Posts

Promo HUT DKI Jakarta: Nikmati Zabbix selama 3 Bulan GRATIS!

Memperingati momen spesial Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke-495, Zettagrid Indonesia menghadirkan promo menarik bagi Anda pengguna baru maupun existing kami. Anda berkesempatan untuk mencoba Zabbix selama 3 bulan tanpa biaya apapun!

Zabbix adalah sebuah tools yang memungkinkan Anda untuk memonitor infrastruktur IT Anda, seperti jaringan, server, virtual machine, dan layanan cloud serta menampilkannya dalam dashboard grafis yang mudah dimengerti.

Tunggu apalagi, segera dapatkan kesempatan untuk mencoba solusi Zabbix dari kami. Anda dapat menghubungi kami via email ke marketing@zettagrid.id untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait promo ini.

Disaster Recovery using Veeam Solutions

Disaster Recovery using Veeam Solutions

Maintaining the availability of a business is one of the critical factors that most companies should pay attention. If the business process suddenly stopped, even just for a few seconds, we can’t imagine how many data transactions will be impacted.

To prevent this from happening, we need to maximize the availability of our business, one of which is by implementing a Disaster Recovery solution.

What is a Disaster Recovery? How does Disaster Recovery work? What kind of Disaster Recovery solution that’s suitable for my business? Check out the full explanation in the webinar “Disaster Recovery using Veeam Solutions“, which will feature Teddi Suryadi, as a Cloud Consultant in Zettagrid Indonesia.

Event Details:

Day: Wednesday, 15 June 2022

Time: 2.00–4.00 PM

Link to register: bit.ly/DRCVeeam15Juni22

LIVE from Zoom.

Reserve your slot and get a chance to win FREE Shopping Vouchers, special promos, and get an e-certificate.

Ini Alasan Mengapa Bisnis Harus Menjadwalkan Backup Data

harus backup data

Ini Alasan Mengapa Bisnis Harus Menjadwalkan Backup Data

Pernah membayangkan, bagaimana jadinya jika manajemen kehilangan data bisnis? Nah, pastinya manajemen tidak hanya dilanda kepanikan, tapi juga kekhawatiran akan tantangan kelangsungan bisnis kedepan. Apa jadinya jika kelangsungan bisnis tidak disertai dengan sistem dan data penunjang operasional bisnis? Tentu bisnis tidak hanya mengalami downtime, tetapi juga kerugian. Oleh karenanya, Anda harus memiliki rencana maupun strategi agar data perusahaan Anda aman. Sebab, bisa saja faktor-faktor eksternal seperti di bawah dialami oleh bisnis Anda:

  1. Bencana alam, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar bencana yang akan terjadi seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan lain sebagainya. Siapa yang menjamin perangkat server dan storage Anda tetap aman
  2. Malware, Anda pasti mengetahui malware yang baru-baru ini menghantui dunia teknologi yaitu ransomware wanna cry. Bayangkan, jika system Anda terinfeksi oleh malware satu ini ataupun malware lainnya, tentu saja anda tidak dapat mengakses data bisnis Anda. Sehingga, Anda bisa bayangkan berapa banyak kerugian yang akan dialami oleh bisnis.
  3. Human Error, sebagaimana yang telah kita pahami dengan baik bahwa kita hanyalah manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan. Meskipun sudah teliti dan berhati-hati, namun human error tidak bisa ditiadakan. Risiko masih tetap ada walaupun kecil.
  4. Kerusakan data, banyak faktor-faktor lainnya yang mungkin terjadi dan menyebabkan data rusak seperti kehilangan data atau lonjakan listrik, ruang perangkat yang terlalu panas atau terlalu dingin, bug perangkat lunak aplikasi maupun system operasi, dan lain sebagainya

Jadi, bagaimana strateginya?

 

Strategi yang Anda perlukan adalah dengan melakukan backup secara rutin dan terjadwal, sehingga Anda akan lebih tenang apabila terjadi hal-hal tidak terduga. Hilangnya data bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, karena bencana alam tidak membutuhkan persetujuan Anda untuk terjadi. Oleh karena itu konsistensi data backup sangat diharuskan. Jika bencana terjadi dan data backup terakhir anda adalah dua bulan yang lalu, maka tentu perusahaan Anda akan kesulitan untuk memulihkan data.

