Posts

Promo HUT DKI Jakarta: Nikmati Zabbix selama 3 Bulan GRATIS!

Memperingati momen spesial Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke-495, Zettagrid Indonesia menghadirkan promo menarik bagi Anda pengguna baru maupun existing kami. Anda berkesempatan untuk mencoba Zabbix selama 3 bulan tanpa biaya apapun!

Zabbix adalah sebuah tools yang memungkinkan Anda untuk memonitor infrastruktur IT Anda, seperti jaringan, server, virtual machine, dan layanan cloud serta menampilkannya dalam dashboard grafis yang mudah dimengerti.

Tunggu apalagi, segera dapatkan kesempatan untuk mencoba solusi Zabbix dari kami. Anda dapat menghubungi kami via email ke marketing@zettagrid.id untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait promo ini.

Disaster Recovery using Veeam Solutions

Disaster Recovery using Veeam Solutions

Maintaining the availability of a business is one of the critical factors that most companies should pay attention. If the business process suddenly stopped, even just for a few seconds, we can’t imagine how many data transactions will be impacted.

To prevent this from happening, we need to maximize the availability of our business, one of which is by implementing a Disaster Recovery solution.

What is a Disaster Recovery? How does Disaster Recovery work? What kind of Disaster Recovery solution that’s suitable for my business? Check out the full explanation in the webinar “Disaster Recovery using Veeam Solutions“, which will feature Teddi Suryadi, as a Cloud Consultant in Zettagrid Indonesia.

Event Details:

Day: Wednesday, 15 June 2022

Time: 2.00–4.00 PM

Link to register: bit.ly/DRCVeeam15Juni22

LIVE from Zoom.

Reserve your slot and get a chance to win FREE Shopping Vouchers, special promos, and get an e-certificate.

Mitigating The Risk of Hacker And Ransomware with Backup

hacker and ransomwareMitigating The Risk of Hacker And Ransomware with Backup

As digital technology evolves today, ransomware becomes one of easily concerning cyber scourge of our time. This type of malware can infect your computers, locking down business data and systems, until you have no access to it all. Most companies will usually pay the ransom as any downtime at all could be devastating to their business continuity. However, it doesn’t guarantee that your business data will be corrupt-free or has no malware infectious that caused data loss. Then, what can enterprises take to protect their data and business continuity against ransomware?

Find the answer on “Zettagrid #NgabuburIT: Mitigating The Risk of Hacker And Ransomware with Backup” and meet our expert, Gery Surjaudaja as Product Specialist at Zettagrid Indonesia.

Event Details:

Date: Thursday, 21 April 2022

Time: 03.00 – 04.00 PM

Link to register: bit.ly/zgngabuburit

Join us and win OVO credits! Limited slots!

Alasan Cloud Provider Lokal Harus Jadi Pilihan Bisnis

cloud provider lokal

Alasan Cloud Provider Lokal Harus Jadi Pilihan Bisnis

Saat penyimpanan sistem dan data bisnis meningkat, berbagai teknologi sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk menangani masalah tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, tentu masalah efisiensi sistem dan data dapat tertangani dengan baik. Salah satu contohnya dengan menggunakan Cloud Provider.

Saat ini penyedia layanan Cloud Computing mulai banyak berkembang untuk memenuhi permintaan dari perusahaan di berbagai industri. Mulai dari, Cloud Provider lokal hingga Cloud Provider Global.

Namun, sebagai pengusaha bisnis, Anda tentu tidak bisa memilih penyedia layanan cloud computing secara sembarang. Beberapa hal juga perlu dipertimbangkan oleh pengusaha, terutama bagi bisnis yang lekat dengan keamanan data dan regulasi penyimpanan data yang sesuai dengan aturan Pemerintah Indonesia.

Itu sebabnya, Cloud Provider lokal hadir menjadi solusi untuk kebutuhan bisnis tersebut. Dengan memanfaatkan layanan ini, bisnis tidak perlu lagi khawatir akan keamanan data dan regulasi penyimpanan datanya. Beberapa hal berikut ini juga bisa Anda dapatkan ketika memanfaatkan Cloud Provider Lokal:

1.     Data Center berlokasi di Indonesia

cloud provider lokal

(Sumber: baranizdemir dari Getty Images Signature)

Bila bisnis Anda memiliki target konsumen di Indonesia, maka salah satu hal terpenting yang perlu Anda perhatikan dari Cloud Provider adalah lokasi Data Center.

