dana yang keluar dapat diminimalisir dan tidak menghasilkan kegagalan.

Salah satu solusi untuk meminimalisir dana yang dikeluarkan adalah menggunakan teknologi cloud computing. Misalnya dengan menggunakan Cloud Infrastructure, anda tidak perlu lagi memikirkan biaya investasi awal dan operasional yang sangat besar karena hal tersebut sudah di lakukan oleh clud provider, salah satunya cloud provider di Indonesia yaitu, Zettagrid.

  1. Tidak ada kebutuhan pasar

Jika Anda berniat untuk membuka usaha, pastikan bisnis yang dijalankan mampu menemui kebutuhan target pasar. Hal ini dikarenakan kebutuhan target pasar akan mendukung keberlangsungan bisnis dalam jangka Panjang.

CB Insights mengemukakan bahwa setidaknya terdapat 42% kasus startup gagal disebabkan oleh tidak adanya kebutuhan pasar. Meskipun didukung dengan reputasi startup yang baik, data konsumsi audiens, keahlian kerja yang baik, hingga advisors yang mumpuni, usaha yang dijalankan belum tentu dapat memecahkan masalah pasar. Sehingga, hal paling penting yang dapat mempertahankan bisnis startup ialah produk yang tepat, teknologi, maupun model bisnis sesuai kebutuhan audiens.

Zettagrid Indonesia berkomitmen untuk membantu Anda membangun bisnis di era transformasi digital melalui layanan cloud computing. Tidak hanya menyederhanakan pengalaman cloud Anda, Zettagrid Indonesia juga membantu mengurangi biaya IT perusahaan untuk menghindari bill shock. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat meghubungi kami di sini atau melalui email kami di sales@zettagrid.id

Mengenal Backup Data Sebagai Solusi IT Perusahaan Anda

Backup Data

Mengenal Backup Data Sebagai Solusi IT Perusahaan Anda

Sampai hari ini, perkembangan ekonomi digital telah mengubah sistem berbagai bisnis menjadi lebih mudah, terotomatisasi, fleksibel, dan efisien. Hal ini tentu dapat terjadi dikarenakan kemajuan sistem teknologi digital yang mampu mendukung perjalanan bisnis secara optimal. Salah satunya dengan menggunakan teknologi cloud.

Tidak hanya berperan sebagai solusi infrastruktur digital bagi perusahaan, cloud juga dapat membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan mengurangi investasi CAPEX dan OPEX. Selain itu, cloud dapat dengan cepat dikembangkan dalam beberapa jam saja. Karena kecanggihannya tersebut, cloud bisa menjadi pilihan untuk mengefisiensikan operasional bisnis bahkan di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

Namun, mengoptimalkan operasional bisnis pun tidaklah cukup untuk masa sekarang. Back up data juga diperlukan demi mengembalikan data yang hilang maupun rusak (corrupt). Hal ini juga penting mengingat bencana baik yang berasal dari alam maupun ulah manusia bisa terjadi, sehingga memicu terjadinya kehilangan data.

Dalam talkshow “Zettagrid e-Techday vol.02: Simplify Your Back Up and Disaster Recovery with Veeam Cloud Connect” pada 30 Juli 2020, Daniel Santini, Senior Virtual Engineer Zettagrid Australia, menjelaskan alasan mengapa cloud bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendesain strategi dalam melakukan backup data. Lalu, bagaimana cara merancang disaster recovery bagi perusahaan? Apakah penting bagi perusahaan untuk melakukan back up? Berapa kali perusahaan wajib melakukan back up data? Simak pertanyaan-pertanyaan tersebut dari penjelasan berikut untuk mengetahui gambarannya:

Bagaimana cloud mendukung kebutuhan perusahaan dalam melakukan backup data?

Infrastruktur IT pada dasarnya telah menyediakan berbagai tools untuk mencapai kebutuhan bisnis. Diantaranya adalah layanan berbasis hybrid cloud sebagai solusi backup data perusahaan.

