Posts

Mengenal Pengertian Hybrid Cloud dan Keunggulannya

Pengertian Hybrid cloud

Pengertian Hybrid cloud

Cloud computing telah menjadi salah satu teknologi yang menjadi pendukung penting dalam suatu bisnis untuk melakukan digitalisasi. Baik dengan menggunakan public cloud yang bisa di akses kapanpun dan dimanapun ataupun private cloud.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan perubahan akan penggunaan dan pertumbuhan data dari end user maupun aplikasi, pengusaha membutuhkan IT infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya dengan menggabungkan public cloud yang memiliki kemampuan skalabilitas yang tinggi dengan private cloud yang memiliki tingkat kemanan yang tinggi untuk data yang kritikal dan sensitive.

Jika perusahaan ingin memaksimalkan keuntungan dari public dan private cloud, pengusaha dapat menggunakan teknologi Hybrid cloud. Saat ini Hybrid cloud sangat diminati bagi perusahaan yang ingin mengadopsi berbagai solusi untuk kebutuhan perkembangan IT bisnis mereka.

 

Pengertian Hybrid Cloud

Hybrid cloud diartikan sebagai solusi gabungan antara public dan private cloud untuk suatu bisnis maupun organisasi yang memiliki kebutuhan data yang besar namun juga terikat dengan security compliances. Namun dibutuhkan provider yang sudah berpengalaman yang bukan hanya familiar, namun juga telah memiliki setifikasi security compliance. Salah satunya di Indonesia yaitu dengan Zettagrid.

 

Keunggulan Hybrid Cloud

  1. Skalabilitas

Tantangan yang dimiliki oleh private cloud adalah dana investasi yang digunakan untuk membangun, merawat serta jika akan mengembangkan jaringan. Namun dengan hybrid cloud, bisnis dapat meningkatkan kapasitas sesuai yang dibutuhkan. Contohnya jika   perusahaan ingin mengembangkan aplikasi baru. Dengan penggunaan hybrid cloud, tentunya pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat dan efisien.

  1. Kecepatan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan suatu aplikasi adalah kecepatan jaringan. Hybrid cloud memungkinkan penggunanya untuk mengoptimisasi kemampuan dari jaringan ini dan meminimalisir terjadinya latency.

  1. Redudansi

Dengan menggunakan Hybrid Cloud, anda bisa lebih tenang jika mengalami kegagalan sistem karena data critical anda aman tersimpan melalui private cloud dan dapat secara langsung di backup melalui public cloud.

  1. Kontrol

Dengan penggabungan antara private dan public cloud, perusahaan dapat memelihara infrastuktur pribadi untuk asset yang critical dan sensitive dengan latency rendah.

  1. Efisiensi Biaya

Keunggulan lain dari Hybrid cloud adalah dari biaya yang akan lebih efisien kedepannya. Dengan Hybrid Cloud user dapat menyeimbangkan antara keamanan data yang terjamin dan penggunaan data yang sesuai dengan kebutuhan bisnis user.

 

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Hybrid Cloud anda dapat menghubungi kami di link ini atau dengan mengirimkan email ke sales@zettagrid.id

Apa Solusi Cloud yang Tepat Untuk Manajemen IT Bisnis?

cloud untuk bisnis

Apa Solusi Cloud yang Tepat Untuk Manajemen IT Bisnis?

Menjaga perkembangan bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Pikirkan saja, saat bisnis berkembang pasti ada sistem internal perusahaan lain yang juga ikut meningkat. Contohnya, sistem aplikasi, manajemen data, hingga infrastruktur IT lainnya. Bila permintaan infrastruktur IT ini terus meningkat, kapasitas tambahan pasti diperlukan. Apalagi jika bisnis masih menggunakan sistem IT tradisional, investasi lain untuk pemeliharaan dan penambahan server tentu akan dilakukan bisnis untuk menunjang infrastruktur IT.

Oleh karena itu, solusi lain pun diperlukan demi mempertahankan perkembangan bisnis dan menekan anggaran manajemen IT. Salah satunya dengan menggunakan solusi teknologi seperti Cloud Computing.

Pengertian Cloud Computing

cloud untuk bisnis

(Sumber: Denis Isakov dari Getty Images Pro)

Secara sederhana, cloud dalam istilah teknologi merupakan pengelompokkan banyak server di dunia internet yang mempunyai lokasi di banyak tempat. Namun, secara harfiah Cloud Computing berarti Komputasi Awan dengan ‘Awan’ yang merupakan metafora dari pengembangan infrastruktur berbasis internet. Jadi dalam kata lain, Cloud Computing adalah komputerisasi sebuah teknologi dan layanan yang berbasis internet seperti penggunaan aplikasi, penyimpanan file, database, dan sebagainya.