Strategi berikutnya adalah dengan memilih tools ataupun software backup yang mempunyai kemampuan untuk melakukan backup rutin dan terjadwal. Veeam Backup and replication adalah solusi backup yang tepat untuk hal ini. Selain bisa mengatur backup secara rutin dan terjadwal, tools ini juga menghadirkan kemudahan dalam mengelola jadwal backup sesuai dengan apa yang perusahaan Anda inginkan.

Mengatur jadwal backup

harus backup data

 

Pada langkah Schedule, tentukan jadwal backup sesuai dengan apa yang Anda inginkan.

  1. Pilih dan centang Run the job automatically, jika ini tidak di centang, maka Anda harus mengatur jadwal backup data secara manual.
  2. Menentukan pengaturan backup:
  • Untuk melakukan backup setiap hari, setiap hari kerja saja, atau pada waktu-waktu tertentu, pilih Daily at this time. Klik pada area sebelah kanan untuk mengatur jadwalnya.
  • Untuk menjalankan pekerjaan backup sekali sebulan pada hari tertentu, pilih Monthly at this time. Klik pada area sebelah kanan untuk mengatur jadwalnya.
  • Untuk melakukan backup secara periodik dengan interval waktu yang telah ditentukan, pilih Periodically every. Pada bagian sebelah kanan, pilih unit waktunya: Hours or Minutes.
  • Untuk pekerjaan backup berantai pilih After this job, umumnya pekerjaan backup akan dimulai setelah backup lainnya selesai. Ketika pekerjaan A selesai, maka pekerjaan B dimulai dan begitu seterusnya.
  1. Pada Automatic retry, pilih Retry failed items processing untuk menentukan berapa kali backup yang akan diulang secara otomatis jika proses backupnya gagal. Sedangkan Wait before each retry attempt for merupakan jarak waktu untuk pengulangan proses backup yang gagal.
  2. Pada Backup window, centang Terminate job if it exceeds allowed backup window kemudian klik Pada layar Time Periods, tentukan waktu yang diperbolehkan untuk menjalankan backup. Jika proses backup melewati waktu yang diperbolehkan, maka backup akan dihentikan secara otomatis.

Itulah beberapa langkah yang bisa Anda ikuti dalam menjadwalkan backup menggunakan Veeam Backup. Mudah, bukan?

Mari jadwalkan backup Anda segera, untuk amankan data dari risiko kehilangan yang tidak terduga. Bila Anda memiliki pertanyaan seputar Veeam Backup atau solusi cloud lainnya, Anda dapat menghubungi kami di sales@zettagrid.id atau klik di sini.

 

Mitigating The Risk of Hacker And Ransomware with Backup

hacker and ransomwareMitigating The Risk of Hacker And Ransomware with Backup

As digital technology evolves today, ransomware becomes one of easily concerning cyber scourge of our time. This type of malware can infect your computers, locking down business data and systems, until you have no access to it all. Most companies will usually pay the ransom as any downtime at all could be devastating to their business continuity. However, it doesn’t guarantee that your business data will be corrupt-free or has no malware infectious that caused data loss. Then, what can enterprises take to protect their data and business continuity against ransomware?

Find the answer on “Zettagrid #NgabuburIT: Mitigating The Risk of Hacker And Ransomware with Backup” and meet our expert, Gery Surjaudaja as Product Specialist at Zettagrid Indonesia.

Event Details:

Date: Thursday, 21 April 2022

Time: 03.00 – 04.00 PM

Link to register: bit.ly/zgngabuburit

Join us and win OVO credits! Limited slots!

Nikmati Promo Ramadhan Gratis Hingga 6 Bulan

Nikmati Promo Ramadhan Gratis Hingga 6 Bulan

Marhaban ya Ramadhan!

