Posts

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Dating Apps

Penggunaan Cloud Computing Pada Dating Apps

Semenjak adanya pandemi, aktifitas manusia memang mengalami banyak perubahan. Salah satunya bagaimana cara manusia untuk mencari pasangan atau kenalan baru. Dengan situasi seperti ini, masyarakat mulai memanfaatkan adanya teknologi dating apps atau aplikasi kencan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk menemukan match/pasangannya. Saat ini banyak sekali dating apps yang bermunculan, dari mulai Tinder, Bumble, Happn, dan masih banyak yang lainnya. Pada tahun 2021, Tinder sebagai platform dating apps yang paling sering di download di Indonesia melakukan riset yang menunjukan terjadi peningkatan aktifitas swipe/match yang signifikan sebanyak 130 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Tentunya pengguna bukan hanya menginginkan hasil match yang tepat tetapi juga mengharapkan aplikasi yang reliable ketika digunakan. Sehingga bisnis dating apps ini pun dapat bersaing dengan aplikasi serupa. Untuk itu dibutuhkan cloud computing untuk membantu dating apps untuk mengembangkan bisnisnya. Lalu layanan apa saja yang bisa diaplikasikan untuk bisnis dating apps ini?

  1. Virtual Data Center (VDC)

Layanan VDC dapat digunakan sebagai cloud infrastruktur pilihan yang berfungsi sebagai server aplikasi, load balancer, database server dan resource lainnya. VDC memudahkan pembuat aplikasi untuk melakukan pengembangan fitur, selain itu dengan kemampuan scalablenya, aplikasi dapat mengatur storage sesuai dengan kebutuhannya karena dapat di scale up dan down dengan mudah. Selain itu dengan VDC sisi keamanan aplikasi yang berjalan terjamin dengan adanya virtual firewall yang include didalamnya (bersifat free). Dengan begitu, biaya yang akan dikeluarkan juga menjadi lebih efisien.

  1. Disaster Recovery (DR)

Kenyamanan pelanggan merupakan hal yang harus diperhatikan para pengusaha aplikasi kencan. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di aplikasi, dibutuhkan solusi Disaster Recovery (DR) untuk mencegah terjadinya kehilangan data serta meminimalisir down time yang terjadi sehingga membuat user tetap nyaman Ketika memakai aplikasi. Di Zettagrid, kami menawarkan solusi DR dengan berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yaitu Veeam Replication, dan VCAV, SecondSite DR. Veeam Cloud Connect Replication merupakan solusi DR dengan teknologi dari Veeam software. layanan ini menggunakan metode VMsnapshot(scheduled) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 60 menit. Solusi DR pilihan selanjutnya adalah VCAV yang merupakan teknologi replikasi keluaran VMware. Layanan ini menggunakan metode scheduled replication dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari  30 menit. Yang terakhir adalah Secondsite DR dari Zerto. Layanan ini menggunakan metode data journaling (continuous replication) dengan resiko kehilangan data (RPO) mulai dari 3 detik.

  1. Cloud Backup

Bisnis aplikasi kencan pasti memiliki focus terhadap database user.  Maka dari itu aplikasi seperti ini membutuhkan cloud backup untuk menjaga dari kehilangan data. Cloud backup ini akan menjamin ketersediaan data user baik dari akitivitas human error, kegagalan infrastruktur, ataupun dari aktivitas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

  1. Cloud Storage

Sedangkan cloud storage (s3 storage) dapat digunakan sebagai penyimpanan unstructured data seperti video, gambar, audio, dan lain-lain dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menghemat storage yang digunakan pada Virtual server/Virtual data center yang anda gunakan.

Zettagrid Indonesia sebagai cloud provider lokal dengan lokasi data center di Indonesia menawarkan berbagai layanan diatas dengan harga yang kompetitif dan pasti. Selain itu Zettagrid juga memiliki support lokal yang siap membantu bisnis anda 24×7 tanpa proses ticketing yang rumit dan memakan waktu eskalasi yang lama. Hubungi kami disini atau e-mail kami ke sales@zettagrid.id untuk penawaran dan informasi lebih lanjut.

