Posts

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Dating Apps

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Semenjak adanya pandemi, aktifitas manusia memang mengalami banyak perubahan. Salah satunya bagaimana cara manusia untuk mencari pasangan atau kenalan baru. Dengan situasi seperti ini, masyarakat mulai memanfaatkan adanya teknologi dating apps atau aplikasi kencan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk menemukan match/pasangannya. Saat ini banyak sekali dating apps yang bermunculan, dari mulai Tinder, Bumble, Happn, dan masih banyak yang lainnya. Pada tahun 2021, Tinder sebagai platform dating apps yang paling sering di download di Indonesia melakukan riset yang menunjukan terjadi peningkatan aktifitas swipe/match yang signifikan sebanyak 130 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Tentunya pengguna bukan hanya menginginkan hasil match yang tepat tetapi juga mengharapkan aplikasi yang reliable ketika digunakan. Sehingga bisnis dating apps ini pun dapat bersaing dengan aplikasi serupa. Untuk itu dibutuhkan cloud computing untuk membantu dating apps untuk mengembangkan bisnisnya. Lalu layanan apa saja yang bisa diaplikasikan untuk bisnis dating apps ini?

  1. Virtual Data Center (VDC)

Layanan VDC dapat digunakan sebagai cloud infrastruktur pilihan yang berfungsi sebagai server aplikasi, load balancer, database server dan resource lainnya. VDC memudahkan pembuat aplikasi untuk melakukan pengembangan fitur, selain itu dengan kemampuan scalablenya, aplikasi dapat mengatur storage sesuai dengan kebutuhannya karena dapat di scale up dan down dengan mudah. Selain itu dengan VDC sisi keamanan aplikasi yang berjalan terjamin dengan adanya virtual firewall yang include didalamnya (bersifat free). Dengan begitu, biaya yang akan dikeluarkan juga menjadi lebih efisien.

  1. Disaster Recovery (DR)

Kenyamanan pelanggan merupakan hal yang harus diperhatikan para pengusaha aplikasi kencan. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di aplikasi, dibutuhkan solusi Disaster Recovery (DR) untuk mencegah terjadinya kehilangan data serta meminimalisir down time yang terjadi sehingga membuat user tetap nyaman Ketika memakai aplikasi. Di Zettagrid, kami menawarkan solusi DR dengan berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yaitu Veeam Replication, dan VCAV, SecondSite DR. Veeam Cloud Connect Replication merupakan solusi DR dengan teknologi dari Veeam software. layanan ini menggunakan metode VMsnapshot(scheduled) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 60 menit. Solusi DR pilihan selanjutnya adalah VCAV yang merupakan teknologi replikasi keluaran VMware. Layanan ini menggunakan metode scheduled replication dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari  30 menit. Yang terakhir adalah Secondsite DR dari Zerto. Layanan ini menggunakan metode data journaling (continuous replication) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 3 detik.

  1. Cloud Backup

Bisnis aplikasi kencan pasti memiliki focus terhadap database user.  Maka dari itu aplikasi seperti ini membutuhkan cloud backup untuk menjaga dari kehilangan data. Cloud backup ini akan menjamin ketersediaan data user baik dari akitivitas human error, kegagalan infrastruktur, ataupun dari aktivitas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

  1. Cloud Storage

Sedangkan cloud storage (s3 storage) dapat digunakan sebagai penyimpanan unstructured data seperti video, gambar, audio, dan lain-lain dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menghemat storage yang digunakan pada Virtual server/Virtual data center yang anda gunakan.

Zettagrid Indonesia sebagai cloud provider lokal dengan lokasi data center di Indonesia menawarkan berbagai layanan diatas dengan harga yang kompetitif dan pasti. Selain itu Zettagrid juga memiliki support lokal yang siap membantu bisnis anda 24×7 tanpa proses ticketing yang rumit dan memakan waktu eskalasi yang lama. Hubungi kami disini atau e-mail kami ke sales@zettagrid.id untuk penawaran dan informasi lebih lanjut.

Signs That Your Enterprise Cloud Solutions is Over-Engineered

cloud solutions

Signs That Your Enterprise Cloud Solutions is Over-Engineered

As technology developed by the day, many enterprises now implement workload solutions to digitize and fastening their organizations. With agility and automation, technology is now believed to be one of the indicators to boost and efficiently the operations of organizations. No wonder, why Indonesia Government itself has pushed many businesses for digital transformation by using technology, including enterprise cloud solutions.