Banyak Cloud Provider lokal menempatkan Data Center mereka di Indonesia, mengingat Peraturan Pemerintah (PP) PSTE di Pasal 17 menyatakan Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan Data Center dan Disaster Recovery Center di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegak hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya sesuai isi PP PSTE.

Selain itu, Cloud dengan Data Center lokal juga cenderung lebih aman dari serangan hacker jika dibandingkan dengan Data Center yang bertempat di luar negeri, dan memudahkan bisnis untuk memulihkan data bisnisnya apabila terjadi suatu hal. Sehingga, hal ini bisa menjadi alasan kuat mengapa Anda perlu mempertimbangkan Cloud Provider lokal.

2.     Kedaulatan data

cloud provider lokal

(Sumber: blackdovfx dari Getty Images Signature)

Saat memanfaatkan layanan Cloud Provider global, beberapa isu keamanan seringkali menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pengguna. Terlebih bila layanan digunakan untuk pertukaran informasi yang bersifat strategis, tentu kedaulatan data bisa menjadi masalah mengingat sengketa hukum dapat mempersulit perusahaan.

Namun tidak perlu khawatir, untuk mencegah hal tersebut Anda bisa mengandalkan Cloud Provider lokal. Dengan menempatkan sistem dan data di Data Center dalam negeri, Anda dapat mengakses data kapan saja tanpa perlu khawatir akan terkendala regulasi hukum dalam mengakses data.

3.     Tim Support Lokal

cloud provider lokal

(Sumber: Dragonimages)

Salah satu keuntungan memanfaatkan Cloud Provider lokal adalah terdapatnya tim support lokal yang dapat membantu Anda kapan saja. 

Perlu Anda ketahui, ketika memanfaatkan Cloud Provider global, manfaat ini jarang sekali Anda temukan. Hal ini karena, Cloud Provider global lebih banyak menggunakan sistem ticket apabila terjadi kendala dari sisi pengguna, sehingga akan memakan waktu lebih lama untuk merespon. Tak hanya itu, bahasa yang digunakan juga tentu bukan bahasa lokal, sehingga akan menjadi kendala bagi sebagian pengguna.

Berbeda ketika Anda dilayani oleh tim support lokal. Dengan bahasa, lokasi, dan zona waktu yang sama dengan Anda, Anda tidak perlu lagi khawatir akan kendala yang berarti. Selain itu, beberapa provider juga menyediakan tim support selama 24 jam dalam 7 hari, dengan demikian hal ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan layanan support kapanpun dan dimanapun Anda butuhkan.

4.     Keamanan data pribadi pengguna lebih terlindungi

(Sumber: John Kevin dari Getty Images)

Hal terakhir yang bisa Anda dapatkan ketika memanfaatkan layanan Cloud Provider lokal adalah kerahasiaan dan keamanan data Anda sebagai pelanggan dapat terlindungi. Banyak penyedia layanan cloud lokal saat ini telah memiliki ISO 27001 dan Service Level Agreement (SLA). Bukan tanpa alasan, kedua hal tersebut wajib dimiliki dan diaplikasikan penyedia demi mencegah terjadinya kebocoran data pelanggan. 

Lalu, bagaimana jika penyedia melanggar dua sertifikasi tersebut dan membocorkan kerahasiaan data pelanggan?

Anda tidak perlu khawatir! Bila penyedia cloud melanggar sertifikasi keamanan dengan membocorkan data pelanggan, izin layanan penyedia akan dicabut dan Anda pun sebagai pelanggan dapat memproses masalah tersebut secara hukum.

Sebagai Cloud Provider lokal, Zettagrid Indonesia saat ini sudah tersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan jaringan, hosting, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Dengan demikian, kami dapat menjamin keamanan dan kerahasiaan data pelanggan kami.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda rasakan ketika memanfaatkan Cloud Provider lokal. Bila Anda mencari solusi cloud computing berupa Virtual Data Center, Virtual Server, Backup as a Service, dan Disaster Recovery as a Service untuk menjaga kelangsungan bisnis, Anda dapatkan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami melalui sales@zettagrid.id atau kontak kami di sini.