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

adopting hybrid cloud

Adopting Hybrid Cloud Approach, Where to Begin?

Adopting Hybrid Cloud approach is becoming more and more common in a business sector. According to a survey of IBM Institute For Business Value (IBV), Hybrid Cloud will grow to 47% in three years ahead and the average organization will implement around six hybrid clouds. With such of number, it is not a surprise anymore to see how large this technology could dominant enterprise solutions.

However, adopting Hybrid Cloud approach certainly is not just by snapping-fingers only. A plan and strategy are also needed for a successful deployment. Therefore, before business takes a step further about it, the organization needs to explore more for adopting Hybrid Cloud approach. Then, where to begin?

In Zettagrid e-Techday: Evolving Hybrid Cloud Infrastructure For Your Digital Business that was held on 12 August 2021, Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid Indonesia had explained some strategies that business needs to take on Hybrid Cloud adoption. Curious to know how is it? Here’s the recap:

1. Determine the application that wants to be deployed on Hybrid Cloud

adopting hybrid cloud

(Source: ra2studio from Getty Images Pro)

Basically, any applications can be deployed on Hybrid Cloud. Depends on the organization’s policy and needs. So, if the organization wants its workload management to be deployed on cloud, then the provider will help and provide its cloud solution.

However, it is important to remember that business needs to determine what application that wants to be running on cloud and handled on the local premise. By separating workloads in two locations, the organization could achieve its IT business and cloud operation efficiency.

 2. Begins with the better infrastructure

adopting hybrid cloud

(Source: Jens Domschky from Getty Images)

After the organization determines what applications that want to be deployed on cloud, next it’s time to look for the right infrastructure such as software, hardware, services, and cloud spaces. But, why does business need these infrastructures for adopting Hybrid Cloud approach?

 These infrastructures enable business to secure consistent operations for business workloads across private and public cloud. Not only that, the right infrastructures will also deliver a complete solution for business Hybrid Cloud. Therefore, it is important for the organization to do this before adopting Hybrid Cloud approach.

3. Look out for the data security

adopting hybrid cloud

(Source: anyaberkut from Getty Images Pro)

In looking for Hybrid Cloud Providers, data security and compliance are often to be the main things that need to be concerned about. With the right data security and compliance, the cloud service provider can guarantee how secure your company and business data will be on cloud. 

In Zettagrid, we have data security and compliance such as PCI DSS certified and three-level of access (MyAccount portal access, vCloud Director access, and VM access). Not only that, but Zettagrid is also certified by ISO27001:2013 to secure your company data. Thus, you don’t have to worry more, because your data will be safe with our layered security system.

 

Those are the recap on adopting Hybrid Cloud approach. If you want to know or see the session further, you can watch it on our Youtube Channel here. And if you have any questions related to Hybrid Cloud solution, you can contact us here or at sales@zettagrid.id.

3 Kiat Melindungi Data Bisnis dari Risiko Bencana

melindungi data bisnis

3 Kiat Melindungi Data Bisnis dari Risiko Bencana

Mungkin pepatah “Sedia payung sebelum hujan” sudah banyak Anda dengar di mana-mana. Baik untuk mempersiapkan kebutuhan maupun kegiatan sehari-hari, pepatah tersebut sering disematkan agar kita lebih bersiap menghadapi risiko kedepannya. Begitu pula ketika Anda membangun bisnis, pepatah ini bisa jadi acuan agar bisnis bersiap menghadapi ancaman yang potensial, termasuk salah satunya bencana.

Baru-baru ini, kebakaran telah terjadi di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dilansir dari kompas.com, kebakaran bermula ketika kantor BPOM sedang ada perbaikan panel listrik di lorong F timur dan F barat. Meskipun kebakaran terjadi karena arus aliran pendek, namun CNN menyebut satu ruangan yang memuat arsip dan standardisasi napza rusak oleh kobaran api. Akibatnya, BPOM pun mengalami kerugian hingga Rp. 600 juta.