Cloud Computing memiliki berbagai manfaat yang dapat ditawarkan kepada bisnis, di antaranya:

  • Cloud mampu meningkatkan skalabilitas perusahaan.
  • Kapasitas penyimpanannya lebih fleksibel.
  • Pelanggan tidak perlu melakukan pemeliharaan dan peningkatan hardware.
  • Manajemen data bisnis lebih terstruktur dan dikelola dengan aman.
  • Lebih efisien karena pelanggan tidak lagi perlu membeli hardware.
  • Memiliki fitur backup dan restore.

Lalu,  apa saja jenis cloud computing?

Jenis Cloud Computing untuk Bisnis

1. Private Cloud

cloud untuk bisnis

(Sumber: user225590051k dari Freepik)

Secara umum Cloud Computing terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Private Cloud dan Public Cloud. Private Cloud merupakan salah satu jenis cloud yang memiliki kemampuan scalability dan self service, namun arsitekturnya bersifat pribadi dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan single organization.

Tak hanya itu, Private Cloud juga merupakan single-tenant environment yang berarti bahwa organisasi yang menggunakan layanan tersebut tidak berbagi resource dengan organisasi lainnya. Cloud deployment satu ini bisa saja memiliki resource dan infrastruktur yang sudah ada di Data Center bisnis tersebut atau pada infrastruktur yang disediakan oleh penyedia layanan cloud. Pada beberapa kasus, single-tenant environment  diaktifkan dengan memanfaatkan virtualization software. Namun pada kasus lainnya, Private Cloud dan resource disediakan hanya untuk satu pengguna.

2. Public Cloud

cloud untuk bisnis

(Sumber: akephoto88755 dari Freepik)

Sementara Public Cloud merupakan kumpulan server fisik yang di-hosting di Data Center, di mana masing-masing server dirancang untuk menjalankan satu fungsi. Misalnya, satu node didedikasikan untuk menyediakan penyimpanan ke cloud, sementara node lainnya menangani komputasi, atau fungsi lainnya.

Kata Public Cloud dapat diartikan bahwa banyak pengguna yang berbagi platform cloud yang sama. Namun, masing-masing pengguna memiliki Virtual Machine (VM) dan setiap VM dipisahkan secara logical, sehingga tidak membahayakan atau bersinggungan dengan konfigurasi pengguna lain.

Public Cloud menjadi salah satu cloud deployment yang dapat dipertimbangkan oleh bisnis saat ini, mengingat sistem cloud satu ini dianggap bisa menjawab hampir seluruh permasalahan IT, seperti dari pengguna individu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bisnis Startup, hingga perusahaan berkembang yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja infrastruktur IT mereka.

Di lain hal, Public Cloud memiliki pendekatan yang berbeda dengan detail di antaranya:

  • Semua sistem dan aplikasi yang dikelola masuk ke dalam satu Unified Pool Resource. Ini berarti, ada beberapa server yang saling terintegrasi untuk membagi workload setiap server. Sehingga, ketika terjadi failure di salah satu server tersebut, aplikasi yang dihost akan tetap berjalan normal. Hal ini terjadi mengingat semua resource saling terintegrasi di antara beberapa server.
  • Di sisi lain, setiap Guest OS (pengguna) pada Public Cloud juga mendapatkan resource komputasi yang dialokasikan secara khusus. Jadi, ketika server mengalami traffic yang tinggi di salah satu Guest OS, maka tidak akan berdampak kepada Guest OS lainnya.

Apakah Zettagrid Indonesia menyediakan Private Cloud dan Public Cloud?

Sebagai salah satu penyedia layanan Cloud Infrastructure as a Service (IaaS), Zettagrid Indonesia menyediakan Private Cloud dan Public Cloud untuk membantu manajemen infrastruktur IT bisnis. Adapun beberapa penggunaan Private Cloud dan Public dari Zettagrid Indonesia, ialah sebagai berikut:

1. Contoh Kasus Penggunaan Private Cloud

  • Mengamankan data bisnis

Dalam suatu organisasi, memang data seperti berkas karyawan, email, sistem customer relationship, berbagai desain produk, proposal, dan lainnya, menjadi aset berharga yang harus dijaga oleh bisnis. Dari pada harus menghadapi tantangan keamanan berbagai informasi tersebut, bisnis dapat menyimpan dan mengelola datanya di Data Center kelas dunia dengan sistem Private Cloud yang terintegrasi infrastruktur VMware.

