Posts

Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business

disaster recovery solution

Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business

The growth of technology has brought positive impact while also give several risks for digital business. To keep business continuity, enterprise should have plan, one of them is implementing Disaster Recovery for their cloud infrastructure. From all DR solutions that offer their capabilities, which one is suitable to your business needs?

Find the answer on “Zettagrid e-Techday: Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business” and meet our cloud expert Aditya Irawan as Senior Cloud Consultant Zettagrid Indonesia.

Event Details

Day: Thursday, 25 November 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Link to register: bit.ly/etechdaydrzg
Live from Zoom Meeting

Join us and get FREE e-Certificate, special promo, and get a chance to win shopping vouchers.

Keunggulan Object Storage Untuk Backup Data

object storage untuk backup

Keunggulan Object Storage Untuk Backup Data

Saat mengembangkan bisnis, sistem dan data memang menjadi aspek paling vital bagi perusahaan. Dengan memiliki keduanya, perusahaan dapat menentukan atau memutuskan arah bisnis yang sesuai untuk dikembangkan. Itulah sebabnya, memiliki infrastruktur penyimpanan data yang aman sangat kritikal bagi bisnis. Selain untuk menjaga sistem dan data bisnis tetap berjalan, infrastruktur tersebut juga berperan penting untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Namun, memiliki infrastruktur penyimpanan data saja tidaklah cukup bila tidak diimbangi oleh strategi perlindungan data. Tanpa strategi tersebut, ancaman kehilangan data seperti Human Error dan serangan siber pastinya akan membayangi bisnis Anda. Maka, untuk menjaga data Anda agar tetap aman, strategi perlindungan data pun perlu diciptakan oleh bisnis. Salah satunya dengan memanfaatkan Object Storage untuk membackup data.

Bila Anda pernah membaca artikel kami sebelumnya, Object Storage menjadi salah satu medium yang dapat memenuhi strategi perlindungan data bisnis Anda. Dengan mereplikasi data Anda dan menyimpannya di Data Center lain, bisnis tidak hanya dapat menyimpan data dan aset pentingnya secara aman, tetapi juga dapat lebih mudah mencadangkan data kapan saja secara otomatis.

Lalu, apa saja sih keunggulan Object Storage untuk backup data?

1. Lebih Efisien

object storage untuk backup

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Ketika mengelola data dalam jumlah besar menggunakan solusi backup lokal, pastinya pemeliharaan secara berkala diperlukan bagi infrastruktur IT Anda agar data dapat terintegrasi dengan baik. Namun, hal ini bukanlah pilihan yang tepat mengingat pemeliharaan infrastruktur hardware yang kompleks membutuhkan investasi serta waktu yang tidak sedikit.  

Oleh sebab itu, menggunakan Object Storage bisa menjadi solusi untuk pencadangan data Anda. Dengan menggunakan jasa penyedia layanan cloud, Anda tidak perlu lagi melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkala. Mengingat penyedia layanan cloud akan melakukan hal tersebut untuk Anda. Sehingga, hal tersebut akan jauh lebih efisien dari segi waktu, sumber daya, dan alokasi anggaran bisnis. 

2. Kapasitas penyimpanan yang scalable

object storage untuk backup

(Source: monsitj from Getty Images Pro)

Beberapa solusi backup memang memiliki aplikasi pencadangan yang baik untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data secara cepat dan andal. Sayangnya, sebagian besar hardware yang digunakan lagi-lagi tidak dapat mengikuti pertumbuhan data yang kian meningkat. Sehingga, bisnis pun mengalami kompleksitas dan biaya tinggi untuk memenuhi kebutuhan kapasitas pencadangan tersebut. 

Namun, jangan khawatir! Object Storage bisa menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut, mengingat teknologi ini didesain khusus untuk menyimpan dan mengelola data dengan kapasitas bilangan petabyte. Jadi, Anda tidak perlu cemas lagi ketika harus menskalakan kapasitas backup bisnis, sebab Object Storage dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan lebih cepat dan sederhana. 