According to apprenda.com, enterprise cloud solutions is a term that may refer to a cloud service platform such as Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), or Infrastructure as a Service (IaaS). It provides all of the resources needed to perform the required business functions in an integrated manner, within the framework of the cloud architecture that delivers the solution.

Although there are so many cloud service providers that we can see, does not mean we can decide to implement one without considering it. Many providers offer over-engineered enterprise cloud solutions that complex and inefficient, so it increased costs, risks, or complexities of the system that can result in its failure. That’s why business needs to look for the signs of which enterprise cloud solutions that over-engineered, before deciding to implement one.

No worries, in the article below we have compiled the signs of over-engineered enterprise cloud solutions. Curious to know it further? Read them here:

1. Has no single source of truth for enterprise data

You may think cloud migration will provide the business with the ability to centralize data within a single go-to database (physical or abstract) and store important data such as customer, sales, or inventory. But in fact, there are still many cloud services with no centralized coordination around common database services, which will lead to many different types of databases during the move to cloud.

Therefore, before deciding to move to one of the enterprise cloud solutions, business needs to double-check on its deployment. So, it will prevent business to the complex deployment and increased cost also risk.

2. The cloud costs more than the status quo

Although it’s common to spend more on cloud solutions than on its starting point, business must also factor in its many advantages to the business. a good rule of thumb for an acceptable cost increase would perhaps 10% to 15% more than its starting point. However, many businesses still have end states that are 30% to 50% more costly, with no clear business benefits to justify the extra costs. 

Therefore, business needs to keep a close eye on centralized efficiency and cost optimization in its enterprise cloud solution. Over-engineering happens when business adds too many unnecessary features. These features drive up the costs without a counterbalancing ROI.

3. Has no centralized command and control

The core problem for most enterprises is a lack of centralized planning. When it comes to common services, operations, or security, too many choices and a lack of governance quickly lead to a mess.

For example, a public cloud is added to a multi-cloud deployment because a single development team said they needed a specific database that runs on a specific cloud. The addition happened without examining the cost, ops, and complexity of managing a public cloud that provides one service to one team. Therefore, the coordination between development and migration teams is needed for a fully optimized meta-architecture for an enterprise cloud solution.


If you have any questions related to our cloud solutions, you can contact us here or through sales@zettagrid.id.

 

Why Business Needs Modern Data Protection?

modern data protection

Why Business Needs Modern Data Protection?

The sudden transformation to remote work of the customer experience in 2020 created a growing volume and type of data for organizations. By this case, many business then turned to the cloud to scale up data capacity and agility. Although the cloud had helped enterprises to manage their data flexibly, backup solutions were often not upgraded in parallel by business.

Despite its critical importance, data backup has been one area where business often underestimates it. This tactic can backfire, leaving organizations vulnerable to failures, cybersecurity breaches, also rising data storage and maintenance cost. Therefore, today’s modern data protection like backup strategy is needed to prevent business from the risk of data loss.

Then, what can modern data protection deliver to business?

1. Modern data protection Provide Better Security

modern data protection

(Source: baranozdemir from Getty Images Signature)

Data storage costs are spiraling upwards as well, whether on-premises or related to unplanned cloud capacity growth. While the amount of data generated in 2020 was exceptional, the expansion of data generation has been ongoing for years and is not likely to abate. Systems may not have been built to withstand rapid increases in data or to handle information on the cloud, in muti- or hybrid-cloud, and across different platforms and even formats. Therefore, modern data protection needs to be built by enterprise.

Within the realm of data protection, advanced solutions provide better security, value, and the ability to grow and evolve with an organization. In more sophisticated scenarios, modern backup solutions can even help organizations reach into and leverage stored data to augment the growing tools that require vast amounts of information.

2. Modern data protection takes resiliency to the next level

modern data protection

(Source: ipopba from Getty Images)

While all data needs to be secure, some needs to be more secure: market performance trends used by an investment firm, for example, may not have the same security demands as a client’s account information. Data is also accessed at different times and frequencies. Therefore, modern data protection like Backup or Disaster Recovery is needed to help ensure that the right protection and access are optimally executed from the start.