  •  Efisiensi manajemen IT

Saat menggunakan sistem IT tradisional, bisnis pasti lebih banyak melakukan pemeliharaan dan peningkatan server, adminitrasi SAN, hingga kehilangan focus untuk mengalokasikan waktu untuk mengelola layanan IT bisnis. Namun ketika Anda menggunakan Private Cloud Zettagrid, Anda tidak perlu lagi melakukan hal tersebut, karena cloud kami lebih fleksibel dan scalable.

  • Kebijakan BYOD

Menerapkan sistem Bring Your Own Device (BYOD) memang dapat meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi di sisi lain sistem ini juga dapat memebebankan manajemen infrastruktur IT bisnis apabila workload dan sistem kolaboratif bisnis dihost di sistem tradisional. Namun, semua bisa diatasi dengan membangun Private Cloud untuk mengurangi waktu penerapan layanan baru dan meningkatkan kecepatan akses aplikasi.

2. Contoh Kasus Penggunaan Private Cloud

  • Hosting aplikasi

Mulai dari blog, website perusahaan, ecommerce, hingga server game, tentu memiliki lingkungan hosting yang kompleks bagi bisnis. Bila kapasitas server meningkat karenanya, bisnis pasti akan melakukan peningkatan dan pemeliharaan server secara berkala. Hal ini tentu tidak efisien untuk manajemen IT bisnis. Oleh karena itu, solusi seperti Public Cloud bisa menjadi pilihan bisnis untuk kebutuhan tersebut.

Dengan menempatkan aplikasi pada lingkungan yang fleksibel dan scalable, hosting aplikasi tidak lagi membutuhkan sumber daya lebih untuk pemeliharaan dan peningkatan server bisnis.

  •  Hosting SaaS

Apakah bisnis Anda mengembangkan aplikasi Software as a Service (SaaS) atau layanan yang perlu dihost di lingkungan dengan visibilitas dan kontrol tingkat tinggi? Jika ya, tentu Public Cloud bisa menjadi solusi manajemen IT bisnis Anda tersebut. Dengan menawarkan akses langsung ke rangkaian sistem seperti VMware, Public Cloud memungkinkan Anda mengakses SaaS dengan manajemen tingkat tertinggi.

Itulah beberapa hal tentang solusi cloud untuk manajemen IT bisnis yang perlu diketahui. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai solusi cloud Zettagrid, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

 

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

adopting hybrid cloud

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

Adopting Hybrid Cloud approach is becoming more and more common in a business sector. According to a survey of IBM Institute For Business Value (IBV), Hybrid Cloud will grow to 47% in three years ahead and the average organization will implement around six hybrid clouds. With such of number, it is not a surprise anymore to see how large this technology could dominant enterprise solutions.

However, adopting Hybrid Cloud approach certainly is not just by snapping-fingers only. A plan and strategy are also needed for a successful deployment. Therefore, before business takes a step further about it, the organization needs to explore more for adopting Hybrid Cloud approach. Then, where to begin?

In Zettagrid e-Techday: Evolving Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business that was held on 12 August 2021, Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia had explained some strategies that business needs to take on Hybrid Cloud adoption. Curious to know how is it? Here’s the recap:

1. Determine the application that wants to be deployed on Hybrid Cloud

adopting hybrid cloud

(Source: ra2studio from Getty Images Pro)

Basically, any applications can be deployed on Hybrid Cloud. Depends on the organization’s policy and needs. So, if the organization wants its workload management to be deployed on cloud, then the provider will help and provide its cloud solution.

However, it is important to remember that business needs to determine what application that wants to be running on cloud and handled on the local premise. By separating workloads in two locations, the organization could achieve its IT business and cloud operation efficiency.

 2. Begins with the better infrastructure

adopting hybrid cloud

(Source: Jens Domschky from Getty Images)

After the organization determines what applications that want to be deployed on cloud, next it’s time to look for the right infrastructure such as software, hardware, services, and cloud spaces. But, why does business need these infrastructures for adopting Hybrid Cloud approach?

 These infrastructures enable business to secure consistent operations for business workloads across private and public cloud. Not only that, the right infrastructures will also deliver a complete solution for business Hybrid Cloud. Therefore, it is important for the organization to do this before adopting Hybrid Cloud approach.

3. Look out for the data security

adopting hybrid cloud

(Source: anyaberkut from Getty Images Pro)

In looking for Hybrid Cloud Providers, data security and compliance are often to be the main things that need to be concerned about. With the right data security and compliance, the cloud service provider can guarantee how secure your company and business data will be on cloud. 

In Zettagrid, we have data security and compliance such as PCI DSS certified and three-level of access (MyAccount portal access, vCloud Director access, and VM access). Not only that, but Zettagrid is also certified by ISO27001:2013 to secure your company data. Thus, you don’t have to worry more, because your data will be safe with our layered security system.

