Posts

Mengulik Keuntungan Penggunaan Cloud Pada Bisnis Hospitality

Cloud Pada Bisnis Hospitality

Mengulik Keuntungan Penggunaan Cloud Pada Bisnis Hospitality

 

Pandemi yang sudah dua tahun terjadi di Indonesia membawa banyak dampak, baik positif maupun negative. Dampaknya pun dapat dirasakan di berbagai sector industry terutama di bidang hospitality. Dengan adanya pandemik tidak sedikit hotel-hotel yang gulung tikar akibat sedikit bahkan tidak adanya okupansi kamar yang terisi.

Dari data yang diperoleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), di tahun 2020 setidaknya terdapat lonjakan penurunan okupansi hotel di Bali sebesar 80%. Dengan kejadian seperti ini tentunya para pelaku usaha perhotelan harus melakukan efisiensi besar-besaran di berbagai aspek. Salah satunya penggunaan infrastruktur IT.

Lalu, apakah salah satu kegunaan cloud computing dalam industri perhotelan? Mari simak cerita dari salah satu client Arupa di bidang perhotelan, IHG (InterContinental Hotels Group). IHG merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dibidang hospitality.  Di Indonesia sendiri, IHG memiliki puluhan hotel yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Dengan bisnis yang besar, tidak heran IHG membutuhkan solusi untuk memproteksi data-data pelanggannya seperti database customer, data karyawan hotel, data inventaris hotel dan data-data krusial lainnya. Untuk itu IHG melakukan backup untuk data-data krusialnya.

Sebelum menggunakan cloud, IHG melakukan backup di media hardware/physical, namun dengan physical hardware pastinya akan ada limitasi besaran storage, sedangkan data akan terus tumbuh. Belum lagi selama pandemi, manajemen juga dituntut untuk melakukan efisiensi biaya termasuk biaya pengembangan IT. Sehingga IHG memilih menggunakan Veeam cloud backup di Arupa Object Storage untuk melakukan backup untuk data krusialnya.

Selain harganya yang lebih terjangkau, solusi cloud juga dapat tersedia dengan cepat dan di set up lebih mudah daripada instalasi hardware. IHG sendiri merasakan bahwa saat ini tidak lagi khawatir akan kehilangan data karena data dapat ter-restore kapan saja jika dibutuhkan. Tidak hanya tim IT yang puas, namun tim keuangan pun juga merasakan kepuasan yang sama setelah menggunakan Arupa Object Storage sebagai media backup karena biayanya lebih murah dan biaya sesuai dengan kebutuhan yang digunakan.

Ingin merasakan perubahan positif untuk IT bisnis anda seperti yang dirasakan IHG? Hubungi kami di sini atau e-mail ke sales@zettagrid.id

Object Storage Mencegah Risiko Ransomware, Bagaimana Caranya?

mencegah risiko ransomwareObject Storage Mencegah Risiko Ransomware, Bagaimana Caranya?

Pernah terbayang jika bisnis Anda diserang ransomware? Pastinya ini akan membuat perusahaan ketar-ketir mengingat akses ke sistem dan data bisnis tiba-tiba terenkripsi. Apalagi jika data tersebut berhubungan langsung dengan operasional dan layanan pelanggan, bisa-bisa kedua sistem ikut terhenti hingga  berdampak kepada kerugian serta turunnya reputasi perusahaan.

Dari pada menunggu itu terjadi, alangkah baiknya bisnis mempersiapkan solusi yang tepat untuk mencegah risiko ransomware. Memanfaatkan Object Storage untuk menyimpan data backup bisa menjadi pilihan untuk perusahaan, apabila telah memiliki aplikasi atau solusi backup untuk mencadangkan data.

Dengan menempatkan data backup di Object Storage, bisnis tidak hanya dapat meminimalisir kehilangan data akibat human error, tetapi juga mencegah risiko ransomware yang dapat terjadi kapan saja.

Baca juga: Cara Menentukan Object Storage untuk Bisnis Anda

Lalu, mengapa bisnis perlu menggunakan Object Storage untuk melindungi data dari ransomware?

mencegah risiko ransomware

(Sumber: glegorly dari Getty Images Signature)

Teknologi saat ini telah cukup berkembang, begitu pula kemampuan para penggunanya. Terkadang, berkembangnya kemampuan ini sering dijadikan segelintir orang untuk berbuat jahat. Salah satunya saja pelaku serangan siber ransomware.

Di masa kini, kasus pelaku ransomware tidak hanya menargetkan sistem dan data utama bisnis saja, tetapi data backup pun ikut diincar. Mereka tahu, dengan menargetkan  data backup selain data produksi ini, akan memungkinkan mereka untuk menginfeksi dan melumpuhkan sistem secara keseluruhan. Ketika data backup bisnis mulai disusupi, pelaku memiliki lebih banyak ruang dan pengaruh untuk memaksa korban membayar tebusan.