Ketika merancang kebutuhan bakup data untuk perusahaan anda, anda pasti akan mempertimbangkan investasi waktu dan infrastruktur yang diperlukan. Contohnya,be rapa banyak waktu dalam menyiapkan server cadangan baru dan pengelolaan hardware, tempat penyimpanan khusus, biaya daya, penyimpanan di luar tempat, hingga VPN. Jika Anda memutuskan untuk menghilangkan fungsi dari beberapa fitur tersebut, tentu akan menghasilkan waktu dan banyak biaya bagi Anda untuk keperluan lain.

Untuk itu, cloud hadir memudahkan Anda dengan fitur jaringan dan hardware pada pengaturan on premises yang ada. Sehingga, pemasangan cloud tidak memerlukan waktu yang lama, jaringan VPN, atau leased line, dan biaya investasi hardware, karena telah dilengkapi resource yang fleksibel.

Seberapa penting perusahaan melakukan back up data?

Dalam melakukan optimalisasi bisnis, anda mungkin tidak mengingat banyaknya jumlah data yang dimiliki perusahaan, perangkat penyimpanan apa yang biasa digunakan, berapa nilai data, hingga kebutuhan akan keamanan data tersebut. Ketimbang menyalin solusi siap pakai yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, cloud bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai pendekatan khusus untuk setiap situasi. Sehingga, jika Anda perlu untuk melakukan backup data atau recovery data akibat bencana atau kehilangan data yang terjadi diluar keinginan anda. Anda bisa menggunakan cloud untuk mem-back up data hingga ke titik awal.

Berapa kali perusahaan wajib melakukan back up data?
Back up data biasanya dilakukan ketika hilangnya backup data yang terakhir dilakukan. Hal ini sangat penting untuk dilakukan demi mengingat banyaknya jumlah data yang hilang. Dalam beberapa kasus, kehilangan data yang dibiarkan selama berminggu-minggu mungkin akan baik-baik saja. Namun, untuk hilangnya beberapa data penting selama berminggu-minggu, tentu akan sulit untuk di backup atau diselamatkan datanya kembali.

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sesi ini anda bisa menyaksikan tayangannya kembali pada akun Youtube kami disini. Dan jika anda tertarik dengan solusi Backup dan Disaster Recovery yang Zettagrid miliki, anda dapat menghubungi kami di sales@zettagrid.id atau klik disini

New Normal Discount 50% Zettagrid Cloud

Zettagrid Cloud New Normal Discount 50%

New Normal Discount

Sudah hampir 3 bulan pemerintah Indonesia menetapkan PSBB untuk menekan angka penularan COVID-19 yang telah menelan banyak korban di berbagai penjuru dunia. Selain menelan banyak korban, COVID-19 juga menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lesu. Tidak sedikit kita dengar banyak beberapa bisnis dari berbagai sektor menutup usaha mereka. Namun saat ini pemerintah Indonesia mulai memberlakukan PSBB transisi atau yang kita bisa sebut new normal demi memperbaiki kegiatan ekonomi di Indonesia.

Untuk mendukung gerakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB transisi) dari pemerintah Indonesia dan membantu untuk menjaga bisnis anda agar tetap berjalan lancar ditengah pembatasan sosial, Zettagrid Indonesia sebagai penyedia layanan cloud computing lokal di Indonesia, memberikan penawaran New Normal Discount 50% untuk seluruh pembelian product baru. Dengan promo ini kami berharap, dapat turut membantu bisnis anda untuk mengembalikan efisiensi perusahaan anda, dan tentunya agar bisnis anda tetap berjalan dengan lancar selama pembatasan sosial berlaku.

New Normal Discount 50% ini berlaku untuk 6 bulan pertama pembelian baru seluruh produk Zettagrid Indonesia sebagai layanan penyedia cloud computing pada bisnis anda. Promo ini berlaku untuk minimal pembelian produk selama satu tahun.

Pesan sekarang dan dapatkan promonya! Promo berlaku hingga 30 Juni 2020.

Hubungi kami di sales@zettagrid.id atau di 0811-28-38-78

 

Stay safe and stay healthy!

Zettagrid Indonesia