Modern data protection can also learn how security needs evolve over time, based on changes in, such as usage, policies, or regulation. Imagine the benefits that such a system would have brought to an organization implementing GDPR compliance or ensuring secure, effective data integration as part of an acquisition.

Not only that but modern data protection can also track, identify, record, and analyze issues to suggest event resolution strategies. When combined with real-time monitoring, it can accelerate response time and reduces outages and related downtime. 

3. Automate IT environment for update and patch testing

modern data protection

(Source: metamorworks from Getty Images Pro)

Business should think beyond their data stores as simply a place to run to if and when disaster strikes. Rather than a cellar that contains copies of missing or corrupt information, comprehensive backup stores can be the ingredients of an entirely separate “test kitchen” for DevOps and DevTest teams.

Data backup can automate the environment requirement for update and patch testing and troubleshooting. It can deliver a protected production space where new apps can be run in a sandbox-type scenario. Not only that, but this modern data protection can also be a near-real-time resource for advanced analytics, reducing the need for multiple-data replication across the company. 


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to our solution, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

 

Source: Veeam

Manfaat VDC yang High Availability

VDC yang High AvailabilityManfaat VDC yang High Availability

Saat Anda tengah bekerja, data dan sistem tentu menjadi penunjang utama bagi keberhasilan pekerjaan dan organisasi Anda. Namun, apakah pernah terjadi kepada Anda: saat data dan sistem tengah digunakan untuk keperluan bekerja, perusahaan justru mengalami kendala mati listrik, server ataupun jaringan?

Data-data yang Anda kerjakan mungkin masih bisa terselamatkan jika Data Center anda sudah menerapkan High Availability. Namun, berapakah investasi untuk membuat High Availability pada Data Center? Tentunya akan sangat mahal.

Data Center harus High Availability

Membangun on-premise Data Center dengan memperhatikan High Availability di sisi power supply, jaringan, dan sistem didalamnya tentu sudah menjadi keharusan untuk operasional yang baik dan membutuhkan budget IT yang besar. Misalkan, dibutuhkan budget sebesar N untuk membuat Data Center, maka dengan hitungan kasar setidaknya kita butuh 2N untuk membuat Data Center yang High Availability.

Solusi Virtual Data Center

Mengelola Data Center fisik dengan menambah konsep High Availability tentu akan sangat merepotkan dari sisi kebutuhan sumber daya dan biaya. Anggaran organisasi tentu akan menjadi masalah jika hanya berkutat pada kendala teknis yang sama. Untuk itu, solusi pun diperlukan demi mengatasi hal tersebut. Seperti salah satunya dengan menggunakan Virtual Data Center (VDC).

Menurut hostnic.id, VDC merupakan sebuah teknologi komputasi berbasis cloud yang digunakan untuk menyimpan data secara aman dan dapat dibuat lebih dari satu Virtual Machine (VM). Dari segi infrastruktur, VDC sudah menerapkan High Availability. Dengan konsep ini, organisasi dapat merasakan tiga manfaat utama yang bisa diberikan VDC. Manfaat tersebut di antaranya:

1. Memitigasi Risiko Downtime

Dipercaya atau tidak, server organisasi yang mengalami risiko downtime bisa berpengaruh terhadap reputasi bisnis di mata pelanggan. Hal ini dapat terjadi mengingat di masa kini pelanggan lebih banyak bergantung kepada sistem online seperti aplikasi pelanggan maupun layanan website. Jika server mengalami downtime, kedua sistem tersebut pun tentu akan ikut mengalami kendala yang sama.

Untuk itu, VDC yang High Availability hadir untuk mengatasi hal tersebut. Dengan menggunakan layanan VDC, organisasi bisa meminimalisir terjadinya risiko downtime pada server. Sehingga, produktivitas bisnis dan kepercayaan pelanggan bisa tetap terjaga.

2. Menjaga Anggaran Organisasi

Saat memutuskan untuk beralih ke VDC yang High Availability, pembiayaan CapEx pun akan bergeser dengan investasi OpEx yang lebih dinamis. Hal ini tentu menjadi sebuah keuntungan bagi pengusaha, mengingat akses ke lingkungan infrastruktur tidak lagi memerlukan biaya pembelian atau pemeliharaan perangkat keras.