Memanfaatkan Object Storage dengan fitur Object Lock bisa menjadi pilihan untuk bisnis dalam melindungi data backupnya. Dengan fitur satu ini, data backup yang telah tersimpan di Object Storage tidak mudah diubah atau dihapus hingga waktu tertentu oleh berbagai pihak. Sekalipun oleh tim departemen IT Anda.

Baca juga: Keunggulan Object Storage untuk Backup Data

Apa itu Object Lock pada Object Storage?

Menurut Backblaze.com, Object Lock merupakan fitur perlindungan untuk data backup di Object Storage yang bertujuan untuk mencegah perubahan maupun penghapusan file oleh pihak manapun. Untuk menggunakan fitur pada Object Storage satu ini, bisnis harus memiliki aplikasi backup tertentu yang kompatibel dengan S3 Browser, seperti salah satunya Veeam Backup. Jadi, jika bisnis Anda memiliki aplikasi backup tersebut, bisnis dapat mengaktifkan Object Lock dan menentukan lama waktu suatu object yang harus dikunci pada Object Storage.

Object Lock memungkinkan Anda untuk menyimpan Object menggunakan penulisan apapun. Artinya setelah ditulis, data tidak dapat diubah atau dihapus untuk jangka waktu tertentu. Tidak perlu khawatir akan adanya manipulasi, penyalinan, enkripsi, perubahan, atau penghapusan file selama waktu tersebut, karena Object Lock mampu mencegah siapapun untuk melakukan beberapa hal tadi, termasuk pemilik file hingga pelaku serangan ransomware.

Perlukah menggunakan Object Lock pada Object Storage untuk mencegah risiko ransomware?

Menggunakan Object Lock untuk melindungi data dan file Anda, berarti tidak seorang pun dapat mengedit, mengenkripsi, dan menghapus keduanya. Itulah mengapa, memanfaatkan fitur ini sangat penting untuk meminimalisir risiko serangan ransomware, mengingat data yang tersimpan tidak bisa disentuh oleh pihak manapun, termasuk pemilik data dan pelaku ransomware. Dengan demikian, fitur satu ini memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap risiko ransomware.

Arupa Object Storage dilengkapi fitur Object Lock untuk mencegah risiko ransomware

Arupa Object Storage (AOS) menyediakan fitur Object Lock untuk membantu Anda melindungi data backup dari serangan ransomware. Kompatibel dengan S3 Browser, ini memudahkan bisnis yang telah memiliki solusi backup dengan kompatibilitas yang sama untuk menyimpan data backup-nya di AOS. Sehingga, Anda dapat dengan mudah menciptakan data backup yang “immutable” atau tidak dapat diubah, dan mencegah risiko ransomware.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang Arupa Object Storage atau solusi cloud lainnya, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Bagaimana Meminimalisir Risiko Kehilangan Data Perusahaan?

meminimalisir kehilangan data

Bagaimana Meminimalisir Risiko Kehilangan Data Perusahaan?

Dalam mengembangkan bisnis, ketersediaan data sangat penting bagi perusahaan. Tanpa adanya ketersediaan data, layanan operasional, pengembangan produk, hingga inovasi bisnis tentunya tidak bisa dijalankan secara efektif. Itulah mengapa, banyak bisnis menjadikan data sebagai indikator utama dalam memberlangsungkan perusahaannya.

Namun seiring era digital berkembang, inovasi bukan lagi satu-satunya yang ditemui oleh perusahaan. Beragam ancaman pun kini banyak ditemukan dan menghantui perusahaan seiring bisnis bertransformasi secara digital. Bahkan, ancaman era digital seperti serangan ransomware, hacker, dan overwritten data, bisa mengakibatkan kehilangan data perusahaan hingga menyebabkan kerugian materi. Oleh sebab itu, perlindungan data menjadi hal yang penting untuk dipenuhi agar risiko ancaman kehilangan data perusahaan bisa diminimalisir.

Lalu, bagaimana caranya agar perusahaan dapat memenuhi hal tersebut?

Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai cara untuk meminimalisir risiko kehilangan data perusahaan. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini: 

1. Mengontrol Siapa yang Dapat Mengakses Data Tertentu

meminimalisir kehilangan data

(Source: cyano66 from Getty Images Pro)

Ada data yang bersifat publik dan rahasia, tergantung pada tingkat prioritas data. Untuk melindungi data bisnis dari pihak eksternal, maka lakukan pemberian akses kepada orang yang bertanggung jawab terhadap data terkait. 

Misalnya, dalam sebuah perusahaan, pastinya ada banyak divisi dengan masing-masing peran dan fungsinya. Berbagai divisi tersebut tentu juga memiliki data yang harus dikelola sesuai tugas dan tanggung jawab tim. Untuk menghindari terjadinya kebocoran data, manajemen bisa memberikan akses data kepada divisi yang bersangkutan. Sehingga, hal ini akan meminimalisir terjadinya kebocoran data, baik dari pihak eksternal divisi maupun perusahaan.