 

Those are the recap on adopting Hybrid Cloud approach. If you want to know or see the session further, you can watch it on our Youtube Channel here. And if you have any questions related to Hybrid Cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

What To Prevent In Migrating To Cloud? 

migrating to cloudWhat To Prevent In Migrating To Cloud? 

In expanding business systems, enterprise often look for the best asset for integration. Technology such as Cloud Service Provider can be an option for business integration systems. Not only because it’s affordable, but it also can be allocated and changed in minutes. Even enterprises technology elites are spending dollars on the Public Cloud these days. Thus, it can be a good idea for a business long-term investment.

However, implementing cloud infrastructure can’t be defined as a solution to fix existing problems, such as data mess, application issues, inadequate security, or frequent outages due to a lack of operational disciplines and tools. Once business migrates these issues, it will end up with less-than-optimal systems in the cloud. Moreover, it can get worse if the IT department still be on the learning curve of using the Public Cloud. So, it will be increasing risk and cost without improving any of its systems.

Therefore, business needs to know what mistakes in migrating to the cloud. No worries, below here we have compiled three things that needed to avoid in cloud migration. Read them below here:

1. Migrating all business data to the cloud

migrating to cloud

(Source: jirsak from Getty Images)

In developing a business, having multiple sources is important for storing enterprise data. But if you don’t look at this side, then you just make a big mistake for business continuity.

Having a massive number of redundant databases and no one knows where all the data is, can be fatal for the business. Moreover, if the business decided to migrate all data – including the complex one – to the cloud, it will not improve everything except for causing a new problem. Therefore, consider and segmented what to store and integrated into the cloud is important to do. Thus, business investment in cloud infrastructure can be effective and beneficial.

2. Forget to secure the data

migrating to cloud

(Source: stevanovicigor from Getty Images)

Migrating certain data to cloud infrastructure must include proper security practices from the organization. Even, a change is needed once the data move. But, if your organization does no comply with this practice, then you just caused a new problem for cloud migration.

As migrating encrypted data to the cloud, the organization certainly thinks if the assets are normally well-locked down. Little did they know, it is easy to inadvertently create vulnerabilities in the cloud since customers are responsible for setting many security controls around their apps and data. That’s why securing the data by encrypting them is important for the organization before it is being moved to the cloud.

3.  Assuming that all cloud environments are the same

(Source: Denis Isakov from Getty Images Pro)

Once business decided to migrate their system to cloud, they can’t assume that all cloud environments are the same. Every cloud provider designs their cloud differently, specializing in different functions and capabilities for their deployment.

That’s why in migrating to cloud, business should never blindly do it from one cloud to another before becoming familiar with its new environment. Otherwise, the migration process will be a problem while organization needs to struggle to reconfigure data to fit the new environment.

Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to the effective backup strategy or cloud solutions, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

 

Try This 4 Steps To The Effective Backup Strategy

effective backup strategyTry This 4 Steps To The Effective Backup Strategy

In managing a business, enterprises certainly think that data is the key to its success. Along with the record of data that is collected and increasing by the day, enterprise can optimize and grow their business in a better way. That’s why the availability of data must be kept and protected to prevent its loss.

Building a backup strategy can be one of the options that give enterprise peace of mind. By having the copy of data or its backup, enterprise don’t have to worry more if threats like human errors, overwritten data, and even ransomware strike business systems.

Additionally, backing up business data will also let the business get back up and running after its end-point protection software got breached. In this case, ransomware even required an effective backup strategy to defeat. Therefore, having a very current backup of everything located off-site with effective security can help to defeat ransomware easier.

This article has listed four steps to help enterprise build effective backup strategy. Read them below here:

1. Create Multiple Copies

effective backup strategy

(Source: alengo from Getty Images Signature)

When we talk about data backup, business needs to create multiple copies in multiple areas. In this case, enterprise can implement the 3-2-1 rule for backup to protect its data. But, what is the 3-2-1 rule?

The 3-2-1 rule was stated by US photographer Peter Krogh while writing a book about digital asset management. Here’s the recap:

  • Three: Three copies of business data should be maintained. One is the original or production copy, then the two are the backup copies. All copies contain the same data from the same point in time. This method aims to save at least one copy of data once the others fail or disappear.
  • Two: Two copies of business data exist on media that are separate from one another, even if those are in the same geographic location. For example, one copy on a server, and the other would be on an external hard disk.
  • One: One data copy exists in an offsite location. This could be in another office, data center, or in the cloud.