Selain itu, mengadopsi VDC juga sama dengan memanfaatkan cloud economics. Ini dapat diartikan perusahaan dari sektor manapun bisa menurunkan angka anggaran IT dan mengalokasikan modalnya untuk kepentingan bisnis yang lain. 

3. Meningkatkan Skalabilitas

VDC menawarkan skalabilitas yang dapat dirasakan oleh organisasi. Dengan demikian perusahaan dapat lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan bisnisnya. Misalnya, bisnis organisasi Anda saat ini tengah berkembang dan membutuhkan sistem IT yang sesuai dengan peningkatan kebutuhan bisnis. Lingkungan Virtual Data Center bisa mengatasi hal tersebut dengan menyesuaikan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan organisasi.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai layanan Virtual Data Center, Anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami ke sales@zettagrid.id.

Exclusive Disaster Recovery Q&A on Zettagrid

Disaster RecoveryExclusive Disaster Recovery Q&A on Zettagrid

 

What if you suddenly lost your critical data? Are you prepared for the recovery solutions? Service-interrupting events can happen at any time. Your network could have an outage, your latest file-save backup might have failed, or—in rare cases—you might even have to contend with a natural disaster or even caused by human error.

Join us and ask exclusively live from Sydney Australia and Indonesia on “Zettagrid e-CloudTalk Vol.05: Exclusive Disaster Recovery Q&A on Zettagrid”. Get an insight about DR solution on Zettagrid with the fastest technology that could reach RPO below 15 mins with following speakers: Wayne Heath as Presales Architect Zettagrid Australia, Donny Christiaan as IT Hardware & Infrastructure Manager Polygon Bikes, also Jimmi Nababan as IT Country Manager Columbia Asia Hospitals.

Event Details:
Date: Thursday, 26 November 2020
Time: 10.00 – 12.00 WIB (JKT Time)
Moderator: Novia Kurniasih (Customer Success Manager Indonesia)

Live online from Zoom
Link to register: https://tinyurl.com/eCloudTalk05

Register now and get a chance to win MAP Shopping Voucher also Exclusive Merchandise from Zettagrid at the end of the event!

4 Strategies To Backup Business Data

Backup Business Data4 Strategies To Backup Business Data

 

Data loss can be a serious problem for businesses of all sizes. By losing files and all critical data, means the business will lose time and money to restore it. This will not only bother enterprises to run the business well but it will also experience difficulties in continuing its innovation. 

Therefore, a solution is needed to protect all critical data from its loss. Cloud backup can be a good choice for enterprises to prevent data loss. By using Cloud Backup, enterprises not only replicate their data when a disaster occurs but also business continuity can be saved from all the risks. 

However, simply using Cloud Backup without any consideration is not enough. You need to consider IT business needs before deciding to use a cloud backup service to protect your data. In this article, we compiled 4 strategies for you to backup business data in the cloud. 

1. Data Recovery Needs

Cloud Backup can be a solution to protect and backup business data from its loss. However, before deciding to use cloud backup, it will be better if you consider what data you want to backup. If you want to protect all data in an IT environment system, you can use a comprehensive Cloud Backup. But, if you only want to protect services such as databases on Microsoft Exchange, you can only use Cloud Backup for specific mailboxes.

2. Understand that hypervisor data backup will not be sufficient

Virtualization may offer a variety of capabilities, including the ability to perform backups at the hypervisor level of a virtual machine (VM). However, this type of backup is just restoring your recovery to the VM level. Therefore, backup service in a VM operating system is needed rather than just on a virtualization host. This aims to get the organization for the best recovery option.

3. Use local protection systems as the first line of defense

Public cloud services may offer you unlimited servers and storage resources. However, while the public cloud is a critical step for securing business data, you should also consider backups on a local system. By using local resources to connect to systems and data enable it to produce the best performance as well.

4. Use cloud backup as a second choice

Cloud Backup storage can be a second attempt for organizations to back up business data when a disaster strikes. By using this technology, you can prioritize servers and data that require offsite disaster recovery protection. So, when an IT system experiences a natural disaster or human error, the data loss can be replaced by data that has been replicated in Cloud Backup. Therefore, it will not disrupt business continuity.