Zettagrid Promo Spesial Chinese New Year

chinese new year promo

Zettagrid Special Chinese New Year Promo

Sambut tahun baru imlek dengan promo khusus dari Zettagrid Indonesia!

Dapatkan diskon spesial hingga 40% untuk pembelian Virtual Data Center (VDC) dan VDC Backup selama satu tahun. Dengan memanfaatkan VDC dan VDC Backup, tahun baru pasti makin makmur karena bisnis kini sudah bisa jaga data dengan aman, fleksibel, efisien, dan efektif.

Syarat dan ketentuan:

  • Promo berlaku untuk annual payment.
  • Promo hanya berlaku mulai 28 Januari 2022 – 28 Februari 2022.
  • Promo tidak bisa digabungkan dengan produk lainnya.

Buruan order sekarang dan mulai tahun baru Anda dengan promo spesial untuk kelangsungan bisnis yang optimal.

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami ke marketing@zettagrid.id.

Mengapa Backup Data NAS Lebih Baik di Cloud?

backup data NAS

Mengapa Backup Data NAS Lebih Baik di Cloud?

Menjaga data agar tetap aman bukan hal yang mudah bagi beberapa perusahaan. Terkadang, ancaman kehilangan dapat terjadi dan risiko pun tidak dapat terhindari. Akibatnya, penyimpanan dalam jumlah lebih sering kali disiapkan oleh perusahaan untuk memenuhi kapasitas data yang kian meningkat. Salah satunya dengan memanfaatkan Network Attached Storage (NAS).

Seperti dilansir pada artikel sebelumnya, penggunaan NAS sudah tidak lagi asing di mata perusahaan, baik Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun perusahaan besar. Selain dimanfaatkan untuk menyimpan dan melakukan backup file, NAS juga dapat dialih fungsikan untuk banyak hal, misalnya sebagai file server, virtualisasi, web-server, video surveillance, sinkronisasi data, dan banyak lagi.

Karena banyaknya fungsi dan pemanfaatan NAS tersebut, banyak pelaku usaha tidak hanya memanfaatkan satu NAS saja. Satu hardisk hingga NAS lebih pun diinvestasikan untuk memenuhi kapasitas pertumbuhan datanya. Padahal jika Anda pikirkan, hal ini tentu lebih tidak efisien dan ancaman kehilangan data seperti kerusakan sistem, human error, serangan siber, hingga pencurian hardisk atau NAS, masih tidak terlepas dari penggunaan tersebut.

Lantas, apa solusi yang tepat untuk lindungi data di NAS?

Cloud untuk Lindungi Data di NAS

Memanfaatkan solusi Cloud Backup bisa menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin melindungi datanya di NAS. Dengan menyalin data di lokasi off-site, perusahaan pun tidak perlu lagi khawatir akan risiko yang mungkin terjadi ketika data hilang.

Memiliki kemampuan mencadangkan data yang bisa dijadwalkan baik per-hari, per-minggu, hingga per-bulan, Cloud Backup dikenal sebagai solusi yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan solusi backup tradisional lainnya. Perusahaan juga tidak perlu lagi berinvestasi hardware untuk memenuhi pertumbuhan data, karena penyimpanan Cloud Backup dapat diskalabilitaskan sesuai dengan kapasitas data yang dimiliki oleh perusahaan.

Manfaat Cloud Backup untuk Data NAS

1. Melindungi data dari kerusakan penyimpanan fisik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, mencadangkan data di cloud berarti Anda menyimpan salinan data di lokasi off-site. Alhasil, data yang dicadangkan tetap akan terlindungi ketika terjadi kerusakan fisik pada penyimpanan utama, NAS, atau pada sistem IT perusahaan.

2. Aman dari ancaman bencana alam

Begitu pula ketika perusahaan Anda dilanda bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Meskipun sistem IT perusahaan mengalami kerusakan akibat kendala tersebut, data yang dicadangkan ke cloud tetap terlindungi tanpa terjadi kerusakan atau corruption. Bahkan, perusahaan masih bisa memulihkan datanya dari cloud untuk mengganti data yang rusak atau yang hilang.  