Kembalinya bulan suci Ramadhan bikin momen berkah jadi lebih seru dengan menikmati promo spesial terbaru dari Zettagrid Indonesia! Sebagai penyedia layanan cloud computing lokal Tier IV, Zettagrid Indonesia memberikan promo Ramadhan berupa FREE Arupa Object Storage (AOS) sebesar 1TB senilai Rp. 500,000/bulan untuk menunjang kebutuhan bisnis Anda. Anda dapat menikmati layanan AOS gratis ini hingga 6 bulan pemakaian.

ramadhan gratis

Promo dapat digunakan dengan mengikuti Langkah berikut ini:

Kunjungi halaman store.arupa.id lalu klik Arupa Object Storage di kategori Store

ramadhan gratis

Lakukan pemesanan terlebih dahulu dengan klik Order Now. Lalu, klik Continue untuk melakukan pemesanan.

ramadhan gratis

Di layar selanjutnya, terdapat Apply Promo Code. Masukkan kode promo yang diberikan oleh tim kami untuk mendapatkan diskon. Kemudian klik Checkout. Terakhir, lakukan registrasi akun untuk menyelesaikan transaksi.

ramadhan gratis

Gimana, gampang kan? Ayo, tunggu apa lagi! Order sekarang dan mulailah beralih ke Arupa Object Storage untuk penyimpanan yang lebih fleksibel, scalable, dan efisien. Untuk info lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami ke marketing@arupa.id.

 

 

Alasan Cloud Provider Lokal Harus Jadi Pilihan Bisnis

cloud provider lokal

Alasan Cloud Provider Lokal Harus Jadi Pilihan Bisnis

Saat penyimpanan sistem dan data bisnis meningkat, berbagai teknologi sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk menangani masalah tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, tentu masalah efisiensi sistem dan data dapat tertangani dengan baik. Salah satu contohnya dengan menggunakan Cloud Provider.

Saat ini penyedia layanan Cloud Computing mulai banyak berkembang untuk memenuhi permintaan dari perusahaan di berbagai industri. Mulai dari, Cloud Provider lokal hingga Cloud Provider Global.

Namun, sebagai pengusaha bisnis, Anda tentu tidak bisa memilih penyedia layanan cloud computing secara sembarang. Beberapa hal juga perlu dipertimbangkan oleh pengusaha, terutama bagi bisnis yang lekat dengan keamanan data dan regulasi penyimpanan data yang sesuai dengan aturan Pemerintah Indonesia.

Itu sebabnya, Cloud Provider lokal hadir menjadi solusi untuk kebutuhan bisnis tersebut. Dengan memanfaatkan layanan ini, bisnis tidak perlu lagi khawatir akan keamanan data dan regulasi penyimpanan datanya. Beberapa hal berikut ini juga bisa Anda dapatkan ketika memanfaatkan Cloud Provider Lokal:

1.     Data Center berlokasi di Indonesia

cloud provider lokal

(Sumber: baranizdemir dari Getty Images Signature)

Bila bisnis Anda memiliki target konsumen di Indonesia, maka salah satu hal terpenting yang perlu Anda perhatikan dari Cloud Provider adalah lokasi Data Center.

Banyak Cloud Provider lokal menempatkan Data Center mereka di Indonesia, mengingat Peraturan Pemerintah (PP) PSTE di Pasal 17 menyatakan Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan Data Center dan Disaster Recovery Center di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegak hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya sesuai isi PP PSTE.

Selain itu, Cloud dengan Data Center lokal juga cenderung lebih aman dari serangan hacker jika dibandingkan dengan Data Center yang bertempat di luar negeri, dan memudahkan bisnis untuk memulihkan data bisnisnya apabila terjadi suatu hal. Sehingga, hal ini bisa menjadi alasan kuat mengapa Anda perlu mempertimbangkan Cloud Provider lokal.

2.     Kedaulatan data

cloud provider lokal

(Sumber: blackdovfx dari Getty Images Signature)

Saat memanfaatkan layanan Cloud Provider global, beberapa isu keamanan seringkali menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pengguna. Terlebih bila layanan digunakan untuk pertukaran informasi yang bersifat strategis, tentu kedaulatan data bisa menjadi masalah mengingat sengketa hukum dapat mempersulit perusahaan.

Namun tidak perlu khawatir, untuk mencegah hal tersebut Anda bisa mengandalkan Cloud Provider lokal. Dengan menempatkan sistem dan data di Data Center dalam negeri, Anda dapat mengakses data kapan saja tanpa perlu khawatir akan terkendala regulasi hukum dalam mengakses data.

3.     Tim Support Lokal

cloud provider lokal

(Sumber: Dragonimages)

Salah satu keuntungan memanfaatkan Cloud Provider lokal adalah terdapatnya tim support lokal yang dapat membantu Anda kapan saja. 