2. Manfaatkan Fitur Disaster Recovery

meminimalisir kehilangan data

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Serangan siber tentu tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Bisa saja ketika bisnis tengah fokus berkembang, serangan siber mendadak menyerang tanpa ada peringatan apapun. Akibatnya, tidak hanya kehilangan data saja yang bisa terjadi kepada perusahaan. Tetapi, sistem down akibat kerusakan hardware atau infeksi serangan siber, juga bisa dialami jika perusahaan tidak siap menghadapinya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Memanfaatkan Disaster Recovery bisa membantu bisnis menghadapi risiko tersebut. Dengan memiliki solusi off-premise yang dapat memulihkan data serta sistem perusahaan, Anda tidak perlu lagi cemas akan risiko yang bisa dialami ketika serangan siber menyerang. 

3. Melakukan Backup Secara Berkala

meminimalisir kehilangan data

(Source: CarmenMurillo from Getty Images)

Memanfaatkan solusi backup juga bisa menjadi pilihan untuk meminimalisir risiko kehilangan data. Namun, perlu diketahui bahwa melakukan backup tidak cukup hanya sekali, mengingat data diproduksi perusahaan setiap waktunya. Oleh karena itu, melakukan backup secara berkala sangat penting untuk dilakukan, sehingga data terbaru yang diproduksi maupun masuk ke sistem perusahaan bisa dicadangkan secepat mungkin. 

Lalu, bagaimana caranya untuk membackup data perusahaan secara berkala?

Saat menggunakan solusi cloud backup, Anda pasti tahu bahwa cloud menyediakan penjadwalan backup untuk data organisasi. Dengan menentukan jadwal backup berupa harian, mingguan, atau bulanan, solusi cloud backup siap mencadangkan data secara otomatis sesuai kebutuhan perusahaan.

Adakah solusi untuk meminimalisir ancaman kehilangan data?

1. Mengimplementasikan Veeam Replication

Seperti yang disebutkan di awal, menggunakan Disaster Recovery bisa menjadi cara yang baik untuk meminimalisir ancaman kehilangan data. Dengan memiliki solusi satu ini, perusahaan tidak hanya dapat memulihkan datanya, tetapi sistem pun juga bisa dipulihkan apabila terjadi failure pada infrastruktur perusahaan akibat bencana maupun serangan siber.

Veeam Replication bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah tersebut. Dengan mereplikasi sistem dan data di luar lokasi atau off-premise, Anda dapat meminimalisir risiko dan ancaman gangguan failure. Tak hanya itu, Veeam Replication juga memiliki sejumlah recovery point yang berfungsi sebagai titik pemulihan untuk failover. Sehingga, ini akan memudahkan Anda untuk memulihkan Virtual Machine (VM) perusahaan.

2. Memanfaatkan Veeam Backup

Solusi cloud backup seperti Veeam Backup juga bisa menjadi pilihan bagi bisnis untuk menyelamatkan data-datanya. Dengan mereplikasi data-data penting ke solusi off-premise seperti Veeam, Anda tidak perlu lagi khawatir akan risiko kehilangan data.

Selain itu, Veeam Backup juga memudahkan Anda untuk melakukan backup secara berkala. Dengan menyediakan jadwal backup otomatis, kini Anda dapat menentukan waktu backup untuk data perusahaan, baik secara harian, mingguan, atau bulanan. Namun, perlu diketahui untuk penjadwalan ini Anda perlu mengkonfigurasikan waktu backup yang perusahaan butuhkan terlebih dahulu. Sehingga, ini akan memudahkan backup secara berkala kedepannya.

3. Menggunakan Arupa Object Storage

Tahukah Anda? Selain cloud backup dan Disaster Recovery, ternyata Object Storage juga bisa dijadikan solusi untuk meminimalisir risiko kehilangan data. Dengan menyediakan solusi off-premise yang fleksibel, Anda dapat mencadangkan data Anda dengan mudah secara otomatis.

Arupa Object Storage merupakan salah satu contoh solusi ini. Dengan kapasitas hingga bilangan petabyte, Arupa Object Storage menyediakan tempat yang lebih fleksibel dan reliabel untuk penyimpanan data hingga NAS atau solusi backup lainnya. Sehingga, Anda tidak perlu lagi memerlukan maintenance ketika kapasitas penyimpanan ini meningkat. Sebab, Anda hanya cukup menscale up penyimpanan Anda sesuai kebutuhan dan dengan harga yang terjangkau.