2. Implement Your Backup on Public Cloud

effective backup strategy

(Source: model-la from Getty Images)

As the previous point before, physical storage is not enough to protect business data from threats. Therefore modern alternatives are needed by enterprises for optimizing the data protection strategy. One of them is by implementing backup on Public Cloud Service Provider.

Numerous Cloud Service Providers offer Backup-as-a-Service (BaaS) for business. That way, a business can be able to protect its data by provision and run its backup from Public Cloud infrastructure. Furthermore, the BaaS is even simpler than other software, because there are no operating systems or hardware to configure by the business.

3. Engage Services that Focus on Data Safety

(Source: jirsak from Getty Images)

The cloud has become a fantastic aid to companies looking to quickly and easily implement a reliable backup strategy. Prices are low, standards are open, not proprietary, on-site hardware is also low or even nonexistent, and your data can be accessed or fully restored from practically anywhere. That’s why its services are beneficial for business. 

However, using a cloud service provider for the effective backup strategy also includes a Service Level Agreements (SLA), which details what security measures are being used and how it is enforced. That’s why business needs to identify what security features that provider can offer based on its SLA. 

Not only that but security certifications like ISO27001, ISO9001, and PCI DSS are also needed to be considered in looking for a provider. That way, business would know that the provider has a guarantee in securing its client’s data.

4. Automate Your Backups

effective backup strategy

(Source: 5432action from Getty Images)

Backing up data manually every time there’s a concern can be troublesome for business. Especially, when business doesn’t acknowledge how to set automatic constant data backup. It would be a problem not only for the business operation but also for its services when disaster occurred.

That’s why setting and scheduling automatic backups on a constant and recurring basis is needed. So, business don’t have to worry more if disaster occurs, because this backup strategy has been prepared to replicate business data regularly.  


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to the effective backup strategy or cloud solutions, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

Ingin Membangun Strategi Hybrid Cloud? Lakukan 5 Langkah Ini!

Strategi Hybrid Cloud

Ingin Membangun Strategi Hybrid Cloud? Lakukan 5 Langkah Ini!

Perkembangan teknologi seperti pemanfaatan Cloud Computing memang tidak diragukan lagi pengaruhnya. Selain karena membuat operasional bisnis berjalan secara efisien, cloud nyatanya juga menghasilkan beragam inovasi baru bagi berbagai perusahaan. Tak heran karena kecanggihan dan agilitas yang diberikan ini, Gartner memprediksikan 75% perusahaan besar dan menengah  akan mengadopsi strategi cloud, termasuk strategi Hybrid Cloud sebagai salah satunya.

Di masa kini, strategi Hybrid Cloud bukan lagi menjadi opsi Cloud Computing terbaru untuk diimplementasikan oleh bisnis. IBM bahkan berpendapat bahwa Hybrid Cloud menjadi salah satu solusi yang menarik untuk diterapkan, mengingat kapasitasnya yang memungkinkan pengusaha untuk memanfaatkan penyedia layanan Public Cloud dan menggunakan Private Cloud untuk keperluan aplikasi dan datanya.

Tak hanya itu, pemanfaatannya pun juga dapat mengombinasikan proses pengolahan data dengan menggunakan Cloud Computing dan olah data secara langsung di data center perusahaan. Dengan demikian, perusahaan akan memiliki sistem pengolahan data yang mendekati real-time, bebas anggaran, dan skalabilitas yang tinggi.

Akan tetapi, membangun strategi Hybrid Cloud juga tidak bisa dilakukan secara sembarang. Beberapa hal juga perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Di artikel kali ini, Zettagrid merangkum langkah-langkah yang perlu bisnis perhatikan untuk menciptakan strategi Hybrid Cloud. Ingin tahu seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Teliti Opsi Penyedia Layanan dan Lakukan Uji Coba

Saat berencana mengimplementasikan strategi Hybrid Cloud, Anda pastinya akan memanfaatkan satu atau beberapa penyedia layanan Public Cloud. Untuk menentukan yang sesuai, ada baiknya bisnis tidak hanya menyelami atau memilih salah satu penyedia layanan Public Cloud.

Cobalah untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya bisnis demi menemukan penyedia layanan Public Cloud yang sesuai. Dengan menilai secara keseluruhan terkait performa dan layanan yang ditawarkan masing-masing penyedia, ini akan mengerucutkan penyedia layanan yang sesuai untuk strategi Hybrid Cloud bisnis Anda.

2. Pilih Strategi Penskalaan

Ketika menerapkan strategi Hybrid Cloud, memperluas kemampuan IT bisnis dengan menyediakan lebih banyak sumber daya dari penyedia layanan Public Cloud, sudah pasti dilakukan oleh perusahaan. Maka, ketika Private Cloud juga perlu diskalakan untuk mencapai strategi Hybrid Cloud yang optimal, penskalaan yang tepat juga perlu dilakukan oleh perusahaan.