Zettagrid Indonesia is an Indonesian cloud service provider that offers Infrastructure as a Service (IaaS) solutions such as Backup as a Service (BaaS), Virtual Server, Virtual Datacenter, and Disaster Recovery as a Service (DRaaS). Zettagrid Indonesia is also VMware’s Cloud Verified Partner and has data center locations in Jakarta and Cibitung. We are committed to being closer to you and ready to help you 24/7.

If you have any further questions about the cloud, you can contact us here or through our team at sales@zettagrid.id.

 

Tips Memilih Cloud Service Provider

Tips Memilih Cloud Service Provider

Tips Memilih Cloud Service Provider

 

Pada masa pandemi ini, keberadaan cloud service provider menjadi populer bagi pengusaha dari berbagai industry. Hal ini dapat dikatakan mengingat pemanfaatan teknologi cloud yang bersifat fleksibel dan efisien. Tak hanya itu, cloud juga memungkinkan pengusaha untuk bekerja dari mana pun dan kapan pun. Sehingga tak mengherankan, jika teknologi satu ini mampu memudahkan organisasi agar tetap bisa memperlangsungkan bisnisnya di masa yang tak menentu ini.

Jika Anda baru akan mulai beralih menggunakan cloud computing, pastinya Anda akan bertanya-tanya bagaimana cara memilih penyedia layanan cloud yang berkualitas?

Dalam memilih layanan cloud, berbagai aspek tentunya perlu diperhatikan oleh Anda. Meski saat ini banyak cloud service provider yang menawarkan layanan cloud computing dengan beragam keunggulan, namun ada baiknya Anda perlu mempertimbangkan hal tersebut dengan cermat dan berhati-hati demi menemukan cloud hosting yang berkualitas untuk organisasi. Sebab jika tidak sesuai, hal ini akan memakan waktu dan biaya bisnis secara cuma-cuma.

Untuk menghindari hal tersebut, simak  6 Tips Memilih Cloud Service Provider yang patut anda pertimbangkan:

  1.     Kebutuhan Organisasi

Sebagai pengguna Anda tentunya harus memiliki tujuan dalam beralih menggunakan cloud computing. Jika Anda tidak ingin menghabiskan waktu dan uang demi layanan cloud yang tidak sesuai, maka Anda perlu mengetahui lebih dalam kebutuhan dan ekspektasi Anda guna mencapai penghematan biaya. Untuk itu, Anda perlu membuat daftar tujuan terlebih dahulu, sebelum akhirnya menentukan penyedia cloud computing.

  1.     Performa Server dan Jaringan

Salah satu yang perlu diperhatikan pengusaha sebelum menggunakan cloud provider adalah dengan memperhatikan performa server atau jaringan.  Jika Anda ingin mendapatkan akses cepat ke aplikasi yang tersimpan di cloud, Anda perlu tahu lokasi aplikasi yang disimpan di end user, jaringan pada pusat data cloud, serta kecepatan antara lapisan server dengan kapasitas yang digunakan. Sehingga, Anda dapat menghitung performa cloud service provider sebelum Anda menggunakannya. 

  1.     Keamanan Data

Jika Anda hendak beralih menggunakan cloud service provider, Anda perlu memperhatikan keamanan data yang ditawarkan. Apakah cloud tersebut disertai firewalls, anti virus, multifactor user authentication, enkripsi data, dan audit keamanan secara rutin atau tidak. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya serangan siber. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendiskusikan mengenai kompetensi sistem disaster recovery centernya apabila hal ini dibutuhkan demi menghindari hilangnya data akibat bencana.

  1.     Service Level Agreement (SLA) 

Beberapa layanan cloud menawarkan Service Level Agreement (SLA) yang tinggi kepada pelanggan. Hal ini tentunya dilakukan untuk memberikan pengalaman layanan cloud yang terbaik. Namun pada banyak kasus, SLA hanya dihitung ketika sistem layanan cloud mengalami kegagalan, bukan saat ketersediaan layanan sedang berjalan. Untuk itu, Anda perlu menemukan cloud service provider yang dapat menjelaskan rencananya dalam memenuhi SLA kepada pelanggan untuk memastikan kompetensi layanan cloud.  