3. Terhindar dari ancaman Human Error

Meskipun sudah sering terjadi, namun ancaman human error seperti menghapus data secara tidak sengaja masih tidak dapat dihindari, baik di penyimpanan lokal utama atau di NAS. Akibatnya, aset data menghilang dan berbagai risiko pun dapat ditemui oleh perusahaan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir akan ancaman ini ketika mencadangkan data ke cloud. Karena dengan cloud, data yang dicadangkan akan terlindungi dari ancaman apapun, sekalipun penghapusan data secara tidak sengaja.

4. Pengguna masih dapat mengakses data yang sudah dicadangkan lama

Mencari data yang sudah disimpan lama seperti berhari-hari, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun lalu memang mewalahkan. Apalagi jika data yang disimpan tertimbun dengan data lainnya, atau corrupt akibat penyimpanan data fisik mengalami kerusakan, pastinya pencarian data sudah pasti terkendala.

Berbeda halnya bila Anda memanfaatkan Cloud Backup. Dengan solusi satu ini, data yang dibackup sudah pasti terlindungi dari kerusakan hardware dan bencana. Selain itu, kapasitas penyimpanannya yang fleksibel dan bisa diskalabilitaskan memudahkan perusahaan untuk memenuhi kapasitas penyimpannya. Sehingga, data yang sudah dibackup sejak lama seperti beberapa hari, bulan, maupun tahun lalu masih dapat diakses pengguna.

5.  Alokasi anggaran lebih efisien

Bila Anda memanfaatkan penyimpanan atau solusi backup lokal seperti hardisk atau NAS, investasi hardware sudah pasti diperlukan oleh perusahaan. Terlebih, bila penyimpanan backup lokal sudah tidak lagi memenuhi kapasitas jumlah data, Capital Expenses tentu akan dikeluarkan perusahaan untuk pembelian hardware lebih seperti hardisk atau NAS. 

Berbanding terbalik jika perusahaan memanfaatkan Cloud Backup. Dengan solusi satu ini, alokasi anggaran perusahaan dapat dijalankan secara efisien mengingat perusahaan hanya perlu membayar biaya langganan cloud tanpa disertai investasi hardware apapun.

Memanfaatkan Arupa Object Storage

Cloud Backup seperti Arupa Object Storage bisa menjadi solusi untuk perusahaan yang ingin melindungi data NAS dari ancaman kehilangan. Kompatibel dengan S3 Protocol yang dapat digunakan dengan berbagai aplikasi, Arupa Object Storage dapat menjadi solusi untuk berbagai keperluan perusahaan. Salah satu contohnya ialah untuk backup data NAS.

Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan cloud lokal Infrastructure as a Service (IaaS) berupa Virtual Data Center (VDC), Virtual Server, Backup as a Service (BaaS), Disaster Recovery as a Service (DRaaS), dan lain-lain. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

What Need to Look For in Choosing Disaster Recovery?

choosing disaster recovery

What Need to Look For in Choosing Disaster Recovery?

As business evolves, utilizing Disaster Recovery is an important aspect for business systems and data to stay protected. By placing the safety backup plan on a secondary data center, enterprise can secure its business continuity out of the risk of downtime and data loss. Therefore, Disaster Recovery can be a solution for enterprise to minimize the loss of revenue, reputation, and all business data.

However, finding the right Disaster Recovery requires more technical level and the management experts to systematically meet those critical objectives. Moreover, not all Disaster Recovery capabilities are created equal. So, if your business needs to find Disaster Recovery solution, try not to focus on one cloud provider solution. Here are the tips to find the Disaster Recovery that your business needs:

1. Look for the reliability 

In requirement of choosing the best Disaster Recovery solution, a service which is highly reliable is supposed to be the important aspect that business looking for. This can be said as the failover service is going to take 24 hours before it starts to work.

Therefore, business needs to check that the cloud provider offers the high reliable Disaster Recovery. So, if your business experiencing downtime, the solution will be activated and begin to process your systems and applications.

2. Check the Flexibility

In this digital era, many businesses have turned to multi-cloud to optimize their IT environment. By adopting multi-cloud, IT departments not only can efficient their IT infrastructure, but also minimize the potential of hardware investment. That’s why this cloud model is often used for a solution for the company.