Anda bisa memutuskan strategi penskalaan yang sesuai dan mencakup faktor-faktor seperti anggaran, sensitivitas data, dan kontrol yang Anda perlukan atas aplikasi yang Anda skalakan. Sehingga, ini akan menentukan apakah Anda perlu menskalakan data atau aplikasi tertentu ke Public Cloud atau Private Cloud.

3. Tentukan Sistem yang Akan Digunakan di Hybrid Cloud

Pada umumnya, menggunakan Hybrid Cloud bertujuan untuk mengurangi beban pada sistem di infrastruktur lokal dan mengurangi biaya IT bisnis. Untuk mencapai hal tersebut, maka akan masuk akal bagi bisnis untuk merencanakan dan menyegmentasikan sistem dan aplikasi yang akan digunakan di layanan Public Cloud.

Sistem dan aplikasi yang akan digunakan di strategi Hybrid Cloud juga tidak bisa diimplementasikan secara sembarang. Anda perlu menentukan sistem yang sesuai untuk digunakan di Public Cloud. Misalnya, Anda menggunakan strategi Hybrid Cloud untuk kebutuhan pengembangan, Backup, atau Disaster Recovery.

4. Melakukan Implementasi Secara Bertahap

Perlu diketahui, mengimplementasikan sistem dan aplikasi ke Hybrid Cloud bukan berarti Anda dapat melakukannya sekaligus. Waktu dan berbagai tahap implementasi juga diperlukan oleh bisnis agar strategi Hybrid Cloud dapat berjalan sesuai keinginan. Lalu bagaimana caranya?

Pertama-tama, bisnis perlu mengidentifikasi proses, aplikasi, atau beban kerja apapun yang dapat diimplementasikan dengan mudah ke sistem Public Cloud. Beban kerja awal ini dapat bertindak sebagai percobaan implementasi, sehingga perusahaan berkesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang seluk-beluk implementasi sistem di cloud yang lebih kecil sebelum menangani yang lebih besar. 

Selain itu, Anda juga perlu memeriksa dampak aplikasi di setiap fase implementasi. Sehingga Anda dapat mengetahui aplikasi mana yang perlu diperbarui sebelum atau selama proses implementasi. 

5. Teliti Persyaratan Kepatuhan Penyedia Layanan

Penting bagi Anda untuk memiliki pemahaman penuh tentang persyaratan kepatuhan sebelum menggunakan layanan Public Cloud. Jika bisnis Anda berencana untuk menggunakan penyedia layanan cloud, Anda perlu memastikan apakah penyedia tersebut memiliki sertifikasi keamanan data dan informasi untuk melindungi data perusahaan.

Zettagrid Indonesia sebagai penyedia layanan cloud memiliki aturan kepatuhan seperti ISO27001, ISO9001, dan PCI DSS untuk melindungi data bisnis dan informasi perusahaan yang tersimpan. Dengan adanya aturan ini, maka kebocoran data dan informasi bisnis dapat diminimalisir oleh penyedia layanan cloud. Sehingga ini akan mengoptimalkan strategi Hybrid Cloud Anda dengan lebih aman. 


Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan cloud Indonesia yang menawarkan layanan Infrastructure as a Service (IaaS). Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud kami, Anda bisa menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id. 

 

The Benefits Of Virtual Datacenter

Benefits of Virtual Datacenter

The Benefits Of Virtual Datacenter

During this pandemic, cloud computing became a solution for enterprise in various industries. Besides efficient IT costs and capacity, the cloud also improves business operations even though it is run remotely. This happened without no reason of course, but cloud computing has an IT infrastructure that can support user success. One of them that is quite crucial in cloud infrastructure is a Virtual Datacenter (VDC).

A Virtual Data Center is a collection of cloud infrastructure resources that are used to store data and information securely. These resources can be contained in computation, memory, storage, and bandwidth. Beside that, this system also can support the infrastructure to be more complex with functions, operating systems, and virtual machine (VM) specifications as needed.

According to intervision.com, Virtual Datacenter is hosted on a public cloud and is based on VMware vCloud technology which provides full compatibility with any VMware environment. This solution is builts on open standards with OVF packaging for transport workload and interoperability with additional support for VMware vCloud API. Therefore, Virtual Datacenter resources can be made available for applications, business units, and projects as needed without having to worry about physical capacity.

Not only that, a Virtual Data Center also offers public and private catalogs of Virtual Machine (VM) templates. So, users can build new virtual machines quickly, or upload VMs that are already running in the user’s internal environment. Users can also enable to build virtual applications (vApps) on Virtual Datacenter. So, if you have an application that requires more than one VM also custom security and startup parameters, you could use vApps.