  1.     Memonitor Layanan dan Keamanan

Jika Anda beralih menggunakan layanan cloud, seluruh sistem yang Anda pergunakan akan dimonitor secara berkala oleh penyedia layanan. Penyedia biasanya melakukan cara ini tidak hanya oleh sistem tetapi juga oleh pusat operasional yang siap membantu. Untuk itu, Anda perlu bertanya apakah penyedia layanan juga akan memonitor terkait keamanan siber, serta pastikan pula jika Anda memperoleh laporan bulanan terhadap layanan yang digunakan. Sehingga, Anda bisa memastikan transparansi layanan yang diberikan oleh cloud service provider.

  1.     Menjamin Keamanan Data Penggunanya

Sebagai sebuah perusahaan penyedia layanan cloud computing, Anda juga perlu tahu apakah penyedia menjamin keamanan data pengguna dengan baik. Untuk itu, Anda perlu memastikan apakah cloud service provider tersebut memiliki sertifikasi platform teknologi hingga sertifikasi dan standar ISO/IEC yang dapat menjamin keamanan data penggunanya. Sehingga, data Anda tidak akan mudah disalahgunakan oleh pihak luar.

Zettagrid Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan cloud computing untuk solusi perusahaan anda di saat menghadapi situasi pandemi yang tidak menentu ini. Layanan cloud Zettagrid telah bersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan hosting, jaringan, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Sehingga, data pelanggan dapat terjaga dengan baik dan aman.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk kami, Anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id. 

The Benefits Of Virtual Datacenter

Benefits of Virtual Datacenter

The Benefits Of Virtual Datacenter

During this pandemic, cloud computing became a solution for enterprise in various industries. Besides efficient IT costs and capacity, the cloud also improves business operations even though it is run remotely. This happened without no reason of course, but cloud computing has an IT infrastructure that can support user success. One of them that is quite crucial in cloud infrastructure is a Virtual Datacenter (VDC).

A Virtual Data Center is a collection of cloud infrastructure resources that are used to store data and information securely. These resources can be contained in computation, memory, storage, and bandwidth. Beside that, this system also can support the infrastructure to be more complex with functions, operating systems, and virtual machine (VM) specifications as needed.

According to intervision.com, Virtual Datacenter is hosted on a public cloud and is based on VMware vCloud technology which provides full compatibility with any VMware environment. This solution is builts on open standards with OVF packaging for transport workload and interoperability with additional support for VMware vCloud API. Therefore, Virtual Datacenter resources can be made available for applications, business units, and projects as needed without having to worry about physical capacity.

Not only that, a Virtual Data Center also offers public and private catalogs of Virtual Machine (VM) templates. So, users can build new virtual machines quickly, or upload VMs that are already running in the user’s internal environment. Users can also enable to build virtual applications (vApps) on Virtual Datacenter. So, if you have an application that requires more than one VM also custom security and startup parameters, you could use vApps.

In Zettagrid Indonesia, Virtual Datacenter not only will enable you to control your own virtual server. But, it also will bring you some benefits. Let’s see the Benefits of Virtual Datacenter 

  1. Replicating Data For Backup System

Losing all critical data in VM can be scary. But, if you decide to use Virtual Datacenter from Zettagrid, you don’t have to worry about it anymore. Because it will keep your VM safe by providing a secure cloud backup with a customizable schedule. By replicating your data from a Virtual Datacenter, it will allow you to roll back to the previous VM version.

  1. Intelligent Management

You can set various network settings (local network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet and others). Beside that, you can collaborate your virtual machines into clusters (vApp) according to the purpose or function of your business applications (web servers, databases).

  1. IT Cost-Efficient

When you have more control over the cloud you use, you only have to pay for what you actually need. So, you can decide what scale you want to set up according to your organization’s demands for growth, without investing more on CapEx for hardware. That’s why it is affordable to use for enterprise in improving business continuity.

See for further information about our Virtual Datacenter here. And if you want to feel the benefits of  Virtual Datacenter you could contact us at sales@zettagrid.id, we will be ready 24×7 to simplify your cloud experience.