Itulah beberapa solusi yang bisa Anda gunakan untuk meminimalisir risiko kehilangan data. Bila Anda punya pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud kami, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Try This 4 Steps To The Effective Backup Strategy

effective backup strategyTry This 4 Steps To The Effective Backup Strategy

In managing a business, enterprises certainly think that data is the key to its success. Along with the record of data that is collected and increasing by the day, enterprise can optimize and grow their business in a better way. That’s why the availability of data must be kept and protected to prevent its loss.

Building a backup strategy can be one of the options that give enterprise peace of mind. By having the copy of data or its backup, enterprise don’t have to worry more if threats like human errors, overwritten data, and even ransomware strike business systems.

Additionally, backing up business data will also let the business get back up and running after its end-point protection software got breached. In this case, ransomware even required an effective backup strategy to defeat. Therefore, having a very current backup of everything located off-site with effective security can help to defeat ransomware easier.

This article has listed four steps to help enterprise build effective backup strategy. Read them below here:

1. Create Multiple Copies

effective backup strategy

(Source: alengo from Getty Images Signature)

When we talk about data backup, business needs to create multiple copies in multiple areas. In this case, enterprise can implement the 3-2-1 rule for backup to protect its data. But, what is the 3-2-1 rule?

The 3-2-1 rule was stated by US photographer Peter Krogh while writing a book about digital asset management. Here’s the recap:

  • Three: Three copies of business data should be maintained. One is the original or production copy, then the two are the backup copies. All copies contain the same data from the same point in time. This method aims to save at least one copy of data once the others fail or disappear.
  • Two: Two copies of business data exist on media that are separate from one another, even if those are in the same geographic location. For example, one copy on a server, and the other would be on an external hard disk.
  • One: One data copy exists in an offsite location. This could be in another office, data center, or in the cloud.

2. Implement Your Backup on Public Cloud

effective backup strategy

(Source: model-la from Getty Images)

As the previous point before, physical storage is not enough to protect business data from threats. Therefore modern alternatives are needed by enterprises for optimizing the data protection strategy. One of them is by implementing backup on Public Cloud Service Provider.

Numerous Cloud Service Providers offer Backup-as-a-Service (BaaS) for business. That way, a business can be able to protect its data by provision and run its backup from Public Cloud infrastructure. Furthermore, the BaaS is even simpler than other software, because there are no operating systems or hardware to configure by the business.

3. Engage Services that Focus on Data Safety

(Source: jirsak from Getty Images)

The cloud has become a fantastic aid to companies looking to quickly and easily implement a reliable backup strategy. Prices are low, standards are open, not proprietary, on-site hardware is also low or even nonexistent, and your data can be accessed or fully restored from practically anywhere. That’s why its services are beneficial for business. 

However, using a cloud service provider for the effective backup strategy also includes a Service Level Agreements (SLA), which details what security measures are being used and how it is enforced. That’s why business needs to identify what security features that provider can offer based on its SLA. 

Not only that but security certifications like ISO27001, ISO9001, and PCI DSS are also needed to be considered in looking for a provider. That way, business would know that the provider has a guarantee in securing its client’s data.

4. Automate Your Backups

effective backup strategy

(Source: 5432action from Getty Images)

Backing up data manually every time there’s a concern can be troublesome for business. Especially, when business doesn’t acknowledge how to set automatic constant data backup. It would be a problem not only for the business operation but also for its services when disaster occurred.

That’s why setting and scheduling automatic backups on a constant and recurring basis is needed. So, business don’t have to worry more if disaster occurs, because this backup strategy has been prepared to replicate business data regularly.  


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to the effective backup strategy or cloud solutions, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

How To Protect Financial Institutions From Ransomware?

Protect financial institutions from ransomwareHow To Protect Financial Institutions From Ransomware?

Cyberattacks like ransomware seem to be getting worse and worse, these days. A recent study from stateofsecurity.com showed that ransomware increased from 39% to 51% just from Q2 to Q3 in 2020. With this growth, ransomware attacks are now believed to be one of the top threat vectors that can intrude on many organizations. One of them is Financial Institutions.

Financial Institutions such as wealth management firms and credit unions are the attractive target for a ransomware attack. Moreover, most of them often find their hands tied and their capabilities lost when their fundamental operations are disrupted. 

According to a recent report from Cyber Security Ventures, an organization fell victim to every 14 seconds in 2019, and it’s expected to be every 11 seconds in 2021. Not only that, the ransom amount has increased too, for example, in mid-2018, the average ransomware payment was $41,198. By late-2019, that price more than doubled to $84.166.

Therefore, it is a matter for Financial Institutions to have strategies in protecting their data from ransomware attacks. The three resilient strategies can be an option in avoiding the risk of ransomware attacks. Read them below here:

1. Educate The Financial Institutions About Vulnerable Access to Ransomware

Protect financial institutions from ransomware

(Source: BartekSzewczyk from Getty Images Pro)

The education aspect related to vulnerable access to ransomware must be taken seriously by Financial Institutions. Whether it is assessing the phishing risk, removing the most frequent attack vectors, or keeping systems and software up to date, these are essential to be taken. If these steps are not taken, ransomware risk is increased. 