Disaster Recovery-optimized cloud is one of the popular drivers for multi cloud portfolios. But again, in looking for this solution, business needs to consider the cloud service provider who will work with you to customize the solution availability SLA. Thus, business will meet the flexibility in its IT infrastructure.  

3. Consider The ROI

 We all know, Disaster Recovery solution is a premium service and will cost more than backup and recovery services.

But still, calculate the cost of the service against business losses from a disaster event for true Return of Investment (ROI). According to enterprisestorageforum.com, when a mission- or business-critical application must be continuously available, Disaster Recovery solution will keep it up and running. This protects the organization from major financial hits, should a critical application be unavailable for hours or days.

4. Security Concerns

Besides reliability and flexibility, the security feature also has to be one of the concern for business in choosing Disaster Recovery solution. To counter these concerns, business needs to look for a cloud service provider which enables secure Disaster Recovery replication, failover, and failback.

Not only that, but business also need to determine if the offsite data center that the provider offers is physically and digitally secure, and that they have the certifications to prove it. The providers should also be in compliance with regulations like HIPAA to ensure the security for business.

Those are tips that business need to look for in choosing Disaster Recovery. If you need a further information about how to choose the exact Disaster Recovery solution for your business, you can join us on “Zettagrid e-Techday: Choosing The Best Disaster Recovery Solution For Your Business” on Thursday, 25 November 2021.

If you have any questions related to cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

Backup dan Disaster Recovery, Apa Bedanya?

backup dan disaster recovery

Backup dan Disaster Recovery, Apa Bedanya?

Backup dan Disaster Recovery menjadi dua teknologi yang populer di sektor bisnis maupun institusi publik saat ini. Berkat kemampuannya untuk mecadangkan sistem dan data organisasi, risiko kehilangan data dapat diminimalisir bisnis semaksimal mungkin. Itu sebabnya, Backup dan Disaster Recovery kerap dijadikan solusi dan strategi oleh organisasi untuk melindungi kelangsungannya dari ancaman kehilangan data.

Namun demikian, kedua solusi ini memiliki cara kerja dan konsep  yang berbeda, lho, dalam memulihkan sistem dan data organisasi. Bahkan, Backup dan Disaster Recovery merupakan dua teknologi yang terpisah secara praktik dan fungsi spesifiknya. Lalu, apa sih yang membedakan keduanya? Simak selengkapnya di bawah ini:

Pengertian Backup

backup dan disaster recovery

(Sumber: Andranik Hakobyan dari Getty Images)

Di era digital seperti saat ini, backup data sudah banyak dilakukan oleh organisasi dari berbagai sektor. Dengan melakukannya secara rutin, organisasi dapat mencadangkan dan menyimpan datanya di penyimpanan data sekunder.

Secara istilah, backup merupakan kemampuan untuk menyalin atau mencadangkan data asli ke medium penyimpanan yang berbeda. Cadangan data ini sering dijadikan strategi oleh organisasi maupun individu untuk menjaga datanya dari ancaman kehilangan seperti human error, ransomware, maupun hardware failure.

Pada berbagai kasus, membackup data bisa dilakukan dengan menggunakan solusi cloud backup dari penyedia layanan cloud. Dengan menggunakan solusi ini, bisnis bisa menyalin dan menyimpan datanya di solusi off-site dengan lebih fleksibel, efisien, dan dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Kenali 5 Keuntungan Dalam Menggunakan Cloud Backup 

Lalu, bagaimana jika sewaktu-waktu data menghilang, bisakah organisasi mendapatkan datanya kembali?

Bisnis tentu bisa mendapatkan datanya kembali, apabila rutin membackup datanya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadi, jika bisnis Anda memanfaatkan cloud dan telah menentukan serta mengkonfigurasikan jadwal backup baik harian, mingguan, maupun bulanan, bisnis bisa mendapatkan salinan datanya kembali ketika mengalami masalah kehilangan data.

Pengertian Disaster Recovery

backup dan disaster recovery

(Sumber: rcphotostock)

Saat menjalankan bisnis, kita tidak dapat memprediksi kapan dan bagaimana suatu bencana dapat terjadi. Baik itu bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau bencana buatan seperti kebakaran. Apabila bisnis tidak siap dalam menghadapi masalah ini, tentu kelangsungan bisnis dapat terancam, mulai dari mengalami downtime, terhentinya operasional dan layanan bisnis, hingga hilangnya data.