Perlu Anda ketahui, ketika memanfaatkan Cloud Provider global, manfaat ini jarang sekali Anda temukan. Hal ini karena, Cloud Provider global lebih banyak menggunakan sistem ticket apabila terjadi kendala dari sisi pengguna, sehingga akan memakan waktu lebih lama untuk merespon. Tak hanya itu, bahasa yang digunakan juga tentu bukan bahasa lokal, sehingga akan menjadi kendala bagi sebagian pengguna.

Berbeda ketika Anda dilayani oleh tim support lokal. Dengan bahasa, lokasi, dan zona waktu yang sama dengan Anda, Anda tidak perlu lagi khawatir akan kendala yang berarti. Selain itu, beberapa provider juga menyediakan tim support selama 24 jam dalam 7 hari, dengan demikian hal ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan layanan support kapanpun dan dimanapun Anda butuhkan.

4.     Keamanan data pribadi pengguna lebih terlindungi

(Sumber: John Kevin dari Getty Images)

Hal terakhir yang bisa Anda dapatkan ketika memanfaatkan layanan Cloud Provider lokal adalah kerahasiaan dan keamanan data Anda sebagai pelanggan dapat terlindungi. Banyak penyedia layanan cloud lokal saat ini telah memiliki ISO 27001 dan Service Level Agreement (SLA). Bukan tanpa alasan, kedua hal tersebut wajib dimiliki dan diaplikasikan penyedia demi mencegah terjadinya kebocoran data pelanggan. 

Lalu, bagaimana jika penyedia melanggar dua sertifikasi tersebut dan membocorkan kerahasiaan data pelanggan?

Anda tidak perlu khawatir! Bila penyedia cloud melanggar sertifikasi keamanan dengan membocorkan data pelanggan, izin layanan penyedia akan dicabut dan Anda pun sebagai pelanggan dapat memproses masalah tersebut secara hukum.

Sebagai Cloud Provider lokal, Zettagrid Indonesia saat ini sudah tersertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan informasi untuk ketentuan jaringan, hosting, dan layanan suara sesuai pernyataan penerapan v1. Dengan demikian, kami dapat menjamin keamanan dan kerahasiaan data pelanggan kami.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda rasakan ketika memanfaatkan Cloud Provider lokal. Bila Anda mencari solusi cloud computing berupa Virtual Data Center, Virtual Server, Backup as a Service, dan Disaster Recovery as a Service untuk menjaga kelangsungan bisnis, Anda dapatkan konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami melalui sales@zettagrid.id atau kontak kami di sini.

Veeam Cloud Connect Replication dan Secondsite DRaaS, Apa Perbedaannya?

veeam replication

Veeam Cloud Connect Replication dan Secondsite DRaaS, Apa Perbedaannya?

Seiring dengan semakin maraknya proses transformasi digital, ketergantungan sebuah organisasi terhadap data digital tentu ikut meningkat. Dengan itu, maka kesadaran untuk memiliki backup data dan disaster recovery plan sangat penting untuk dimiliki pengusaha. Sebagaimana dengan karakteristik organisasi yang berbeda-beda, maka kebutuhan pada disaster recovery plan pun akan berbeda. Beberapa organisasi mungkin dapat bertahan dengan kehilangan data selama 24 jam atau tidak dapat mengakses data mereka selama 1 hari atau lebih. Akan tetapi, organisasi lain mungkin tidak dapat mentolerir kehilangan data sama sekali.

Sebagai cloud service provider, Zettagrid Indonesia memahami keunikan karakteristik masing-masing organisasi tersebut. Karena itulah Zettagrid Indonesia memiliki beberapa pilihan layanan untuk dapat memenuhi kebutuhan bisnis yang beraneka ragam. Kali ini kita akan membahas karakteristik dua layanan Disaster Recovery dari Zettagrid Indonesia, yaitu VCCR (Veeam Cloud Connect Replication) dan SecondSite DRaaS.

Objek Pemulihan Bencana dan Metode Perlindungannya

Sebelumnya, objek pemulihan bencana adalah sumber data atau sistem yang diproteksi oleh solusi Disaster Recovery. VCCR dan SecondSite memiliki objek yang sama, yaitu berupa virtual machine (VM) yang berjalan di atas sistem virtualisasi VMware. Namun, metode perlindungan yang digunakan oleh satu layanan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga membentuk karakteristik khusus dari layanan tersebut.