3. Backup data jauh lebih fleksibel

object storage untuk backup

(Source: D3Damon from Getty Images Signature)

Saat menggunakan solusi backup tradisional, mungkin Anda merasa kesulitan untuk mengatur jumlah data maupun waktu backup yang tepat. Namun, jika Anda memilih solusi Object Storage untuk membackup data, hal tersebut tentunya tidak lagi ditemui oleh perusahaan.

Sama seperti cloud backup lainnya, Object Storage dapat digunakan untuk backup data Anda kapanpun Anda inginkan. Jika Anda telah menjadwalkan solusi backup data secara harian atau mingguan maupun bulanan, Object Storage akan mereplikasi data Anda dengan lebih cepat dan mudah.

Sebagai penyedia layanan cloud Infrastructure as a Service (IaaS), Zettagrid Indonesia turut menghadirkan solusi backup untuk kebutuhan bisnis Anda, Arupa Object Storage. Dirancang khusus dengan sistem yang High Availability, kapasitas penyimpanan hingga bilangan petabyte, dan kompatibel untuk solusi backup data seperti NAS atau lainnya, Arupa Object Storage siap membantu Anda untuk memenuhi strategi perlindungan data kapanpun dan di manapun.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Signs That Your Enterprise Cloud Solutions is Over-Engineered

cloud solutions

Signs That Your Enterprise Cloud Solutions is Over-Engineered

As technology developed by the day, many enterprises now implement workload solutions to digitize and fastening their organizations. With agility and automation, technology is now believed to be one of the indicators to boost and efficiently the operations of organizations. No wonder, why Indonesia Government itself has pushed many businesses for digital transformation by using technology, including enterprise cloud solutions.

According to apprenda.com, enterprise cloud solutions is a term that may refer to a cloud service platform such as Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), or Infrastructure as a Service (IaaS). It provides all of the resources needed to perform the required business functions in an integrated manner, within the framework of the cloud architecture that delivers the solution.

Although there are so many cloud service providers that we can see, does not mean we can decide to implement one without considering it. Many providers offer over-engineered enterprise cloud solutions that complex and inefficient, so it increased costs, risks, or complexities of the system that can result in its failure. That’s why business needs to look for the signs of which enterprise cloud solutions that over-engineered, before deciding to implement one.

No worries, in the article below we have compiled the signs of over-engineered enterprise cloud solutions. Curious to know it further? Read them here:

1. Has no single source of truth for enterprise data

You may think cloud migration will provide the business with the ability to centralize data within a single go-to database (physical or abstract) and store important data such as customer, sales, or inventory. But in fact, there are still many cloud services with no centralized coordination around common database services, which will lead to many different types of databases during the move to cloud.

Therefore, before deciding to move to one of the enterprise cloud solutions, business needs to double-check on its deployment. So, it will prevent business to the complex deployment and increased cost also risk.

2. The cloud costs more than the status quo

Although it’s common to spend more on cloud solutions than on its starting point, business must also factor in its many advantages to the business. a good rule of thumb for an acceptable cost increase would perhaps 10% to 15% more than its starting point. However, many businesses still have end states that are 30% to 50% more costly, with no clear business benefits to justify the extra costs. 

Therefore, business needs to keep a close eye on centralized efficiency and cost optimization in its enterprise cloud solution. Over-engineering happens when business adds too many unnecessary features. These features drive up the costs without a counterbalancing ROI.

3. Has no centralized command and control

The core problem for most enterprises is a lack of centralized planning. When it comes to common services, operations, or security, too many choices and a lack of governance quickly lead to a mess.

For example, a public cloud is added to a multi-cloud deployment because a single development team said they needed a specific database that runs on a specific cloud. The addition happened without examining the cost, ops, and complexity of managing a public cloud that provides one service to one team. Therefore, the coordination between development and migration teams is needed for a fully optimized meta-architecture for an enterprise cloud solution.