Apa yang lebih anda butuhkan? Virtual Server atau Virtual Datacenter

Virtual Server Atau Virtual Datacenter

Apa yang lebih anda butuhkan? Virtual Server atau Virtual Datacenter

Virtual Server atau Virtual Datacenter adalah dua solusi cloud infrastruktur yang dapat membantu perusahaan anda untuk meningkatkan efisiensi IT perusahaaan. Keduanya pun memiliki fungsi yang hampir sama. Namun jika anda masih bingung menetukan layanan cloud infrastruktur apa yang anda pilih, mungkin anda bisa mengenalinya lebih lanjut melalui artikel ini.

Virtual Server atau Virtual Private Server adalah  server virtual private yang berisi sistem operasi (Windows, Linux, dll). Sedangkan Virtual Datacenter dalam pemikiran tradisional adalah sebuah bangunan datacenter dengan berisi banyak rak yang berisikan server fisik (Network, Compute, Storage) dalam lokasi data yang sama. Teori yang sama berlaku pada Zettagrid namun bangunan tersebut dalam bentuk virtual datacenter.

Virtual Datacenter selanjutnya dapat disebut sebagai kumpulan dari kapasitas cloud (vCPU, RAM, HDD, dan satu atau lebih IP Public). Dari kumpulan kapasitas cloud ini Anda dapat membuat virtual mesin dengan konfigurasi yang dibutuhkan dari template public catalog OS yang sudah terpasang atau menginstal OS dari image ISO Anda sendiri.

Anda juga dapat mengatur dengan berbagai pengaturan network (lokal network, NAT, Firewall, Load Balancer, VPN/Metro Ethernet dan lainnya). Anda dapat mengelompokkan virtual mesin anda ke dalam cluster (vApp) sesuai dengan tujuan atau fungsi dari aplikasi bisnis Anda (server web, database). Cara untuk mengakses Virtual Datacenter ini dikelola melalui MyAccount Portal dan VMware vCloud Director.

Layanan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan anda?

Pilih layanan virtual server Windows atau Linux apabila:

  • Anda memiliki kebutuhan server skala kecil (promo-site, sandbox) yang tidak memerlukan infrastruktur server yang kompleks.
  • Anda sebelumnya pernah mempunyai pengalaman hanya dengan virtual private server (VPS) atau Webhosting.
  • Anda tidak memiliki pengalaman dalam pengaturan OS dan Network administrator. Misalnya, Anda tidak ingin berurusan dengan pengaturan NAT (di VDC Anda harus mengkonfigurasinya untuk mendapatkan akses RDP / SSH).

Pilih layanan Virtual Datacenter apabila:

  • Anda memiliki kebutuhan server yang kompleks (CRM, ERP System, eCommerce, Billing System, Custom Aplikasi dan lainnya) dimana memerlukan sistem virtual mesin pada lokal network yang sama, konfigurasi Load Balancer, Firewall, VPN/Metro Ethernet dan konfigurasi network lainnya.
  • Standard Virtual Server tidak lagi cukup bagi kebutuhan Anda, dan Anda perlu membuat custom virtual mesin yang disesuaikan dengan sistem operasi yang Anda inginkan.
  • Anda memiliki pengetahuan dan skill dalam mengelola OS, Network dan Anda memiliki pengalaman mengenai produk dari VMware.
  • Anda ingin mengelompokkan server dalam setiap cluster vApp disesuaikan dari fungsi aplikasi bisnis anda.
  • Anda ingin kemudahan dalam mengelola kumpulan virtual mesin anda dalam satu login portal vCloud Director.

Zettagrid hadir di Indonesia dengan membawa misi untuk menyederhanakan dunia IT yang kompleks bagi Anda dengan adanya platform automatis, oleh karena itu kami telah membangun lingkungan manajemen yang efisien dengan VMware’s vCloud, dimana memungkinkan Anda mendapatkan solusi cloud computing yang aman dan scalable hingga kapasitas berapapun. Anda disini memiliki kontrol lebih karena virtual server Anda disimpan dalam kontainer Virtual Datacenter.

Cari tahu lebih lanjut informasi tentang Virtual Datacenter (VDC).