  • VCCR
    VCCR memanfaatkan fitur snapshot yang tersedia pada platform virtualisasi dari VMware. Dengan demikian VCCR dapat menghemat infrastruktur yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan proses replikasi VM. Untuk lingkungan virtualisasi yang kecil, 1 VM sudah cukup untuk menjalankan semua fungsi replikasi.
  • SecondSite
    SecondSite menggunakan metode Data Journaling untuk mereplikasi data dari sumber ke tujuan. Dengan metode ini, replikasi data dapat berlangsung hampir secara instan pada saat data tersebut tertulis. Sebagai konsekuensinya dibutuhkan minimal 1 VM untuk setiap host Sebagai contoh untuk melindungi VM dalam sebuah cluster dengan 3 hosts, dibutuhkan minimal 4 VM, 1 VM untuk setiap host ditambah 1 VM sebagai manager/controller.

RPO (Recovery Point Objective)

Selain itu, ada pula RPO yang merujuk pada seberapa penting data yang akan diproteksi oleh layanan Disaster Recovery. Untuk memudahkan monitoring, biasanya RPO akan memastikan tingkat kepentingan data bisnis dengan merepresentasikannya dalam waktu. Jadi, waktu akan menunjukkan seberapa banyak data yang berpotensi hilang pada saat bencana terjadi. Bila RPO yang dimiliki suatu layanan semakin besar, maka data yang berpotensi hilang pada saat bencana juga semakin besar. Padahal, data yang sangat penting tentu membutuhkan RPO sekecil mungkin, demikian juga sebaliknya.

  • VCCR
    RPO optimum yang direkomendasikan untuk dapat dicapai oleh VCCR adalah 1 jam (60 menit).
  • SecondSite
    SecondSite dapat mencapai RPO dengan hitungan detik. Dalam kondisi optimal RPO antara 3-15 detik dapat dicapai

RTO (Recovery Time Objective)

RTO merujuk pada seberapa penting sistem ketersediaan data yang akan diproteksi oleh layanan Disaster Recovery. Sama seperti RPO, untuk memudahkan monitoring, maka RTO juga direpresentasikan dalam waktu. Dalam RTO, waktu menunjukkan seberapa lama gangguan pada sistem dapat ditolerir. Semakin besar RTO, maka semakin besar toleransi pengguna terhadap sistem tersebut, demikian juga sebaliknya.

Untuk VCCR dan SecondSite, waktu RTO minimum yang bisa dicapai relatif sama, kurang lebih dalam hitungan menit. Karena hasil replikasi sudah siap untuk dinyalakan sebagai VM, maka RTO disini adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan VM tersebut.

Aksesibilitas

Saat Disaster Recovery Plan diaktifkan, proses failover akan dilakukan. Artinya, VM yang dilindungi oleh layanan tersebut akan dioperasikan di Disaster Recovery Center (DRC). VM yang berada dalam kondisi failover akan menyala di lingkungan yang berbeda, sehingga aksesnya pun akan berbeda.

  • VCCR
    Pada saat VM yang dilindungi oleh VCCR dalam kondisi failover, VM tersebut hanya dapat diakses melalui jaringan (misalnya Remote Desktop Connection, ssh, dll). Sehingga perlu dipastikan bahwa konfigurasi jaringan VM tersebut telah sesuai dan diuji coba dengan sempurna.
  • SecondSite
    Pada SecondSite, akses ke VM yang sedang dalam kondisi failover dapat dilakukan melalui jaringan dan VM console. Sehingga apabila terjadi hal-hal di luar dugaan, VM tersebut masih dapat diakses dan dilakukan troubleshoot lebih dalam.

Kesimpulan

Perbandingan tersebut dapat dilihat dalam table berikut:

Veeam Replication

Demikian perbandingan antara layanan Veeam Cloud Connect Replication dan SecondSite DRaaS yang disediakan oleh Zettagrid Indonesia. Bila Anda memiliki pertanyaan terkait solusi Disaster Recovery, Anda dapat menghubungi kami ke sales@zettagrid.id atau klik di sini.