Oleh sebab itu, solusi pemulihan data sangat diperlukan bisnis untuk menghadapi masalah ini. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan bisnis ialah Disaster Recovery.

Secara praktik, Disaster Recovery adalah sebuah konsep yang menempatkan perangkat IT, sistem, aplikasi, hingga data cadangan di data center sekunder.  Sistem ini dirancang khusus dengan tujuan agar bisnis bisa memulihkan sistem dan datanya, apabila bencana alam dan kegagalan operasional sistem dialami oleh bisnis.

Beberapa organisasi terkadang memahami Disaster Recovery secara keliru dan menganggap bahwa teknologi ini sama dengan backup. Padahal, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda dalam memulihkan sistem dan data organisasi. Bila pada cloud backup, bisnis membackup sistem dan datanya ke cloud untuk melindungi bisnis dari kehilangan data akibat human error dan ransomware. Pada Disaster Recovery, justru bisnis menempatkan sistem, aplikasi, hingga data cadangannya di data center sekunder.

Jadi, ketika bisnis mengalami bencana alam atau downtime akibat kegagalan hardware, bisnis bisa memulihkan operasional IT-nya dengan mengaktifkan scenario failover. Dengan demikian, data center sekunder segera aktif untuk menyediakan data yang telah disalin dari data center primer kepada Anda. Di sisi lain, begitu data center sekunder aktif, yang primer pun segera melakukan pemulihan agar dapat digunakan kembali setelah bencana berhasil diatasi.

Baca juga: 5 Langkah Implementasi Disaster Recovery Saat Terjadi Bencana

Kesimpulan

Memanfaatkan cloud backup dan Disaster Recovery memang sangat diperlukan oleh bisnis untuk menjaga resource sistem dan datanya agar tetap tersedia. Namun, mengetahui kebutuhan secara spesifik juga penting untuk dilakukan bisnis untuk menentukan solusi yang tepat, mengingat Backup dan Disaster Recovery adalah dua solusi dengan sistem kerja yang berbeda.

Zettagrid Indonesia merupakan penyedia layanan cloud Indonesia menyediakan cloud Infrastructure as a Services (IaaS) berupa Virtual Data Center (VDC), Virtual Server, Backup as a Services (BaaS), Disaster Recovery as a Services (DRaaS), dan lainnya. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi cloud, Anda dapat menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.

Understanding The Risk of Attack Surface for Businesses

risk of attack surface

Understanding The Risk of Attack Surface for Businesses

Reducing the risk of attack surface is essential, especially in small and mid-size business environments. By having a certainty that the attack surface has been kept as small as possible, the company has successfully satisfied the basic cyber security measure.

That’s why, understanding how it works and how it may rise may help businesses reduce the risk of cyber attack engagements and ensuring business continuity.

While most small and mid-size businesses may think that they are too small to become a cyberattack target, revealing how attack surfaces could penetrate the inner section of the business may uncover other company’s vulnerabilities, especially in term of IT network management.

Thus, understanding the IT environment and the element surrounding it in the business’s surface attack risks would be a good step to strengthening the defense. 

Primary Attack Surfaces 

risk of attack surface

(Source: D3Damon from Getty Images Signature)

Before understanding the risk of the attack surface, it’s better to learn about the kinds of attack surfaces. There are two of them, devices and people.

Devices

As you may see today, businesses are getting familiar with Internet usage, allowing more and more devices to be connected. Despite the fact that it’s great for the company’s production management, it could be a gateway for criminals to enter, attacking the business while there’s a chance.

They usually have their most common weapons, Ransomware, and Hybrid Ransomware. Ransomware is already bad enough as the program allows cybercriminals to penetrate a device, take control of it, and demand a ransom from a user. Hybrid Ransomware works in a similar way but affects a greater aspect of the system. While Ransomware may affect one device, the hybrid form can affect the entire network.

People

In the common scenario, sophisticated cyberattacks usually target the weakest aspect in the digital security chain, which is the people. According to DBIR 2020 report by Verizon, almost 22% of breaches were caused by human error. Meanwhile, nearly 95% of cloud breaches also happened due to human errors, as stated by Gartner.