Kasus di atas mungkin bisa menjadi gambaran bagi organisasi untuk menghadapi bencana. Dengan mempersiapkan strategi keamanan data dan pemulihan bencana yang baik, bisnis bisa meminimalisir risiko atau kerugian yang mungkin terjadi.

Artikel ini akan memberikan Anda tips mempersiapkan pemulihan bencana yang baik untuk sistem IT bisnis. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Menjaga tata kelola yang baik sesuai anjuran pemerintah

melindungi data bisnis

(Source: cyano66 from Getty Images Pro)

Tips pertama untuk melindungi data bisnis dari potensi bencana adalah dengan menjaga tata kelola yang baik sesuai anjuran pemerintah. Ini berarti organisasi dapat menyesuaikan regulasi infrastruktur IT-nya sesuai peraturan pemerintah yang ada. 

Bila menyangkut tentang perlindungan data dari bencana, bisnis bisa melihat ketentuan hukum Indonesia PP Nomor 71 tahun 2019, yang mewajibkan organisasi memiliki Disaster Recovery Center di Indonesia. Dengan mengimplementasikan peraturan tersebut, organisasi memiliki komitmen atas tata kelola yang baik atau good governance

2. Persiapkan solusi Disaster Recovery

melindungi data bisnis

(Source: Umnat Seebuaphans)

Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Bisa jadi ketika bisnis sedang berkembang pesat, bencana datang dan mengganggu sistem IT dan menyebabkan downtime hingga hilangnya data. Oleh sebab itu, solusi pun diperlukan agar bisnis bisa mempersiapkan risiko bencana yang mungkin terjadi.

Memiliki solusi Disaster Recovery berbasis cloud bisa menjadi pilihan untuk melindungi sistem IT dan data bisnis Anda. Kemampuannya yang bisa meningkatkan penyimpanan sistem dan data, memudahkan bisnis untuk memiliki akses terhadap sistem dan datanya ketika bencana terjadi. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu lagi khawatir ketika potensi dan risiko bencana melanda bisnis Anda.

 3. Persiapkan strategi untuk hadapi potensi downtime ketika bencana terjadi

melindungi data bisnis

(Source: ilkercelik from Getty Images Pro)

Ketika bencana terjadi dan menghambat sistem IT, ini bisa menimbulkan downtime untuk organisasi. Akibatnya, tidak hanya sistem IT yang akan terkendala, tapi layanan dan operasional bisnis pun bisa terhenti karena bencana. Apabila bisnis tidak mampu mengatasi kendala downtime, tentu ini bisa mengakibatkan kerugian secara finansial.

Itulah mengapa, solusi Disaster Recovery sangat penting untuk dimiliki bisnis. Selain mempersiapkan bisnis dari potensi bencana, Disaster Recovery juga memudahkan bisnis untuk memiliki ketersediaan akses ke sistem dan datanya. Sehingga ketika bisnis dihadapkan oleh potensi downtime akibat bencana maupun hardware failure, Disaster Recovery bisa memulihkan Virtual Machine (VM) sesuai dengan skenario failover bisnis. Dengan demikian, bisnis bisa meminimalisir risiko dan kerugian yang mungkin terjadi.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk melindungi data bisnis dari risiko bencana. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi Disaster Recovery, Anda bisa menghubungi kami di sini atau ke sales@zettagrid.id.   

 

Drive Business Innovation With The Cloud

drive business with cloudDrive Business Innovation With The Cloud

Many businesses currently rely on the cloud solely to save money or add simple mobility, but these organizations are hardly scratching the surface of the cloud’s true capabilities. Cloud Computing offers countless opportunities to drive business innovation, and it’s time for the business world to take advantage of this.