That’s why IT staff and users must be included in this education perspective since the threat of ransomware can be introduced from both personas. Knowing that Remote Desktop Protocol (RDP), phish, and software updates are the three mechanisms for entry, will be a huge help in focusing the scope of where to invest the most effort. So it can be resilient against ransomware from an attack vector perspective.

2. Implementing Backup Solution

Protect financial institutions from ransomware

(Source: JustStock from Getty Images)

 Regarding ransomware resiliency, implementing a backup solution is a lot like going through a compliance audit. A product is not necessarily compliant or non-compliant to a standard. Rather, compliance is completely dictated by how the product is implemented and audited. When it comes to a ransomware incident, resiliency is completely based on how the backup solution is implemented, the behavior of threat, and the course of remediation.

As an important part of ransomware resiliency, implementing Veeam Backup Infrastructure can be a critical step. Implementation recommendations for ransomware resiliency include:

  • Protection of the backup server and components
  • Implementing capabilities for ransomware detection
  • Ulta-resilient backup storage and the 3-2-1 Rule
  • Multiple recovery techniques configuration
  • Endpoint protection
  • NAS protection
  • Encryption of backup data
  • Orchestrated recoveries of backups and replicas

 3. Look For a Strong Remediation to Defend Ransomware

protect financial institutions from ransomware

(Source: Source: COMiCZ from Getty Images Pro)

Despite all the education and implementation techniques that are employed to be resilient against ransomware. That’s why financial institutions should be prepared to remediate a threat if introduced. At Zettagrid, we have agreed upon the approach to remediating ransomware such as choose to restore data rather than pay the ransom. 

Not only that, but the layers of resiliency also have to be prepared to protect Financial Institutions from ransomware incidents. So when a ransomware attack occurs, Financial Institutions can look for strong remediation. Besides that, the organization can also learn where the threat lurks, how to build a resilient IT environment, and how to secure safe restores of its data.

If you have any questions related to our solutions, you can contact us here or through sales@zettagrid.id.

Protect Fintech Data With 5 Functions of Veeam Backup

Protect Fintech With 5 Functions of Veeam Backup

As a pandemic COVID-19 spread to almost all over the world, the demand for digital channels for payment, credit, business, and general cybersecurity, has accelerated. This can’t be said with no reason, of course, but technology has played a key role to grant loans and monitor the financial health of many individuals and SMEs. Therefore, it is not a surprise anymore to see if financial technology (fintech) and credit analytics will be crucial drivers of change in the future.

However, as a massive digital transaction has been made by users, it places Fintech as a vulnerable industry to be attacked by all kinds of cyber threats, including ransomware. It can be said as Fintech has personal or commercial financial and superannuation information. So, if the organization doesn’t have any proper protection or security system, ransomware may infect fintech IT systems as long as there’s a vulnerable gap in its IT system.

Implementing Veeam Backup can be the solution to protect Fintech data. Veeam prides itself on being in the front lines, fighting the good fight against ransomware, and protecting important data kept by the fintech. It offers transparent and actionable strategies on how to educating employees, rotating backup copies across several locations, and leveraging cloud options for making backups practically immutable.

Besides that, Veeam also has five functions that can protect fintech from a ransomware attack. Read those below here:

Protecting backup data from attack

protect fintech

(Source: juststock from Getty Images)

Air-gapped or “immutable” backups offer a powerful technique for being resilient against ransomware and other threats. Enabling a replica of its backup, stored out of reach from cyber attacks, utilizing controls that ensure deletions or changes cannot happen without strict multi-level approvals.

Veeam’s Scale-out Backup Repository (SOBR), partnered with Capacity Tier (also known as Cloud Tier), enables an easy-to-use capability that writes backup data into object storage on any platform that supports it. So, it will protect fintech data.

Detecting ransomware

protect fintech

(Source: glegorly from Getty Images Signature)

Detecting ransomware attacks in their initial stages can be difficult. That’s why Veeam provides the ability to closely monitor and protect fintech IT environment and be aware of any suspicious or abnormal activity.

By analyzing CPU usage, datastore write rate and network transmit rate, Veeam can protect fintech by identifying if there are higher than normal amounts of activity on a particular machine. Not only that but when the alarm is triggered, this immediately notifies fintech to inspect the machine, look at the resource counters and determine for the organization whether the activity is normal. If it’s not, this is a good indicator that more steps should be taken to determine if ransomware is the actual cause.

Ensuring ransomware-free backups

protect fintech

(Source: kaptnali from Getty Images)

Viruses can be undetected and dormant in IT current systems and ready to pounce. If this occurred to the organization, fintech can use the power of Veeam backup and root out ransomware threats before they attack. Not only that, but fintech also can keep ransomware out for good with an automated step to scan the backup for malware.