4 Langkah Mudah Amankan cPanel dan Plesk Backup Dengan AOS

cPanel dan Plesk Backup AOS

4 Langkah Mudah Amankan cPanel dan Plesk Backup Dengan Arupa Object Storage

 

Ketika kita berbicara mengenai Control Panel untuk sebuah website pasti kita terbesit dua Control Panel ini yaitu Plesk dan cPanel. Kedua control panel ini dapat mengatur banyak fungsi penunjang sebuah website seperti FTP, Email, CMS Manager dan beberapa fitur lainnya. Maka dari itu penting untuk user memiliki backup untuk Pleask dan cPanel pada websitenya. 

Backup adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin atau membuat arsip data komputer sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan. Tujuan utama dari proses backup adalah untuk mengembalikan data pada satu kondisi di point in time atau titik tertentu di masa lalu ketika data tersebut hilang. baik karena terhapus atau karena rusak. 

cPanel dan Plesk secara default telah melakukan backup yang dimana backup tersebut di simpan pada Server cPanel dan Plesk sendiri atau disebut onsite. Backup pada cPanel dapat di konfigurasi secara Harian, Mingguan dan Bulanan. 

Metode default backup cPanel dan Plesk merupakan backup on-site atau di dalam hardisk server, Metode backup ini sangat beresiko ketika hardisk yang menyimpan backup tersebut fail. Untuk menghindari hal ini sebaiknya dilakukan backup dengan metode penyimpanan remote site. 

Hal ini juga dapat menunjang strategi backup ideal yaitu dengan menggunakan metode backup 3-2-1. Metode backup 3-2-1 dapat tercapai dengan syarat sebagai berikut. Data harus memilik 3 salinan backup, Backup pertama di simpan di 2 media yang berbeda dan 1 backup disimpan secara offsite. Untuk penerapan metode 3-2-1 pada cPanel dan Plesk anda dapat menggunakan solusi dari Arupa Object Storage (AOS). AOS akan membantu menerapkan Off-Site Backup untuk melakukan Backup pada cPanel/Plesk. 

Backup cPanel dan Plesk dapat dilakukan melalui remote Storage. Untuk konfigurasinya sendiri pun terbilang mudah dikarenakan hanya memerlukan 3 credential yaitu : Hostname, Access Key dan Secret Key. Ketiga credential tersebut dapat anda lihat melalui halaman dashboard Arupa Object Storage.  

Berikut adalah langkah melakukan konfigurasi backup cPanel menggunakan AOS: 

  1. Pertama akses Web Host Manager / WHM lalu dapat ke menu Backup > Backup Configuration 

cPanel Backup AOS

 

 

2. Setelah masuk ke dalam Backup Configuration lalu ke tab Additional Destinations, Pada Destination Type dapat dipilih S3 Compatible > Lalu Create New Destination 

 

cpanel backup AOS

 3. Isilah informasi kredensial Arupa Object Storage (AOS), Setelah mengisikan kredensial dapat melakukan klik “Save and Validate Installation” 

cpanel backup AOS

cpanel backup AOS 

 

Catatan:  

  • <Destinantion Name> : Dapat diisikan Nama dari Destinasi tersebut 
  • <S3 Endpoint> : Dapat diisikan URL Arupa Object Storage 
  • <Bucket> : Dapat diisikan bucket yang telah dibuat pada AOS 
  • <Access Key> : Dapat diisikan Access Key, Access key terdapat pada portal AOS 
  • <Secret Key> : Dapat diisikan Secret Key, Secret key terdapat pada portal AOS 

 

Sedangkan berikut adalah cara melakukan konfigurasi backup pada Plesk dengan AOS: 

  1. Download Extensions “S3 Backup” 

Plesk backup AOS

 

 

2. Selanjutnya dapat menuju Domains > Lalu ke menu Backup & Restore 

Plesk Backup AOS

 

3. Selanjutnya dapat ke menu Remote Storage Settings untuk konfigurasi Remote Storage 

Plesk Backup AOS

 

4. Selanjutnya pilih Amazon S3 Backup 

Plesk Backup AOS

 5. Pada bagian ini dapat diisikan dengan kredensial Arupa Object Storage 

Plesk Backup AOS 

 

Catatan :  

  • <Service Provider> : Dapat dipilih Custom 
  • <API Endpoint URL> : Dapat diisikan URL Arupa Object Storage 
  • <Login Key> : Dapat diisikan Access Key, Access key terdapat pada portal AOS 
  • <Password Key> : Dapat diisikan Secret Key, Secret key terdapat pada portal AOS 
  • <Bucket> : Dapat diisikan bucket yang telah dibuat pada AOS 
  • <Path> : Dapat diisikan folder yang telah di buat didalam bucket 

 

Nah mudah bukan? Ayo amankan cPanel dan Plesk anda dengan melakukan backup offsite dengan Arupa Object Storage. Untuk informasi berlangganan anda dapat menghubungi kami di WhatsApp bit.ly/hallozetta atau melalui kami disini. 