Zettagrid Indonesia with Dell Technologies invites you to hear what Pajak.io and PT. IndoSterling Aset Manajemen said about how cloud computing could drive its business innovation and their experiences also tips to maximize the usage of cloud computing. Meet Arif Darmawan as ISV and CSP Lead Dell Technologies, Jefriansyah Hertikawan as CTO & Co Founder of Pajak.io, also Supriadi as IT Coordinantor PT. IndoSterling Aset Manajemen on Zettagrid e-CloudTalk vol.06: Drive Business Innovation With The Cloud”:

 

Event Details:
Date: Thursday, 24 June 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Where: Zoom Meetings

 

Event Agenda:

  • Building a Better Cloud Begins with Better Infrastructure – Arif Darmawan, ISV & CSP Lead DELL Technologies Indonesia.
  • Sharing experiences and live talkshow with guest speakers

Register now and get chance to win FOLDABLE BIKE and SMARTWATCHES also get a chance to win shopping vouchers at the end of the event.

Try This 4 Steps To The Effective Backup Strategy

effective backup strategyTry This 4 Steps To The Effective Backup Strategy

In managing a business, enterprises certainly think that data is the key to its success. Along with the record of data that is collected and increasing by the day, enterprise can optimize and grow their business in a better way. That’s why the availability of data must be kept and protected to prevent its loss.

Building a backup strategy can be one of the options that give enterprise peace of mind. By having the copy of data or its backup, enterprise don’t have to worry more if threats like human errors, overwritten data, and even ransomware strike business systems.

Additionally, backing up business data will also let the business get back up and running after its end-point protection software got breached. In this case, ransomware even required an effective backup strategy to defeat. Therefore, having a very current backup of everything located off-site with effective security can help to defeat ransomware easier.

This article has listed four steps to help enterprise build effective backup strategy. Read them below here:

1. Create Multiple Copies

effective backup strategy

(Source: alengo from Getty Images Signature)

When we talk about data backup, business needs to create multiple copies in multiple areas. In this case, enterprise can implement the 3-2-1 rule for backup to protect its data. But, what is the 3-2-1 rule?

The 3-2-1 rule was stated by US photographer Peter Krogh while writing a book about digital asset management. Here’s the recap:

  • Three: Three copies of business data should be maintained. One is the original or production copy, then the two are the backup copies. All copies contain the same data from the same point in time. This method aims to save at least one copy of data once the others fail or disappear.
  • Two: Two copies of business data exist on media that are separate from one another, even if those are in the same geographic location. For example, one copy on a server, and the other would be on an external hard disk.
  • One: One data copy exists in an offsite location. This could be in another office, data center, or in the cloud.

2. Implement Your Backup on Public Cloud

effective backup strategy

(Source: model-la from Getty Images)

As the previous point before, physical storage is not enough to protect business data from threats. Therefore modern alternatives are needed by enterprises for optimizing the data protection strategy. One of them is by implementing backup on Public Cloud Service Provider.

Numerous Cloud Service Providers offer Backup-as-a-Service (BaaS) for business. That way, a business can be able to protect its data by provision and run its backup from Public Cloud infrastructure. Furthermore, the BaaS is even simpler than other software, because there are no operating systems or hardware to configure by the business.

3. Engage Services that Focus on Data Safety

(Source: jirsak from Getty Images)

The cloud has become a fantastic aid to companies looking to quickly and easily implement a reliable backup strategy. Prices are low, standards are open, not proprietary, on-site hardware is also low or even nonexistent, and your data can be accessed or fully restored from practically anywhere. That’s why its services are beneficial for business. 

However, using a cloud service provider for the effective backup strategy also includes a Service Level Agreements (SLA), which details what security measures are being used and how it is enforced. That’s why business needs to identify what security features that provider can offer based on its SLA. 

Not only that but security certifications like ISO27001, ISO9001, and PCI DSS are also needed to be considered in looking for a provider. That way, business would know that the provider has a guarantee in securing its client’s data.

