Author Archive for: andara

Entries by andara

Availability Bukan Berarti Recoverability: Mengapa Microsoft 365 Tetap Membutuhkan Backup

Microsoft 365 Bukan Berarti Data Otomatis Ter-Backup Satu klik yang salah. Satu akun terhapus. Data penting bisa ikut hilang. Microsoft 365 membantu perusahaan menjalankan email, berbagi dokumen, menyimpan file, dan berkolaborasi melalui Exchange Online, OneDrive, SharePoint, dan Microsoft Teams. Namun penggunaan Microsoft 365, yang juga masih sering dikenal sebagai Microsoft Office 365, tidak otomatis berarti […]

Virtual Datacenter Indonesia: Panduan Lengkap VDC Enterprise

Virtual Datacenter, atau virtual datacenter Indonesia yang sering disebut juga VDC Indonesia, adalah pendekatan infrastruktur yang membuat resource data center tersedia dalam bentuk software-defined, bukan sepenuhnya bergantung pada perangkat fisik. Bagi tim IT enterprise, model ini menjawab kebutuhan yang makin umum: deploy lebih cepat, skalabilitas lebih luwes, dan pengelolaan yang lebih efisien tanpa harus terus […]

Cara Memilih Penyedia Virtual Datacenter yang Tepat di Indonesia: Checklist Sebelum Membeli

Memilih virtual datacenter provider Indonesia bukan sekadar mencari kapasitas server yang paling besar atau harga bulanan yang paling rendah. Bagi banyak perusahaan, keputusan ini langsung memengaruhi uptime aplikasi, keamanan data, kepatuhan, kelincahan ekspansi, dan beban kerja tim IT dalam jangka panjang. Pendahuluan Ketika perusahaan mulai menghadapi pertumbuhan traffic, rencana migrasi dari on-premise, kebutuhan disaster recovery, […]

Panduan Harga Virtual Datacenter di Indonesia: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Cloud Enterprise

Banyak perusahaan ingin pindah ke cloud, tetapi berhenti di satu pertanyaan yang sama: berapa sebenarnya virtual datacenter pricing Indonesia? Pertanyaan ini wajar, karena harga virtual datacenter tidak sesederhana VPS, dan biaya akhirnya sangat dipengaruhi oleh kapasitas, keamanan, SLA, serta layanan operasional yang dipilih. Dalam konteks virtual datacenter pricing Indonesia, memahami struktur biayanya jauh lebih penting […]

Penyedia Virtual Datacenter Terbaik di Indonesia: Panduan Memilih Solusi Enterprise yang Tepat

  Memilih best virtual datacenter Indonesia sering kali terlihat sederhana di awal, tetapi menjadi rumit saat masuk ke detail teknis dan komersial. Banyak vendor menawarkan fitur yang terdengar mirip, namun perbedaan pada lokasi data center, SLA, keamanan, dukungan lokal, dan model billing dapat berdampak besar pada operasi bisnis. Bagi enterprise, keputusan ini bukan sekadar memilih […]

7 Alasan Enterprise Beralih ke Infrastruktur Cloud Lokal di Indonesia

Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan mengandalkan cloud global untuk mendukung transformasi digital. Namun, meningkatnya kebutuhan akan kepatuhan regulasi, data residency, serta performa aplikasi membuat semakin banyak enterprise mulai mengevaluasi kembali apakah infrastruktur global masih menjadi pilihan yang paling tepat untuk seluruh workload mereka. Banyak perusahaan di Indonesia kini memindahkan workload ke cloud, namun muncul tantangan baru […]

Datacenter Virtual vs Public Cloud: Infrastruktur Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?

Ketika merencanakan migrasi ke cloud, banyak organisasi langsung membandingkan Virtual Datacenter dan Public Cloud. Keduanya sama-sama menawarkan fleksibilitas infrastruktur, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal kontrol, performa, biaya, serta kepatuhan. Memahami perbedaan ini menjadi langkah penting sebelum menentukan strategi cloud jangka panjang. Hampir semua organisasi hari ini mempertimbangkan langkah ke cloud, namun tidak semua […]

5 Strategi Evaluasi Sebelum Menerapkan Off-Site Backup

Backup Berhasil Belum Tentu Data Bisa Dipulihkan Banyak organisasi merasa aman karena proses backup berjalan sesuai jadwal. Namun, ketika ransomware menyerang atau terjadi kegagalan sistem, tim IT baru mengetahui bahwa backup tidak dapat digunakan. Repository telah terhapus, akun administrator disusupi, atau salinan backup ikut terdampak karena berada pada lingkungan cloud yang sama dengan sistem produksi. […]

Memahami RPO, RTO, dan Mengapa DRaaS Semakin Banyak Diadopsi

Downtime bukan lagi sekadar masalah teknis.

Ketika sistem tidak dapat diakses, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh operasional bisnis, produktivitas karyawan, kualitas layanan pelanggan, hingga pendapatan perusahaan. Di tengah meningkatnya ancaman ransomware, kompleksitas hybrid cloud, dan ekspektasi layanan yang selalu tersedia, organisasi dituntut untuk mampu memulihkan sistem dengan cepat ketika gangguan terjadi.

Namun, seberapa siap organisasi Anda menghadapi skenario tersebut?

Apakah Target Recovery Anda Sudah Realistis?

  • Dalam strategi Disaster Recovery, terdapat dua indikator yang sering digunakan untuk mengukur kesiapan organisasi:
  • Recovery Point Objective (RPO), yaitu jumlah kehilangan data yang masih dapat ditoleransi ketika terjadi gangguan.