In Zettagrid Indonesia, Virtual Datacenter not only will enable you to control your own virtual server. But, it also will bring you some benefits. Let’s see the Benefits of Virtual Datacenter 

  1. Replicating Data For Backup System

Losing all critical data in VM can be scary. But, if you decide to use Virtual Datacenter from Zettagrid, you don’t have to worry about it anymore. Because it will keep your VM safe by providing a secure cloud backup with a customizable schedule. By replicating your data from a Virtual Datacenter, it will allow you to roll back to the previous VM version.

  1. Intelligent Management

You can set various network settings (local network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet and others). Beside that, you can collaborate your virtual machines into clusters (vApp) according to the purpose or function of your business applications (web servers, databases).

  1. IT Cost-Efficient

When you have more control over the cloud you use, you only have to pay for what you actually need. So, you can decide what scale you want to set up according to your organization’s demands for growth, without investing more on CapEx for hardware. That’s why it is affordable to use for enterprise in improving business continuity.

See for further information about our Virtual Datacenter here. And if you want to feel the benefits of  Virtual Datacenter you could contact us at sales@zettagrid.id, we will be ready 24×7 to simplify your cloud experience.

Zettagrid Indonesia 3rd Anniversary Promo

3rd Anniversary Zettagrid Indonesia

Zettagrid Indonesia 3rd Anniversary Promo

Let’s make this year to be the year of excellent for your business together with us and join our 3rd Anniversary Special Promo.

Start your cloud journey with us by subscribe Anniv Combo A package start from IDR50k/day for Virtual Datacenter + VDC Backup product. You can also protect your data with DR protection by subscribe Anniv Combo B package start from IDR 250K/Day. Here are for the promo details:

Anniv Combo A

Start your cloud journey with us with VDC + VDC Backup packages

Get 2.0 Ghz, 2GB RAM, 100GB SSD, and 500GB VDC Backup with only IDR 50K/Day

This promo is already include

  • LinuxOS
  • 1 unit IP Public
  • Daily Backup 1 VM + Storage 500GB
  • Internet Data 3TB
  • High Availability Platform
  • High speed bandwidth local up to 10Gbps
  • SLA 99,9% with credits
  • Free Cloud Consultation
  • Free Onboarding Training
  • Availability zone in Indonesia
  • Minimum contract for 1 year
  • Annual Payment in advanced
  • Promo apply from 20 February – 12 March 2020
  • Promo apply only for new VDC purchase
  • Promo can’t be combine with other products or offer

Anniv Combo B

Own your Virtual Datacenter and get protected with Disaster Recovery Protection. Pay only IDR 250k/Day, and you will get 8.0 Ghz, 16GB RAM, 500GB SSD, and 2 VM DR Protection.

This promo is also include

  • LinuxOS
  • 1 unit IP Public
  • Disaster Recovery Protection for 2 VM
  • Internet Data 3TB
  • High Availability Platform
  • High speed bandwidth local up to 10Gbps
  • SLA 99,9% with credits
  • Free Cloud Consultation
  • Free Onboarding Training
  • Free Testing Disaster Recovery
  • Availability zone in Indonesia
  • Minimum contract for 1 year
  • Annual Payment in advanced
  • Promo apply from 20 February -12 March 2020
  • Promo apply only for new VDC purchase
  • Promo can’t be combine with other products

Subscribe now! This promo only lasts from 20 February – 12 March 2020. Contact us at sales@zettagrid.id or call +62-21-2789-9962 for more information or click this link.

 

 

 

“Keeping the lights on”

“Keeping the lights on” 24 hours a day 7 days a week (24×7), Anda akan mendapatkan pengalaman bahwa:

  • Virtual Machine Anda sudah siap dan siap digunakan.
  • Layanan Backup dan Recovery dapat diandalkan dan bekerja baik saat Anda membutuhkannya
  • Layanan Disaster dan Replikasi dapat diandalkan dan bekerja saat Anda membutuhkannya
  • Zettagrid selalu siap kapanpun dan dapat dihubungi saat Anda membutuhkan bantuan.
  • Zettagrid selalu melayani Anda dengan sepenuh hati.

Zettagrid menyediakan dukungan infrastruktur 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Bantuan pelanggan membantu Anda apabila meminta suatu request atau order untuk memeriksa update status dari layanan Anda. Saat Anda melakukan request bantuan ke Zettagrid, Anda disini akan dibantu bahwa request Anda tersebut akan ditanggapi dengan cepat dan tepat pada waktunya oleh team customer support Zettagrid sesuai dengan SLA yang kami janjikan dan dan akan request tersebut diselesaikan secepat mungkin. Selain itu Zettagrid juga memberikan kemudahan layanan yang transparan bagi Anda. Status kondisi dari sistem layanan Zettagrid di publish untuk khalayak ramai dan informasi tersebut dapat dilihat pada website kami. Apakah Anda ingin mengintegrasikan status Zettagrid dengan sistem monitoring Anda sendiri?