4. Automate Your Backups

effective backup strategy

(Source: 5432action from Getty Images)

Backing up data manually every time there’s a concern can be troublesome for business. Especially, when business doesn’t acknowledge how to set automatic constant data backup. It would be a problem not only for the business operation but also for its services when disaster occurred.

That’s why setting and scheduling automatic backups on a constant and recurring basis is needed. So, business don’t have to worry more if disaster occurs, because this backup strategy has been prepared to replicate business data regularly.  


Zettagrid Indonesia is a Cloud Service Provider in Indonesia that provides Infrastructure as a Service (IaaS) such as VMware Virtual Data Center, VMware Virtual Server, Veeam Backup, and so on. If you have any questions related to the effective backup strategy or cloud solutions, you can reach us here or through sales@zettagrid.id.

What To Look Out For While Using Cloud Service Provider?

cloud service providerWhat To Look Out For While Using Cloud Service Provider?

 In this digital era, Cloud Computing is arguably going to remain the staple of leading companies. Entrepreneur.com stated cloud spending grew by 37% in the first quarter of 2020 itself. That’s why cloud has become one of the infrastructures that can digitized companies these days. With agility and cost optimization, enterprises are increasingly moving to Cloud Service Providers.

However, as more organizations move from their on-site data centers to cloud data management, business leaders and IT departments need a structured procedure for evaluating Cloud Services Providers. This step is certainly mandatory to determine if such a move is feasible for their organization. Then, what are the points that need to look out by enterprise from Cloud Service Provider?

The Latest Security Standard

cloud service provider

(Sumber: Urupong from Getty Images)

The number one concern in migrating to cloud environment is security. Meeting the latest security standards would be a terrifying task for companies. Especially as they are constantly evolving. For this reason, it’s essential that the Cloud Service Provider have a reputable and expansive knowledge of the latest security standards. 

Therefore, it’s critical to ask detailed and explicit questions that relate to a business’s unique use cases, industry, regulatory requirements, and any other concerns it may have. So, the business can ensure that the Cloud Service Provider has provisions in place for regulatory updating its security standard.

Keeping Customer Data Safe 

cloud service provider  (Sumber: Jirsak from Getty Images)

No matter what industry is, the importance of security in regular data breaches is a threat to every enterprise. According to Ponemon Institute, the average cost of data breaches to a company has risen 15 percent over the last year and cost $3.5 million dollars globally. Even, the average cost paid for each stolen or lost record has increased more than nine percent from $136 to $145 million.

That’s why, when evaluate Cloud Service Provider, business needs to know if the provider has a proven and safe track record in keeping customer data safe.

Governmental Compliance (HIPAA/PCI)

(Sumber: JanBaby from pixabay)

The need to trust one’s cloud provider to meet stringent security requirements is an integral part of today’s IT business plan. Therefore, security compliance is needed by business from a Cloud Service Provider.

When it comes to Cloud Service Provider, make sure its platform can help you to meet compliance standards that apply to your industry and organizations. Whether it is beholden to SOC 2, PCI DSS, HIPAA, or any other frameworks. Not only that, but business also have to make sure what it will take to achieve compliance once business applications and data are living in a public cloud infrastructure.

 Manageability

(Sumber: Natali_Mis from Getty Images)

Every cloud service provider supports different tools and integrates with various other services. If your business has services that are particularly vital to organizations, make sure that the provider offers an easy way to integrate with them, or that the organization is comfortable porting over to a similar service that is supported.

Not only that, but it is also important for business to determine how much time and effort it will take the team to manage various aspects of the cloud infrastructure before making final decisions, so the cloud operations will support your business well.

Service Levels Agreements

(Sumber: eccolo74 from Getty Images)

Service Level Agreements are essential considerations when business have strict requirements in terms of availability, response time, capacity, support, and even evaluating a cloud service provider. It’s vital to establish a clear contractual relationship between a cloud service customer and a cloud service provider.