Recovery Time Objective (RTO), yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan layanan agar kembali beroperasi.

Target RPO dan RTO sering kali sudah ditetapkan. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah target tersebut benar-benar dapat dicapai ketika terjadi insiden nyata?

Backup Saja Belum Tentu Cukup

Banyak organisasi telah berinvestasi dalam solusi backup untuk melindungi data mereka. Namun saat terjadi gangguan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan data, tetapi juga seberapa cepat sistem dapat kembali beroperasi.

Menurut Veeam Data Protection Trends Report 2024, sebanyak 74% organisasi mengalami setidaknya satu kegagalan backup atau recovery dalam 12 bulan terakhir.

Temuan ini menunjukkan bahwa memiliki strategi perlindungan data saja belum tentu cukup. Organisasi juga perlu memastikan proses recovery dapat berjalan sesuai kebutuhan bisnis yang semakin menuntut kecepatan dan ketersediaan layanan.

Mengapa Banyak Organisasi Mulai Mengevaluasi Pendekatan Baru?

Selama bertahun-tahun, Disaster Recovery tradisional menjadi pendekatan yang umum digunakan untuk menjaga keberlangsungan operasional saat terjadi gangguan.

Namun seiring berkembangnya kebutuhan bisnis dan infrastruktur IT yang semakin kompleks, banyak organisasi mulai mempertanyakan apakah pendekatan yang selama ini digunakan masih mampu memenuhi ekspektasi recovery saat ini.

Apakah investasi yang dikeluarkan sudah sebanding dengan tingkat kesiapan yang diperoleh?

Apakah target RPO dan RTO yang semakin ketat masih dapat dicapai dengan pendekatan yang sama?

Dan mengapa semakin banyak organisasi mulai mengevaluasi Disaster Recovery as a Service (DRaaS) sebagai bagian dari strategi business continuity mereka?

Temukan Jawabannya dalam Webinar Zettagrid x Zerto

Untuk membahas tantangan recovery modern serta faktor yang
mendorong semakin banyak organisasi mengadopsi pendekatan DRaaS, Zettagrid
menghadirkan webinar:

RPO & RTO Under Pressure: Why Businesses Are Adopting DRaaS

📅 9 Juli 2026

🕙 10.00 – 11.30 WIB

🎤 Aditya Irawan – Lead Product Architect

💻 Zoom Webinar

Dalam Webinar Ini Anda Akan Mempelajari:

  1. Mengapa banyak organisasi masih kesulitan memenuhi target RPO dan RTO meskipun sudah memiliki backup.
  2. Tantangan yang sering muncul dalam pendekatan Disaster Recovery tradisional.
  3. Faktor yang mendorong pergeseran menuju DRaaS.
  4. Pendekatan yang digunakan organisasi untuk meningkatkan business resilience.
  5. Bagaimana teknologi modern membantu mempercepat proses recovery.
  6. Live demo

Bonus Eksklusif untuk Peserta

Setiap peserta berkesempatan mendapatkan Free DR Readiness
Assessment untuk membantu mengevaluasi tingkat kesiapan Disaster Recovery
organisasi berdasarkan best practice industri.

Jika organisasi Anda sedang mengevaluasi strategi recovery,
mempertimbangkan modernisasi Disaster Recovery, atau ingin memahami bagaimana organisasi lain menghadapi tantangan RPO dan RTO yang semakin ketat, webinar ini dirancang untuk Anda.

Daftarkan diri Anda sekarang dan amankan tempat Anda.

Link Registrasi: Register Here

FAQ

Apakah webinar ini gratis?

Ya. Webinar ini dapat diikuti secara gratis.

Siapa yang cocok mengikuti webinar ini?

Webinar ini dirancang untuk IT Manager, Infrastructure
Manager, System Administrator, Cloud Engineer, DevOps Engineer, Head of IT,
serta pengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan layanan
dan business continuity.

Apa yang akan dipelajari peserta?

Peserta akan mendapatkan insight mengenai tantangan Disaster
Recovery modern, faktor yang mendorong adopsi DRaaS, strategi meningkatkan
business resilience, serta melihat live demo solusi Disaster Recovery.

Apa yang didapatkan peserta?

Peserta akan memperoleh materi edukatif, sesi live demo,
kesempatan berdiskusi dengan praktisi, serta peluang mendapatkan Free DR
Readiness Assessment.

Apa itu Free DR Readiness Assessment?

Free DR Readiness Assessment merupakan evaluasi awal untuk
membantu organisasi memahami tingkat kesiapan Disaster Recovery berdasarkan
best practice industri dan mendapatkan rekomendasi awal dari tim Zettagrid.

Apakah webinar ini relevan bagi organisasi yang sudah memiliki DR Site?

Ya. Webinar ini relevan baik untuk organisasi yang telah
memiliki DR Site maupun yang sedang mengevaluasi pendekatan Disaster Recovery
yang lebih modern dan fleksibel.

VCF 9.1: Private Cloud yang Lebih Cepat, Efisien, dan Tangguh untuk Bisnis Modern

Broadcom kembali menghadirkan pembaruan penting melalui VMware Cloud Foundation (VCF) 9.1, platform private cloud terbaru yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun infrastruktur TI yang lebih modern, aman, dan efisien. Bagi banyak organisasi, tantangan hari ini bukan hanya soal menjalankan aplikasi, tetapi juga bagaimana menjaga biaya tetap terkendali, mempercepat layanan digital, sekaligus memastikan keamanan dan ketahanan […]