Apakah Firewall Saja Cukup Melindungi Anda Dari Kehilangan Data?

Firewall backup

Apakah Firewall Saja Cukup Melindungi Anda Dari Kehilangan Data?

Sistem firewall dan sistem backup dalam teknologi informasi adalah dua komponen terpisah tetapi memiliki kaitan yang erat. Firewall secara umum adalah sebuah perangkat (baik hardware ataupun software) yang memiliki fungsi untuk mengatur, mengontrol, dan juga mengawasi arus  keluar-masuk paket data pada sistem jaringan atau sistem operasi. Firewall dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari luar atau ke dalam suatu jaringan internal.

Sementara backup adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin atau membuat arsip data komputer sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan. Tujuan utama dari proses backup adalah untuk mengembalikan data pada satu kondisi di point in time atau titik tertentu di masa lalu ketika data tersebut hilang. baik karena terhapus atau karena rusak.

Sistem firewall biasanya digunakan sebagai metode pencegahan atau preventif sementara backup bersifat represif.  Berikut adalah beberapa fungsi firewall , diantaranya :

  • Firewall berfungsi untuk mengatur dan mencatat lalu lintas jaringan/operating system
  • Firewall berfungsi untuk menjaga kemanan jaringan internal
  • Firewall dapat digunakan untuk memblokir lalu lintas yang tidak aman
  • Firewall sebagai pos atau kontrol pengawas arus paket data
  • Firewall dapat digunakan untuk mengatur autentifikasi akses data
  • Firewall dapat digunakan untuk memblokir program jahat yang bisa menginfeksi komputer
  • Firewall sebagai tameng atau dinding untuk menghindari peretasan dan pembobolan data dan juga melindungi informasi pribadi dari pengguna tidak sah.

Backup

Bagi Tim IT infrastructure dalam mengoptimalkan security awareness perusahaan, selain dengan menggunakan sistem firewall biasanya mereka juga melengkapinya dengan sistem backup. Beberapa alasan backup ini dibutuhkan walaupun sudah mengganakan sistem firewall:

  • Sistem firewall bertujuan untuk melindungi jalur akses dari dalam maupun luar sistem tetap aman sementara backup bertujuan melindungi data dari virus atau malware.
  • Sistem backup dapat digunakan sebagai data cadangan ketika adanya kegagalan perangkat
  • Sistem backup dapat digunakan sebagai data cadangan ketika adanya human error seperti penghapusan data yang tidak disengaja
  • Sistem backup dapat digunakan sebagai data cadangan ketika sistem firewall sudah terbobol dan terjadi kehilangan atau kerusakan pada data utama
  • Bagi perusahaan tertentu, sistem backup diwajibkan atau dibutuhkan dalam rangka memenuhi regulasi institusi

Salah satu client kami di bidang retail contohnya, mereka sudah menggunakan firewall baik level infrastructure dan level operating sistem, selain itu mereka juga  sudah mengaktifkan firewall dengan spesifik whitelist source IP untuk menjamin sisi keamaan data dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Seiring berkembangnya malicious software atau  malware serta banyaknya celah keamaan suatu sistem atau aplikasi yang perlu diperhatikan, salah satu server aplikasi client A berhasil terinfeksi oleh malware terbaru. Data yang terdapat pada server mengalami kerusakan atau corrupt. Namun karena client tersebut sudah prepare dengan sistem backup dan menjalankan proses backup secara berkala, akhirnya data yang rusak dapat kembali di pulihkan dan tidak menyebabkan kehilangan data secara permanen.