Additionally, business also needs to pay attention to legal requirements for the security of data hosted in the cloud service. This required to make sure if the cloud could manage business system and data well.


Zettagrid Indonesia is one of the cloud computing service providers of Infrastructure as a Service (IaaS) that offers Virtual Server, Virtual Datacenter, Backup as a Service (BaaS), and Disaster Recovery as a Service (DRaaS). If you have any further questions about Cloud Computing solutions, you can contact us here or by sales@zettagrid.id.

Maximizing The Power of Private Cloud

e-techday 8 with dell rev-02

Maximizing The Power of Private Cloud

The modern enterprise lives in a multi-cloud world, where delivery of infrastructure resources and IT services is expected in real-time. As a result, Infrastructure and operations teams must respond to the needs of the business agility. Then how the business could maximize the use of cloud infrastructure?

Find the answer on Zettagrid e-TechDay vol.08 in collaboration with DELL Technologies. Meet our speakers Teddi Suryadi as Cloud Consultant Zettagrid IndonesiaArif Darmawan as ISV and CSP Lead Dell Technologies Indonesia, also Fauzy Firdaus as Business Development PT. Sisindokom Lintasbuana and learn more about “How to Maximize The Power of Private Cloud”.

Event Details:
Date: 18 March 2021
Time: 02.00 – 04.00 PM
Where: Zoom Meetings
Link To Register: bit.ly/etechday08

Event Agenda:

  • Building a Better Cloud Begins with Better Infrastructure – Arif Darmawan, ISV & CSP Lead DELL Technologies Indonesia
  • Maximizing The Power of Private Cloud – Teddi Suryadi, Cloud Consultant Zettagrid Indonesia
  • Modernize your data and application infrastructure – Fauzy Firdaus, Business Development, Sisindokom

Register now and get OVO cash 50.000 each for first 70 attendees* also get a chance to win shopping vouchers at the end of the event.

*Terms and condition apply

How To Easily Monitoring Your Cloud Infrastructure from The Cloud

cloudHow To Easily Monitoring Your Cloud Infrastructure from The Cloud

[FREE EVENT]

The pandemic situation that happen along 2020 brought enterprises to be more digital and flexible including its working system. Many tech provider now creating solutions for better infrastructure, including monitoring them.

Find the answer on Zettagrid e-TechDay Vol.06: How To Easily Monitoring Your Infrastructure From The Cloud.

Event Details:

Thursday, 10 December 2020

10.00-12.00 WIB

Zoom Meetings

Speaker: Ahmad Saroni as Presales at PT. Daya Cipta Mandiri Solusi

 

Join us and get a chance to bring MAP Shopping Voucher and Zettagrid exclusive merchandise.

Cegah Risiko Cyber Crime Dengan Veeam Backup

cyber crimeCegah Risiko Cyber Crime Dengan Veeam Backup

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir sepanjang tahun telah memunculkan peningkatan Cyber Crime. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan setidaknya terdapat 189.937.542 juta upaya Cyber Crime di Indonesia sejak Januari hingga Agustus 2020 lalu. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka ini mengalami kenaikan lebih dari empat kali lipat.

Tak hanya itu saja, bahkan baru-baru ini kantor Pemerintah Delaware County di Pennysylvania, Amerika Serikat telah terserang kasus ransomware berjenis DoppelPaymer. Dikutip dari cyberthreat.id, pemerintah setempat pun harus membayar tebusan dengan Bitcoin senilai 500.000 US Dollar atau setara dengan Rp. 7.06.000.000.000 untuk dapat menerima decryptor.

Melihat hal ini, tentu ancaman serangan cyber seperti malware hingga ransomware pun patut jadi perhatian bagi bisnis. Bagaimana tidak? Ancaman ini bahkan mampu membawa risiko yang serius bagi pengusaha. Mulai dari data bisnis yang terinfeksi virus, data bisnis yang hilang, hingga besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk menebus si pelaku. Untuk itu, solusi pun dibutuhkan oleh para pengusaha demi menyelamatkan bisnis dari serangan Cyber Crime. Termasuk salah satunya adalah dengan menggunakan Veaam Backup dari Zettagrid Indonesia.

Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia bisa menjadi andalan untuk melindungi data perusahaan. Selain berguna untuk mencegah kehilangan data akibat human error, solusi ini juga dapat melindungi bisnis anda dari serangan Cyber Crime seperti di atas. Tidak sekadar itu, Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia juga menawarkan beberapa kelebihan bagi bisnis anda. Mari simak di bawah ini:

1. Mengembalikan data dengan mudah 

Ketika data terhapus maupun terinfeksi malware, pengusaha tentunya harus mencari cara untuk bisa mengembalikan data tersebut. Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia bisa mengatasinya dengan mudah. Melalui beberapa langkah mudah, bisnis bisa mengembalikan data yang hilang atau terinfeksi kembali ke tempat semula atau dibuatkan salinannya. Sehingga, layanan bisnis pun bisa segera kembali berjalan dengan normal. 

2. Offsite Backup dengan High-availability Infrastructure 

Selain menyimpan hasil backup di lokal, memiliki Offsite Backup atau penyimpanan hasil backup di luar data center utama juga sangat dianjurkan. Offsite backup sangat berguna apabila infrastruktur backup lokal mengalami kendala. Kendala tersebut bisa berupa kesalahan pengguna, serangan Cyber Crime, hingga insiden kehilangan data lainnya. Namun Anda tidak perlu cemas, karena solusi Offsite Backup dari Zettagrid Indonesia didukung oleh sistem high availability yang dapat diandalkan. Sehingga anda akan dapat tenang mengetahui data Anda terlindungi dan akan dapat diakses setiap saat Anda butuhkan. 

3. Pay-as-you-go 

Layaknya berlangganan cloud, layanan Veeam Backup juga memberlakukan sistem pay-as-you-go kepada pengguna. Pengguna hanya perlu membayar layanan ini sesuai dengan jumlah mesin (server, Personal Computer, laptop, atau Virtual Machine) yang perlu dilindungi dan besar penyimpanan yang dibutuhkan tanpa perlu melakukan kontrak. Sehingga biaya yang dikeluarkan dapat menjadi lebih efisien tanpa perlu biaya investasi awal yang besar. 

Itulah tiga keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan Veeam Backup dari Zettagrid Indonesia sebagai solusi bisnis dalam perlindungan data. Jika Anda tertarik dengan Veeam Backup, Anda bisa melihat produk selengkapnya di sini. Apabila, Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini atau mengirimkan email ke sales@zettagrid.id.

 

Tips Memilih Cloud Service Provider

Tips Memilih Cloud Service Provider

Tips Memilih Cloud Service Provider

 

Pada masa pandemi ini, keberadaan cloud service provider menjadi populer bagi pengusaha dari berbagai industry. Hal ini dapat dikatakan mengingat pemanfaatan teknologi cloud yang bersifat fleksibel dan efisien. Tak hanya itu, cloud juga memungkinkan pengusaha untuk bekerja dari mana pun dan kapan pun. Sehingga tak mengherankan, jika teknologi satu ini mampu memudahkan organisasi agar tetap bisa memperlangsungkan bisnisnya di masa yang tak menentu ini.

Jika Anda baru akan mulai beralih menggunakan cloud computing, pastinya Anda akan bertanya-tanya bagaimana cara memilih penyedia layanan cloud yang berkualitas?

Dalam memilih layanan cloud, berbagai aspek tentunya perlu diperhatikan oleh Anda. Meski saat ini banyak cloud service provider yang menawarkan layanan cloud computing dengan beragam keunggulan, namun ada baiknya Anda perlu mempertimbangkan hal tersebut dengan cermat dan berhati-hati demi menemukan cloud hosting yang berkualitas untuk organisasi. Sebab jika tidak sesuai, hal ini akan memakan waktu dan biaya bisnis secara cuma-cuma.