If you have any questions related to our cloud solutions, you can contact us here or through sales@zettagrid.id.

 

Strategi Backup 3-2-1 Untuk Perlindungan Data

strategi backup 3-2-1Strategi Backup 3-2-1 Untuk Perlindungan Data

Di era digital seperti sekarang ini, kebutuhan mem-backup data bukan lagi hal yang baru untuk dilakukan oleh organisasi. Seiring dengan data yang kian bertambah setiap harinya, strategi perlindungan data seperti Backup pun semakin diminati dan diimplementasikan oleh berbagai bisnis untuk mengantisipasi terjadinya kehilangan data. Salah satu contohnya adalah strategi Backup 3-2-1.

Secara praktik, strategi Backup 3-2-1 bertujuan untuk menyalin dan menyimpan data di beberapa medium yang berbeda. Dengan cara tersebut, bisnis diharapkan bisa menyelamatkan datanya apabila terjadi human error ataupun bencana alam yang dapat berdampak pada kehilangan data. Kemudian, bagaimana cara untuk mulai mengimplementasikan strategi satu ini?

Mengenal Strategi Backup 3-2-1

Menurut backblaze.com, strategi Backup 3-2-1 berarti memiliki setidaknya tiga salinan dari total data Anda, dengan dua di antaranya ditempatkan secara lokal tetapi pada media yang berbeda, sedangkan satu salinan data di tempatkan di offsite. Sebagai contoh, mari kita coba menggunakan “data penjualan bisnis” Anda sebagai skenario strategi pencadangan data ini.

Dalam komputer pribadi Anda, tersimpan data penjualan bisnis yang sering diperbarui setiap minggunya. Data yang tersimpan tersebut merupakan data pertama yang perlu di-Backup di medium berbeda. Untuk mengakalinya, Anda menggunakan external Hard-Drive untuk menyimpan salinan kedua dari data penjualan bisnis Anda. Tak tanggung-tanggung, Anda juga menggunakan solusi Backup seperti Cloud Backup sebagai offsite untuk menyimpan salinan ketiga dari data penjualan bisnis Anda. Dengan demikian, salinan data ketiga yang terletak di offsite tersebut akan disimpan di data center.

Mengapa dua disimpan di lokal dan satu di Offsite?

Apapun perangkat yang Anda miliki, on-site Backup merupakan cara paling cepat dan mudah untuk mengakses data ketika sesuatu terjadi pada perangkat Anda. Jadi ketika laptop atau komputer Anda mengalami kerusakan, Anda masih memiliki external hard drive untuk mendapatkan kembali data Anda.  

Meskipun memiliki on-site Backup seperti contoh di atas merupakan awal yang baik, tetapi memiliki offsite Backup adalah komponen kunci dalam strategi Backup 3-2-1. Cadangan di on-site memang mudah diatur, namun sayangnya salinan data Anda tersebut rentan mengalami kehilangan jika terjadi pencurian, banjir, kebakaran, dan kejadian tidak terduga lainnya.

Apakah solusi Cloud merupakan medium yang sempurna?

Sesuai dengan kemampuannya yang fleksibel, cloud bisa menjadi pendekatan paling mumpuni untuk memulai strategi Backup 3-2-1. Dengan mereplikasi data Anda dan menyimpannya di data center lain, Anda bisa mendapatkan ketenangan dan dengan mudah mencadangkan data Anda kapan saja secara otomatis.

Dengan Arupa Object Storage Anda dapat menyimpan data backup hingga bilangan petabyte dengan lebih fleksibel di offsite sehingga memenuhi kebutuhan Backup 3-2-1 Anda. Jika Anda sekarang sudah menggunakan NAS ataupun solusi pencadangan data di perusahaan Anda, kami dapat membantu Anda untuk mencapai strategi Backup 3-2-1.


Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan Cloud Computing Indonesia yang menyediakan solusi IaaS seperti Virtual Data Center (VDC), Virtual Private Server (VPS), Backup as a Service (BaaS), Disaster Recovery as a Service (DRaaS), dan Object Storage as a Service (OSaaS). Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud kami, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Tertarik untuk mengenal solusi Object Storage? Baca produk kami selengkapnya di sini.

 

How to Protect Education Institution Data From Ransomware Attack?

protect education institution

How to Protect Education Institution Data From Ransomware Attack

In this modern era, internet has a vital role to ease our needs. Whether it is for entertainment, healthcare, business, and even education, these can be accessed now from anywhere and anytime as long as it is connected to the internet. However, regardless of its flexibility and advancement, doesn’t mean internet is a safe place to surf and access data. Cyber threat like ransomware also can be found by user. Therefore, a prevention is needed to avoid its risk, especially for education institution. 

According to Veeam, education institution is an attractive target for ransomware attacks. Students, teachers, and institute records are the lifeblood of any educational institute. The stakes are incredibly high for education institutes and organizations to adequately protect and secure their systems. Aside from the obvious financial implications of failing to protect data, it can also cause irreparable and immeasurable damage to an institution’s brand.

Therefore, it is becoming increasingly important for educational institutes to mitigate risk against ransomware attacks. The first crucial step is by identifying where ransomware attacks come from and what solution to decrease the chances of attacks breaking through.

Identify potential ransomware access for education institutions

protect education institution

(Source: peshkov from Getty Images)

Hackers can breach an institution’s data from anywhere, anytime, and on any device. Therefore, IT department needs to be prepared for what to protect in avoiding cyber attacks. One of the major ways is to identify hacker’s access to the institution’s system, such as Remote Desktop Protocol (RDP) and email.

RDP and email are the common systems that are often used by the institution. Connected by the internet network and offering flexible tools, both solutions can simplify user’s experience in collaborating with others. However, these workloads have a vulnerability to be attacked by ransomware.

Although its RDP has special IP addresses, redirecting RDP ports, complex passwords, and more, ransomware still can infect the system through its internet-connected. Not only that, but ransomware can also get through the system by phishing emails. That’s why before the risk is getting bigger, data protection is needed for education institutions.

The solution in Avoiding the Risk of Ransomware Attack

protect education institution

(Source: sefa ozel from Getty Images Pro)

Ransomware can bring education institutions not only to corrupt data and infected IT systems, but also it will bring them to data loss. To avoid this risk, become familiar to restore scenarios is important for Education institutions. So, it can give the organization familiarity with the process, a reasonable expectation of how much time is involved, and most importantly, confidence that the process will work.

Not only that but a recovery solution is also needed to meet the data protection strategy. With the flexible and reliable solution to recover data that lost or corrupted, education institution can avoid the risk of data loss that could impact to its continuity.

Determine a Reliable Backup Solution

(Source: Altayb from Getty Images Signature)

Implement reliable backup solution like Veeam Backup can help Education institution against data loss. By implementing its strategy for organizations’ IT systems, education institution can protect its continuity from unexpected loss. Not only that but Veeam Backup is also known for being the simple and flexible solution. This is a key set of attributes for organizations looking at strengthening their data management strategy.

Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to our solution, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

Solusi Menjaga Peluang Bisnis ATI Business Group

ATI Business GroupSolusi Menjaga Peluang Bisnis ATI Business Group

Tantangan Bisnis 

Sebagai perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) yang bergerak di bidang penerbangan dan industri travel, fasilitas IT menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki, termasuk ATI Business Group. Sistem penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM), fare filing, reservasi, pemesanan tiket, hingga jasa keuangan yang merupakan fokus perusahaan, menjadikan fasilitas tersebut sebagai pemain utama dalam menggerakkan roda bisnis. Secara umum, hal ini telah menjadi tugas tim untuk dapat memelihara dan meningkatkan infrastruktur maupun server. Namun, ketika bisnis harus berkembang, kebutuhan fasilitas tersebut juga ikut mengalami peningkatan.