Zettagrid Indonesia sebagai cloud provider di Indonesia, selain menyediakan infrastructure as a service (IaaS) juga menyediakan Backup as a service (Baas) layanan yang kami tawarkan diantaranya adalah Cloud Connect Backup  dengan teknologi dari Veeam yang dapat juga Anda gunakan sebagai solusi backup pada server on premise Anda serta VDC Backup dan Image Archive untuk server yang Anda gunakan di cloud Zettagrid. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Backup silahkan menghubungi kami disini atau melalui email ke sales@zettagrid.id.

Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan Disaster Recovery?

Mengapa DIsaster Recovery

Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan DIsaster Recovery

Bisnis digital di Indonesia semakin terasa perkembangannya. Salah satu buktinya adalah posisi Indonesia sebagai negara 10 besar dengan pertumbuhan nilai perdagangan e-commerce. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary. Beliau mengatakan jika Indonesia berada di peringkat nomor 1 dunia dengan angka pertumbuhan nilai dagang 78%.

Dengan pertumbuhan yang positif ini, tentunya dibutuhkan solusi-solusi IT yang mumpuni untuk mendukung sistem IT bisnis yang reliable. Salah satunya adalah dengan penggunaan solusi Disaster Recovery. Dengan menggunakan Disaster Recovery, bisnis anda dapat terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak terduga seperti bencana alam dan kebakaran, selain itu anda juga dapat menghindari downtime yang berkepanjangan. Mau tau lebih lanjut mengapa bisnis anda membutuhkan solusi ini? Yuk simak bahasan berikut ini:

 

  • Menghindari dari bencana yang tak terduga

Pernahkan anda mendengar berita mengenai gedung data center yang terbakar beberapa waktu lalu? Bayangkan jika hal itu terjadi pada bisnis anda dan pada saat itu anda sedang melakukan sistem development ataupun kegiatan penting lainnya. Jika anda belum memiliki solusi Disaster Recovery, anda tidak dapat terhindar dari server yang mati beberapa hari. Apalagi jika penyebabnya adalah kebakaran yang pastinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan bisnis anda kembali normal. Dengan Disaster Recovery, hal ini dapat di minimalisir, karena server anda akan tetap berjalan di cloud (off-site).

  • Mencegah terjadinya kehilangan data serta meminimalisir terjadinya downtime

Human error atau kesalahan manusia juga termasuk alasan mengapa anda membutuhkan Disaster Recovery. Misalnya anda sedang membangun suatu sistem di website atau aplikasi anda lalu tiba-tiba tim anda melakukan kesalahan sehingga data yang sudah tersimpan menjadi terhapus. Tidak hanya hilang, ternyata hal ini juga menyebabkan sistem pada server anda down sehingga pelanggan anda tidak dapat mengakses aplikasi anda. Dengan solusi Disaster Recovery, data anda tentunya masih dapat terselamatkan dan sistem masih dapat berjalan karena anda mempunyai salinannya di cloud.

  • Menghindari anda dari kehilangan pelanggan

Pernahkah anda mengalami downtime disaat anda mengadakan diskon besar-besaran di bisnis anda? Bayangkan jika pada saat itu anda sedang mengadakan launching produk disaat hari belanja online nasional dan website maupun aplikasi anda mengalami downtime karena banyaknya traffic yang masuk ke server anda. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan pelanggan anda terhadap bisnis anda. Belum lagi biaya yang sudah anda keluarkan untuk promosi campaign tersebut menjadi terbuang sia-sia karena sistem anda yang tidak dapat diakses. Namun anda tidak perlu khawatir, hal ini dapat dihindari dengan menggunakan Disaster Recovery.

Zettagrid sebagai penyedia layanan cloud di Indonesia memiliki berbagai solusi Disaster Recovery (DR) yang anda dapat gunakan pada bisnis anda. Anda tidak perlu ragu jika bisnis anda mengharuskan anda untuk menaruh data di Indonesia, karena Zettagrid sendiri memiliki 2 lokasi data center di Indonesia dengan SLA 99.9% yang dapat menjamin anda dari terjadinya downtime. Selain itu tim support kami juga siap membantu anda 24/7 melalui website, email, telpon dan bahkan whatsapp kapanpun dan dimanapun anda berada. Belum lagi saat ini kami sedang mengadakan penawaran spesial diskon sebesar 25% untuk layanan SecondSite DR. Jika anda tertarik anda dapat menghubungi kami disini atau email kebutuhan anda di marketing@zettagrid.id.