Zettagrid Indonesia Sponsori BMWCCI OMR Dan MOMRC di ISSOM 2020

Zettagrid Indonesia Sponsori BMWCCI OMR Dan MOMRC di ISSOM 2020

ISSOM 2020

Team Zettagrid Indonesia di Ajang Balapan BMW One Make Race Round 1 ISSOM 2020

Sejak pandemic COVID 19 melanda, berbagai acara balap nyaris gagal karena terkendala oleh izin pemerintah. Salah satunya adalah kejuaraan balap touring Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2020. Setelah berkali-kali mengalami revisi jadwal, ISSOM yang seharusnya digelar pada 12 Juli 2020 lalu akhirnya berhasil diadakan pada 29 dan 30 Agustus 2020 di Sirkuit Sentul, Bogor. Dengan ditetapkan sebanyak 6 seri, ajang balapan ini akan diberlangsungkan hingga awal tahun 2021.

ISSOM yang digelar pada tahun ini pun terasa lebih berbeda bagi para pegiat motorsport. Selain karena menerapkan aturan protokol COVID-19, acara balap ini juga tidak menyelenggarakan kelas kejuaraan nasional (kerjurnas). Adapun, beberapa kelas unggulan lainnya nyaris tidak terselenggara akibat banyaknya promotor yang tidak berani menggelar balapan.

Namun demikian, geliat motorsport tetap bergema karena beberapa promotor seperti BMWCCI One Make Race (BMWCCI OMR), Mercedes One Make Race Championship (MOMRC), Indonesia Retro Race, serta beberapa kelas yang dijalankan oleh Sentul ikut memeriahkan kontestasi.  Sehingga, antusiasme peserta sama sekali tidak berkurang.

Zettagrid sebagai layanan cloud infrastructure lokal di Indonesia tidak hanya turut menjadi peserta dalam kompetisi ISSOM 2020. Namun juga, Zettagrid Indonesia turut sponsori BMWCCI OMR dan MOMRC dalam kontestasi tersebut. Berikut beberapa hal tentang kelas balap BMWCCI OMR dan MOMRC di ISSOM pada 30 Agustus 2020 lalu.

  1.     BMWCCI One Make Race
Podium BMW OMR Round One ISSOM 2020

Tim Zettagrid Raih Podium Pertama di BMW One Make Race (OMR) 2020

BMWCCI One Make Race (OMR) merupakan salah satu kelas balapan yang cocok bagi pembalap pemula. Hal ini bisa dilihat dari visi BMWCCI yang bertujuan untuk mewadahi para anggota dengan memiliki minat terhadap motorsport. Untuk itu, Aditya Kurniawan selaku Ketua Pelaksana BMWCCI OMR berharap dapat mencetak bibit baru pembalap tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga pada tingkat internasional.

Pada kompetisi ISSOM 2020 lalu, BMWCCI OMR turut dimeriahkan oleh 9 peserta yang telah bertanding selama 10 putaran. Dari pertandingan tersebut bahkan memunculkan peserta baru, Viktor Herryanto, sebagai peraih podium juara pertama dalam kategori Rookie dan Reza Kertadjaja sebagai juara satu di kategori Advance. Tak hanya itu, selain turut dimeriahkan oleh 9 peserta lain dan didukung oleh Zettagrid Indonesia, BMWCCI OMR juga turut disponsori oleh Eneos dan Michellin.

  1.     Mercedes One Make Race Championship
Tim Zettagrid bersama Official MOMRC ISSOM 2020

Tim Zettagrid bersama Official MOMRC ISSOM 2020

Selain untuk menyalurkan minat terhadap balapan, Mercedes One Make Race Championship (MOMRC) ini juga menjadi tempatnya para pecinta mobil brand Mercedes-Benz. Meski dikhususkan bagi para pengguna Mercedes-Benz, namun ajang yang telah bergulir sejak tahun 2009 ini terus memberi tontonan menarik bagi para pegiat motorsport. 

Beberapa waktu lalu, MOMRC memeriahkan acara ISSOM 2020 dengan menghadirkan 10 peserta. Setelah melakukan 10 putaran, podium juara 1 pun turut diraih oleh Deo Popong. Tak hanya itu, kemeriahan kelas balap MOMRC pun turut disponsori tidak hanya oleh Zettagrid Indonesia, tetapi juga oleh GT Radial.    

Maju terus olahraga Indonesia dan bangga gunakan cloud lokal dengan data center lokasi Indonesia! Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kami di sini atau email ke sales@zettagrid.id.