Restoring guaranteed virus-free workloads

protect fintech

(Source: Wavebreakmedia from Getty Images)

Viruses can be undetected and lay dormant in older backups. Therefore, fintech has to make sure it can protect itself. Secure Restore enables a complete anti-virus scan of its backups when restoring. Having access to the latest virus definitions helps safeguard against previously unknown viruses. That’s why it will protect fintech by providing greater confidence that dormant threats won’t be reintroduced back into the environment.

Testing workloads securely

(Source: peshkov from Getty Images)

Unsure of a current workload? Suspect that it may be infected? No worries! Fintech can restore the data into a fully secured and isolated environment to test. By tapping into the power of Veeam to restore data, workloads and applications may into a fully isolated virtual sandbox environment. Test for cyber threats and other issues while performing potential remediation activities – without impacting any production system. So, it will protect fintech data against ransomware.


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to our solution, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

Why Business Needs Modern Data Protection?

modern data protection

Why Business Needs Modern Data Protection?

The sudden transformation to remote work of the customer experience in 2020 created a growing volume and type of data for organizations. By this case, many business then turned to the cloud to scale up data capacity and agility. Although the cloud had helped enterprises to manage their data flexibly, backup solutions were often not upgraded in parallel by business.

Despite its critical importance, data backup has been one area where business often underestimates it. This tactic can backfire, leaving organizations vulnerable to failures, cybersecurity breaches, also rising data storage and maintenance cost. Therefore, today’s modern data protection like backup strategy is needed to prevent business from the risk of data loss.

Then, what can modern data protection deliver to business?

1. Modern data protection Provide Better Security

modern data protection

(Source: baranozdemir from Getty Images Signature)

Data storage costs are spiraling upwards as well, whether on-premises or related to unplanned cloud capacity growth. While the amount of data generated in 2020 was exceptional, the expansion of data generation has been ongoing for years and is not likely to abate. Systems may not have been built to withstand rapid increases in data or to handle information on the cloud, in muti- or hybrid-cloud, and across different platforms and even formats. Therefore, modern data protection needs to be built by enterprise.

Within the realm of data protection, advanced solutions provide better security, value, and the ability to grow and evolve with an organization. In more sophisticated scenarios, modern backup solutions can even help organizations reach into and leverage stored data to augment the growing tools that require vast amounts of information.

2. Modern data protection takes resiliency to the next level

modern data protection

(Source: ipopba from Getty Images)

While all data needs to be secure, some needs to be more secure: market performance trends used by an investment firm, for example, may not have the same security demands as a client’s account information. Data is also accessed at different times and frequencies. Therefore, modern data protection like Backup or Disaster Recovery is needed to help ensure that the right protection and access are optimally executed from the start.

Modern data protection can also learn how security needs evolve over time, based on changes in, such as usage, policies, or regulation. Imagine the benefits that such a system would have brought to an organization implementing GDPR compliance or ensuring secure, effective data integration as part of an acquisition.

Not only that but modern data protection can also track, identify, record, and analyze issues to suggest event resolution strategies. When combined with real-time monitoring, it can accelerate response time and reduces outages and related downtime. 

3. Automate IT environment for update and patch testing

modern data protection

(Source: metamorworks from Getty Images Pro)

Business should think beyond their data stores as simply a place to run to if and when disaster strikes. Rather than a cellar that contains copies of missing or corrupt information, comprehensive backup stores can be the ingredients of an entirely separate “test kitchen” for DevOps and DevTest teams.

Data backup can automate the environment requirement for update and patch testing and troubleshooting. It can deliver a protected production space where new apps can be run in a sandbox-type scenario. Not only that, but this modern data protection can also be a near-real-time resource for advanced analytics, reducing the need for multiple-data replication across the company. 


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to our solution, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

 

Source: Veeam

Cegah Risiko Cyber Crime Dengan Veeam Backup

cyber crimeCegah Risiko Cyber Crime Dengan Veeam Backup

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir sepanjang tahun telah memunculkan peningkatan Cyber Crime. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan setidaknya terdapat 189.937.542 juta upaya Cyber Crime di Indonesia sejak Januari hingga Agustus 2020 lalu. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka ini mengalami kenaikan lebih dari empat kali lipat.

Tak hanya itu saja, bahkan baru-baru ini kantor Pemerintah Delaware County di Pennysylvania, Amerika Serikat telah terserang kasus ransomware berjenis DoppelPaymer. Dikutip dari cyberthreat.id, pemerintah setempat pun harus membayar tebusan dengan Bitcoin senilai 500.000 US Dollar atau setara dengan Rp. 7.06.000.000.000 untuk dapat menerima decryptor.