However, the must-have protocols usually revolve around password policies, and other safeguards usually can’t be found in small and mid-size businesses. This condition is making the risk rises higher. The situation is even worsened by the fact that 66% of people still use the same password combination despite their understanding of how important to change passwords for different accounts.

More skillful attackers also have a trick to use social engineering to gain access to networks from the employees themselves. What social engineering does is trick people to give in any confidential information about the company. Usually, the attackers would use some media like email, pretending to be a credible individual or an organization. Most workers who are still clueless about this can’t be able to defend themselves.

Attack Surface Management’s Essential Components 

risk of attack surface

(Source: Urupong from Getty Images Pro)

Now, to mitigate the risk of the attack surface while strengthening the data protection, there are some steps SMBs can do:

Discovery

The very first step of any attack surface management is to discover all the assets that have been used or connected to the internet that contains the company’s sensitive data, including trade secrets information.

However, the assets can either be owned and operated by the organization or third parties like cloud providers, suppliers, or business partners.

Classification Method

After the assets have been discovered, the next step would be digital asset inventory classification. This step includes dispatching and labelling the assets based on the properties, type, and how critical are they for business.

Ratings and Scorings

The attack surface management wouldn’t be completed without actionable risk scoring and rating. Usually, companies always have thousands or even millions of growing data. Without the security rating protocols, it will be harder to identify any security issues for each asset and whether they’re at risk for security breaches.

Security Monitoring

To offer decent data protection for the company, continuous security monitoring is always needed as a part of mitigating the risk of the attack surface.

Conclusion

Now, you’ve gained an understanding that SMBs are currently facing an ever-growing problem that could be unstoppable. But, with adequate knowledge of what key security measures are needed for better cyber security and actionable approaches to maintain the security, businesses or organizations will be managed to strive against the risk of the attack surface and successfully maintain their business continuity.

If you want to learn more about how to prevent cyber-attack with Attack Surface Management, you can register to “Zettagrid e-Techday: How to Secure Your Business from Data Breach with Attack Surface Management” on Thursday, 29 September 2020, on Zoom Meeting here.

Perlukah Cloud Backup Untuk Microsoft 365?

backup microsoft 365

Perlukah Cloud Backup Untuk Microsoft 365?

Kehadiran Microsoft 365 di masa pandemi seperti sekarang menjadi solusi bagi berbagai bisnis dalam bekerja. Dengan berbagai layanan kolaborasi online yang dihadirkan oleh Microsoft 365, perusahaan pun kini tetap dapat menjalankan produktivitasnya meski hanya bekerja dari rumah (Work From Home, WFH). Tak heran, karena layanannya yang telah membantu berbagai bisnis tersebut, Microsoft 365 kini memiliki lebih dari 50 juta pelanggan di seluruh dunia.

Namun demikian, membantu bisnis untuk menjaga produktivitas dan mengelola data bisnis saja tidaklah cukup, bila tidak diimbangi dengan strategi perlindungan data. Dengan strategi perlindungan data yang tepat, tentunya bisnis dapat melindungi data di Microsoft 365 dari ancaman kehilangan. Itulah mengapa, solusi pun tetap diperlukan walaupun Anda meyakini data bisnis tetap aman di Microsoft 365. Salah satunya seperti menggunakan solusi cloud backup.

Lalu, apa alasan bisnis memerlukan backup untuk Microsoft 365? Beberapa poin berikut mungkin bisa menguatkan Anda mengenai solusi cloud backup untuk Microsoft 365:

1. Microsoft tidak bertanggung jawab untuk backup data Anda

backup Microsoft 365

Pernah dengar tentang Microsoft Shared Responsibility Model? Jika ya, Anda pasti tahu betul bahwa Microsoft sebagai penyedia layanan bertanggung jawab untuk menjaga infrastruktur dan layanan Microsoft 365 agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, layanan ini hanya melakukan replikasi data (bukan membackup data), menjaga keamanan infrastruktur, serta kerahasiaan data sesuai dengan standar sertifikasi internasional.