“Sejak dirintis sepuluh tahun yang lalu, ATI Business Group telah memiliki fokus terhadap sistem IT bisnis perusahaan. Mulai dari infrastruktur hingga pemeliharaan server, semua dilakukan oleh tim support kami. Hal tersebut sangat menantang bagi kami. Terlebih, ketika perusahaan mulai berkembang, pemeliharaan dan peningkatan kebutuhan sistem IT justru membuat proses bisnis terhambat,” ucap Ryan Fadilla sebagai Business IT Development Leader di ATI Business Group.

Kebutuhan sistem IT dengan mengandalkan infrastruktur on-premise tidak lagi menjadi solusi tepat bagi ATI Business Group. Pemeliharaan sistem yang tidak efisien dan biaya yang besar menjadi penyebab yang memberatkan bisnis ketika tengah berkembang. Hal ini pun menjadi tantangan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan proses bisnisnya.

“Karena masalah pemeliharaan sistem dan energi seperti listrik dan sumber daya manusia (SDM), hingga pengeluaran biaya yang tidak sedikit, membuat perusahaan tidak bisa lagi menggunakan infrastruktur on-premise untuk kebutuhan bisnis. Terlalu banyak ketergantungan dari sistem tersebut justru akan menjadi tantangan bagi perusahaan ketika kebutuhan bisnis meningkat.”

Berangkat dari tantangan tersebut, pilihan pun dibuat oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas IT secara efisien dan maksimal. Ketika Cloud Computing tengah berkembang di Indonesia, ATI Business Group pun melihatnya sebagai peluang yang dapat membantu bisnis terus berjalan ketika tantangan IT menyerang kembali.

Meski demikian, perusahaan tidak bisa langsung menentukan penyedia layanan yang tepat untuk bisnisnya. Diberlakukannya kebijakan dalam menggunakan data center lokal menjadi pertimbangan utama yang harus diperhatikan oleh bisnis tersebut. Selain itu, kebutuhan pelanggan akan pusat data di dalam negeri pun turut menjadi alasan bisnis dalam menentukan penyedia layanan Cloud Computing.

Sebelumnya, kami memang mencari penyedia layanan Cloud Computing sebagai solusi bisnis. Meski saat itu ada banyak penyedia layanan cloud yang tengah berkembang di Indonesia, ATI Business Group tidak dapat menentukan solusi begitu saja. Adanya kebijakan dari salah satu klien mereka yang mengharuskan bisnis dalam memilih data center lokal adalah alasan utamanya. Sehingga kami pun perlu mengikuti aturan tersebut, mengingat banyak pula klien kami yang bertempat di Indonesia”, jelas Ryan kembali.

Solusi Zettagrid Indonesia

Setelah menimbang solusi yang tepat untuk sistem IT bisnisnya, ATI Business Group memutuskan untuk menggunakan layanan Zettagrid Indonesia sebagai solusi cloud infrastruktur  pada 2018 lalu. Menurutnya, pemilihan solusi ini turut dilatar belakangi oleh tiga hal: Zettagrid Indonesia telah memberikan pemahaman yang cukup jelas terkait biaya, jangka waktu penggunaan, hingga tim support yang membantu kapanpun saat dibutuhkan.

“Jika dengan penyedia lain kami perlu melakukan satu tahun kontrak dengan biaya yang telah ditentukan, di Zettagrid Indonesia justru tidak seperti itu. Sebaliknya, Zettagrid memberikan ATI Business Group jaminan SLA, tim support yang siap membantu, dan biaya yang sesuai dengan penggunaan atau sistem pay-as-you-go,

Tak hanya itu, Ryan mengatakan Zettagrid Indonesia turut membantu dalam proses integrasi dari sistem on-premise ke cloud secara keseluruhan. Jika saat itu ATI Business Group tidak memiliki kapasitas untuk men-deploy aplikasi, Zettagrid Indonesia hadir untuk memudahkan hal tersebut. Mulai dari mengonfigurasi Virtual Machine, menentukan skalabilitas, hingga memigrasikan data ke cloud.   