Melihat hal ini, tentu ancaman serangan cyber seperti malware hingga ransomware pun patut jadi perhatian bagi bisnis. Bagaimana tidak? Ancaman ini bahkan mampu membawa risiko yang serius bagi pengusaha. Mulai dari data bisnis yang terinfeksi virus, data bisnis yang hilang, hingga besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk menebus si pelaku. Untuk itu, solusi pun dibutuhkan oleh para pengusaha demi menyelamatkan bisnis dari serangan Cyber Crime. Termasuk salah satunya adalah dengan menggunakan Veaam Backup dari Zettagrid Indonesia.

Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia bisa menjadi andalan untuk melindungi data perusahaan. Selain berguna untuk mencegah kehilangan data akibat human error, solusi ini juga dapat melindungi bisnis anda dari serangan Cyber Crime seperti di atas. Tidak sekadar itu, Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia juga menawarkan beberapa kelebihan bagi bisnis anda. Mari simak di bawah ini:

1. Mengembalikan data dengan mudah 

Ketika data terhapus maupun terinfeksi malware, pengusaha tentunya harus mencari cara untuk bisa mengembalikan data tersebut. Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia bisa mengatasinya dengan mudah. Melalui beberapa langkah mudah, bisnis bisa mengembalikan data yang hilang atau terinfeksi kembali ke tempat semula atau dibuatkan salinannya. Sehingga, layanan bisnis pun bisa segera kembali berjalan dengan normal. 

2. Offsite Backup dengan High-availability Infrastructure 

Selain menyimpan hasil backup di lokal, memiliki Offsite Backup atau penyimpanan hasil backup di luar data center utama juga sangat dianjurkan. Offsite backup sangat berguna apabila infrastruktur backup lokal mengalami kendala. Kendala tersebut bisa berupa kesalahan pengguna, serangan Cyber Crime, hingga insiden kehilangan data lainnya. Namun Anda tidak perlu cemas, karena solusi Offsite Backup dari Zettagrid Indonesia didukung oleh sistem high availability yang dapat diandalkan. Sehingga anda akan dapat tenang mengetahui data Anda terlindungi dan akan dapat diakses setiap saat Anda butuhkan. 

3. Pay-as-you-go 

Layaknya berlangganan cloud, layanan Veeam Backup juga memberlakukan sistem pay-as-you-go kepada pengguna. Pengguna hanya perlu membayar layanan ini sesuai dengan jumlah mesin (server, Personal Computer, laptop, atau Virtual Machine) yang perlu dilindungi dan besar penyimpanan yang dibutuhkan tanpa perlu melakukan kontrak. Sehingga biaya yang dikeluarkan dapat menjadi lebih efisien tanpa perlu biaya investasi awal yang besar. 

Itulah tiga keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia sebagai solusi bisnis dalam perlindungan data. Jika Anda tertarik dengan Veeam Backup, Anda bisa melihat produk selengkapnya di sini. Apabila, Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini atau mengirimkan email ke sales@zettagrid.id.

 

Bagaimana Cara Kerja Ransomware?

Cara Kerja Ransomware

Memahami Cara Kerja Ransomware Yang Dapat Menyerang Sistem IT Perusahaan 

 

Tidak diragukan lagi, bahwa internet memiliki fungsi krusial bagi perusahaan. Mulai dari mengakses informasi hingga mengirim data-data penting, internet bisa digunakan secara fleksibel ketika dibutuhkan. Meskipun demikian, sambungan internet juga membawa berbagai macam virus yang dapat menyerang berbagai device. Salah satu virus yang cukup dikenal baru-baru ini adalah malware berjenis ransomware.

Serangan malware berupa ransomware masih menjadi kasus terpopuler untuk berbagai perusahaan hingga saat ini. Beberapa waktu lalu, ransomware telah menimpa operasional perusahaan kamera Canon di Amerika Serikat. Sejumlah aplikasi operasional seperti email, website, Microsoft Teams, dan layanan dukungan pesan konsumen perusahaan tersebut dikabarkan mengalami gangguan teknis. Sehingga, bantuan dari perusahaan cyber pun dibutuhkan Canon, demi menghindari kebocoran data ke publik.

Apa yang terjadi kepada perusahaan Canon, tentu menjadi perhatian bagaimana serangan tersebut bisa berbahaya bagi sistem IT perusahaan. Jika perusahaan tidak memiliki sistem IT keamanan yang maksimal, maka bersiaplah untuk terkena serangan ransomware. Namun, tahukah Anda apa itu ransomware? Bagaimana cara ransomware bekerja? Baca penjelasan berikut untuk mengetahuinya!

 

Pengertian Malware dan Ransomware 

Malware adalah singkatan dari Malicious software. Perangkat lunak ini dirancang untuk menyebabkan kerusakan pada suatu komputer, server, atau jaringan komputer dengan menggunakan virus. Efek yang diberikan pun bisa lebih berbahaya bagi perusahaan ketimbang untuk personal user. Jika jaringan perusahaan terserang malware, maka bersiaplah terkena gangguan sistem pada komputer. 