[wc_button type=”success” url=”http://status.zettagrid.com/” title=”Zettagrid Status” target=”” url_rel=”” icon_left=”” icon_right=”” position=”” class=””]Check Zettagrid System Status[/wc_button]

Hubungi kami supaya Anda bisa mendapatkan layanan bantuan dari Zettagrid. Hubungi + 62-811-28-38-78 / + 62-21-2960-7589 atau email sales@zettagrid.id

 


[wc_button type=”success” url=”https://www.zettagrid.id/cloudcomputing/virtual-data-center/” title=”Read more” target=”” url_rel=”” icon_left=”” icon_right=”” position=”” class=””]Read more[/wc_button]

[wc_share_buttons class=””][/wc_share_buttons]

 

 

Virtual Server atau Virtual Datacenter, Sesuaikah Dengan Kebutuhan Anda?

 

Virtual Datacenter dalam pemikiran tradisional adalah sebuah bangunan datacenter dengan berisi banyak rak yang berisikan server fisik (Network, Compute, Storage) dalam lokasi data yang sama. Teori yang sama berlaku pada Zettagrid namun bangunan tersebut dalam bentuk virtual datacenter.

Virtual Datacenter selanjutnya dapat disebut sebagai kumpulan dari kapasitas cloud (vCPU, RAM, HDD, dan satu atau lebih IP Public). Dari kumpulan kapasitas cloud ini Anda dapat membuat virtual mesin dengan konfigurasi yang dibutuhkan dari template public catalog OS yang sudah terpasang atau menginstal OS dari image ISO Anda sendiri.

Anda juga dapat mengatur dengan berbagai pengaturan network (lokal network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet dan lainnya). Anda dapat mengelompokkan virtual mesin anda ke dalam cluster (vApp) sesuai dengan tujuan atau fungsi dari aplikasi bisnis Anda (server web, database). Cara untuk mengakses Virtual Datacenter ini dikelola melalui MyAccount Portal dan VMware vCloud Director.

Layanan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan anda?

Pilih layanan virtual server Windows atau Linux apabila:

  • Anda memiliki kebutuhan server skala kecil (promo-site, sandbox) yang tidak memerlukan infrastruktur server yang kompleks.
  • Anda sebelumnya pernah mempunyai pengalaman hanya dengan virtual private server (VPS) atau Webhosting.
  • Anda tidak memiliki pengalaman dalam pengaturan OS dan Network administrator. Misalnya, Anda tidak ingin berurusan dengan pengaturan NAT (di VDC Anda harus mengkonfigurasinya untuk mendapatkan akses RDP / SSH).

Pilih layanan Virtual Datacenter apabila:

  • Anda memiliki kebutuhan server yang kompleks (CRM, ERP System, eCommerce, Billing System, Custom Aplikasi dan lainnya) dimana memerlukan sistem virtual mesin pada lokal network yang sama, konfigurasi Load Balancer, Firewall, VPN/Metro Ethernet dan konfigurasi network lainnya.
  • Standard Virtual Server tidak lagi cukup bagi kebutuhan Anda, dan Anda perlu membuat custom virtual mesin yang disesuaikan dengan sistem operasi yang Anda inginkan.
  • Anda memiliki pengetahuan dan skill dalam mengelola OS, Network dan Anda memiliki pengalaman mengenai produk dari VMware.
  • Anda ingin mengelompokkan server dalam setiap cluster vApp disesuaikan dari fungsi aplikasi bisnis anda.
  • Anda ingin kemudahan dalam mengelola kumpulan virtual mesin anda dalam satu login portal vCloud Director.

Zettagrid hadir di Indonesia dengan membawa misi untuk menyederhanakan dunia IT yang kompleks bagi Anda dengan adanya platform automatis, oleh karena itu kami telah membangun lingkungan manajemen yang efisien dengan VMware’s vCloud, dimana memungkinkan Anda mendapatkan solusi cloud computing yang aman dan scalable hingga kapasitas berapapun. Anda disini memiliki kontrol lebih karena virtual server Anda disimpan dalam kontainer Virtual Datacenter.

Cari tahu lebih lanjut informasi tentang Virtual Datacenter (VDC).

 

Twitter      LinkedIn  

 

Have a question? Contact Us!

Oops! We could not locate your form.