Bila bisnis Anda menggunakan layanan Microsoft 365, tentunya Anda bertanggung jawab dalam mengakses dan mengontrol data seperti membackup data, menyimpan data, dan mengamankan data dari serangan ransomware. Maka dari itu, solusi backup sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, risiko dan ancaman kehilangan data bisa bisnis Anda minimalisir semaksimal mungkin.

2. Kehilangan data bisa menimbulkan kerugian besar

backup Microsoft 365

(Source: doglikehorse from Getty Images)

Ketika manajemen Anda masih mempertimbangkan solusi backup tanpa akhir keputusan yang jelas, Anda bisa mengingatkan bahwa menurut laporan Verizon, pelanggaran data “kecil” dapat menelan biaya hingga setengah juta dollar, sementara pelanggaran data yang cukup “besar” dapat mencapai $200 juta. 

Tak hanya itu, downtime yang dialami oleh bisnis pun bahkan bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Menurut studi dari Information Technology Intelligence Consulting Research, biaya rata-rata downtime selama satu jam adalah $100.000. Itu pun dengan asumsi bahwa Anda bukanlah salah satu dari 33 persen responden survei yang mengalami downtime selama satu jam dan menghabiskan biaya dari satu hingga lima juta dollar.

Di luar kerugian materi, downtime dan pelanggaran data juga dapat berimbas kepada reputasi bisnis. Bisa dibayangkan bila bisnis mengalami kedua masalah tadi, reputasi yang buruk akan terjadi dan mengakibatkan hilangnya kepercayaan pelanggan. Itulah sebabnya, perlindungan data seperti backup sangat penting untuk bisnis Anda.

3. Regulasi penyimpanan data

backup Microsoft 365

(Source: relif from Getty Images Pro)

Menurut John Wiley & Sons, regulasi penyimpanan data akan memiliki perubahan peraturan yang berkelanjutan dan peningkatan peran terhadap kepatuhan bisnis dalam sepuluh tahun mendatang. Oleh sebab itu, Anda sebagai pemilik data bertanggung jawab untuk mengatur data perusahaan dan memastikan bisnis memenuhi persyaratan regulasi tersebut.

Menggunakan solusi backup data pihak ketiga bisa menjadi cara untuk mematuhi regulasi penyimpanan data. Dengan menjalankan solusi tersebut, bisnis tidak hanya memenuhi kebutuhan regulasi perusahaan, tetapi juga dapat menjaga dan melindungi datanya termasuk Microsoft 365.

4. Serangan Siber

(Source: Wpadington from Getty Images)

Serangan siber memang bukan hal asing lagi bagi bisnis saat ini. Seiring teknologi berkembang,  ancaman siber seperti phishing, malware, hingga ransomware, kerap kali muncul dan menghantam bisnis dengan kerugian yang cukup besar. Bahkan, kehilangan data sering menjadi imbas yang cukup sering ditemui oleh bisnis yang mengalaminya. 

Itulah mengapa, mempersiapkan solusi seperti cloud backup sangat penting untuk melindungi data bisnis Anda. Terlebih, poin pertama menjelaskan yang bahwa data seperti Microsoft 365 tidak memiliki sistem backup sendiri dari penyedia layanan. Sehingga, ini pun menjadi tanggung jawab Anda untuk menyediakan solusi backup tersebut.

Lalu, apa solusi yang tepat untuk backup data Microsoft 365?

Arupa Backup 365 solusi backup Microsoft 365 bisnis Anda

Arupa Backup 365 hadir menjadi solusi untuk kebutuhan backup Microsoft 365 bisnis Anda. Dengan memanfaatkan teknologi dari Veeam Backup Microsoft 365, Arupa Backup 365 mampu menghadirkan pengalaman backup yang lebih sederhana pada Microsoft 365. Tak hanya itu, berbagai keuntungan juga bisa Anda rasakan ketika menggunakan Arupa Backup 365 ini, seperti:

  • Jaminan SLA 99.9%.
  • Kemudahan tanpa batas.
  • Aman dan bersertifikasi.
  • Infrastruktur 100% lokal.

Mari perkuat strategi perlindungan data Microsoft 365 Anda dengan #SolusiYangPasti seperti Arupa Backup 365.

Untuk pertanyaan lebih lanjut terkait produk atau solusi cloud lainnya, Anda bisa menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.