Untuk menghindari hal tersebut, simak  6 Tips Memilih Cloud Service Provider yang patut anda pertimbangkan:

  1.     Kebutuhan Organisasi

Sebagai pengguna Anda tentunya harus memiliki tujuan dalam beralih menggunakan cloud computing. Jika Anda tidak ingin menghabiskan waktu dan uang demi layanan cloud yang tidak sesuai, maka Anda perlu mengetahui lebih dalam kebutuhan dan ekspektasi Anda guna mencapai penghematan biaya. Untuk itu, Anda perlu membuat daftar tujuan terlebih dahulu, sebelum akhirnya menentukan penyedia cloud computing.

  1.     Performa Server dan Jaringan

Salah satu yang perlu diperhatikan pengusaha sebelum menggunakan cloud provider adalah dengan memperhatikan performa server atau jaringan.  Jika Anda ingin mendapatkan akses cepat ke aplikasi yang tersimpan di cloud, Anda perlu tahu lokasi aplikasi yang disimpan di end user, jaringan pada pusat data cloud, serta kecepatan antara lapisan server dengan kapasitas yang digunakan. Sehingga, Anda dapat menghitung performa cloud service provider sebelum Anda menggunakannya. 

  1.     Keamanan Data

Jika Anda hendak beralih menggunakan cloud service provider, Anda perlu memperhatikan keamanan data yang ditawarkan. Apakah cloud tersebut disertai firewalls, anti virus, multifactor user authentication, enkripsi data, dan audit keamanan secara rutin atau tidak. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya serangan siber. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendiskusikan mengenai kompetensi sistem disaster recovery centernya apabila hal ini dibutuhkan demi menghindari hilangnya data akibat bencana.

  1.     Service Level Agreement (SLA) 

Beberapa layanan cloud menawarkan Service Level Agreement (SLA) yang tinggi kepada pelanggan. Hal ini tentunya dilakukan untuk memberikan pengalaman layanan cloud yang terbaik. Namun pada banyak kasus, SLA hanya dihitung ketika sistem layanan cloud mengalami kegagalan, bukan saat ketersediaan layanan sedang berjalan. Untuk itu, Anda perlu menemukan cloud service provider yang dapat menjelaskan rencananya dalam memenuhi SLA kepada pelanggan untuk memastikan kompetensi layanan cloud.  

  1.     Memonitor Layanan dan Keamanan

Jika Anda beralih menggunakan layanan cloud, seluruh sistem yang Anda pergunakan akan dimonitor secara berkala oleh penyedia layanan. Penyedia biasanya melakukan cara ini tidak hanya oleh sistem tetapi juga oleh pusat operasional yang siap membantu. Untuk itu, Anda perlu bertanya apakah penyedia layanan juga akan memonitor terkait keamanan siber, serta pastikan pula jika Anda memperoleh laporan bulanan terhadap layanan yang digunakan. Sehingga, Anda bisa memastikan transparansi layanan yang diberikan oleh cloud service provider.

  1.     Menjamin Keamanan Data Penggunanya

Sebagai sebuah perusahaan penyedia layanan cloud computing, Anda juga perlu tahu apakah penyedia menjamin keamanan data pengguna dengan baik. Untuk itu, Anda perlu memastikan apakah cloud service provider tersebut memiliki sertifikasi platform teknologi hingga sertifikasi dan standar ISO/IEC yang dapat menjamin keamanan data penggunanya. Sehingga, data Anda tidak akan mudah disalahgunakan oleh pihak luar.

Zettagrid Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan cloud computing untuk solusi perusahaan anda di saat menghadapi situasi pandemi yang tidak menentu ini. Layanan cloud Zettagrid telah bersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan hosting, jaringan, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Sehingga, data pelanggan dapat terjaga dengan baik dan aman.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk kami, Anda bisa menghubungi kami di sini atau melalui tim kami di sales@zettagrid.id.