Ransomware adalah salah satu jenis malware yang populer saat ini. Serangan ini dirancang untuk memblokir akses pengguna ke sistem komputer yang digunakan. Selain itu, pelaku biasanya mengancam untuk mempublikasikan maupun menghapus data apabila pengguna tidak membayar uang tebusan (ransom). 

Namun, membayar tebusan kepada pelaku juga tidak menjamin data dan sistem yang diblokir bisa dikembalikan dengan aman oleh pelaku. Setelah mengenkripsi file, biasanya ransomware akan membawa jenis malware lain yang dapat menginfeksi sistem jaringan komputer. Sehingga kerusakan pada sistem jaringan dapat terjadi walaupun uang tebusan telah dibayarkan.

 

Lalu bagaimana Cara Kerja Ransomware?

Pada umumnya, cara kerja ransomware adalah dengan menggunakan trojan yang disamarkan menjadi file atau aplikasi yang dikirimkan oleh penyerang. Jika Anda membuka maupun mengunduh file atau aplikasi tersebut, maka berhati-hatilah sebab perangkat lunak ini akan menemukan dan mengenkripsi semua file pada perangkat komputer Anda. Berikut beberapa media yang paling sering digunakan untuk menyebarkan ransomware:

  • Exploit

Banyak hacker biasanya menggunakan exploit ini untuk mencari kelemahan sistem. Pada dasarnya, alat ini disisipkan pada sebuah situs web yang berisi iklan. Jika salah satu iklan tersebut diklik, maka pengguna akan diarahkan ke halaman yang berisi perintah untuk mengunduh exploit. Sehingga, ini menjadi celah bagi para hacker untuk menginfeksi sistem dan file dengan serangan ransomware.

  • Malicious Email Attachment

Hal kedua yang harus diwaspadai ialah mendownload lampiran email secara sembarang. Hacker biasanya menggunakan email yang terkesan kredibel seperti newsletter tawaran pekerjaan, lembaga sosial, hingga teknisi IT. Selain itu, format file yang dilampirkan pun dapat bervariasi,  seperti .exe, .doc, .js, .msi, .ppt, dan lainnya. Sehingga, tidak terlihat mencurigakan. Namun tanpa disadari, file-file tersebut mengandung ransomware dan mampu menyerang sistem komputer apabila diunduh.

  • Link (tautan) dalam email

Tak hanya lampiran, hacker juga pada umumnya menggunakan tautan dalam email yang dapat menginfeksi sistem komputer. Dengan menggunakan email yang tampak terpercaya, hacker biasanya berhasil menarik perhatian pengguna untuk mengklik tautan tersebut. Sehingga, pengguna selanjutnya diarahkan untuk mendownload file pada situs website yang berisikan serangan ransomware.

Demi menghindari serangan ransomware, Zettagrid Indonesia menghadirkan layanan cloud backup sebagai solusi IT perusahaan. Anda bisa melakukan backup kapanpun saat dibutuhkan. Selain itu, cloud backup memudahkan perusahaan Anda dalam memperpanjang infrastruktur Veeam Backup  ke dalam cloud. Klik disini untuk tahu lebih lanjut mengenai layanan Zettagrid atau hubungi kami di sales@zettagrid.id.

Zettagrid e-TechDay vol.02: Simplify Your Backup and DR With Veeam Cloud Connect

Zettagrid Backup and DR

Zettagrid e-TechDay vol.02: Simplify Your Backup and DR With Veeam Cloud Connect

Pandemic COVID-19 has changed some aspects in human lifestyle. Almost every activities that people do it’s now on digital, from studying, entertain, even business industry. As the new normal life in our society begin, the digital business era now has come to move faster than we think. Thanks to cloud technology that help enterprises to makes their life easier with its automation, flexibility and efficiency.

Not only become a digital infrastructure solution for enterprises, cloud also help increase business efficiency by reducing CAPEX and OPEX  investment. Furthermore, cloud also fast to develop, enterprises only need hours to develop it not like on-premises. By cloud automation, now protecting your company data become more simple.

Learn more about how to simplify your data protection with Veeam Cloud Connect on “Zettagrid e-TechDay Vol.02: Simplify Your Backup and Disaster Recovery With Veeam Cloud Connect”. Directly explain by Zettagrid Australia Senior Virtualization Engineer, Daniel Santini, get insight and live demo of  Veeam Cloud Connect Backup and Replication on Zettagrid.

Date: Thursday, 30 July 2020
Time: 14.00-16.00 WIB
Place: Zoom Video Meeting
Link registration: https://tinyurl.com/etechday02

Register now and save your spot! Watch the live webinar until it’s finish and get a chance to win OVO credits in the end of event. For more information about the event, you could contact us at marketing@zettagrid.id or click here . See you there!