“ATI Business Group memang memiliki tim untuk mengatasi masalah kebutuhan IT, namun tidak berarti tim kami memiliki kapabilitas untuk men-deploy aplikasi. Untungnya, tim support Zettagrid dengan senang hati membantu kami. Sehingga, masalah pun dapat dengan cepat teratasi,”

Kepercayaan Klien Tetap Terjaga

Jika dibandingkan dengan sistem on-premise, ATI Business Group mengakui adanya pertimbangan penuh akan biaya yang dikeluarkan ketika beralih memanfaatkan layanan cloud. Namun, hal ini tidak pula menghalangi pilihan perusahaan tersebut. Ketidakpastian akan kebutuhan dan pemeliharaan sistem operasional menjadi penyebabnya. Sehingga, ketika suatu masalah operasional ditemukan saat menggunakan on-premise, hal ini akan berdampak pada penurunan kepercayaan klien.

Sebagai bisnis yang memiliki relasi dengan berbagai maskapai penerbangan, kepercayaan adalah nomor satu bagi ATI Business Group. Jika sistem bisnis mengalami downtime hingga menyebabkan sistem aplikasi dan produk terhambat, hal ini tentu akan mengurangi kepercayaan klien kepada bisnis. Ryan mengakui, kehadiran layanan Zettagrid Indonesia telah menjawab tantangan tersebut. Dengan membantu bisnis tetap berjalan selama 24/7, Zettagrid Indonesia hadir menjadi solusi ATI Business Group dalam menciptakan accessor rate klien yang tinggi.  

“Zettagrid Indonesia memudahkan kami dalam mempertahankan tingkat kepercayaan klien. Dengan menyediakan layanan cloud yang dapat menjalankan bisnis selama 24/7 dan tim support yang siap sedia membantu, perusahaan akhirnya dapat menciptakan accessor rate klien yang tinggi,” ungkap Ryan. 

Keuntungan yang Dirasakan Setelah Menggunakan Layanan Zettagrid Indonesia

Ryan mengungkapkan setidaknya ada empat keuntungan yang dirasakan ketika ATI Business Group beralih menggunakan layanan cloud dari Zettagrid Indonesia. Beberapa di antaranya:

  • Service Level Agreement (SLA) 99.9%

Tidak hanya menjaga Service Level Agreement dalam memberikan layanan bantuan terhadap pelanggan, Ryan mengungkapkan Zettagrid Indonesia juga memiliki jaminan terhadap kebutuhan data center yang telah bersertifikasi tier IV dengan SLA uptime 99.9%, sehingga dapat diandalkan.

  • Transparansi Biaya

Dengan hadirnya layanan pay-as-you-go di Zettagrid Indonesia, ATI Business Group dapat memonitor penggunaan cloud-nya secara mandiri. Dengan demikian, biaya yang akan dikenakan pun bisa diprediksi dan diketahui secara pasti oleh perusahaan.

  • Skalabilitas

Dengan menggunakan layanan cloud dari Zettagrid, ATI Business Group dapat menentukan, serta menaikkan atau mengurangi skala penggunaan cloud secara mandiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

  •   Tim Support yang Siap Membantu Selama 24/7

Saat terjadi masalah terkait infrastruktur IT, ATI Business Group tentu membutuhkan bantuan yang dapat mengatasi hal tersebut. Ryan mengungkapkan, sejak beralih menggunakan cloud, tim support Zettagrid Indonesia hadir menjadi solusi bagi perusahaan dalam mengatasi masalah teknis selama 24×7. Sehingga, bisnis dapat tetap berjalan dengan lancar walaupun dalam masa-masa krusial tersebut.